BIRU

BIRU
Terjebak di dunia mu


__ADS_3

Pagi ini Biru masih terlihat canggung jika berdekatan atau kebetulan berpapasan dengan Ghea, beberapa kali pria itu menghindari bila bertatapan mata secara langsung dengan Ghea yang merasa lempeng saja seperti tak merasa apapun juga.


"Hey, apa kau sedang menghindari ku?" tuduh Ghea menebak-nebak, karena cara Biru menghindar darinya itu sangatlah kentara dengan jelas.


"Ke-kenapa harus menghindar? perasaan aku biasa saja," elak Biru tak mau mengakuinya, wajahnya juga lagi-lagi melengos menghindari tatapan mata dengan GHea yang terus saja menetapnya penuh selidik.


"Aku sudah memikirkannya semalaman, aku akan menuruti anjuran mu untuk mencari kebenaran dan menyibak tabir gelap yang menaungi hidup ku ini, kau punya recana apa?" ucapnya terdengar konyol.


"Aku tak punya rencana apapun, yang jelas kau masih harus menyembunyikan identitas diri mu, pagi ini aku akan bertemu Haris di markas, kau tunggu di sini, kunci semua pintu, dan segera hubungi aku jika ada apa-apa!" Biru menmberikan sebuah ponsel yang mirip seperti miliknya ke hadapan Ghea.


"Wah, punya siapa nih, apa ini buat ku?" mata Ghea langsung berbinar, beberapa hari tak berselancar di dunia maya rasanya hidup gadis itu hampa sekali.


"Hanya untuk menghubungi ku, tidak untuk menghubungi yang lain, ingat kau akan kehilangan kesempatan untuk tau tentang semua kebenaran, jika kau bertindak ceroboh." Biru mengingatkan kembali Ghea yang bisa saja menggunakan ponsel itu untuk menghubungi orang-orang yang bisa saja membahayakan nyawanya.


"Ish, iya bawel, aku hanya rindu bermain sosial media, rasanya aku menjadi orang udik karena tak tau kabar apa yang saat ini sedang hits di lambe-lambean," ocehnya, kini mata dan tangannya mulai sibuk dengan benda pipih di tangannya.


"Dan satu lagi, itu tidak gratis, kau harus membayarnya jika kau sudah menyelesaikan semua masalah mu."


"Haish, ponsel ku yang kau hilangkan saja harganya sepuluh kali lipat dari harga ponsel ini, untung saja aku tak minta ganti rugi," sungut Ghea.

__ADS_1


"Masih ada biaya makan, tidur, dan lain-lain, semua akan di perhitungkan!" seloroh Biru, dia senang sekali saat melihat ekspresi ngambek Ghea yang di nilainya cukup imut-imut itu.


Mata Ghea terbelalak ,mendengar penuturan Biru yang tentu saja semua itu hanya candaannya saja itu.


"Kau memeras orang yang sedang kesusahan seperti ku, hati-hati kuwalat, entar di kutuk jatuh cinta pada ku!" balas Ghea dengan gaya bercandaan nya jua.


"Tak ada yang gratis di dunia ini, jika kau tak mampu membayar semua tagihn ku, kau harus memikirkan cara lain untukmembayar ku!" kat Biru lagi seraya menyambar kunci mobilnya, Haris menghubunginya tadi pagi-pagi sekali, katanya ada suatu hal yang perlu di bicarakan, dan sepertinya Haris juga hendak memberinya misi yang baru lagi.


Sebenarnya agak berat bagi Biru meninggalkan Ghea sendirian di rumahnya, namun dia juga tak bisa membawanya untuk ikut serta pergi bersamanya, apalagi tempat yang dia tuju pagi ini adalah markasnya, sama saja dia menyerahkan dua nyawa sekali gus pada Haris, nyawa Ghea dab juga nyawa dirinya tentu saja untuk Haris habisi.


Kehadiran Ghea dalam kehidupannya sat ini telah memberikan warna lain dalam hidupnya, meski perasaan itu hanya dirasakan olehnya saja, dan Ghea sepertinya tak menaruh perasaan apapun pada dirinya, namun itu tak menjadi soal bagi Biru, jauh dari bayangan dan angan-angan nya jika dirinya bisa berdekatan dengan Ghea sang pujaan hati seperti sekarang ini, sehingga dia tak mengharapkan sesuatu yang lebih lagi jika itu dia tau sangat tak mungkin, biarlah rasa ini akan menjadi rahasia dirinya dan hatinya saja, yang jelas Biru bahagia saat ini.


Benar saja, saat dirinya baru sampai ke markas, Yola langsung menyambut kedatangannya seolah dirinya itu pahlawan yang baru saja kembali dari medan perang.


"Apa sih, gak usah aneh-aneh deh!" Biru mengabaikan Yola yang merentangkan kedua tangannya ingin memeluk dirinya.


Wanita itu memang selalu saja berusaha mengambil hati Biru meski dia tahu kalau Biru tak pernah menaruh hati bahkan tak pernah menatap dirinya selain sebagai partner kerja saja, dia bisa berakting menjadi siapapun bagi Yola saat dalam menjalankan misi, namun di luar itu, jelas kembali ke setelan pabrik, dingin dan menutup diri.


"Ada misi kecil malam ini, menebar teror lawan politik dari Baron Prayuha," ucap Haris to the point.

__ADS_1


Deg,


Saat nama Baron Prayudha yang merupakan kakak laki-laki dari Ghea itu di sebut, entah mengapa ada rasa tak nyaman dalam dirinya, terlebih dirinya pun jadi teringat dengan Ghea yang dia tinggalkan di rumah, padahal misi yang di berikan Haris untuk malam ini.


"Baron Prayudha--- walikota itu?" tanyanya memastikan, meskipun jawabannya sudah bisa dia tebak, tak ada sosok lain bernama Baron Prayudha, terlebih kemarin dia melihat dengan mata kepalanya sendiri kalau Haris terlihat sangat akrab dengan Baron.


"Ya, dia sangat puas dengan kinerja kita kemarin, terlebih kinerja mu yang berhasil menghabisi target kita kemarin, kini kita mendapat kontrak kerja yang lumayan banyak darinya dengan bayaran yang lumayan besar, kita kan bergerilya membantu kemenangan nya dalam pencalonananya ini." terang Haris menjelaskan dengan penuh semangat, matanya berkilatan jika itu membicarakan tentang uang.


"Kenapa kita jadi bermain di arena politik seperti ini?" tanya Biru agak ogah-ogahan.


"Kita hanya bermain dengan orang-orang yang berani membayar jasa kita dengan nominal tinggi tak peduli kita harus bermain di arena pilotik atau arena balap sekalipun, karena kita bekerja untuk uang!" terang Haris lagi.


"Siapa target kita?" tanya Biru tak ingin berdebat terlalu panjang dengan pemimpin team nya itu.


"Ini orangnya, cukup membuatnya celaka saja, tak perlu di habisi!" Haris menunjukkan sebuah foto yang sontak saja membuat Biru memaki dalam batinnya.


"Ah shiiiit, mengapa dia?" kesal Biru karena foto yang Haris tunjuukkan padanya adalah foto Angga, kekasih dari Ghea.


Akh,,, mengapa semuanya seolah menjadi semakin rumit untuk Biru, ini gila dan kini dia benar-benar harus terlibat dalam seluk beluk Baron selama masa pencalonan.

__ADS_1


Mungkin ini akan menjadi peluang baginya mengungkap permasalahan hidup Ghea, namun ini juga akan sangat membahayakan karena kehidupannya pasti akan sangat dekat dengan orang-orang di sekitar Ghea dulunya, dan resiko untuk terungkapnya keberadaan Ghea yang ternyata masih hidup dan berada di rumahnya bisa terbongkar kapan saja.


Namun Biru juga tidak bisa begitu saja menolak menjalankan misi yang di berikan Haris, justru jika dirinya menolak, akan menjadi sebuah pertanyaan besar bagi kedua rekan teamnya itu.


__ADS_2