Betsu No Sekai

Betsu No Sekai
Bab 04. Seketika Gunung Itu Hancur Lebur


__ADS_3

"Sial, sepertinya ada yang lagi menceritakan tentangku ucap Yujin lagi bersin"


Kak Yujin kau kenapa ucap Hima.


Tidak apa-apa ucap Yujin sambil senyum ke arah Hima.


Setiap tatapan Yujin, itu membuat jantung Hima berdetak sangat kencang, meskipun itu adalah tubuh Yujin tapi dia tau dia adalah Futari.


Hima sekarang lagi belajar menulis dan membaca yang di ajarkan Yujin, sedangkan Yujin lagi latihan pedang sembari latihan sihir yang ada di ingatan Yujin sekarang, hanya saja dia tidak suka melafalkan mantra, karena itu dia sesekali hanya fokus mengalirkan sihirnya di kedua pedang kayunya.


Pedang kayu sebelah kanannya di lapisi dua elemen, api biru dan listrik atau bisa di bilang petir kecil, sebelah kirinya juga di lapisi dua elemen, es dan air melingkar di pedang tersebut, sedangkan di tubuhnya elemen angin yang bisa membuat dia terbang.


Hima melihat itu sangat terkejut, mulutnya terbuka sangat lebar dan dia menutupi mulutnya dengan satu tangan, dia sangat kagum dengan yang dia lihat.


Setau dia, orang hanya bisa memiliki elemen paling banyak hanya tiga, tapi Yujin memiliki banyak elemen, bahkan elemen yang dia gunakan sangat berbeda dengan kerajaan atau kekaisaran.


Baik lah, sepertinya ini cukup ucap Yujin.


Lalu dia melancarkan kedua pedang kearah gunung, "seketika gunung itu hancur lebur", bahkan Yujin juga kaget karena efeknya, dia tidak mengira bahwa sihirnya mempunyai daya ledak yang sangat besar.


Satu desa berguncang sangat dahsyat, semua orang di desa sangat panik, hima berteriak ketakutan, lalu Yujin turun dan memeluk Hima sembari berkata, tidak apa-apa, kakak ada di sini untukmu.


Yujin membuang kedua pedang kayunya yang sudah hancur, pedang tersebut tidak bisa menahan efek dari kekuatan Yujin.


Sedangkan ayah Yujin lagi berdiskusi dengan kedua master yang ingin melatih Yujin, seketika dia merasakan gempa yang sangat besar, mereka berempat melihat ketempat kejadian tersebut, dia melihat asap yang menjulang tinggi.


Buk aku akan pergi memeriksanya dulu ucap ayah Yujin.


Iya hati-hati ucap ibu Yujin yang merasa ketakutan.


Yuk master, kita pergi ke sana.


Mereka bertiga berlari sangat kencang kehutan kearah gunung yang meledak tersebut, mereka sangat cepat seperti seorang ninja.


Mereka saling berbicara selama perjalanan.


Apa yang sebenarnya terjadi di desa ini ucap master satu, atau bisa di panggil Kitora, harimau hitam, sedangkan master dua, namanya Regon, naga merah.


Aku juga tidak tau ucap ayah Yujin.


Di sana ada tempat latihan anak aku, mereka berdua ada di sana ucapnya lagi, kita harus cepat, aku takut mereka berdua kenapa-napa.


Ketika mereka sampai, mereka melihat Yujin dan Hima berpelukan, sedangkan kedua master tersebut sangat shock di akibatkan gunung yang sedari tadi dia lihat yang sangat besar kini hilang di pandangan mereka, mulut mereka berdua terbuka secara bersamaan.


Sedangkan ayahnya langsung menghampiri mereka berdua sembari bertanya.

__ADS_1


Apa kalian tidak apa-apa ucapnya.


Siapa yang melakukan ini tanya ayahnya.


Lalu Yujin berdiri sembari berkata, aku yang melakukannya ayah.


Aku tidak bermain-main ucap ayahnya yang serius bertanya.


Lalu Hima berkata dengan nada yang bergetar sembari memeluk Yujin, iya ayah, kak Yujin yang melakukannya ucap Hima yang masih shock dengan kejadian tersebut.


Ayahnya melihat kedua pedang kayu yang ada di tanah, yang satu membeku dan yang tersisa hanya pegangannya, sedangkan yang satu lagi terbakar menyisakan pegangannya juga.


Kedua master itu sudah tersadar dari ke keterkejutan, mereka melihat juga dua pedang kayu yang ada di tanah, Kitora mengambil yang membeku sedangkan Regon mengambil yang terbakar, secara bersamaan mereka mengambil, secara bersamaan juga mereka membuangnya.


Mereka berdua sangat kaget, ketika mereka memegang kedua pedang tersebut, pedang itu masih mempunyai efek kekuatan Yujin.


Tangan Kitora membeku sedangkan Regon kepanasan, tangan terbakar karena efeknya belum sepenuhnya hilang.


Apa kalian tidak apa-apa master ucap ayah Yujin.


Mereka berdua mengatakan serentak.


Oh, tidak apa-apa sembari tersenyum, tangan mereka yang terkena efek sihir tersebut dia sembunyikan di belakangnya, Regon bisa menggunakan "healing" sedangkan Kitora tidak bisa, Regon lah yang menyembuhkan Kitora diam-diam.


Apa dia anakmu ucap Regon yang tangannya sudah sembuh, dia mengusap-usap janggut panjangnya, lalu dia berjalan kedepan Yujin, dia menyilangkan kedua tangannya di belakangnya, dia melihat Yujin dari atas kebawah sembari mengelilingi Yujin, Hima sangat ketakutan di lihat seperti itu, dia semakin mengencangkan pelukannya.


Ayahnya Yujin mendengar itu dia sangat marah, seketika dia menampar wajah Yujin lagi, sembari berkata, dia adalah master, bahkan mereka berdua yang terhebat di Guild, ucap ayahnya yang sangat marah.


Kini Hima berani memarahi ayahnya sendiri, kenapa ayah setiap marah selalu menampar kak Yujin.


Jika dia memang hebat, kenapa dia tidak mengelak atau menampar ayah kembali.


Iya karena dia, Hima tidak bisa melanjutkan ucapannya.


Karena apa, karena dia memang tidak berbakat ucap ayahnya yang marah.


"Lalu Yujin berkata dengan tenang".


Meskipun ayah sangat kasar, atau mencoba membunuhku, aku tidak akan melawan ayah, ucap Yujin dengan pelan.


Seketika ayahnya diam lalu meminta maaf pada kedua master tersebut sembari ingin berlutut, tapi Yujin menahannya.


Ayah tidak perlu melakukannya ucap Yujin, aku akan mengalahkan mereka untuk meyakinkan ucapan yang semalam aku katakan.


Regon tersenyum sembari berkata, menarik, sedangkan Kitora juga mengucapkan.

__ADS_1


Wah, kau sangat menarik anak kecil, belum ada yang berani menantang kami selama hidup, kecuali kau dan kekaisaran ucap Kitora.


Baik lah, kau ingin bertanding di mana ucap Regon yang merasa terhina.


Jika kalian tidak keberatan, di sini juga boleh, bahkan kalian berdua bisa menghadapi aku ucap Yujin memprovokasi.


Hahaha. Kitora dan Regon saling memandang dan mereka tertawa, baru kali ini mereka di permalukan oleh anak kecil.


Ayahnya berusaha untuk meminta maaf, tapi tetap saja dia tidak di pedulikan, Hima yang ada di situ memeluk ayahnya karena dia takut akan menampar Yujin lagi.


Baik lah aku akan kembali mengambil pedangku dulu ucap Yujin,


Lalu dia berbalik melihat ayahnya dan Hima, Hima memeluknya dengan erat agar tidak lepas, ayah hanya terdiam dengan ucapannya tadi, bahkan jika Yujin ingin di bunuh oleh ayahnya dia tidak akan melawan, karena itu dia tidak memberontak.


Ayah aku akan mengambil pedang dulu ucap Yujin, aku juga akan meminjam pedang ayah.


Ayahnya terheran, dia melihat Yujin dan mengingat pedang kayu tadi, masih berfikir, tapi dia tidak bisa percaya dengan ucapan Yujin begitu saja.


Lalu Yujin pergi sambil berkata dalam hati dan berfikir, "teleport".


Seketika semua orang tercengang, bahkan Hima baru juga melihat itu, tentu saja kedua master tersebut bukan hanya terkejut tetapi jantungnya berdegup dengan kencang, mereka berdua sangat terkejut.


Yujin sudah sampai di depan rumahnya.


"Anda sudah mendapat kan Skill Teleport".


Yujin sangat heran, siapa sebenarnya yang sedari tadi berbicara dalam tubuhnya.


Setiap kali dia menggunakan skill baru, dia pasti berbicara, setiap kali dia mengajak berbicara tapi dia hanya diam.


Nak, kau sudah pulang, mana ayahmu dan Hima ucap ibunya.


Mereka masih ada di sana ucap Yujin.


Lalu dia mengambil dua pedang sembari berjalan keluar ibunya lagi berkata.


Kenapa kau membawa dua pedang, apa kau akan berduel lagi dengan ayahmu ucap ibunya lagi.


Tapi Yujin hanya tersenyum sambil berkata, aku pergi dulu ibu.


"Teleport".


Dia menghilang lagi, ibunya sangat terkejut, sampai-sampai dia menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


Tiba-tiba Yujin muncul lagi di depan mereka, dua pedang terikat di pinggangnya, lalu dia mencabut keduanya.

__ADS_1


Yhos, mari kita mulai.


Bersambung...


__ADS_2