
Alice tidak bermaksud untuk tidur dengan Pangeran. Dia hanya ingin menghabiskan waktu untuk yang terakhir kalinya bersama Pangeran Erland, sebelum meninggalkan istana.
Namun, sepertinya Raja salah sangka. Ayah Pangeran Erland itu mengira kalau Alice ingin melayani putranya di ranjang karena mengira memang itu tugas yang selama ini dia lakukan.
“Apa kamu ingin mempersembahkan malam terakhir untuk putraku?” tanya Raja dengan senyum yang terlihat seperti mengejek.
“Perlu kamu ingat, bahwa hanya anak dari seorang permaisuri yang bisa menjadi putra mahkota. Itu pun anak dari pernikahan yang sah. Anak dari seorang selir pun tidak akan bisa menjadi Putra Mahkota. Ingat itu baik-baik supaya kamu tidak menjerat Pangeran Erland dengan keinginanmu untuk hamil.”
Meski Alice merasa direndahkan, tetapi dia tidak membantah ucapan Raja. Gadis itu keluar dari istana Raja dengan tubuh lemas dan tak bersemangat. Sekarang, dia harus menyiapkan alasan supaya Pangeran tidak mencarinya saat pergi nanti.
**
**
Setelah beberapa waktu pergi dinas, Pangeran Erland akhirnya kembali ke istana. Alice menyambut kekasihnya itu dengan senyuman yang merekah.
Sudah lama tidak berjumpa dengan Sang Pangeran, membuat Alice merindukan laki-laki itu. Dia menatap Pangeran yang keluar dari mobil dan melupakan rasa sakit karena perkataan Raja.
“Alice!” Pangeran Erland mendekati Alice yang sedang membungkuk menyambut kedatangannya.
Rasa rindu juga dirasakan oleh Pangeran Erland. Selama beberapa hari ini, dia tidak melihat wajah cantik wanitanya itu dan membuat Pangeran jadi tidak sabar ingin memeluknya.
“Ke kamarku!” bisik Pangeran Erland yang kemudian berjalan menuju istananya.
__ADS_1
Alice mengikuti Pangeran Erland bersama para pengawal. Tiba-tiba, Raja muncul dan berpapasan dengan mereka.
Ayah Erland itu mengucapkan selamat pada sang putra yang baru datang dari luar negeri. Saat itulah, Raja melirik Alice dan sekilas memberikan peringatan lewat tatapan matanya.
Ini adalah malam terakhir yang Alice janjikan karena besok dia harus pergi ke pengasingan.
Setelah berbasa-basi dengan Raja, Pangeran tiba di kamarnya dan langsung mengajak Alice untuk masuk, dengan alasan menyiapkan keperluannya.
“Alice, aku merindukanmu!” kata Pangeran Erland yang kemudian memeluk Alice dengan sangat erat.
“Yang Mulia, kenapa lama sekali. Saya juga merindukan Yang Mulia!” balas Alice tak kalah mesra.
Pangeran masih memeluk Alice sampai benar-benar puas. Lalu, dia mendaratkan bibirnya pada bibir Alice dan menikmati rasa yang sudah beberapa hari ini dia dambakan.
Pangeran pun bersih-bersih, dan melarang Alice untuk menyiapkan camilan karena Pangeran ingin menghabiskan waktu lebih lama dengannya. Sampai akhirnya, Pangeran selesai mandi dengan cepat.
Pikiran Alice mulai tidak karuan. Dia sadar kalau ini adalah malam terakhir untuk mereka bersama. Dan, akhirnya wanita itu memanfaatkannya untuk memberikan seluruh cintanya pada Pangeran.
Saat Pangeran sedang berganti pakaian, Alice mendekat dan memeluk pria itu dari belakang. Tentu saja hal itu membuat Pangeran tersentak kaget.
Pangeran berbalik badan dan Alice langsung menyergapnya dengan ciuman. Tangan Alice mengambil tangan Pangeran dan meletakkannya di dada.
“Yang Mulia, aku mencintaimu!” bisik Alice yang harus berjuang keras untuk bisa mencium Pangeran karena tinggi mereka yang jauh berbeda.
__ADS_1
Pangeran pikir, Alice menjadi liar karena terlalu merindukannya, dan tidak akan melewati batas yang mereka tentukan sendiri.
Namun, ternyata pikiran Pangeran itu salah. Alice dengan sangat lihai melepaskan pakaian Pangeran dan menggodanya lewat sentuhan memabukkan. Gadis itu juga melepaskan pakaiannya sendiri dan bergerak liar menggoda Pangeran.
Putra Mahkota kerajaan Warlingtoon itu membulatkan mata dan melepas paksa ciuman mereka saat menyadari gerakan Alice yang aneh lewat pantulan cermin.
“Alice, apa yang kamu lakukan?” tanya Pangeran Erland saat melihat tubuh kekasihnya hanya terbalut pakaaian daalam saja.
“Tidak apa Yang Mulia, bukankah nantinya kita akan menikah?”
“Alice!” pekik Pangeran Erland yang dengan cepat memungut pakaian Alice yang tergeletak di lantai dan memakaikannya kembali.
“Kamu pikir hubungan kita ini apa? Aku nggak akan pernah melewati batasan sebelum kita menikah!” kata Pangeran Erland yang dengan marah memakaikan kancing baju Alice beserta roknya.
“Yang Mulia, aku ingin membuktikan bahwa aku juga mencintaimu. Aku nggak akan hamil, aku janji!” balas Alice yang sudah merasa putus asa.
Dia berencana untuk menghilang selamanya dari hidup Pangeran supaya tidak menjadi penghalang. Bahkan, Alice juga berpikir untuk mengakhiri hidupnya.
“Nggak akan! Aku menghormatimu karena aku juga menjaganya untukmu. Aku janji, kamu akan menjadi orang yang pertama, tapi setelah kita menikah!” putus Sang Pangeran yang kemudian memeluk tubuh Alice setelah menyelesaikan semua kancing di baju pelayan itu.
Alice menumpahkan tangisnya dalam pelukan Pangeran. Sementara Pangeran Erland kini semakin geram dan berencana memanggil pengawal bayangan setelah memastikan Alice tidur lelap nantinya.
***
__ADS_1
Omo Omo, Pangeran Daebak, tahan godaan 😹😹