Betsu No Sekai

Betsu No Sekai
Bab 10. Raja Baru Mazuzi Mura Hiro


__ADS_3

"Hari ini aku akan pergi ayah, ibu, dan kamu hima, kamu harus belajar dengan benar, suatu hari nanti aku akan membutuhkan pikiranmu," ucap Yujin.


"Tapi kak Yujin, kenapa harus hari ini," kata Hima.


Lalu ayahnya dan ibunya mendekat pada Yujin, ayah Yujin ingin berbicara tapi ibunya memeluk Yujin dan langsung berbicara sambil menangis.


"Kenapa harus pergi sekarang, aku sebagai ibu belum siap," ucap ibunya yang sedang menangis di pelukan Yujin.


Lalu Yujin berkata pada ibu dan ayahnya, sebelum ayahnya berkata lagi, Yujin duluan berkata dan dia sudah membaca pikiran ayahnya.


"Ibu tidak boleh menangis, aku pergi bukan untuk mati," ucap Yujin sambil mengusap air mata ibunya.


Ayah tidak perlu ikut, aku tidak bisa melindungi banyak orang di saat aku bertarung nanti.


Ayahnya mengerti ucapan Yujin, meskipun kata-katanya tidak jelas, sudah di pastikan ayahnya hanya akan menjadi hambatan, lalu ayahnya hanya memilih diam sambil menarik ibu Yujin dan memeluknya, ketika dia ingin pergi Hima berkata dengan air mata sambil memeluknya.


"Kak Yujin harus kembali, aku akan belajar bersungguh-sungguh, aku akan menunggu terus menunggu," ucap Hima dengan air mata.


Lalu orang tua yang sedari tadi hanya diam tiba-tiba berbicara pada Yujin.


"Kenapa kamu harus pergi sekarang, kenapa tidak besok saja," ucap orang tua itu.


Orang tua itu bernama Fujiwara Merlin, sering di panggil kakek Merlin, dia salah satu master, tapi satu kakinya terpotong di akibatkan perang besar, meskipun begitu dia masih di juluki panglima perang, dan umurnya sekarang 60, kerajaan yang selama ini dia perjuangkan telah musnah di akibatkan kerajaan Saifuku, lalu Yujin berkata pada Merlin.


"Kakek Merlin, jika besok aku pergi aku akan melewati banyak kesempatan, dalam tiga hari ini mereka sedang akan ada perang, dan di pastikan hari ke empat akan mulai perang, sebelum itu terjadi aku sudah memikirkan semuanya, aku akan membantu Kerajaan Chisai, meskipun aku tidak tau mereka musuh atau bukan, aku akan memikirkan belakangan," ucap Yujin pada Merlin.


Merlin mendengar itu dia langsung berfikir bahwa Yujin sangat hebat dalam strategi perang, lalu Merlin berkata lagi.


"Baik lah, aku sudah memikirkan semuanya," ucap Merlin.


"Kalau begitu aku akan pergi sekarang," ucap Yujin.


Kitora dan Regon ikut di belakang Yujin, tiba-tiba Yujin berhenti dan melihat kebelakang, dia menyadari bahwa orang tua itu mengikutinya.


"Kakek Merlin kenapa ikut," ucap Yujin dengan kesal.

__ADS_1


"Apa kau meremehkan aku," ucap kakek Merlin


Dan tiba-tiba dia melesat kesamping Yujin dengan sangat cepat sambil mengeluarkan pedang yang terlihat seperti tongkat, dia mengarahkan pedang itu ke leher Yujin, sehingga Yujin hanya menelan air liurnya, lalu Merlin berkata.


"Apa aku masih jadi penghambat," ucap Merlin dengan senyum.


Lalu orang tua itu memasukan lagi pedangnya, Bahkan Regon dan Kitora sangat terkejut, Yujin hanya bisa mengiyakan kata-kata orang tua itu, lalu Yujin berkata,


"Sebenarnya aku hanya ingin pergi sendiri," ucap Yujin.


Regon dan Kitora saling memandang, dia tidak mengerti ucapan Yujin barusan, Regon bertanya apa maksud dari perkataannya barusan.


"Tuan, apa maksud anda," ucap Regon.


Aku sudah melepaskan rantai kontrak kalian berdua, aku hanya tidak ingin mengambil keuntungan dari kalian karena rantai kontrak tersebut, jika aku melakukan itu, tidak ada bedanya kalian hanyalah seperti budak.


Mereka berdua mendengarkan itu, mereka tidak percaya bahwa Yujin sangat baik, mereka saling memandang bahkan mereka tidak bisa mengekspresikan senang atau sedih, di lain sisi mereka senang tapi mereka juga sedih, lalu Kitora langsung sujud ketanah sambil berkata.


Saya bersedia menjadi tangan kanan anda untuk selamanya demi semua yang setara," ucap Kitora sambil bersujud.


Aku yang akan menjadi tangan kanan anda," ucap Regon dengan wajah yang serius.


Kitora mendengar itu dia melihat Regon sambil berkata dengan nada yang marah.


"Apa maksudmu Regon, aku duluan yang mengajukan, sebaiknya kau tangan kiri saja," ucap Kitora.


Mereka berdua sudah tidak saling menghormati, karena hanya siapa duluan, dan tidak ada dari mereka yang ingin mengalah.


Mereka berdua beradu mulut karena memperebutkan kanan dan kiri, Merlin melihat itu dia tertawa sangat keras, lalu merlin bersujud kan satu kaki dan satu tongkat menahannya.


"Kalau begitu, aku bersedia menjadi panglima perangnya," ucap Merlin yang terbawa suasana.


Yujin melihat itu dia hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dia melirik kiri kanan, lalu dia menyuruh semuanya untuk berdiri.


serentak semuanya berkata kami tidak ingin berdiri sebelum anda menerima kami, lalu Yujin berkata.

__ADS_1


"Aku bukanlah Raja," ucap Yujin sambil menyuruh mereka berdiri.


Lalu mereka berkata secara bersamaan lagi, mulai saat ini, kami bertiga akan menjadi saksi yang pertama untuk "Raja baru Mazuzi Mura Hiro," Yujin tidak bisa berkata-kata lagi, karena ucapan mereka sangat bersungguh-sungguh.


"Baik lah, hari ini aku akan menjadi Raja," ucap Yujin dengan kesal.


Apa rencana kita tanya Merlin pada Yujin


"Sebaiknya kita pergi sekarang, aku akan menceritakan semua rencananya," ucap Yujin.


Lalu mereka semua berlari sangat kencang, menuju kerajaan Saifuku, Yujin mulai mengatakan rencananya pada mereka bertiga.


"Sebaiknya aku memanggil kalian apa," ucap Yujin.


"Anda adalah Raja, sebaiknya anda memanggil nama kami saja," ucap Regon.


Lalu Yujin berkata, "Tidak". aku akan memanggil kalian kakek satu, kakek dua dan kakek tiga, karena yang akan aku lakukan adalah setara, mereka semua hanya mengangguk, mereka tidak bisa membantah ucapan rajanya.


"Kakek satu adalah Merlin, Kakek dua adalah Kitora dan Kakek tiga adalah Regon," ucap Yujin pada semua orang.


Rencananya, aku akan menyuruh kakek satu untuk membebaskan para tahanan, membiarkan mereka memberontak, dan kalau bisa menyebarkan nama kerajaan kita juga, kakek ketiga bebaskan para sandra dan para budak dan kembalikan mereka ke kerajaan mereka masing-masing, usahakan mereka tau nama kerajaan kita juga, beri tau mereka kita akan ikut dalam perang dalam tiga hari ini, dan kakek kedua ikut memberontak, usahakan di depan istana mereka, sedangkan aku yang akan menghancurkan istana, jika istana sudah hancur, kita akan bertemu lagi di sebelah kiri tembok Gerbang masuk kerajaan, kita bertiga akan langsung pergi membantu kerajaan Chisai, jika kakek ketiga sudah selesai, segera cari kami di medan pertempuran.


Serentak semuanya menjawab.


Siap.!


Tidak berselang lama mereka semua sampai di tujuan, tepat di depan Gerbang masuk kerajaan Saifuku, lalu Yujin berkata pada ketiganya.


"Baik lah, kita akan berpisah di sini, satu hal yang kalian harus tau, tidak ada di antara kalian boleh mati," ucap Yujin pada mereka bertiga


"Kembali lah ketempat yang kita janjikan, mau berhasil atau tidak nyawa adalah yang utama," ucap Yujin lagi.


Lalu mereka bertiga masuk dan berpisah secara bersamaan, sedangkan penjaga gerbang semuanya di buat pingsan dan di ikat sambil digantung di tembok yang sangat tinggi.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2