
Agenor berjalan-jalan di sekitar ruangan istana itu, dia melihat ada kurungan es dan di dalamnya banyak prajurit yang membeku, lalu dia merubah wujudnya kebentuk semula, rambutnya berwana kuning dan terlihat sangat mudah, wajahnya saat ini tampa ekspresi.
Pakaian yang dia gunakan serba berwarna putih, ada benyak gambar burung phoenix di depannya, sedangkan gambar phoenix di belakangnya hanya satu tapi gambarnya sangat besar.
Sambil berjalan ke arah kurungan itu dia bergumam sendiri.
"Sepertinya ramalan itu sudah di mulai," ucap Agenor.
Isi ramalan itu adalah tentang dua dunia dan alam semesta.
Di hari itu pertemuan sepuluh raja iblis, pertemuan itu di sebut "DAMTRENA," saat itu di adakan dua ratus tahun yang lalu muncullah seorang perempuan bergaun serba putih, sebelum dia menghajar sepuluh raja iblis dia mengatakan sesuatu.
"Maaf, aku mengganggu di acara kalian, perkenalkan namaku adalah Damtrena, dua ratus tahun yang akan datang di mulai hari ini, akan ada seorang manusia dari dunia lain yang akan memburu kalian," ucap Wanita itu.
"Dia akan datang dan pergi sesukanya, dia akan menguasai seluruh alam semesta," ucap wanita itu lagi.
Dia tidak menjelaskan secara Rinci, semua Raja Iblis sangat marah karena acaranya di ganggu seseorang yang tidak di kenal, semua Raja Iblis berdiri dari kursinya.
Tepat ketika dia ingin pergi dan menghilang dia mengeluarkan sihir yang sangat kuat, sihir itu menyebar kesepuluh Raja Iblis dan membuat semua Raja Iblis terluka parah.
Selama dua ratus tahun itu, wanita tersebut tidak pernah menampakkan diri lagi, mereka menduga-duga bahwa maksud wanita itu adalah Dewa Jahat, Dewa jahat bisa pergi kemanapun dia mau, dia bisa pergi ke dimensi lain sesuka hatinya, bahkan dia sudah menguasai dunia, bahkan dia memerintahkan satu dimensi yang berisi sepuluh Raja Iblis, dia telah menaklukan semuanya, tapi kali ini dia salah mengira.
"Sepertinya orang ini akan mengatur dunia ini," ucap Agenor yang memegang sangkar es itu.
Lalu dia mencoba melelehkan sangkarnya, sangkar itu meleleh tapi sangat lambat, dia kaget karena apinya tidak bisa langsung melelehkan sangkar tersebut.
Di dalam kereta kuda sangat hening, yang hanya terdengar suara kaki kuda, lalu Yujin menghela nafas dan mulai berbicara untuk memecah keheningan.
"Kakek kesatu," tanya Yujin.
"Iya tuan," jawab Merlin yang menundukkan pandangannya.
"Tidak perlu terlalu formal, panggil saja aku seperti biasa, nak Yujin atau Yujin," ucap Yujin.
"Tidak bisa Tuan," ucap Merlin lagi.
"Ini perintah," ucap Yujin.
__ADS_1
"Jika hanya kita-kita saja, kalian boleh memanggil namaku," ucap Yujin lagi.
Mereka berdua hanya diam tampa berkata apa-apa, lalu Yujin menghela nafas lagi sambil berkata.
"Bagai mana tentang tahanan itu," tanya Yujin.
"Aku sudah membebaskan semuanya...na,na,nak Yujin," jawab Merlin yang berbicara terlalu gugup.
"Lalu kenapa bisa kakek ketiga bisa berhadapan dengan Ware," tanya Yujin pada Kitora.
"A,a,aku terlalu menarik perhatian mereka," jawab Kitora juga gugup.
Lalu Yujin tertawa terbahak-bahak sehingga dia batuk- batuk.
Hahahaha, hahahaha, ohu, ahu, ahu.
Mereka berdua berebut memberikan Yujin air minum, itu membuat Yujin semakin tertawa, sehingga keduanya terlihat bingung dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal, mereka berdua saling memandang dan terlihat sangat bingung.
Yujin memakai sifat Yujin yang asli, Yujin yang lalu suka mengerjain orang lain sehingga dia tertawa dan terlihat puas, lalu Yujin berkata lagi.
"Apa kalian takut padaku, kenapa kalian seperti ini, jika kalian tidak percaya padaku maka turun dari kereta kuda ini dan biarkan aku pergi sendiri," ucap Yujin yang terlihat kesal.
"Bagai mana dengan Ware," ucap keduanya
Lalu mereka berdua saling memandang, Kitora mempersilahkan Merlin bertanya duluan, tapi Yujin tertawa lagi sambil berkata.
"Akan aku jawab pertanyaan kalian berdua, santai saja, perjalanan kita masih cukup jauh, peperangan masih ada tiga hari dari sekarang, kalau di perkirakan dua hari lagi lah," ucap Yujin dengan formal.
"Bagai mana dengan Ware," tanya Merlin.
"Ware telah mati di tanganku, dia adalah musuh yang cukup kuat, dan dia adalah musuh yang paling setia," jawab Yujin.
Setelah menjelaskan, tiba-tiba tubuh Yujin bersinar sangat terang, warnanya seperti pelangi, itu membuat Kitora dan Merlin menghalangi pandangannya karena silau.
Lalu Rura berbicara.
"Lorong antara dua dunia telah terkonfirmasi, anda sudah bisa pergi ke tempat yang pernah anda tujuhi," ucap Rura dengan cara berbicara yang normal.
__ADS_1
Perlahan cahaya itu redup tiba-tiba mereka berdua bertanya pada Yujin.
"Nak, apa kau tidak apa-apa," ucap mereka berdua.
Lalu Yujin berkata tidak apa-apa, seolah-olah tidak terjadi apa-apa, lalu Merlin keceplosan berbicara.
"Siapa anda sebenarnya," tanya Merlin sambil menutup mulutnya.
Yujin tersenyum, dia melihat Merlin lalu dia melirik kepada Kitora yang sedang duduk di depan yang menjadi kusir, dia tidak terlihat marah karena pertanyaan Merlin, lalu dia menjawab.
"Baiklah, aku akan menceritakan rahasiaku," ucap Yujin.
"Tapi kalian harus merahasiakan ini," ucap Yujin lagi.
Mereka berdua mengangguk secara bersamaan, mereka berdua juga sangat penasaran, hanya saja mereka takut membuat pertanyaan yang salah, Yujin menceritakan semuanya secara rinci sehingga mereka berdua hanya bisa mengangguk mengerti, lalu Yujin melanjutkan.
"Setelah peperangan ini berakhir, aku akan pergi, semua yang ada di Mazuzi Mura akan aku serahkan pada kalian, soal seperti apa desain pembangunan, aku akan menggambarnya," ucap Yujin.
Lalu Kitora bertanya dengan terburu-buru, karena dia mempunyai permintaan pada Yujin, dia takut kalau Yujin pergi dan tidak kembali.
"Tuan, eh, Yujin, eh, nak Futari," ucap Kitora terlihat gugup.
"Tidak perlu gugup, cukup panggil aku Yujin untuk sekarang, aku tau kakek ketiga takut kalau aku tidak kembali, aku sudah membaca pikiran kalian berdua, aku akan menyelamatkan keluarga kalian setelah aku kembali lagi," ucap Yujin dengan tersenyum.
"Ingat, ini harus kalian rahasiakan, jika kalian bicarakan pada kakek kedua kalian bertiga harus merahasiakan ini," ucap Yujin.
Sedangkan di tempat Yujin yang asli, atau di panggil Futari, dia sedang berangkat ke sekolah seperti biasanya, hanya saja dia terlihat seperti orang normal, tapi dia masih saja di takuti orang.
"Kak Yujin ayo berangkat," ucap Ayumi mengajak pergi ke sekolah.
Ayumi masuk ke mobil dan duduk di kursi pengemudi, Futari duduk di dekatnya, Ayahnya ingin pergi kerja ke kantor, ketika dia ingin naik mobil juga, dia melihat Ayumi yang mengemudi mobil itu membuat dia heran, lalu ayahnya mendatangi mereka sambil berkata.
"Ayumi, kenapa kamu duduk di situ, biarkan kakakmu yang mengemudi," ucap ayahnya.
"Tidak apa-apa ayah," ucap Futari.
Sebenarnya Ayumi pintar juga membawa kendaraan, hanya saja dia tidak mempunyai SIM, karena dia belum membuat SIM, tapi Futari sudah mempunyai SIM, hanya saja dia belum terlalu menguasainya karena tubuh itu bukan lah miliknya.
__ADS_1
Ayahnya hanya mengatakan, ok. Sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal diapun pergi.
Bersambung...