Betsu No Sekai

Betsu No Sekai
Bab 08. Kota Mazuzi Mura Hiro


__ADS_3

"Ini terlalu mengerikan," ucap Yujin.


Apa yang mengerikan kak Yujin tanya Hima yang tidak mengerti ucapannya.


Tidak,


Hanya itu yang dia ucapkan untuk menjawab pertanyaan Hima, Hima tidak mengerti sama sekali, karena itu dia memilih untuk diam, tidak berselang lama mereka berdua sampai, dan mereka bertiga juga sampai belakangan, mereka melihat banyak orang yang berkumpul di depan rumah Yujin, dan ada orang yang bertanya pada Yujin mengenai Gempa tersebut.


Apa yang telah terjadi tanya orang itu, tapi Yujin tidak tau harus memulai menjawab dari mana, tiba-tiba ayahnya datang dan menjawab pertanyaan orang itu.


"Sebenarnya kami sedang latihan, itu adalah gempa yang di buat dari kami," ucap ayahnya


para masyarakat tidak ada yang percaya dengan apa yang di sampaikan ayahnya Yujin, lalu seorang perempuan bertanya lagi.


"Kepala desa harus jujur, kami semua khawatir, gempa tersebut membuat kita semua takut," ucap wanita itu


Ayah Yujin adalah kepala desa mazuzi mura, dia ingin menenangkan masyarakatnya tapi tidak ada yang percaya, tiba-tiba Yujin berkata pada semua orang.


"Akulah yang membuat gempa itu," ucap Yujin.


semua orang saling berbicara satu sama lain, mereka semakin tidak percaya apa lagi ucapan Yujin, karena Yujin adalah orang yang suka cari masalah selama di desa, tiba-tiba perempuan itu marah pada Yujin karena mengatakan sesuatu yang mengada-ngada.


"Hei Yujin, sebaiknya kau diam, bukan kau yang kepala desa di sini, kau hanyalah anak yang tidak mengerti sopan santun," ucap wanita itu.


Kami semua tau kalau kau punya cita-cita ingin menjadi pahlawan, sebaiknya kau buang jauh-jauh impianmu itu, jika kau ingin gila, maka jangan gila di desa ini, kau tidak mengerti tentang dunia ini ucapnya dengan marah.


Hima mendengar itu dia berjalan pelan pada perempuan itu dengan wajah yang sangat marah, tiba-tiba dia menampar wajahnya dengan sangat keras sambil berkata.

__ADS_1


"Jaga ucapanmu itu," ucap Hima dengan nada yang sangat keras.


Lalu wanita itu hanya terdiam sambil memegang wajahnya, semua orang hanya memandang Hima dengan heran, mereka tau Hima adalah anak yang baik, dia tidak pernah berbaikan dengan Yujin, tapi kali ini dia membela Yujin dan berani menampar orang, lalu Yujin menarik tangan Hima sambil menundukkan kepalanya dan berkata.


"Maafkan kesalahan adikku," ucap Yujin


"Kak Yujin tidak perlu meminta maaf," ucap Hima.


Tapi Yujin memegang kepala Hima memaksa dia menundukkan kepalanya juga, Hima sangat tidak terima jika Yujin di katakan orang gila, apalagi dia mengatakan buang jauh-jauh impianmu itu, lalu Yujin berkata lagi sambil mengeluarkan kekuatanya.


"Mulai sekarang desa ini akan aku rubah," ucap Yujin.


Sambil mengangkat kedua tangannya dia mengarahkan ke hutan, lalu dia meluncurkan sihir yang sangat kuat, tiba-tiba semua hutan yang ada di hadapan Yujin semua hancur dan terpotong-potong dengan sihir angin yang sangat kuat, itu membuat semua orang terkejut dan membuat semuanya merinding, ada juga sebagian dari orang itu bergumam.


Seandainya sihir itu di arahkan ke kita, sudah di pastikan kita semua akan mati, gumam orang itu sambil menelan ludahnya, lalu Yujin melanjutkan perkataannya.


Lalu ada orang tua mendekat, dia berjalan perlahan dengan tongkat yang ada di tangannya, Regon melihat orang itu mendekat dengan cepat dia menghentikan orang tua tersebut, tapi Yujin berkata pada Regon agar membiarkan dia mendekat, setelah orang tua itu cukup dekat diapun berkata.


"Nak Yujin. aku tau kau sangat kuat, aku tau kau sudah berubah sikap, aku tau juga kalau kau punya impian yang sangat mulia, tapi, jika desa ini kau rubah menjadi kota dengan sesuka hatimu, dekat atau lambat kota yang ingin kau buat pasti akan di hancurkan oleh kerajaan, atau gereja suci, atau bisa jadi kekaisaran," ucap orang tua itu


Yujin belum menjawab perkataan orang tua itu, lalu orang tua itu melanjutkan lagi perkataanya.


"Jika kau ingin membuat kota yang setara, sudah di pastikan kota yang akan kau buat akan di hancurkan oleh kekuatan mutlak dari semua penjuru dunia ini, terutama kekaisaran, jika itu sampai terjadi bagai mana dengan nasib kami yang tidak bisa berbuat apa-apa," ucap orang tua itu lagi


Yujin masih tidak menjawab pertanyaan orang tua tersebut, tapi melainkan dia mengajukan pertanyaan yang biasa-biasa saja.


"Maafkan atas kelancanganku," ucap Yujin

__ADS_1


Lalu Yujin melanjutkan lagi.


"Sebelum aku menjawab pertanyaan kalian semua, aku akan mengajukan pertanyaan," ucap Yujin lagi.


"Jika suatu hari desa ini di ketahui oleh kerajaan lain, apa yang ingin kalian lakukan, ingat desa ini sudah di ketahui satu kerajaan yaitu. Raja Kerajaan Binatang Seifuku," ucap Yujin.


Semua orang terdiam termasuk orang tua yang mengajukan pertanyaan itu, lalu ibu Yujin datang dan mengajukan pertanyaan juga pada anaknya itu.


"Lalu apa yang akan kau lakukan nak dengan desa ini," ucap Ibunya.


Lalu Yujin berkata pada semua orang termasuk ibunya sambil berkata dengan lantang.


Aku akan merubah desa ini menjadi kota, dan menambahkan nama belakangnya, "Kota Mazuzi Mura Hiro," dalam satu minggu ini aku akan pergi menaklukan "Kerajaan Binatang Seifuku".


"Kalian tidak perlu percaya dengan ucapanku, tapi aku akan membuktikannya sendiri, buat apa aku mempunyai kekuatan tapi tidak bisa berbuat sesuatu," ucap Yujin


Semua orang mendengar apa yang di katakan Yujin, semua orang saling berdiskusi, ada yang merasa gembira, ada yang membetulkan perkataannya Yujin, tapi ada juga yang menjadi sedih karena takut jika terjadi sesuatu dengan desanya, bahkan ada yang menentang hal tersebut di karenakan jika dia menyerang Kerajaan Binatang Saifuku lalu kalah, sudah di pastikan desa ini akan musnah beserta penduduknya.


Lalu ayah Yujin menenangkan masyarakat sambil menyuruh mereka bubar, karena ayahnya merasakan bahwa ini terlalu mendadak, meskipun anaknya memang hebat tapi dia belum sepenuhnya yakin jika Yujin bisa memenangkan peperangan.


Ayahnya Yujin sependapat dengan apa yang di katakan Yujin, tapi dia seharusnya membutuhkan waktu untuk berintegrasi pada masyarakat agar ucapannya dia bisa di percaya, meskipun begitu, ayahnya masih bingung, bagai mana caranya di menyerang kerajaan sebesar itu sendirian.


Semua orang pada bubar dan pergi ke rumah masing-masing, tapi orang tua yang mengajukan pertanyaan itu masih belum pergi, dia masih ingin mendengarkan penjelasan dari Yujin, bagai manapun dia belum sepenuhnya mengerti ucapan Yujin tersebut.


"Baiklah, aku akan menjelaskan semuanya, sebaiknya kita masuk dulu dalam rumah," ucap Yujin pada semua orang yang di sekitarnya.


Mereka semua pun masuk di rumah Yujin, Regon, Kitora, ayahnya, ibunya, Yujin dan Hima, bahkan orang tua tersebut.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2