
Sebelum Yujin mengayunkan tangannya, semua orang melihat Yujin mengangkat kerah baju Kon, suara Yujin bergema di seluruh area medan pertempuran, "Menyerah atau mati".
Peperangan itu langsung berhenti seketika, tidak berselang lama, kon berkata sambil menggeliat, "Tidak aku izinkan kalian menyerah," Yujin terlihat kesal.
Yujin tersenyum dan tampa banyak bicara diapun mengayunkan tangannya, banyak orang yang berteriak melihat Rajanya akan di penggal, bahkan lima panglima tersebut segera berlari ke arah Yujin.
Ketika tangannya hendak sampai di leher Kon, orang itu menangkap tangan Yujin, diapun berkata, "Sebaiknya urungkan niat membunuhmu itu"?
Lima panglima itupun berhenti seketika, mereka semua di buat kaget karena kemunculannya tiba-tiba, bahkan Regon, Merlin, Kitora, Jyanya, Saber, mereka tau orang yang tepat di belakang Yujin.
"Dia adalah. Raja Iblis Phoenix Agenor".
Dia sebenarnya tidak mempunyai hak untuk membantu seseorang, bahkan keturunannya sendiri, dia turun tangan bukan karena ingin menyelamatkan Kon keturunan sendiri, atau biasa di sebut satu darah, melainkan dia berniat membunuh Yujin secepat mungkin.
Dia ingin membunuh Yujin karena alasan 200 tahun lalu, seseorang mengatakan atau bisa di bilang dia meramalkan, akan ada seseorang yang akan membunuh semua Raja Iblis, meskipun dia belum begitu yakin tapi dia ingin melihatnya sendiri.
Dia berbahaya atau tidak dia tetap akan membunuh Yujin, karena bagi Raja Iblis membunuh satu orang ibarat membunuh seekor semut yang sangat kecil.
Semua orang tertunduk seketika dan hening, tidak ada yang berani menatap matanya secara langsung, mereka tau Yujin kuat, tapi jika Raja Iblis menampakkan diri, sudah di pastikan dia akan membunuh orang yang dia inginkan, bahkan dia berhak membunuh siapapun.
Saat ini Yujin membalikkan badan, dia melihat aura yang sangat kuning pekat, bahkan dia bisa merasakan orang yang memegangnya ini bukanlah orang yang sembarangan.
Dia bergumam dalam hati, orang ini siapa, kenapa aura yang dia pancarkan terlalu mengerikan," lalu Rura berkata, "Dia adalah Raja Iblis Phoenix," Yujin cukup terkejut, dia tidak menyangka bahwa pertemuannya ini terlalu mendadak, bahkan dia baru ke dunia ini, belum sampai seminggu tapi dia sudah bertemu dengan Raja Iblis, ini tidak bisa di sebut rezeki, karena tanpa Yujin cari dia datang, dan nyawanya terancam.
Tapi Yujin berlagak sombong meskipun dia tau dia bukanlah lawan yang sepadan dia malah berkata dengan nada yang tidak sopan, "Lepaskan tanganmu, kau bisa menunggu setelah itu aku bisa membunuhmu juga," ucap Yujin acuh tak acuh.
Agenor tertawa sangat jahat dia memegang wajahnya dan matanya tertutup dengan tangan, ketika dia menurunkan tangannya, matanya terlihat menyala seolah mata itu terbakar, mendengar Yujin berkata seperti itu, itu membuat dia merasa sangat tidak di hargai.
__ADS_1
Lalu Agenor berkata pada Yujin, "Sepertinya kau ingin cepat mati, bahkan kau tidak punya sopan santun," Yujin hanya tersenyum sinis lalu berkata, "Sepertinya kau tidak perlu di hormati, orang sepertimu sudah terlalu banyak nyawa yang mati di tanganmu".
Lalu Agenor tidak berkata apa-apa lagi, dia langsung membakar pergelangan Yujin sehingga dia melepaskan Kon dari tangannya, dia langsung melompat keluar dari tenda, lalu Rura berkata pada Yujin, "Tidak ada kemenangan, sebaiknya anda mundur".
Yujin tidak menghiraukan perkataan Rura, dia menyembuhkan tangannya yang terbakar, perlahan Agenor keluar dari tenda, semua orang membuka jalan buatnya, tiba-tiba Kon berkata, "Paman, bunuh orang itu, dia telah membunuh Ayahku," Agenor berbalik dan menampar Kon sambil berkata, "Siapa suruh ayahmu lemah".
Kon di buat pingsan hanya dengan satu tamparan, itu membuat Yujin teringat masa lalunya, kini dia terlihat sangat marah, tapi Rura terus menenangkan Yujin, karena dia tau Yujin pasti mati jika melawan Agenor sekarang.
Agenor melangkah dengan sangat pelan, dia melirik Yujin dengan sangat jijik, lalu dia berkata, "Apa kau butuh obat agar tanganmu tidak terbakar terus," Yujin melihat tangannya diapun heran karena tangannya tidak kunjung sembuh.
Ini sudah di pastikan bahwa Yujin bukanlah lawan yang sepadan, tapi Yujin tidak menghiraukannya, lalu Yujin melesat dengan cepat ke arah Agenor, sehingga orang yang melihat Yujin seperti tidak bergerak, Yujin seperti meninggalkan Tubuhnya untuk waktu sepersekian detik karena kecepatan Yujin.
Perlahan bayangan itu menghilang dan Yujin langsung muncul di hadapan Agenor, dia baru ingin mengepalkan tangan dan ingin memukul wajah Agenor.
Agenor lebih cepat dari pada Yujin, dia terkena pukulan Agenor duluan tepat di wajahnya, bahkan Agenor seperti tidak menggerakkan tangannya, tangan Agenor tersilang tepat di belakangnya, wajah Yujin terlihat terbakar seperti di pergelangan tanganya, sehingga Yujin pingsan.
Yujin masih terkapar dan tidak bergerak sama sekali, Agenor berjalan dengan santai sambil berkata, "sepertinya ini adalah pertemuan terakhir kita," dengan tawa yang terdengar sangat mengerikan.
Lalu Rura berkata dalam tubuh Yujin, "mengambil alih tubuh sepenuhnya," Rura langsung berdiri dari tempat Yujin yang terkapar, tanpa pertolongan tangan, dia langsung tegak dan menghadap Agenor.
Mata Yujin kali ini menyala, di sekitar matanya ada warna merah dan ungu, itu membuat Agenor langsung sadar dari kegilaannya dia bergumam sendiri karena kebingungan, "apa yang terjadi, kenapa tubuhnya langsung pulih sepenuhnya," gumam Agenor yang tidak percaya.
Rura menggunakan hampir semua kekuatan Yujin dalam Tubuhnya, dia langsung melesat lagi, tapi kali ini berbeda dari serangan yang dia gunakan Yujin tadi, dalam sepersekian detik, Agenor ingin menghindar, tapi serangan itu seperti terkunci di tubuhnya, dan itu berhasil mengenai dada Agenor.
Agenor terlempar sangat jauh dan dia memuntahkan darah yang sangat banyak, banyak orang di buat tercengang kerena serangan Yujin berdampak pada Raja Iblis, ketika semua orang ingin melihat Yujin, dia sudah menghilang, sudah bisa di pastikan, dia melarikan diri, Merlin, Regon, Kitora, mereka hanya mendengar sekilas suara perempuan.
Dia berkata, "Kembalilah, kita sudah menang," mereka tidak tau itu suara dari siapa, tapi mereka merespon dan memberi kode pada semua orang untuk mundur.
__ADS_1
Saat ini Agenor berlututkan satu kaki dan memuntahkan darah, dia tidak menyangka bahwa dia akan terkena pukulan Yujin, dia terlihat sangat marah, tubuhnya di penuhi api yang sangat panas, semua yang ada di sekitarnya berjarak 20 meter terkena dampak efek kekuatan Agenor,
Banyak orang yang berteriak karena terbakar, tapi suara itu tidak berselang lama, tubuh semua orang yang terbakar hilang dan bahkan abunyapun tidak ada di manapun.
Lalu dia melihat Yujin sambil berkata, "Aku akan membunuhmu bocah, tidak akan kubiarkan kau mati dengan cepat," ketika dia melihat Yujin sudah hilang, dia hanya memikirkan tentang ramalan itu.
"Sialan, aku kehilangan jejaknya, tidak akan aku biarkan dia terus bertambah kuat," gumam Agenor yang terlihat kesal.
Ketika dia ingin pergi diapun berbalik sambil berkata, "Saifuku sudah musnah, Kerajaan Chisai menang, tidak ada lagi yang namanya Kerajaan Saifuku," teriak Agenor berjalan ketempat Kon dan menghilang dari peperangan.
Dia sudah tidak berminat dengan peperangan, dia langsung pergi membawa Raja Kon, semua orang langsung terpuruk, banyak pedang terjatuh ketanah, bahkan para panglima juga berlutut menyerah karena Raja mereka sudah tidak ada.
Singkat cerita.
Semua orang dari Saifuku telah di tangkap dan di tanggung oleh Kerajaan Chisai, banyak dari mereka juga di jadikan prajurit dan lain sebagainya.
Regon, Merlin, Kitora, bersiap untuk kembali, mereka banyak membawa harta rampasan perang, mereka terlihat senang sekaligus terlihat gelisah karena Yujin langsung menghilang dari pertempuran.
"Boleh saya ikut," ucap Chihaya dan Leafa secara bersamaan.
"Tidak boleh, tidak ada dari anda yang boleh ikut," ucap Jyanya dan saber.
"biar kami yang pergi untuk mewakili," kata Jyanya. "Iya, sebaiknya anda tunggu kabar saja," ucap Saber yang kelihatan takut karena mata mereka sangat tajam.
Mereka semua pergi ketempat Kerajaan Hiro, setiap kerajaan mempunyai dua wakil, total semua orang yang pergi ter masuk Regon, Merlin, dan Kitora. semua ada 13 orang.
Sedangkan Yujin saat ini tepat di dalam kamar yang di temani Himawari, dia terus menangis ketika dia melihat Yujin terkapar dan pingsan tepat di depan pintu Rumahnya.
__ADS_1
Bersambung....