Betsu No Sekai

Betsu No Sekai
Bab 17. Kisah Haru Ayumi Dan Futari


__ADS_3

Ayumi masih menangis histeris, sekarang dia sudah berumur 11 tahun, dia mengangkat Futari dan menggendongnya di belakang punggungnya, dia berjalan perlahan karena Futari sangat berat. Futari sudah berumur 14 tahun, dia menggendong Futari sambil menangis keras.


Selama perjalanan dia terus menangis, banyak orang yang ingin membantunya, dia hanya marah pada orang yang menyentuh kakaknya.


"Jangan sentuh kakakku, kalau kalian berani menyentuhnya aku akan menghajar kalian," ucap Ayumi yang terus menangis.


"Aku tidak akan mengambil kakak kamu, aku tidak akan menyakitinya, aku akan mengantar kalian pulang," ucap salah satu orang yang membujuk Ayumi.


"Jangan mendekat, pergi kalian, aku tidak mau di benci lagi dengan kakakku," ucap Ayumi sambil berjalan pulang.


Banyak orang yang mengikutinya dari belakang, mereka tidak bisa juga memaksa Ayumi, mereka hanya mengikuti Ayumi dari belakang, sesekali Ayumi melihat kebelakang, setiap kali Ayumi melihat kebelakang, semua orang langsung berakting seperti orang yang tidak tau apapun.


Ayumi terus berjalan, dia terus meneteskan air matanya, tatapan matanya terlihat sangat tajam, dia sudah bertekad untuk menjadi lebih kuat, dia hanya ingin bersama Futari, dia ingin Futari seperti dulu, dia tidak ingin di benci oleh Futari.


Karena itu dia bertekad untuk menjadi lebih kuat, agar kakaknya yang dulu bisa terus memegang tangannya, sekitar dua jam berjalan pulang, tepat di depan pintu pagar rumahnya diapun jatuh bersama Futari dan pingsan.


Semua orang terkejut, banyak perempuan juga mengikutinya dari belakang, para perempuan menangis karena melihat tekat seorang adik yang begitu sayang pada kakaknya.


Lalu orang berlarian membantu Ayumi dan Futari, tidak berselang lama Ibu dan Ayah Ayumi keluar, mereka berdua langsung di bawa ke rumah sakit.


Banyak orang juga yang ikut ke rumah sakit, salah satu perempuan itu mulai menceritakan tentang Ayumi dan Futari.


Mereka berdua di rawat di ruangan yang sama, tidak berselang lama diapun bangun dari pingsannya dan berteriak.


"Kak Futari," teriak Ayumi.


Lalu ibunya memeluk Ayumi untuk menenangkan Ayumi, Ayumi hanya bergumam, di mana kak Futari, di mana kak Futari, lalu ayahnya menunjuk Futari di sebelah gorden, dia sedang di periksa oleh dokter, Ayumi turun dari kasur dan pergi melihat Futari dengan air mata.


"Jangan sentuh kakakku," teriak Ayumi.

__ADS_1


Dia mendorong dokter tersebut, dokternya hanya menjauh dan menurut, Ayumi memeluk Futari sambil menangis, banyak orang yang menangis karena melihat Ayumi memeluk Futari karena Khawatir.


Dokter itupun juga tidak mengganggu Ayumi, ibunya ingin mengambil Ayumi, tapi dokter itu melarangnya, karena terlalu lama menangis Ayumi pun tertidur di pelukan Futari.


Setelah kejadian itu, Ayumi juga mulai terlihat seperti Futari, dia pergi mendaftar ke Dojo, Taekwondo, Silat, Karate, dan Wing Chun, dia sudah menguasai semuanya, pedang, tombak dan memanah.


Tapi setelah lama berlatih, ayahnya tidak pernah muncul lagi, hingga dia berumur 17 tahun sampai sekarang, selama itu Futari dan Ayumi juga tidak pernah berteguran, bukan karena dia benci Futari, tapi dia benci pada ayahnya.


Karena ayahnya lah menurut dia Futari berubah, karena itu dia bertekad untuk menghajar ayah Futari, Futari bercita-cita ingin menjadi orang terkuat dan ingin menghajar kedua orang tuanya, sedangkan Ayumi bercita-cita hanya ingin menghajar Ayahnya agar ayahnya meminta maaf pada Futari, jika dia bisa menghajar ayah Futari dia ingin bersama lagi seperti dulu.


Ayumi tidak pernah menegur Futari, sehingga dia mendapatkan kabar kalau Futari di tusuk pisau oleh preman, semenjak itulah Ayumi mulai menegur Futari lagi.


Dia sangat ingin memegang tangan Futari, dia ingin di peluk Futari seperti dulu, dia merindukan Futari yang dulu.


Ayumi sekarang di dalam kamar sedang menangis, dia terus mengingat masa lalunya, dia sangat marah karena Futari memegang tangan perempuan lain, dia selalu ingin di pegang Futari.


"Aku merindukanmu kak Futari, kembalilah cepat, aku tidak bisa jauh denganmu," teriak Ayumi yang terus menangis.


Sedangkan Futari di luar sedang mengobrol dengan ibunya, ibunya bertanya tentang teman Futari.


Aku punya teman lah buk, aku punya tiga teman," ucap Futari dengan bangga.


Lalu ibunya berkata lagi pada Futari.


"Siapa-siapa saja temanmu sekarang," tanya ibunya.


"Temanku semuanya hanya ada tiga, yang pertama namanya Dai yang waktu itu mengantar aku ke rumah sakit," ucap Futari.


"Sedangkan yang dua lagi itu perempuan, Haruka dan Chika," ucap Futari menjelaskan.

__ADS_1


Ibunya mendengar dua perempuan diapun tersentak, diapun mulai tau letak permasalahannya, lalu ibunya berkata pada Futari dengan marah.


"Dasar bodoh, masa yang begitu saja kamu tidak mengerti, cepat masuk ke kamarnya dan bujuk dia, pergi minta maaf padanya," ucap ibunya yang memarahi Futari


Futari semakin tidak mengerti, bahkan ibunya menyalahkan Futari, lalu Futari hanya mengangguk dan pergi ke depan pintu Ayumi.


Futari dan ibunya datang di depan kamar Ayumi, Futari mengetuk pintu kamar Ayumi, tapi Ayumi tidak merespon, lalu Futari mencoba membuka pintu, untungnya kamarnya tidak di kunci, Futari masuk sambil menarik Ayumi yang sedang berbaring, lalu Futari memeluknya.


Ibunya ada di depan pintu, dia tersenyum dan menutup pintunya lalu pergi, lalu Futari berkata pada Ayumi sambil mengelus-elus rambut Ayumi dengan lembut.


"Aku tidak tau apa kesalahanku, yang aku tau hanya satu hal, kamu pasti merindukan Futari yang asli, aku memang bukanlah Futari, tapi aku hanya Yujin orang dari dunia lain," ucap Yujin.


"Aku yakin Futari dalam dekat ini pasti akan kembali, aku tau dia sangat pintar, dia sangat hebat, dia sangat berbakat, tidak seperti aku, aku hanyalah orang lain yang menumpang rumah dan tubuh," ucap Yujin lagi.


Ayumi tidak berkata apa-apa, dia hanya menangis di pelukan Yujin dengan terisak-isak, lalu Yujin menghapus air mata Ayumi sambil berkata lagi.


"Kamu tidak boleh terus begini, aku hanya membersihkan nama kakakmu agar kakak kamu pulang nanti tidak di benci orang lagi," ucap Yujin yang juga meneteskan air mata.


Yujin juga ingin pulang, dia merindukan keluarganya, dia juga merindukan adiknya, jika dia melihat Ayumi menangis, itu membuat dia juga meneteskan air mata.


Ayumi pun mulai tenang setelah Yujin berkata seperti itu, lalu Yujin mengajaknya keluar untuk makan, diapun menarik tangan Ayumi, Ayumi hanya ikut keluar dari kamarnya.!


Sedangkan Futari sekarang sudah sampai di kerajaan Chisai, tepatnya di depan pintu Gerbang Chisai, mereka di tahan oleh prajurit mereka di tanya siapa dan apa tujuannya.



Lalu Kitora turun menjelaskan semuanya, lalu salah satu prajurit itu membawa mereka ke medan perang tepatnya di tenda Raja Chisai.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2