
Pangeran Erland akhirnya bekerja sama dengan Ruby. Ruby berhasil pergi ke bandara dengan bantuan Pangeran Erland, dan tanpa diketahui Raja atau pun keluarga Ruby.
Sementara itu, Pangeran Erland juga berhasil pergi bersama pengawal bayangan yang sudah menjemputnya. Mereka sudah terlambat untuk mengejar Alice, tetapi mereka tidak perlu cemas karena pengawal Pangeran juga ada banyak yang ikut dengan Alice.
“Mereka istirahat di perbatasan. Perintahkan pada pengawal kita untuk melakukannya sekarang!” kata Pangeran Erland sembari menunjuk ke layar tablet pintar miliknya.
“Baik, Yang Mulia!” Ketua pengawal bayangan yang menjawab.
Sementara itu, Alice kini sedang menundukkan kepala dengan wajah sembab. Dia tidak tahu ke mana rombongan ini akan membawanya, tetapi yang jelas dia tahu kalau sekarang hubungannya dengan Pangeran Erland sudah berakhir.
“Ayo kita turun!” ajak seorang laki-laki yang hari ini ditugaskan menjadi kepala pengawal untuk pengasingan Alice.
“Aku nggak mau makan. Aku di sini saja!” balas Alice dengan suara lirih.
Laki-laki itu mencengkeram pergelangan tangan Alice dan kembali berkata, “Tidak! Kamu harus ikut turun. Kamu tidak akan bisa melarikan diri, Alice. Jadi, ikutlah makan sebelum kamu menjalani neraka yang sebenarnya!”
Alice tidak takut dengan ancaman itu. Yang dia pikirkan sekarang justru reaksi Pangeran saat bangun dan tidak menemukan dirinya di samping laki-laki itu.
“Aku juga tidak akan melarikan diri. Kakiku terlalu lelah kalau harus berlari,” balas Alice sembari menahan sakit di pergelangan tangannya yang dicengkeram dengan kuat.
“Maka dari itu. Turunlah! Kalau kamu masih mau hidup. Aku harus mengantarkanmu ke sana dengan selamat, kalau kamu mati kelaparan, Raja yang akan membunuhku!”
Alice akhirnya menoleh pada pengawal itu. Dia tahu kalau laki-laki yang memaksanya keluar dari mobil itu hanya menjalankan perintah Raja, sama seperti dirinya yang dipaksa keluar dari istana karena alasan yang sama.
__ADS_1
Gadis itu menghela napas berat dan akhirnya bersedia turun. Mereka berjalan menuju sebuah warung yang berada di tepi jalan.
Warung itu tampak sepi karena sebelumnya para pengawal sudah mensterilisasi tempat itu agar tidak ada rakyat biasa yang tahu urusan mereka.
Beberapa pengawal mengisi bahan bakar, sedangkan yang lainnya bergantian untuk makan dan minum. Mereka harus beristirahat karena perjalanan masih sangat panjang. Bahkan, sebagian dari mereka ada yang sengaja tidur di depan warung agar nantinya tidak mengantuk saat melanjutkan perjalanan.
Dua orang pengawal membawakan minuman hangat untuk mereka. Di cuaca yang cukup dingin ini, tubuh mereka harus tetap hangat sampai di tempat tujuan.
Sayangnya, setelah meminum minuman itu, mereka merasakan kantuk yang luar biasa. Beberapa bahkan sampai tergeletak di tanah begitu saja.
Hal itu tentu sangat mencurigakan. Kepala pengawal pun mengeluarkan senjata dan berteriak, “Ada apa ini?”
Sebuah mobil tiba-tiba berhenti dan kedua pengawal yang tadi membawa minuman langsung menutup mata dan hidung mereka dengan alat yang sudah disiapkan.
Saat tubuh gadis itu mulai ambruk, sebuah tangan berhasil menangkapnya dan menyelamatkan Alice.
“Alice, aku sudah datang!”
Walaupun Alice sudah tidak sadarkan diri, tetapi telinganya masih bisa mendengar dengan samar. Sampai akhirnya, asap itu pun berhenti.
Ketua pengawal bayangan memberi instruksi agar mereka cepat kembali ke mobil. Tempat yang mereka lewati saat ini adalah tempat umum sehingga dikhawatirkan akan ada orang lalu lalang yang menyadari keanehan ini.
Pangeran Erland membawa Alice ke mobil dan mereka langsung berputar arah.
__ADS_1
“Alice, bangun!” Pangeran Erland menepuk pipi Alice agar wanita itu tersadar. Namun, wanita itu sangat sulit dibangunkan dan akhirnya Pangeran membiarkan Alice tidur di pangkuannya.
Beberapa saat berlalu, Alice terbangun saat hari sudah sore. Wanita itu membuka mata dan melihat wajah tampan Pangeran ada di hadapannya.
“Ya-Yang Mulia!” Alice tersentak dan secara refleks langsung bangun dari pangkuan Pangeran Erland.
“Kamu sudah bangun?” Pangeran Erland membelai wajah Alice yang kini tampak kebingungan.
“Yang Mulia. Kita di mana?” tanya Alice setelah menatap sekeliling dan mendapati mereka dalam perjalanan yang tampak asing.
“Kita akan tinggal bersama. Kamu mau menikah denganku, kan?”
***
Mau nggak ya 🥲🥲 masak pangeran nggak ada Royal Wedding nya gaess, siapin amplop dan isinya yak 😂😂
Gaess, ada info nupel barunya bunda Lunoxs. Mampir yak gaess ❤️❤️
Judul : Secret Agreement
Author : Lunoxs
__ADS_1
Sampaikan salam dari Pangeran 💋