Biarkan Aku Melayanimu, Pangeran!

Biarkan Aku Melayanimu, Pangeran!
Pangeran | Bab 26


__ADS_3

Pangeran akhirnya terpaksa memberikan izin Ruby untuk mengajak Alice. Mereka berangkat berdua dengan dikawal oleh beberapa pengawal istana, juga seorang pengawal bayangan yang menyamar sebagai pengawal biasa.


Dalam acara itu, Ruby mulai mengakrabkan diri dengan para putri bangsawan yang lain. Ibu Ratu juga memperkenalkan wanita itu sebagai calon pasangan dari Pangeran Erland, yang artinya suatu hari nanti Ruby akan menjadi Ratu untuk mereka semua.


Gadis itu tampak anggun dan berkelas, sementara Alice hanya berdiri di belakang para putri itu dan sesekali melayani mereka. Ruby tampak bahagia sekali meski terkadang melakukan kesalahan kecil karena perbedaan adat dan kebiasaan.


Sampai akhirnya, mereka kembali pulang dan Alice merasa lega karena Ruby tidak mempermalukan dirinya dalam acara jamuan itu.


“Mereka semua sok cantik! Apa-apa harus diatur!” gumam Ruby dengan suara lirih.


Alice yang duduk di sampingnya pun menoleh dan menatap Ruby yang sedang kesal.


“Kapan hidupku akan bebas? Kapan aku bisa menjadi diri sendiri?” gerutu Ruby yang melampiaskan emosi dengan memukul body mobil dengan tangannya yang terkepal.


Sepertinya emosi yang sudah menguasai pikirannya, membuat Ruby tidak menyadari apa yang sedang dia lakukan. Di saat yang bersamaan, Alice memberikan minuman untuk gadis itu supaya bisa merasa lebih tenang.

__ADS_1


“Putri Ruby, minumlah ini dulu!” kata Alice sembari menyodorkan air minum dalam kemasan botol itu pada Ruby.


Gadis bangsawan itu menoleh ke samping dan baru menyadari bahwa Alice mendengarkan keluhan kekesalannya itu sejak tadi.


“Kamu nguping ya?” sentak Ruby makin merasa kesal.


“Maaf Putri, sepertinya Putri merasa terkekang dengan banyaknya aturan kerajaan. Saya yakin, sebenarnya Putri Ruby adalah wanita yang hebat, dan berhak mendapatkan kebebasan. Hanya saja, Putri membutuhkan keberanian!” kata Alice berusaha memberikan masukan.


“Lancang sekali kamu! Memangnya pelayan sepertimu tahu apa tentang kehidupan seorang putri sepertiku?”


Pasti pelayan itu akan mengejeknya habis-habisan setelah ini.


“Maafkan saya, Tuan Putri! Sedikit banyak saya melihat rasa tidak nyaman dari ekspresi Putri tadi.”


Alice menundukkan kepala, dia merasa takut juga melihat tatapan mata Ruby. Tidak seharusnya dia memiliki keberanian sebesar itu. Apalagi, jelas-jelas Ruby tidak menyukai dirinya.

__ADS_1


“Sok tahu kamu, Alice! Kamu tadi bilang kalau aku butuh keberanian?” ejek Ruby yang kemudian tertawa dan menatap Alice dengan remeh. “Apa kamu sudah seberani itu sampai memberiku saran? Kalau begitu, apa kamu berani berkorban juga untuk Erland? Harusnya kamu semakin sadar diri bahwa kamu hanya seorang pelayan. Kamu tidak sepadan dengan kami, para bangsawan. Lihatlah para anggota kerajaan yang tadi kita temui! Apa mereka memiliki tampang pelayan sepertimu?”


Kata-kata hinaan yang keluar dari mulut Ruby itu rasanya sudah membuat Alice merasa kebal. Bukan baru sekali ini gadis bangsawan itu menghina statusnya, dan Alice masih merasa kalau Ruby memiliki sisi baik. Hanya saja, entah karena alasan apa, gadis itu harus bersikap jahat.


*


*


Pengawal bayangan melaporkan pada Pangeran Erland tentang apa yang terjadi di perjamuan minum teh para bangsawan tadi. Memang tidak terjadi keributan atau penghinaan apa pun pada Alice, hanya saja saat mereka kembali, Ruby kembali mengingatkan status Alice yang hanya seorang pelayan.


“Jadi begitu sifat aslinya? Aku akan kasih dia peringatan langsung supaya Ruby tidak berani kurang ajar lagi dengan pacarku!”


***


Udah vote belum gaess?

__ADS_1


__ADS_2