Biarkan Aku Melayanimu, Pangeran!

Biarkan Aku Melayanimu, Pangeran!
Pangeran | Bab 32


__ADS_3

Alice memasuki ruangan Raja dengan jantung berdebar. Dia memiliki firasat bahwa Raja sudah mengetahui tentang hubungan dirinya dan Sang Pangeran.


Sekarang, mau mengelak pun akan sulit bagi Alice kalau percintaannya sudah terendus Raja.


“Selamat siang, Yang Mulia!” sapa Alice dengan kepala membungkuk.


“Kamu yang bernama Alice?” tanya Raja dengan ramah. Namun, matanya dengan jelas memancarkan rasa marah dan kecewa.


Alice menelan ludah dengan kasar. Matanya menatap ke arah Raja dan secara perlahan kepalanya mengangguk pelan. “Benar Yang Mulia.”


Bahkan untuk bertanya alasan kenapa dia dipanggil pun Alice tidak memiliki keberanian. Gadis itu sudah panas dingin menghadapi raja yang tengah mengintimidasinya hanya dengan sorot mata.


“Aku melihatmu dengan mata kepalaku saat kamu keluar dari mobil Pangeran Erland dan kamu memakai pakaian yang sama persis dengan Putri Ruby. Katakan apa tujuanmu melakukan itu!”


Tubuh Alice bergetar hebat. Sekuat tenaga dia menggenggam tangannya sendiri agar bisa menopang tubuhnya dan tidak terjatuh.


“Ma-maafkan saya Yang Mulia! Saya ....”


Tepat saat Alice yang sedang gugup itu berusaha menjelaskan, Pangeran Erland menerobos masuk ke ruangan itu.

__ADS_1


“Alice hentikan!” sela Pangeran Erland yang tidak bisa membiarkan Alice tertekan oleh ayahnya sendiri.


Rupanya, Pangeran Erland mendapatkan informasi lewat kode dari pengawal bayangan. Apa yang terjadi di ruangan Raja itu, Pangeran tahu dan segera menyelamatkan Alice.


“Pangeran Erland, apa yang kamu lakukan?” Raja amat terkejut saat Sang Putra Mahkota tiba-tiba memasuki ruangannya dengan paksa dan tanpa izin.


“Jangan ganggu Alice, Ayah!” Pangeran Erland menggenggam tangan Alice di hadapan ayahnya sendiri, Baginda Raja. Pemuda tampan itu sepertinya mulai mendeklarasikan hubungannya dengan Alice. “Dia kekasihku!”


Raja tentu tidak bisa menerima begitu saja hubungan Pangeran dengan Alice. Sebagai seorang putra mahkota, Pangeran Erland dituntut untuk memiliki pasangan yang sepadan. Pasangannya harus memiliki strata sosial yang sama.


Sementara Alice hanyalah seorang pelayan rendah yang sama sekali tidak layak menjadi seorang pendamping pangeran. Tidak ada dalam sejarah kerajaan, seorang ratu yang berasal dari kalangan kasta rendah.


Pangeran Erland tidak mau kalah. Dengan suara yang lantang Pangeran Erland pun menjawab, “Ayah harus tahu aku sangat mencintai Alice terlepas dari apa pun status sosialnya. Perasaanku dan cintaku hanya untuk dia, Ayah!”


“Pangeran kamu harus sadar. Kamu terlahir sebagai seorang putra mahkota yang akan meneruskan kerajaan Warlingtoon. Mau tidak mau kamu harus menuruti aturan kerajaan karena itu sudah menjadi resiko kamu sebagai seorang pangeran!”


Mendengar ucapan ayahnya, mata Pangeran pun memerah. Satu tangannya terkepal, dan genggaman tangannya yang lain di tangan Alice semakin kuat.


“Butler, urus surat pengunduran diri pelayan ini! Bawa dia pergi dari istana secepatnya!” titah Raja pada kepala pelayannya yang sejak tadi berdiri menunggu perintah.

__ADS_1


Butler hendak meraih tangan Alice, tetapi Pangeran Erland dengan sigap mencegahnya. “Aku tidak akan membiarkan Alice meninggalkan istana ini. Kalau ada yang berani mengusirnya, maka kalian akan melihat jasadku tanpa nyawa!”


Ancaman Pangeran Erland membuat Raja berpikir keras. Putranya sedang jatuh cinta, dan cinta yang bodoh itu bisa saja membuatnya bertindak nekat.


Wajah Alice menjadi semakin tegang. Dia melihat kemarahan di wajah Raja, juga Pangeran Erland. Semua ini terjadi karena dirinya.


“Yang Mulia, tolong jangan bersikap seperti ini!” pinta Alice dengan tatapan sayu.


Gadis itu tidak mau kalau Pangeran terlibat masalah dengan Raja. Kalau sampai Pangeran menentang Raja demi dirinya, maka masalah besar akan segera terjadi.


“Alice, aku mencintai kamu. Aku tidak akan membiarkan siapa pun memisahkan kita. Bahkan, kalau seluruh kerajaan ini menentang, aku akan membawamu pergi dari sini, bersamaku.”


Raja mendesaahkan napas kasar saat melihat langsung sang putra yang sudah dibutakan cinta. Perasaan sesaat yang bisa saja menghancurkan masa depannya.


“Yang Mulia ....” Alice sampai tidak mampu berkata-kata karena rasa cinta yang Pangeran tunjukkan saat ini.


“Kalau kamu tidak mau pelayan ini keluar dari istana, maka pertunanganmu dan Ruby akan dimajukan dalam beberapa hari ini, Pangeran Erland!”


***

__ADS_1


Selamat fageee, iya aku tahu aku jarang up sekarang 😄 dah gak berani minta apa apa aku gaess 🤭🤭🤭 asal kalian tetap cinta aku, aku dah bahagia banget 💋💋💋makasih ya yang masih setia nungguin aku 😚😚😚


__ADS_2