Biarkan Aku Melayanimu, Pangeran!

Biarkan Aku Melayanimu, Pangeran!
Pangeran | Bab 30


__ADS_3

“Jangan ganggu Alice, atau kamu akan menyesal!”


Cengkeraman tangan Pangeran Erland membuat Robert yang tersulut emosi langsung melepaskan Alice dengan kasar. Dia lalu berdiri berhadapan dengan Pangeran seolah sedang menantangnya.


“Siapa kamu berani memerintahku?” tanyanya dengan bersungut.


Para Pengawal belum berani bergerak, tetapi mereka masih siaga. Selama Robert tidak membawa senjata tajam, mereka masih memantau dari jarak aman. Seorang pengawal bayangan yang mengintai dari kejauhan juga siap melepaskan tembakannya kalau-kalau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.


“Aku pacarnya Alice. Jangan berani-berani mengganggunya, karena Alice adalah calon istriku!” perintah Pangeran Erland dengan mata yang menatap tajam ke arah Robert.


Kakak tiri Alice itu tertawa mengejek. Dia masih belum tahu kalau kekasih adik tirinya adalah seorang Pangeran.


Sementara itu, Alice yang sangat tahu sifat Robert, mencoba untuk mencegah kakak tirinya itu melukai Pangeran. Kalau mereka sampai berkelahi, maka hubungan percintaannya akan semakin rumit.


“Robert berhenti!” kata Alice sambil menarik tangan Robert.


Namun, dengan sekuat tenaga, Robert menghempaskan tangan Alice hingga gadis itu tersungkur ke tanah. “Berisik!”


Melihat pacarnya diperlakukan kasar, Pangeran melayangkan sebuah pukulan ke wajah Robert. Sayangnya, Robert berhasil menangkis dan balik menyerang Pangeran.


Para Pengawal yang sejak tadi bersiap, langsung menyerbu dan menyelamatkan Pangeran Erland sebelum terluka parah.

__ADS_1


Robert sempat kaget saat melihat segerombolan pengawal menyerangnya. Namun, dia tidak punya waktu untuk menerka-nerka karena saat ini para pengawal itu sudah memukulinya.


Pangeran Erland mendekati Alice dan memastikan keadaannya baik-baik saja. “Alice, kamu nggak apa-apa kan? Nggak ada yang luka kan?” tanya Pangeran yang tampak begitu khawatir dengan keadaan Alice.


“Yang Mulia!” Suara Alice terdengar begitu lirih saat melihat darah di ujung bibir kekasihnya.


“Sebaiknya kita segera pergi!” Pangeran Erland menuntun Alice dan membawa gadis itu untuk masuk ke mobil.


Pangeran dan Alice bersama beberapa pengawal akhirnya meninggalkan mal itu. Mereka meninggalkan Robert yang saat ini sudah diurus oleh para pengawal istana, sedangkan Ruby, tampaknya Pangeran sudah melupakan gadis itu karena khawatir dengan Alice.


Beberapa saat kemudian, Robert berhasil dibawa ke istana dalam keadaan tidak sadarkan diri. Sementara itu, Ruby dan satu grup pengawal istana yang mengawalnya datang dan tidak menemukan mobil Pangeran.


“Loh! Ke mana mobilnya? Apa kita ditinggal?” tanya Ruby yang sejak tadi asyik sendiri memilih peralatan lukis.


“Kenapa mereka malah meninggalkan aku? Harusnya mereka mau menunggu dong!” gerutu Ruby merasa kesal.


Gadis cantik itu mendengus kesal karena merasa diabaikan oleh Pangeran Erland. Padahal, seharusnya pasangan kekasih itu mau menunggu Ruby karena Alice bisa keluar dari istana dengan menyamar sebagai dirinya.


“Awas saja! Aku tidak akan kembali ke istana sampai Raja tahu kalau mereka meninggalkan aku sendirian di luar istana.”


Ketua pengawal terdiam, tetapi dalam hati dia tidak akan tinggal diam. Bisa dia pastikan bahwa rencana Ruby untuk membuat masalah itu tidak akan berhasil.

__ADS_1


Setelah Ruby masuk ke mobil pengawal lain yang ditinggal, ketua pengawal memberi isyarat bahwa mereka akan tetap kembali ke istana.


Mobil pun melaju kencang karena tidak ingin tertinggal terlalu jauh dengan mobil Pangeran. Namun, secepat apa pun mobil mereka melaju, mobil yang ditumpangi Pangeran dan Alice sudah tiba lima belas menit sebelum mereka tiba.


Ruby tidak henti-hentinya protes dan berteriak saat menyadari bahwa para pengawal itu membawanya ke istana, padahal dia ingin menghindar dulu supaya Pangeran kebingungan.


“Putri Ruby, demi kebaikan semua, lebih baik jangan mencari masalah dengan Yang Mulia Pangeran.”


“Siapa kalian berani mengaturku! Awas saja ya kalian!” seru Ruby yang terpaksa harus turun dari mobil dan memasang tampang anggun seperti biasanya.


*


*


Alice sedang mengobati luka di sudut bibir Pangeran. Gadis itu benar-benar merasa takut sekarang. Apalagi, luka lebam bekas pukulan Robert pasti membekas di wajah tampan kekasihnya itu. Kalau Raja tahu, hancurlah sudah semuanya.


“Jangan khawatir, Alice! Aku akan baik-baik saja!” kata Pangeran saat melihat kerutan di kening pelayan pribadinya itu.


“Yang Mulia, kalau Baginda Raja tahu ....”


“Stt!” Pangeran berhasil menghentikan suaraAlice dengan satu jari telunjuknya. “ Apa pun yang terjadi, aku janji akan melindungimu Alice!”

__ADS_1


***


Yang Mulia. Aku juga takut 🥲🥲🥲


__ADS_2