BIRU

BIRU
Gadis Culun


__ADS_3

Ghea terperangah kaget saat Biru memberikannya sebuah kotak, yang ketika di buka berisi topeng latex premium.


"A-apa ini?" tanya Ghea terbata, dia bukannya tak tau kalau itu sebuah topeng, hanya saja mengapa tiba-tiba Biru memberinya benda itu.


"Bukankah kau ingin menyamar? Itu bahan terbaik, jadi tak akan terasa panas meski di pakai seharian, atau dalam jangka waktu panjang sekali pun." terang Biru sudah mirip seperti sales topeng yang menawarkan produknya pada konsumen.


"Tapi kenapa jadi wanita culun begini?" proes Ghea, menelaah dirinya sendiri di cermin saat dia baru saja mencoba mengenakan topeng itu.


Tampilan gadis berjerawat dengan hidung pesek dan rambut sebahu, di tambah aksesori kacamata tebal membuat dirinya sungguh seperti gadis culun, dia bahkan malu melihat penampilanya sendiri.


"Kau memangkas habis rambut mu seperti itu apa berniat menyamar menjadi seorang pria? Tubuhmu tidak mendukung untuk mengelabui orang bahwa kau benar-benar seorang pria!" cibir Biru.

__ADS_1


Ghea terdiam, karena apa yang di katakan Biru barusan banyak benarnya, dirinya terlalu grasa-grusu jika menginginkan sesuatu tanpa berdiskusi terlebih dahulu dengan orang lain, dalam hal ini dengan Biru, dan melakukannya tanpa persiapan yang matang. Itulah Ghea.


"Alaaah cuma masalah rambut entar juga numbuh lagi, repot mat!" keles Ghea, tak ingin mengakui kalau dirinya memang beralah dan terlalu terburu-buru.


Biru hanya tersenyum miris, andai saja Ghea tahu kalau rambut panjang ghea yang berwarna coklat itu adalah yang paling dia sukai selain matanya, karena rambut dan matanya terlihat sangat serasi sama-sama berwarna coklat gelap, namun berkilau tajam.


"Aku sudah menemui salah satu staf yayasan, dan dia mengatakan kalau yayasan sedang butuh tenaga lepas untuk bersih-bersih, sampai yayasan itu laku terjual." terang Biru.


"Ya aku bilang kalau aku ada orang untuk bersih-bersih di yayasan." jawab Biru santai.


"Apa itu aku? Itu berarti aku di suruh berdandan seperti ini agar aku mejadi buruh lepas di yayasan milik orang tua ku, dan pekerjaan ku cleaning service di sana? Hey ayolah,,, aku pewarisnya dan menjabat sebagai ketua dewan direksi disana," ujar Ghea dengan angkuhnya.

__ADS_1


"Itu sebelum ada berita pengalihan kepemilikan ke tangan kakak mu, dan sebelum kakak ku menyewa kami untuk menyingkirkan mu dari dunia ini lantas menceritakan pada semua orang kalau kau pindah dan akan menetap di luar negeri karena menikah dengan pria asing sambil melanjutrkan sekolah, setidaknya itu yang aku dengar dari cerita orang-orang." urai Biru menceritakan gosip yang beredar di yayasan saatv dirinya menemui mantan gurunya yang masih mengajar di sana untuk mencari info lowongan pekerjaan untuk Ghea, dan untungnya ternyata mereka sedang membutuhkan pekerja lepas untuk posisi cleaning service.


"Hmmm, aku tak menyangka kalau kak Baron bisa se tega itu pada ku!" ratap Ghea lirih.


"Buat apa terus di sesali, toh hasilnya sma saja seperti itu, kakak mu intinya jahat, lantas kau akan terus saja stuck di sana-sana terus ? Bangun woy,,,katanya mau bongkar semua masalah yang terjadi pada mu, kalo cuma ngomong doang gak ada aksi, jadi tukang dongeng saja!" sinis Biru.


Sebenarnya Biru tak ingin mengatakan hal-hal sejahat dan sekejam itu pada Ghea, namun sepertinya Ghea adalah tipe orang yang harus selalu 'di pecut' untuk mengingatkan tujuannya dan untuk membuatnya mau bergerak, karena kalau tidak, semua itu hanya berupa semangat tanpa aksi yang berarti.


Biru tau dan sangat paham, latar belakang Ghea yang sudah serba mudah dengan limpahan materi dan kasih sayang tidak akan sekuat dirinya yang terbiasa perih semenjak bayi, sehingga saat menghadapi masalah dirinya sudah seakan kebal karena sedari orok hidupnya sudah penuh masalah, beda dengan Ghea yang akan lebih terpukul dan down saat mendapati masalah dalam hidup, karena hidupnya terbiasa serba mudah, namun apesnya sekalinya kena masalah, yang di haadapi Ghea bukan masalah yang sederhana, jadi sedikit banyak Biru dapat memahami bagaimana hancur dan terpuruknya Ghea sekarang ini.


Namun membiarkan gadis itu berlama-lama asik dengan keterpurukannya juga bukan solusi yang tepat, dia perlu membuatnya bangkit dan berdiri tegak lagi meski mungkin harus menggunakan cara-cara yang ekstrim, terkesan kejam dan sedikit kasar, namun percayalah itu semua Biru lakukan dengan penuh cinta dan demi kebaikan Ghea.

__ADS_1


__ADS_2