Biarkan Aku Melayanimu, Pangeran!

Biarkan Aku Melayanimu, Pangeran!
Pangeran | Bab 33


__ADS_3

Pangeran menolak untuk bertunangan dengan Ruby, tetapi Raja bersikukuh akan membuat Alice tersingkirkan dari istana. Bahkan, kehidupannya di luar istana juga tidak akan terjamin karena Raja tidak akan membiarkan Alice hidup dengan tenang jika Pangeran menolak perintahnya.


Akhirnya, demi menjaga sang kekasih dari ancaman ayahnya sendiri, Pangeran Erland tidak menolak. Meski tidak memberi jawaban pasti, tetapi Raja sudah menangkap jawaban Pangeran Erland yang sepertinya akan pasrah saja.


Orang tua Ruby diundang ke istana Warlingtoon untuk membahas pertunangan Pangeran Erland dan putri mereka. Sementara itu, Pangeran mendatangi Ruby untuk meminta bantuan.


“Kamu bisa menggagalkan pertunangan ini, kan?” tanya Pangeran Erland saat menemui Ruby di taman belakang dekat dapur istana.


“Pangeran, mana mungkin aku melepaskan posisi ini demi seorang pelayan seperti Alice? Kita akan tetap menikah dan aku akan tetap menjadi Permaisuri. Kalau kamu mau menikahi Alice, dia hanya akan menjadi seorang selir, itu pun kalau Raja setuju,” jawab Ruby dengan senyuman licik.


Pangeran Erland mengepalkan tangan dengan kuat. “Sudah kuduga. Kamu memang gadis yang licik, Ruby! Kamu pasti akan memanfaatkan momen ini dengan baik, kan?”


“Benar, Pangeran. Tujuanku datang ke mari memang untuk itu.”


Pangeran meninggalkan Ruby dengan rasa kesal yang menyelimuti hatinya. Dia lalu kembali ke kamarnya dan memanggil Alice.


“Yang Mulia. Apa yang harus kita lakukan setelah ini?” tanya Alice yang juga merasa khawatir dengan kelanjutan hubungannya bersama Pangeran.


“Kita ikuti saja rencana Raja tentang pertunangan itu. Ini hanya pertunangan yang bisa dibatalkan. Tapi, yang menjadi istriku nanti tetap kamu, Alice. Aku masih mencari cara supaya kita bisa menikah secepatnya,” jawab Pangeran Erland sembari memeluk tubuh sang kekasih.

__ADS_1


Kedua insan yang saling jatuh cinta itu harus saling menguatkan karena masalah yang mereka hadapi, bukan masalah kecil.


*


*


*


Pertunangan Ruby dan Erland digelar secara meriah. Sebagai pelayan, Alice bekerja lebih sibuk dari biasanya. Dia melihat Ruby yang cantik bersanding dengan Pangeran Erland dan melihat mereka bertunangan.


Hatinya sangat hancur, tapi dia tetaplah pelayan. Tugasnya hanya melayani tamu-tamu yang datang ke istana untuk menikmati pesta.


'Alice, bertahanlah sebentar lagi. Kalau memang tidak ada cara lain untuk menjadikanmu satu-satunya milikku, aku akan melepaskan tahta ini demi kamu!'


Setelah bertunangan, Pangeran Erland menarik tangan Alice dan membawa gadis pelayan itu ke taman untuk bicara berdua. Dia tidak peduli meski semua orang melihat mereka berdua sekarang.


“Yang Mulia apa yang Yang Mulia lakukan!” Alice terpaksa mengikuti gerakan tangan Pangeran Erland.


Walaupun beberapa orang melihat Pangeran dan Alice, tetapi Raja mengalihkan perhatian semua orang. Dia tidak ingin kalau sampai ada yang mencurigai hubungan Pangeran dengan pelayannya itu.

__ADS_1


“Alice, hatiku rasanya hancur saat memasangkan cincin itu ke tangan Ruby!” kata Pangeran Erland setelah mereka sampai di taman yang cukup jauh dari jangkauan para tamu.


Alice menundukkan kepala. Meski hatinya juga sakit, tetapi dia masih bisa sabar menanti waktu yang Pangeran janjikan. Alice yakin, Pangeran Erland akan memberikan akhir yang indah untuk hubungan mereka.


“Yang Mulia, Anda harus bisa menjaga sikap. Kalau Yang Mulia seperti ini, bukan hanya Raja yang marah, tapi seluruh rakyat akan menentang hubungan kita,” balas Alice seraya mengusap wajah kekasihnya itu.


“Aku akan membuat pertunangan ini batal sebelum hari pernikahan Alice.”


Pangeran Erland lalu mencium Alice dan memastikan bahwa hanya Alice, gadis satu-satunya yang akan mendapat ciuman dari Pangeran Erland.


Tanpa mereka sadari, seseorang melihat langsung adegan mesra yang mereka lakukan dan membuat hatinya mendidih.


***


Siapa yang ngintip kira-kira gaess?


J


__ADS_1


Jangan lupa mampir ke karya baru Nita Amelia ya gaess, 😘😘😘


__ADS_2