BIRU

BIRU
Tuhan bersama orang baik


__ADS_3

Ghea termenung dan sedikit syok saat mengintip akun sosial media salah satu temannya, dimana dia sedang menengok Angga di salah satu rumah sakit terbesar di Bandung, Angga yang biasanya gagah dan ceria saat bersamanya itu kini tampak terbaring lemah di ranjang rumah sakit, berdasarkan keterangan yang di tulis dari caption yang di tulis temannya itu, Angga mengalami kecelakaan tunggal.


Ada rasa iba, rasa sedih dan sedikit rindu, pada kekasihnya itu, namun di lain sisi, hatinya pun merasa sulit untuk percaya lagi pada kekasihnya itu setelah beberapa waktu lalu dia mendapati kenyataan Angga ternyata anak kandung Anggoro yang menginginkan kematiannya, bukankah tidak menutup kemungkinan jika Angga pun mengetahui dalam upaya pembunuhan dirinya itu, mengingat di depan dirinya Angga seolah berpura-pura tak mengenal Anggoro.


"Ah, sudahlah,, anggap saja itu karma dari perbuatan jahat dirinya dan juga ayah kandungnya yang mencoba berbuat jahat pada ku," gumam Ghea tak ingin terlarut dalam perasaannya yang justru akan membuatnya menjadi lemah dan bodoh.


"Ghea, kau harus lihat ini!" kata Biru saat dirinya baru saja pulang dan bergegas menghampiri Ghea menunjukkan gambar yang di tangkap oleh ponselnya.


"Ish, pulang bukannya ucapin salam, malah teriak-teriak gak jelas, bikin kaget aja sih!" protes Ghea.


"Tapi ini penting, kau harus tau." ucapnya menyodorkan ponselnya.

__ADS_1


"Apa ini, ini kan hanya gambar yayasan milik ayah ku," mata Ghea melihat dengan seksama, tak ada yang aneh dengan gambar yang di perlihatkan Biru padanya.


"Ish, apa kau buta, lihat tulisan yang menempel di sisisebelah kiri bangunan!" kesal Biru.


Saat mata Ghea terarah pada ojek yang di tunjukan Biru, dirinya baru tersadar memang ada yang aneh, ada tulisan 'DI JUAL' tertempel di sana, tertera juga nama dirinya dan nomor telepon yang bisa di hubungi dan tentu saja itu bukan nomor telepon milik Ghea, dia bahkan tak ingat dimana hilangnya ponsel milik dirinya saat kejadian di klub itu.


"Ya Tuhan, siapa yang hendak menjual yayasan milik almarhum ayah? Padahal ayah sudah mewanti-wanti apapun yang terjadi jangan sampai yayasan itu di jual.


"Tentu saja kakak laki-laki mu, apa ada ahli waris lain yang bisa menjual yayasan itu selain kamu dan Baron." ucap Biru.


Bagaimana bisa kakaknya tega menyingkirkan dirinya hanya karena ingin menjual yayasan yang bahkan sedari awal Ghea tak mau menerimanya, namun ayahnya keukeuh hanya ingin Ghea yang memegangnya, padahal Ghea sudah menawarkan agar kakaknya saja yang mengurus, tapi bahkan saat itu Baron menolaknya degan tegas, dia berdalih kalau yayasan itu adalah harta terbesar yang dimiliki oleh keluarganya dan menganjurkan Ghea untuk menjaganya, namun ternyata pada kenyataannya Baron jugalah yang berniat menjual yayasan itu setelah menyingkirkan Ghea dengan cara yang licik dan kejam terlebih dahulu.

__ADS_1


"Ya mungkin karena yayasan itu bisa menghasilkan uang banyak, sementara kau jika di jual tak bisa menghasilkan uang sebanyak menjual yayasan," seloroh Biru seenaknya.


"Ah sialan kau, apa kau ingin mengatakan kalau aku tak laku?" Ghea yang tadinya hampir saja melow dan menangis karena merasa sangat bersedih harus mengurungkan niat bersedihnya karena harus melotot dan memarahi Biru yang mulutnya tak pernah bisa di kondisikan itu.


"Ya gak gitu banget sih, cuma ya mungkin seperti itu, aku kan, hanya menebak-nebak saja!" cicit Biru.


"Ada apa sebenarnya ini, sebelumnya Anggoro memaksa-maksa aku untuk menjual yayasan padanya, sampai melakukan segala cara demi mendapatkan surat kuasa pelimpahan yayasan itu, lantas kakaknya juga berusaha berniat menjual yayasan sampai rela berbuat keji padanya.


Ghea pikir persaudaraan akan lebih kuat di banding apapun juga, namun ternyata, persaudaraan akan luntur jika sudah berurusan dengan uang dan keserakahan, tapi ada apa dengan yayasan itu, membuat dia sangat penasaran.


"Sepertinya mulai besok aku harus ikut turun untuk menyelidikinya sendiri, aku tak bisa berdiam diri terus seperti ini." ucapnya.

__ADS_1


"Tapi itu akan sangat berbahaya,"


"Tenang saja, serahkan semuanya pada ku, kau tau, Tuhan selalu beserta orang baik, aku percaya itu." ucapnya yakin


__ADS_2