
Pangeran Erland sudah berusaha menghindari Raja supaya luka di wajahnya tidak menimbulkan kecurigaan. Namun, karena kejadian penyerangan yang dilakukan Robert itu berada di tempat umum, tepatnya di dekat tempat parkir mall dari dalam sebuah mobil, seseorang berhasil merekam kejadian saat para pengawal menyerang Robert untuk melindungi Pangeran.
Untungnya, sebelum rekaman itu naik ke media dan menjadi berita menghebohkan, pihak kerajaan sudah berhasil mengatasinya. Walaupun sudah diatasi dengan mudah, tetapi akibatnya Sang Raja menjadi tahu apa yang terjadi dengan putranya.
“Panggil Pangeran!” perintah Sang Raja pada pengawalnya.
Tidak berapa lama, Pangeran Erland pun datang. Dia sudah mendapat informasi dari pengawal bayangannya tentang rekaman itu. Pangeran tidak menyalahkan pengawal yang kecolongan sampai ada yang berhasil merekam kejadian itu, karena memang perekamnya memang sudah lama berada di mobil yang kacanya gelap dan merekam diam-diam.
“Baginda memanggil saya?” tanya Pangeran Erland pada sang ayah.
Raja melirik putranya dan menemukan luka lebam di ujung bibir Pangeran. “Bisa kamu jelaskan apa yang terjadi dengan bibirmu?”
Ditanya begitu, Pangeran Erland jelas sudah menyiapkan jawaban. “Dia saudaranya Alice, pelayanku!”
Pangeran menjelaskan bahwa Robert duluan yang menyerangnya. Hingga akhirnya, para pengawal menyerang balik laki-laki itu.
“Kenapa dia menyerangmu?” tanya Raja yang saat ini mulai menyelidiki latar belakang dari pelayan putranya.
“Karena dia ingin Alice kembali pulang dan dia bisa menikahkan Alice dengan laki-laki yang tidak dicintainya,” jawab Pangeran Erland.
__ADS_1
Di saat yang bersamaan, Ruby muncul karena dia juga dipanggil oleh Raja. Gadis itu melirik sinis ke arah Pangeran Erland yang tadi sudah meninggalkan dirinya.
“Sekarang jelaskan, kenapa Putri Ruby pulang sendirian?”
Seketika itu, Pangeran dan Ruby saling bertatapan. Ruby belum mengadukan apa-apa pada Raja, tetapi rupanya Raja sudah mengetahui semuanya.
Pangeran tidak bisa menjawab kali ini, dia mengira Ruby sudah mengadukan permasalahan mereka pada ayahnya. Namun, ternyata Ruby membuka suara untuk mencari muka di depan Pangeran.
“Maaf, Yang Mulia. Sebenarnya, kami bertengkar kecil, dan saya yang meminta Pangeran untuk pulang lebih dulu! Saya ingin menenangkan diri dan tidak mau semobil dengan Pangeran,” sahut Ruby.
Namun, Raja tidak bisa percaya begitu saja dengan kata-kata Ruby. Jelas-jelas sebelum Ruby datang, Raja melihat langsung Pangeran Erland bersama seorang wanita, yang memakai pakaian sama persis dengan Ruby.
“Benarkah itu yang terjadi?” tanya Raja yang berpura-pura tidak tahu apa-apa.
“Benar Yang Mulia. Namanya masih pendekatan, ada beberapa sikap Pangeran yang kurang saya suka. Dan saya masih terlalu labil, jadi maafkan saya!” jawab Ruby mencoba memberikan keyakinan pada Raja bahwa ceritanya itu benar.
Sementara itu, Pangeran Erland tampak diam saja dan tidak menanggapi pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan sang ayah. Laki-laki itu sedang mengamati apa yang mungkin sedang direncanakan oleh Raja dari Warlingtoon itu.
“Hem, bagaimana kalau nanti kita makan malam bersama. Ayah harap kalian bisa lebih akrab lagi dan tidak ada lagi perselisihan di antara kalian!”
__ADS_1
Ruby melirik Pangeran Erland dan menunggu reaksi dari calon tunangannya itu. Walau bagaimanapun, Ruby harus terlihat baik dan mendukung apa pun keputusan Pangeran.
Laki-laki itu mengangguk, dan seketika Ruby pun setuju untuk makan malam bersama Raja dan Pangeran Erland. Sampai akhirnya, mereka berdua diizinkan keluar dari ruangan Raja.
Saat Ruby dan Pangeran Erland keluar, dari kejauhan terlihat Alice sedang berjalan ke arah mereka. Pelayan cantik itu didampingi langsung oleh Butler, dan itu jelas mengarah pada ruangan Raja.
Pangeran Erland menghentikan langkah dan bertanya pada Alice. “Ada apa?”
Gadis itu menundukkan kepala. Dia berusaha menyembunyikan ketakutan di wajahnya dan menjawab, “Tidak ada apa-apa, Yang Mulia.”
“Baginda Raja ingin bicara dengan Alice mengenai acara makan malam nanti, Pangeran!” sahut Butler.
Pangeran tahu, pasti ada sesuatu yang tidak beres sampai-sampai Raja memanggil Alice secara langsung. Kalau hanya untuk urusan makanan, tidak mungkin sampai Raja harus turun tangan.
“Alice jangan masuk!” perintah Pangeran dengan jantung yang berpacu sangat cepat.
Namun, Pangeran jelas kalah kekuasaan jika ingin melawan perintah Raja.
“Maaf Yang Mulia, Pangeran. Ini adalah perintah Baginda Raja!”
__ADS_1
***
Alice, keep fighting, deg degan. Kira kira mau diapain si Alice 😅