
Melihat tatapan dari orang-orang di meja makan itu, Pangeran Erland tertawa dan kembali berkata, “Bukan di kamarku, tapi di kamar Alice sendiri. Aku mengizinkannya mengambil libur hari ini supaya dia bisa beristirahat. Walaupun tiba-tiba sekali aku ingin sarapan risotto.”
Raja dan Ratu Warlingtoon saling bertatapan. Sementara kedua orang tua Ruby yang sejak tadi cemas, akhirnya bisa tersenyum lega.
“Ayo, kita lanjutkan makan!” kata Raja yang tidak ingin membahas seorang pelayan di meja makannya.
Raja sendiri sudah memastikan bahwa Alice telah pergi. Tidak mungkin kan pelayan itu muncul di sini dengan membawa risotto buatannya.
Para bangsawan itu menikmati sarapan mereka. Raja tidak tahu apa yang direncanakan Pangeran Eland sebenarnya. Sikap Pangeran yang seharusnya menimbulkan kecurigaan, nyatanya malah tidak disadari oleh Raja.
Sementara itu, Pangeran Erland terus mengawasi gerak-gerik Raja dan semua bahasa tubuhnya yang mencurigakan. Dia hanya takut kalau Raja menghabisi Alice di perjalanan ini nantinya.
Usai sarapan, Raja segera membuka obrolan mengenai tujuan mereka sarapan bersama pagi ini. “Pangeran Erland dan Putri Ruby sudah bertunangan, sekarang bagaimana kalau kita bahas soal pernikahan! Dua hari lagi adalah hari yang sangat baik untuk upacara pernikahan. Dalam kepercayaan kerajaan, hari itu adalah hari di mana cinta dan keabadian diturunkan ke bumi. Jadi, aku berharap pernikahan Pangeran akan dipenuhi cinta dan juga keabadian!”
Mendengar kata-kata pembukaan yang disampaikan oleh Raja, tangan Pangeran Erland yang tersembunyi di bawah meja pun terkepal kuat. Meski dia marah, tetapi wajahnya masih menampilkan senyum dan seakan menerima apa pun yang direncanakan oleh Raja.
Ruby melirik Pangeran Erland yan tersenyum tipis, tetapi hati kecilnya tidak yakin kalau tunangannya itu memang menerima pernikahan mereka.
__ADS_1
Sebenarnya, kalaupun Pangeran menikahinya, Ruby tidak akan keberatan jika setelah naik tahta Pnageran Erland akan menjadikan Alice sebagai selir. Hanya saja, Ruby sangat tahu kalau Pangeran Erland tidak akan melakukan hal itu, karena hanya Alice yang akan menjadi satu-satunya istri Pangeran.
“Yang Mulia, kapan saja kami akan bersedia. Walaupun dua hari terlau singkat, tetapi kami akan menyerahkan semuanya pada Baginda Raja dan kerajaan ini,” balas ayah Ruby yang sebenarnya sudah tida sabar ingin meresmikan hubungan dengan kerajaan ini.
“Kita harus tanya dulu pada kedua calon pengantin. Apa kalian keberatan dengan tanggal pernikahan ini?” Ibu Ratu berusaha bersikap bijak.
“Apa pendapatku masih didengar di kerajaan ini? Bukankah kalau Raja sudah menentukan, itu artinya keputusan sudah dibuat? Lalu, kenapa bertanya tentang pendapatku?”
Raja menatap putranya yang berani bersikap kurang sopan. Meski begitu, Raja masih menyembunyikan emosinya yang benar-benar harus terjaga.
Pangeran Erland menoleh pada Ruby dan menatap calon istrinya itu dengan bingung. Dari tatapan mata Ruby, Pangeran Erland tahu kalau sebenarnya gadis itu sedang berbohong.
“Iya, benar. Aturan di kerajaan kami harus menikah dalam keadaan suci,” jawab Ratu. Dia lalu menatap suaminya dan bertanya, “Yang Mulia, haruskah kita memilih hari yang lain?”
Para orang tua itu lalu kembali berdiskusi dengan tetua kerajaan juga untuk mencari hari baik di luar tanggal yang sebelumnya Raja tentukan. Sampai akhirnya, mereka sepakat untuk mengadakan pernikahan sepuluh hari lagi.
**
__ADS_1
**
Setelah acara sarapan itu, Pangeran akan kembali ke kamar untuk bersiap pergi ke luar istana dengan penyamaran.
“Pangeran, tunggu!” panggil Ruby yang dengan sengaja mencegah kepergian Pangeran Erland.
Kekasih Alice itu menoleh dan menatap Ruby dengan curiga. “Kenapa?”
“Apa Alice benar-benar meninggalkan istana ini?” tanya Ruby yang seketika berubah menjadi gadis baik.
Pangeran tidak mau menjawab dan hanya melirik gadis itu.
“Sebenarnya, pandanganku tentang Alice sudah berubah. Dia benar, aku harus bisa terbang bebas dengan sayapku sendiri. Menjadi istrimu, belum tentu aku akan bebas melakukan apa pun, dan belum tentu kita bahagia. Aku ingin pernikahan kita dibatalkan dan aku bisa mengejar impianku, tapi tolong bantu aku lepas dari semua ini!”
***
Kira-kira Ruby beneran baik, apa pura-pura baik gaess 😂😂
__ADS_1