
Tiba-tiba harus berada dalam lingkaran setan kehidupan seorang Baron Prayudha mungkin bagai mimpi buruk bagi Biru, sama sekali tak pernah terbayangkan olehnya kini dia harus bersinggungan secara langsung dengan Baron, seorang pejabat yang dikenal merakyat, bijaksana dan alim itu, Birupun harus masuk ke dunia sisi gelap Baron.
Tepat tiga hari yang lalu, Baron meminta secara langsung pada Haris agar Biru dan Yola bekerja menjadi bodyguard bayangannya, Baron sangat terkesan dan puas dengan kinerja tim Haris, sehingga dia menyewa mereka selama pencalonan dirinya, sebenarnya Biru sempat menolak, karena di awal Haris mengatakan kalau mereka hanya akan bekerja saat hanya ada misi saja, namun pada akhirnya godaan rupiah yang cukup besar membuat Haris membuat kesepakatan kerja sama tanpa membicarakannya dahulu dengan Biru dan Yola.
"Maksudnya gimana nih, kita kayak orang ngantor gitu, tiap hari ngintilin si bapak pejabat?" tanya Yola yang juga kesal dengan keputusan sepihak Haris itu,
Sementara Biru, meskipun hanya diam saja sedari tadi, tapi dari raut wajahnya menampakan rasa ketidak sukaan dan ketidak setujuannya sama seperti halnya Yola, hanya saja Yola lebih frontal dan vokal dalam menyampaikan protesnya, sedangkan Biru hanya diam namun wajahnya tak bisa berbohong kalau saat ini sebetulnya dia sedang sangat marah.
__ADS_1
Mereka tak terbiasa bekerja yang berpatok pada jam selayaknya orang kantoran, lagi pula menjadi bodyguard sepertinya akan melelahkan dan menyita waktu yang banyak, meskipun memang jujur saja uang yang di terima mereka juga sepuluh kali lipat bahkan lebih dari pekerjaan misi yang mereka lakukan selama ini.
"Ya kalian tidak harus se resmi itu, judulnya kan kalian hanya jadi bodyguard bayangan, jadi sebisa mungkin jangan sampai ada yang tau dan curiga kalau kalian menjaga tuan Baron, kalian menyamar seperti biasanya, mengawasi dari kejauhan, namun waspada." terang Haris menjelaskan apa saja yang harus di kerjakan oleh Yola dan Biru.
"Bukannya kemana-mana dia di kawal oleh beberapa orang pengawal?" seloroh Biru tiba-tiba menimpali ucapan Haris.
"Cih, orang jahat seperti pak pejabat yang terhormat ternyata punya rasa takut juga, rupanya." cibir Biru dengan seringai mengejeknya.
__ADS_1
"Sudahlah, kita hanya bekerja, tak perlu ikut campur dengan masalah pribadinya," tepis Haris, bagaimana pun perjanjiian kerjasama sudah disepakati, pembayaran pun sudah di berikan di muka, rasanya tak ada alasan bagi mereka untuk berkelit atau mundur dari misi panjang ini.
Hari pertama menjadi pengawal bayangan Baron, di manfaatkan Biru untuk mempelajari siapa sosok Baron yang sebenarnya, bagaimana karakternya dan dengan siapa saja dia bekerja sama atau bahkan berkomplot dalam melakukan kejahatan terstrukturnya.
Hal ini juga akan memberikan banyak informasi mengenai alasan mengapa dia ingin membunuh Ghea, yang merupakan adiknya sendiri itu, pasti ada hal besar yang melatar belakangi semua itu, karena sepertinya sangat tidak masuk akal jika tiba-tiba dirinya melakukan hal sekeji itu pada orang terdekatnya lantas mengumumkan pada semua orang kalau adik perempuannya sedang melanjutkan studynya ke luar negeri, entah skenario apa yang sedang di jalankan oleh Baron saat ini, namun Biru yakin kalau dia pasti akan bisa membongkar semua itu.
Beruntungnya saat Biru menceritakan tentang pekerjaan barunya menjadi pengawal bayangan Baron pada Ghea, saat itu Ghea sepertinya terlihat aantusias dan sangat mendukung Biru, baginya semakin Biru bisa mendekat dan bahkan masuk ke lingkungan Baron, maka akan semakin cepat juga semua tabir misteri ini terungkap, Ghea benar-benar di buat penasaran sampai rasanya ingin langsung menemui kakak laki-lakinya itu saja secara langsung, jika saja dia tak ingat kalau hal itu juga akan membahayakan Biru, bukan hanya membahayakan dirinya sendiri.
__ADS_1