Biarkan Aku Melayanimu, Pangeran!

Biarkan Aku Melayanimu, Pangeran!
Pangeran | Bab 27


__ADS_3

“Maaf, Yang Mulia! Kalau bisa, jangan gegabah dulu!” kata ketua pengawal bayangan, berusaha mencegah Pangeran melakukan tindakan yang akan membahayakan Alice.


Sebagai pengawal yang cukup berpengalaman, pemuda itu tentu bisa membaca situasi dan memprediksi apa yang mungkin akan terjadi.


Sepasang mata Pangeran menyipit dan menatap anak buahnya itu dengan tanda tanya besar di kepala. “Kenapa? Bukankah akan lebih baik kalau kita memperingatkan dia lebih awal?”


“Keselamatan Alice bisa saja terancam, Yang Mulia. Kita belum tahu seberapa kekuatan Putri Ruby dan bagaimana pengaruhnya terhadap Baginda Raja. Kalau semua ini ada kaitannya dengan Baginda Raja, pasti Alice ....”


Tiba-tiba, Pangeran menyadari ada yang salah dari ucapannya tadi. Dia baru sadar kalau Ruby bisa saja mengira Alice yang mengadukan padanya. Padahal, semua informasi yang Pangeram Erland dapatkan itu dari pengawal bayangannya.


“Kamu benar. Sepertinya aku terlalu gegabah karena terlalu mengkhawatirkan Alice,” sahut Pangeran Erland.


Laki-laki itu harus mencari cara lain untuk memberi peringatan pada Ruby tanpa harus membuat gadis itu curiga.


“Lebih perketat lagi penjagaan Alice, dan cepat laporkan apa pun yang mencurigakan!” titah Pangeran pada pengawal bayangan itu.


Tak berapa lama, Pangeran pun memanggil Alice untuk datang ke kamarnya setelah sang pengawal bayangan meninggalkannya.


Gadis itu datang dengan tangan kosong dan menundukkan kepala. “Yang Mulia memanggil saya?” tanya Alice dengan tanda tanya besar di kepala.

__ADS_1


“Tutup pintunya, Alice!” titah Sang Pangeran dengan eskpresi datar.


Mendengar suara Pangeran yang terdengar kurang ramah, dada Alice pun berdebar dengan keras. Dia memikirkan lagi apa kesalahannya dan menutup pintu dengan hati-hati.


“Kemari!” perintah Pangeran dengan wajah kesal.


Alice melangkah mendekati kekasihnya itu sembari menebak-nebak apa yang membuat Pangeran Erland sampai merasa kesal. Gadis itu melirik meja makan Pangeran yang ternyata masih utuh.


“Yang Mulia belum makan?” tanya Alice dengan wajah khawatir.


Dia baru ingat kalau sudah janji akan kembali sebelum makan siang, tetapi nyatanya dia kembali bahkan setelah jam makan siang berlalu.


Alice cukup terkejut dengan serangan tiba-tiba yang dilakukan oleh Pangeran. Namun, dia tetap tenang dan membalas dengan melingkarkan tangan di leher Pangeran.


“Seharian kamu ngapain aja? Sibuk menemani Ruby, sampai lupa melayaniku?” Pangeran Erland menjepit dagu Alice dengan jari telunjuk dan ibu jarinya.


Mau tidak mau Alice pun menatap mata kekasihnya itu dan berkata, “Yang Mulia, maafkan saya! Saya akan memasak sekarang. Saya ....”


Kata-kata Alice dihentikan oleh sebuah ciuman yang begitu lembut. Sang Pangeran ingin bersenang-senang sebentar dengan pelayan pribadinya itu karena dia sudah ditinggal selama beberapa jam.

__ADS_1


Alice tampak menurut dan membiarkan Pangeran melakukan apa yang dimau. Dia biarkan laki-laki itu menciumi lehernya dan bermain dengan punggungnya. Sesekali, tangan nakal itu bergerak menyentuh dada Alice dan dengan sigap sang pelayan menghentikannya.


“Yang Mulia, tolong hentikan!”


Alice masih sangat ingat dengan batasannya. Dia tidak mau membiarkan Pangeran lupa daratan dan mungkin akan menghancurkan masa depan Sang Putra Mahkota nantinya.


“Aku ingin pergi kencan lagi. Bagaimana kalau kita ajak Ruby, kita bisa nonton di bioskop dengan bantuannya?” tanya Pangeran yang sengaja memancing reaksi dari Alice.


Wajah Alice menjadi tegang untuk beberapa detik. Sampai akhirnya, gadis itu tersenyum dan menatap kekasihnya itu.


“Bagaimana caranya, Yang Mulia? Bioskop itu penuh dengan orang. Pasti mereka akan mengenali Yang Mulia dan membuat kehebohan. Lagi pula, rasanya tidak baik merepotkan orang lain untuk kepentingan kita sendiri.”


Pangeran menangkap wajah tegang Alice dan menyadari ada yang sesuatu yang salah. “Apa Ruby mengganggumu, Alice?”


Alice menggeleng pelan, tetapi Pangeran dengan lembut memeluk Alice dan kembali berkata, “Jangan bohong! Aku kekasihmu, Alice. Aku akan melindungimu dari apa pun dan siapa pun. Kamu ingat janjiku, aku hanya akan menikah denganmu. Jadi, bagikan cerita suka dan dukamu padaku, Alice!”


***


Pageee, jangan lupa minum air putih yang banyak gaess, tetap jaga kesehatan 🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2