
Pasangan suami istri Erland dan Alice sama-sama baru pertama kalinya merasakan kenikmatan surga dunia yang disukai banyak orang. Penyatuan yang terasa menyakitkan, tetapi Erland tidak akan mengakhiri secepat ini.
“Alice, maaf ya. Kamu harus tahan, aku tahu kamu kesakitan, tapi memang seperti ini permulaannya,” kata Erland dengan bebisik di telinga Alice.
Air mata istrinya itu membuat Erland tidak tega melakukannya, tetapi semua sudah terlanjur. Mau dilepaskan juga Alice akan tetap kesakitan.
Untuk mengurangi rasa sakit, dan menghindari trauma, Erland menciumi wajah dan leher Alice. Dia juga memainkan kedua bukit kembar sang istri supaya Alice bisa lebih relaks.
Setelah Alice mulai tenang, Erland bersiap menancapkan tongkat naga api yang tegak sempurna itu ke dalam sarangnya. Namun, ciuman di bibir keduanya semakin memanas sampai-sampai Alice tidak menyadari bahwa benda tumpul itu semakin dalam memasuki dirinya.
Alice merasakan kesakitan yang luar biasa saat tongkat itu merobek selaput tipis yang dijaganya selama ini. Dia ingin menjerit tetapi bibirnya ditahan sang suami, dan akhirnya malah Erland yang kena gigit dan punggungnya juga terkena cengkeraman kuat tangan Alice.
Rasa sakit yang luar biasa itu membuat Alice menahan tangis, tetapi di sisi lain dia juga bahagia karena berhasil menghadiahkan sesuatu yang paling berharga dalam hidupnya untuk suaminya.
Malam itu, Erland dan Alice menyatu dalam kenikmatan yang luar biasa. Walaupun mula-mulanya sakit, tetapi pada akhirnya Alice bisa merasakan kenikmatan.
**
**
__ADS_1
Pagi-pagi, Erland terbangun karena tangannya terasa pegal menjadi bantal untuk Alice semalaman. Dia sedikit mengubah posisi dengan tenang dan membiarkan Alice tetap tidur nyenyak.
Laki-laki itu memandangi Alice dan berkata, “Aku tidak menyangka kalau kita bisa menikah Alice. Setelah ini, pasti akan banyak hal buruk yang mengintai kita, tapi pastikan kalau genggaman tanganmu tidak pernah lepas, Alice.”
Setelah mengatakan itu, Erland mengecup puncak kepala Alice dan memeluknya. Dia menggosok tangan Alice beberapa kali dan akhirnya membuat wanita itu terbangun.
“Pangeran!” ucap Alice dengan lirih.
Erland mencium pipi Alice dan berkata, “Sudah kubilang, aku sekarang bukan lagi seorang pangeran. Aku suamimu, Alice!”
Alice hanya tersenyum dan memeluk Erland sebelum suaminya itu marah. Namun, sayangnya Erland sudah keburu marah dan berniat mengarungi lagi samudra kenikmatan bersama Alice sebagai hukuman.
**
**
Erland mendapat kunjungan dari utusan Raja yang memintanya kembali ke istana. Namun, suami Alice itu dengan tegas menolak dan mengatakan kalau dia tidak akan pernah kembali.
“Sampaikan saja pada Ayah, kalau aku akan tinggal di sini bersama istriku. Aku tidak akan kembali ke istana karena aku bukan lagi Pangeran dari Warlingtoon.”
__ADS_1
Penolakan Erland secara tegas, membuat utusan raja itu pulang dengan tangan kosong. Mereka tidak mungkin menyerang Pangeran dan memaksanya pulang karena tempat tinggal Erland saat ini adalah cagar budaya yang tidak boleh digunakan untuk kekerasan dan peperangan.
Akhirnya, dengan tanpa perlawanan, utusan Raja itu pulang ke istana Warlingtoon. Mereka menyampaikan balasan dari Pangeran Erland yang menolak untuk kembali.
“Jadi, Pangeran sengaja memilih tempat itu untuk tinggal supaya kita tidak bisa menyerang mereka!” guman Raja yang kini semakin merasa kehilangan putranya karena seorang pelayan.
“Baginda, kalau mereka sudah menikah dan Pangeran sudah mundur dari putra mahkota, seharusnya kita biarkan saja mereka. Bukankah masih ada Pangeran Edward yang bisa menjadi putra mahkota?” tanya Ratu, ibunda Pangeran Edward.
Secara administratif memang Pangeran Erland sudah tidak menjadi bagian dari istana, tetapi Raja lebih mengandalkan Pangeran Erland untuk memimpin kerajaan setelahnya.
Menurut Raja, Pangeran Edward masih terlalu muda dan paman-paman Ratu juga bisa mempengaruhinya. Sementara Raja sudah mendapat firasat buruk tentang kematiannya.
“Pangeran Erland masih menjadi Putra Mahkota. Artinya, wanita itu juga sudah menjadi bagian dari kerajaan karena aku belum menandatangani pengunduran diri Pangeran Erland.”
Pernyataan Raja tentu membuat semua orang di ruang rapat itu saling berpandangan. Mana mungkin pangeran yang sudah meninggalkan istana dan melanggar aturan kerajaan, masih disebut seorang pangeran yang menjadi penerus kerajaan?
***
Kalian nggak kangen aku gaess? 😹😹
__ADS_1