Betsu No Sekai

Betsu No Sekai
Bab 09. Aku Akan Porak-Porandakan Kerajaan Saifuku


__ADS_3

Mereka semua masuk dan duduk di ruang tamu, mereka semua duduk di lantai yang beralaskan karpet anyaman, Hima dan Yujin duduk berdekatan, ayah dan ibunya duduk di dekat pintu kamarnya, Kitora dan Regon duduk dekat Yujin, sedangkan orang tua tersebut duduk di dekat pintu keluar.


Ayahnya menyuruh ibunya menyajikan teh, sedangkan Kitora dan Regon hanya ikut masuk tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi, lalu Yujin memulai pembicaraannya.


"Aku akan pergi menyelidiki kerajaan Saifuku besok," ucap Yujin pada semua orang.


"Terus bagai mana kau membuat rencananya tanpa ketahuan," ucap ayahnya.


Aku sudah memikirkan semuanya, karena hari ini akan ada orang dari kerajaan Saifuku datang meminta pajak bulanan, karena itu aku akan menyandra salah satu dari mereka dan menyamar, aku akan masuk memeriksa dan membebaskan budak dan para tahanan.


"Bagai mana kalau ketahuan," ucap orang tua itu memotong pembicaraan.


"Kalau itu tidak masalah, karena aku sengaja untuk membuat masalah di sanah, bukannya membebaskan para tahanan dan budak sudah pasti akan ketahuan," ucap Yujin.


"Kenapa kau begitu yakin kalau ini bisa berhasil," ucap orang tua itu lagi.


Aku sangat yakin, karena aku sudah memikirkan semuanya, aku akan memerintahkan Regon dan Kitora untuk menjadi mata-mata jika keadaan semakin runyam.


Regon dan Kitora hanya mengangguk, mereka tidak berkata apapun karena mereka takut kalau mereka membantah kontraknya akan membunuh mereka, lalu Yujin berkata lagi.


"Aku akan membebaskan kalian jika rencana ini berhasil," ucap Yujin.


Regon dan Kitora saling memandang dan mereka sangat senang Yujin berkata bahwa mereka akan di bebaskan jika misi ini berhasil.


Sedangkan di kerajaan Saifuku sedang bersiap untuk berperang dengan kerajaan Chisai, sekitar 20.000 pasukan menuju kerajaan Chisai.


Sedangkan kerajaan Chisai juga sudah bersiap berperang, pasukan mereka tidak sebanyak pasukan kerajaan Saifuku, pasukan kerajaan Chisai hanya sekitar 10.000.


Setiap kerajaan mempunyai panglima perang, panglima perang kerajaan Saifuku mempunyai tiga panglima perang, setiap panglima perang mempunyai lima pasukan pengintai dan sangat handal dalam segala hal, sedangkan kerajaan Chisai hanya mempunyai satu panglima perang dan hanya mempunyai dua pasukan pengintai.


Dari arah Utara pasukan kerajaan Saifuku sedang menuju kearah Selatan, perjalanan memakan waktu sekitar 3 hari, sedangkan dari arah Selatan pasukan kerajaan Chisai sudah menunggu di padang rumput yang sangat luas, ada dua bukit padang rumput tersebut sejauh dua kilometer, di setiap bukit tersebut ada satu orang pengintai.

__ADS_1


Keadaan kerajaan Chisai saat ini, di dalam sebuah tenda ada terdapat beberapa orang termasuk Raja Chisai.


Raja mereka adalah seorang perempuan berNama Kashikoi Chihaya, Chihaya mempunyai arti melambangkan orang yang trampil, ulet, dan kompeten. Ia adalah orang yang lembut hati dan murah hati dalam urusan uang.


Secara alamiah, orang ini adalah seorang pembicara dan pemberi pidato karena bakat naluriahnya.


Kashikoi Chihaya adalah Raja yang ke lima dan menggantikan ayahnya.


Raja Kashiko Chihaya duduk di singa sananya yang sederhana, Rajanya sangat cantik, siapapun melihat wajahnya pasti akan terpesona karena kecantikannya, rambutnya yang berwarna kuning bergelombang dan mata biru yang menyempurnakan kecantikannya, di samping kiri dan kanannya ada dua orang yang sangat di percayai atau bisa di sebut pengawal pribadinya.


Sebelah kanannya bernama Jyanya seorang wanita berambut ungu yang sangat cantik, dan mempunya sebuah keris di kaki kiri dan kanannya, satu tongkat sihir di tangan kanannya, sedangkan sebelah kirinya Saber seorang lelaki berambut merah, dia terlihat biasa-biasa saja, di tangan kirinya hanya ada satu tombak dan di tombak tersebut ada terukir naga yang melingkar.


Lalu Jyanya maju ke depan ke sepuluh mentri untuk membuka pembicaraan. mereka sedang menunggu 3 aliansi yang akan datang membantu, setiap aliansi ada yang membawa pasukan 5.000, ada juga 10.000, dan ada 7.000, total pasukan keseluruhan 32.000.


Sedangkan di kerajaan Saifuku semua aliansi pasukan sudah siap, Aliansi Saifuku total ada lima aliansi, rata rata semuanya membawa 10.000 pasukan, total pasukan keseluruhan 70.000.


Semua pasukan sudah sampai tujuan, dan semua pasukan tinggal menunggu panglima perang untuk memerintah, di sebuah tenda yang sangat besar Ada satu Raja dan lima utusan Raja dari aliansi, mereka semua sedang berpesta, mereka sangat yakin bahwa mereka pasti akan menang.


Di lain sisi tempat Yujin berada, mereka di datangi lima pasukan dari Saifuku untuk meminta pajak setiap rumah, setiap satu rumah jika memiliki dua orang harus membayar lima ribu keping perak atau setara dengan lima keping emas, dan mata uang terbesar adalah berlian dan hanya bisa di jumpai di kekaisaran atau orang terkaya termasuk para raja raja.


Sedangkan jika tidak bisa membayar satu orang maka akan mati.


"Oi, Oi, Oi, buka pintunya, kami dari pasukan Saifuku untuk meminta pajak," ucapan salah satu pasukan.


Pintunya terbuka dengan satu tendangan, Regon dan Kitora melihat itu dia tidak menunggu perintah dari Yujin, mereka langsung bergerak dan membuatnya pingsan dan hanya menyisakan satu orang, Yujin melihat itu dia cukup kagum dengan aksi kedua master tersebut lalu dia berjalan keluar sambil berkata.


"Ikat empat orang itu dan bawa yang masih sadar ke belakang, aku ingin menanyakan sesuatu," ucap Yujin.


"Mau di apakan mereka berempat tuan," ucap Regon.


"Ikat saja mereka di pohon, jika dia mau menyerah maka aku sendiri yang akan membebaskannya sendiri, tapi jika tidak, bunuh dan buang mayatnya di hutan," ucap Yujin dengan santai.

__ADS_1


Lalu Regon membawa ke empatnya dan mengikat di pohon, sedang Kitora membawa satu orang ke belakang untuk di interogasi.


Ibunya, ayahnya , adiknya, dan orang tua itu mendengar perkataan Yujin, mereka sangat kaget karena Yujin tidak main-main dengan kata-katanya, bahkan dia mengatakan dengan sangat mudah untuk membunuh orang.


Lalu ibunya berdiri mendekati Yujin, sedangkan Hima mengikut dari belakang langsung ke dekat Yujin.


"Nak, apakah kau yakin ingin membunuh orang semudah itu," ucap ibunya.


"Ibu dengarkan aku baik-baik, aku sudah katakan semuanya tadi bahwa aku bersungguh-sungguh, jika aku melepaskan mereka, siapa yang akan menjamin nyawa semua desa," ucap Yujin dengan serius.


Ibunya hanya diam, dia tidak bisa melanjutkan perkataannya, lalu ayahnya berdiri sambil berkata.


"Apakah kita tidak bisa membuat mereka menyerah saja," ucap Ayahnya bertanya


"Jika kita buat memaksa dia menyerah, bagai mana caranya, apakah kita harus menyiksanya, berarti kita tidak ada bedanya dengan mereka," ucap Yujin lagi


Aku sudah katakan tadi, jika mereka mau menyerah maka aku sendiri yang akan membebaskan mereka, aku punya cara sendiri hingga mereka tidak berani berkhianat.


Mendengar itu, semua orang menghela nafas yang panjang, bahkan orang tua itu ingin mengatakan sesuatu, tapi Yujin sudah berkata begitu, dia hanya memilih diam.


Lalu Yujin pergi mengintrogasi satu orang, dan orang itu memilih untuk menyerah, sebenarnya pasukan itu dari negara Chisai, dia tidak bisa membantah perintah Raja dari Saifuku ya itu Kon, dia mempunya kalung budak di lehernya, jika dia berkhianat atau mencoba kabur sudah di pastikan dia akan tersiksa oleh kalung budak tersebut, tapi Yujin sudah menyadarinya sebelum dia menginterogasinya.


Bahkan empa orang tersebut sudah di bebaskan, mereka semua budak yang di tangkap dari kerajaan Furinji, kerajaan Furinji dan Chisai adalah aliansi.


Orang itu sudah menceritakan semuanya termasuk akan ada perang besar antara Chisai dan Saifuku, lalu Yujin melepaskan mereka semua.


"Hari ini adalah kesempatan kita," ucap Yujin pada Regon dan Kitora.


"Apa maksud tuan," tanya Kitora.


aku akan porak-porandakan kerajaan Saifuku.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2