Biarkan Aku Melayanimu, Pangeran!

Biarkan Aku Melayanimu, Pangeran!
Pangeran | Bab 29


__ADS_3

Pangeran Erland dan pelayan pribadinya yang sangat cantik, akhirnya bisa pergi kencan di mal berdua. Meski di belakang mereka masih ada pengawal yang sama-sama menyamar, tetap saja hal itu tidak mengurangi kebahagiaan Sang Pangeran dan kekasihnya.


Mereka hanya berniat untuk menonton film saja tanpa pergi makan atau pun jalan-jalan. Bagi Pangeran Erland dan Alice, bisa nonton tanpa peduli gelar dan status saja sudah sangat luar biasa.


Saat ini, Pangeran Erland memakai celana jeans dengan robekan di lutut, kaos hitam, jaket levis, topi hitam dan tidak lupa masker yang menutup wajahnya. Sementara Alice, tampil feminim dengan gaun selutut berwarna merah muda.


“Yang Mulia, kenapa ceritanya begitu menyedihkan?” tanya Alice yang kini mulai berlinang air mata.


Pangeran Erland memeluk kekasihnya itu dan menjawab, “Aku juga tidak tahu, Alice! Banyak yang bilang ini film yang sangat romantis.”


Air mata Alice tidak berhenti mengalir karena kisah cinta yang ditontonnya bersama Pangeran Erland. Namun, dari film itu juga, Alice belajar sesuatu.


Cinta beda kasta memang biasanya akan berakhir tragis. Namun, selama mereka berdua saling mencintai dan cinta itu sangat kuat, maka tidak ada hal yang mustahil. Walaupun, kisah dalam film itu berakhir dengan kematian keduanya, tetapi sampai akhir hayatnya mereka menjadi pasangan yang sempurna.


“Apa hubungan kita nantinya juga akan berakhir seperti di film itu?” tanya Alice saat mereka baru keluar dari gedung bioskop.

__ADS_1


Pangeran Erland menggenggam tangan Alice dan menjawab, “Tidak akan. Kita akan bersatu sebagai kekasih, tapi kita berdua tidak akan mati muda seperti mereka. Kita akan punya banyak anak dan hidup bahagia.


Meski kata-kata sang kekasih terdengar begitu manis, tetap saja hati Alice berdesir. Rasa takut itu terus menyerang, dan itu wajar karena musuh mereka bukan hanya satu dua orang, tetapi Raja dan seluruh rakyat Warlingtoon.


Setelah dari bioskop, Alice ingin segera pulang saja. Suasana hatinya sedang tidak baik-baik saja akibat menonton film yang menguras air mata itu.


Sementara itu Pangeran Erland menghubungi Ruby untuk segera kembali ke mobil karena dia dan Alice saat ini juga dalam perjalanan menuju tempat parkir mobil mereka.


Saat masih berjalan menuju mobil itulah, Alice tanpa sadar membuka masker untuk minum. Rupanya, seseorang mengenali dirinya dan langsung mencegat Alice saat itu juga.


Sontak saja pengawal yang berjaga di sekitar Pangeran bersiaga. Namun, Pangeran Erland dengan satu gerakan berhasil menghentikan pergerakan mereka. Dia tidak mau kalau ada yang mencurigai penyamarannya dan berujung dengan ketahuan.


Jantung Alice berdebar dengan sangat cepat saat melihat kakak tirinya, Robert ada di depan mata. Dia tahu, ini adalah masalah baru yang tidak kalah besar.


“Kamu beneran Alice!” Robert lalu melirik Pangeran Erland yang sampai saat ini masih memakai masker dan topi untuk menutupi wajahnya. “Setelah kabur dan membuat masalah, sekarang kamu muncul dengan pria ini. Apa dia lebih kaya dari Tuan Charles?”

__ADS_1


Alice hendak melepaskan tangan Pangeran yang tengah menggenggam tangannya dengan erat. Namun, tangan Putra Mahkota itu tidak mau lepas darinya.


“Kamu siapa?” tanya Pangeran Erland dengan nada suaranya yang berat.


Saudara tiri Alice itu menatap Pangeran dengan pandangan meremehkan. “Aku kakaknya Alice. Dan aku akan membawanya pulang sekarang!” jawab Robert sebelum akhirnya menarik paksa tangan Alice.


Tidak hanya menarik paksa, Robert juga membentak Alice dan mengeluarkan senjatanya. “Kamu sudah membuat keluarga malu. Aku sudah rugi besar karena kamu melarikan diri di hari pernikahan. Sekarang, kamu harus membayar semuanya!”


Para pengawal pun bersiap untuk melindungi Pangeran dan Alice, tetapi mereka masih menunggu instruksi dari Sang Pangeran.


Robert menarik rambut Alice dan hendak menggiringnya pergi. Namun, Pangeran Erland yang tentu sangat marah berhasil mencengkeram tangan Robert.


Akankah Pangeran juga terpancing emosi karena kemunculan Robert di saat yang tidak tepat?


***

__ADS_1


Lagi nggak semangat nulis gaess.. Maapken aku yak. Tapi, aku tidak akan pernah meninggalkan cerita ini begitu aja kok, tenang ya.. 😂


__ADS_2