
Pernyataan Raja membuat banyak orang yang datang pada rapat itu menjadi marah. Mereka adalah keluarga Ratu, sebagian besar adalah paman-paman Ratu yang sejak lama merencanakan agar Pangeran Edward naik tahta menggantikan Pangeran Erland.
“Yang Mulia, kenapa bisa begitu? Mereka sudah meninggalkan istana dan Pangeran Erland sudah memutuskan untuk mundur sebagai putra mahkota, bukankah seharusnya Pangeran Edward akan menjadi Putra Mahkota menggantikan Pangeran Erland,” kata salah seorang paman Ibu Ratu yang menjadi pemimpin di antara para bangsawan.
“Pangeran Erland memang mengundurkan diri. Tapi, sebagai Raja aku belum menyetujui apa-apa. Dia masih Putra Mahkota, kecuali dia menghadiri upacara penurunan tahtanya sendiri.”
Semua orang saling berpandangan. Jelas sekali dari raut wajah mereka terlihat tidak setuju dengan keputusan raja.
Namun, mereka tidak berani melawan langsung karena mereka harus mendengar rencana Raja terlebih dulu, baru menyusun rencana mereka untuk menggagalkan semua itu.
“Kita akan menjemput Pangeran Erland dan istrinya. Wanita itu baru bisa menjadi pendamping Pangeran setelah melewati banyak seleksi dan mempelajari protokoler kerajaan.”
“Mohon izin, Yang Mulia. Apakah itu artinya pelayan itu akan menjadi ratu di kerajaan ini?” tanya paman ratu tadi.
“Ya, itu bisa terjadi. Setelah Pangeran Erland naik tahta menggantikanku, secara otomatis wanita itu juga menjadi ratu. Dan, ratuku sekarang akan menjadi Ibu Suri,” jawab Raja yang kemudian melirik istrinya.
Tentu ini adalah berita buruk untuk mereka semua. Namun, Raja juga mengetahui situasi ini, dan Raja sudah menyiapkan rencana tambahan untuk mencegah pemberontakan.
Para bangsawan dan menteri terpaksa patuh dengan keputusan Sang Raja. Mereka akan menyiapkan pasukan untuk menjemput Pangeran Erland kembali ke istana.
**
**
Butler menemui Raja di ruang pribadinya. Kali ini, ada informasi baru yang sangat penting dan harus disampaikan kepada Raja.
__ADS_1
“Bagaimana penyelidikanmu?” tanya Raja pada Butler yang sejak dulu tidak pernah diragukan kesetiannya.
“Yang Mulia, bangsawan dari keluarga mendiang Ratu Eliza sudah setuju untuk memperkuat pertahanan Pangeran Erland. Sementara keluarga Ibu Ratu Leticia sekarang sedang menyusun pemberontakan di sekitar desa itu saat Baginda menjemput Pangeran Erland secara langsung nanti. Penyelidikan saya, Ibu Ratu ikut terlibat dalam rencana ini, dan Ibu Ratu Leticia juga sudah menyiapkan Pangeran Edward untuk menggantikan Pangeran Erland sejak lama.”
Mendengar jawaban Butler, Raja merasa gusar. Dia baru mengetahui rencana jahat keluarga istrinya setelah mereka berhasil memprovokasi untuk mengusir Alice dari istana.
Kepergian Pangeran Erland memang bagian dari rencana mereka karena Pangeran yang sedang jatuh cinta, pasti akan memilih Alice dan mengorbankan tahtanya.
“Pastikan mereka tidak tahu mengenai hubungan kerajaan dengan keluarga mendiang ratu. Sementara ini kita biarkan saja dulu Pangeran Erland di sana. Kita susun rencana dengan matang, dan biarkan mereka lengah dulu. Tapi, pastikan Pangeran Erland dalam keadaan aman.”
“Baik, Yang Mulia!”
**
**
“Alice, lihat apa yang aku dapat!”
Erland menghampiri istrinya yang sedang menyirami sayuran di kebun milik mereka. Laki-laki itu dengan sangat bangga menunjukkan pada Alice hasil buruannya.
Seekor kambing hutan yang cukup besar hampir sebesar anak sapi berhasil didapatkan Pangeran Warlingtoon itu, hari ini.
“Wau, ini hasil nembak? Kamu sendiri yang nembak dia?” tanya Alice yang terbengong-bengong melihat apa yang dibawa pulang oleh suaminya itu.
“Iya dong. Aku dulu ahli tembak saat militer, Alice. Hewan besar seperti ini malah lambat geraknya, jadi gampang didapat. Tapi, kamu harus bangga sama ini!”
__ADS_1
Kali ini Pangeran Erland mengangkat dua ekor kelinci yang didapatnya juga. Laki-laki itu benar-benar mahir mendapatkan makanan untuk keluarganya. Jadi, bisa dipastikan kalau Alice tidak akan kelaparan walau menjadi rakyat biasa.
“Suamiku benar-benar hebat!” puji Alice yang kemudian memeluk Erland dengan sangat erat.
Wanita itu tentu sangat bangga memiliki suami seperti Erland. Sementara Erland tampak bahagia dan mengusir pengawalnya pergi dengan gerakan tangannya.
Di saat mereka sedang mesra-mesraan di depan rumah, rombongan kambing dan penggembalanya lewat di depan mereka.
“Sayang, kambing ini kambing liar kan? Bukan kambing penduduk sini?” tanya Alice yang seketika itu melepaskan pelukannya dari tubuh Erland.
Erland berbalik badan, dan seorang penggembala lalu menyapa mereka. Laki-laki itu terlihat ramah dan tidak tampak raut kesedihan di wajahnya.
“Tidak mungkin, Alice. Kambing itu sendirian saat aku melihatnya.”
Wajah Erland seketika menjadi panik, dan Alice pun tertawa bahagia. “Jangan panik, kalau memang itu kambing liar!” balas Alice yang dengan sengaja menggoda suaminya.
Erland membulatkan mata lebar-lebar dan Alice pun berlari untuk menghindari suaminya.
“Awas ya kamu, Alice. Kamu harus masak kambing itu dengan enak, terutama bagian keelaminnya. Dan lihat saja nanti apa yang akan terjadi!”
Sebuah seringai licik terbit di wajah Erland, dan pria itu mengejar istrinya yang telah melarikan diri.
***
Siapa yang masih nungguin. 😂😂 sabar yakkk 🤭🤭🤭
__ADS_1