
"Hei, anak kecil, lepaskan tanganmu itu pada Raja Yujin, jaga sikapmu itu, dia adalah tamuku di sini," ucap Chihaya dengan nada yang marah
"Apa anda bilang, anak kecil, aku lebih tua dari anda, sebaiknya anda yang lepas tangan Raja Yujin, dialah penyelamatku, kalau bukan dia, tidak mungkin aku mau datang ke sini," ucap Leafa dengan kesal.
"Raja Chihaya, sebaiknya anda lepaskan tangan anda," bujuk Jyanya karena malu melihat kelakuan Rajanya.
"Nak, lepaskan tanganmu, kamu tidak boleh langsung memegang tangan seorang Raja tanpa izinnya," bujuk Reid karena malu melihat anaknya.
"Tidak mau," ucap Chihaya dan Leafa.
Semua Raja yang lain melihat tangan Yujin ditarik-tarik, semuanya tersenyum melihat kelakuan dua perempuan yang memperebutkan Yujin.
Yujin tidak bisa berbuat apa-apa, Kitora dan Merlin melihat Yujin tidak bisa berbuat apapun, mereka berdua langsung mendekat pada Yujin, lalu Merlin berdehem kecil.
Hemm, tolong lepaskan tangan tuanku, dia butuh istirahat, besok kita akan berperang, jadi tolong pengertiannya, lalu Chihaya berkata dan Leafa.
"Kalian tidak berhak mengatakan apapun, kalian hanyalah bawahannya, jadi kalian lebih baik diam," ucap Chihaya.
"Iya, kalian diam saja, biar Raja Yujin yang menentukan dia mau pergi kemana," ucap Leafa.
Mereka berdua saling memandang, lalu mereka saling mengangguk, merekapun mundur secara teratur dengan damai, bagi mereka, jika perang dua negara maka hanya ada satu yang akan menang, tapi masalah ini melebihi perang bagi mereka, lalu mereka berdua mundur sambil berkata.
"Tuan, silahkan anda selesaikan permasalahannya sendiri," ucap Kitora dan Merlin.
Yujin terlihat kesal, lalu dia bergumam dalam hati.
"Teleport"
Mereka bertiga menghilang seketika, semua Raja menjadi panik, bahkan Jyanya juga panik, kenapa mereka menghilang begitu saja, ucap salah satu Raja yang di situ, sedangkan Kitora dan Merlin hanya diam, karena mereka berdua tau kalau Yujin bisa membuat orang terkejut, jadi mereka berdua tidak akan terkejut.
Lalu Jyanya dan Reid menanyakan hal yang sama pada Kitora dan Merlin.
__ADS_1
"Kemana mereka berdua, sihir apa Raja Yujin pakai, kenapa mereka menghilang begitu saja, apa kalian tau mereka kemana, ucap keduanya".
"Mungkin mereka pergi ke tenda yang sudah di siapkan untuk Raja Yujin," ucap Kitora.
"Tapi diakan belum tau, dia belum di beri tau di mana tendanya," ucap Jyanya.
"Kalau soal itu kami tidak tau," ucap Merlin acuh tak acuh karena dia tidak mau tau
"Mereka pasti akan kembali juga nanti," ucap Kitora menenangkan semua orang.
Sedangkan mereka bertiga sekarang tepat di dalam kereta kuda yang dia tumpangi dari kerajaan Saifuku, mereka berdua terheran, mereka seperti bermimpi bisa berpindah tempat dalam sekejap mata.
Lalu Yujin berdehem sedikit.
"Hem, kalian ini mau bicara apa, sekarang kita hanya tinggal bertiga," tanya Yujin pada mereka berdua.
Mereka berdua terlihat malu, wajah mereka menjadi memerah, mereka terdiam berdua karena tidak tau harus memulainya dari mana.
Umur Chihaya sekarang 19 tahun, dia hanyalah ras manusia biasa, sedangkan Leafa sudah berumur 101 tahun dia adalah ras Elf, umur segitu tergolong masih muda.
Yujin merasa kesal karena mereka berdua seperti anak kecil, ada orang banyak cerita, tapi setelah tidak ada orang mereka diam, Yujin jadi bingung, sebenarnya perempuan itu pikirannya susah di tebak, Yujin hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal, ketika dia mau keluar dari kereta, mereka berdua menarik tangan Yujin.
"Sebenarnya kalian kenapa sih," ucap Yujin bingung.
"Sebenarnya aku hanya ingin dengar tentang dunia anda dan anda," ucap Chihaya.
"Iya, aku juga penasaran," ucap Leafa yang menundukkan kepala karena malu.
"Kalau begitu nanti selesai perang saja, karena sekarang sudah malam, besok kita akan perang, apa kalian tidak ada rasa khawatir sama sekali" ucap Yujin.
"Janji yah," ucap Chihaya dan Leafa.
__ADS_1
Yujin tidak berkata apapun, lalu mereka saling memandang, secara bersamaan mereka memalingkan wajahnya, lalu Yujin memegang tangan Chihaya dan Leafa sambil bergumam.
"Teleport"
Mereka berdua kembali ke tempat mereka semula, mereka sudah tidak terlalu terkejut, lalu Chihaya masuk kedalam tenda dengan wajah yang memerah, sedangkan Leafa pergi ketempat Ayahnya dengan wajah yang sangat ceria.
Yujin juga berjalan mencari Kitora dan Merlin, dia ingin cepat-cepat istirahat, dia merasa sangat lelah, dia memegang pundaknya sambil memijatnya, tidak lama berselang, dia menemukan tendanya, Kitora dan Merlin berdiri di depan tenda.
Lalu Kitora mempersilahkan Yujim masuk untuk istirahat, Yujin juga menyuruh mereka berdua masuk untuk beristirahat, tapi mereka berdua menolak karena takut ada serangan mendadak, Yujin berkata pada mereka berdua.
"Sebaiknya kalian beristirahat sekarang, aku sudah memasang penghalang di semua tempat ini, jika ada penyusup aku bisa langsung mengetahuinya," ucap Yujin.
Mereka berdua hanya mengikuti perkataan Yujin, mereka bertiga masuk dan tidur bersama, hanya Raja Yujin yang tidur dengan pengawal, sedangkan Raja yang lain tidak, mereka semua menjaga di depan tenda dan saling bergantian tidur.
Saat ini Regon sedang dalam perjalanan, dia tidak pernah sama sekali istirahat, dia terlalu bersemangat karena dia sangat yakin setelah perang ini dia bisa melihat cucunya lagi, dia tidak tau kalau Yujin akan pergi ke jepang selama satu minggu setelah perang.
Sedangkan di tempat Leafa, dia cerita terus dengan ayahnya, dia tidak tau kalau ayanya sudah tertidur, dia terus berbicara tentang Yujin sampai dia sadar bahwa, ayahnya sudah tidak mendengarkan dia, ayahnya sudah tertidur lelap, dia hanya memanyunkan bibirnya lalu berbaring.
Sedangkan di tempat Chihaya, dia sedang berbaring, dia tidak bisa tertidur, dia tersenyum sendiri dan berguling guling terus menerus, sesekali Jyanya membuka tenda melihat Rajanya, dia hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dia tau kalau dia suka dengan Yujin, hanya saja dia berfikir, bukannya aneh kalau baru bertemu langsung jatuh cinta.
Jyanya seorang perempuan berumur 31 tahun dan belum menikah, dia hanya ras manusia, tidak ada yang berani mendekati dia, apa lagi mau mencoba menggombalnya.
Tidak terasa hari sudah pagi, Yujin saat ini sedang melatih pedangnya, dia hanya pemanasan, biasa orang bilang dia lagi olah raga.
Tepat sekitar jam 7 pagi, semua orang sudah bersiap-siap untuk berperang, semua Raja berkumpul di tenda, mereka hanya menunggu Yujin, lalu salah satu anak buahnya datang ke tenda Yujin, sudah tidak ada orang di dalamnya.
Mereka sudah siap untuk saling menyerang, Yujin, Kitora, Merlin, sekarang ada di barisan paling tengah, Yujin ber teleport tepat di tengah.
Lalu Yujin membuat panah dari api dan membuat busurnya juga dari api, lalu dia menariknya dan melepaskannya sambil berkata.
Go.
__ADS_1
Tanda perang telah di mulai.
Bersambung...