
"Astagfirullah halazimmmm" terdenger teriakan seorang wanita parubaya dari depan pintu kamar 3gadis.
"Astagfirullah abiiii.." abi sini biii.." teriaknya sekali lagi.
"Ada apasi umi? Pagi-pagi uda teriak2 malu kalau sampai ada santri atau santriwati yg dengar..."
"Gimana ngga teriak-teriak abi' lihat ketiga anak gadismu jam segini masi tidur.." kelu umi eri sambil menunjuk ketiga gadis yg masi setia dengan mimpi inda mereka.
"Astagfirullah.." suda biar abi yg bangunkan.." kata abi ramzi kemudian menghampiri ketiga gadis yg masi tertidur itu.
"Lestiani ashifa"
"Putri aisya"
"NurRara arrafa"
"Astagfirullah bangunn" pangil abi ramzi dengan menyebut satu persatu nama mereka.
"Hoammm.." pa'le.." sahut lesti.
"Astagfirullah.."abi.." maaf abi ketiduran.." ucap rara dan putri bersamaan.
"Berapa kali abi bilang' setela shalat subu jangan tidur lagi.." udah sana bersikan diri kalian abi tunggu dimeja makan, ada yg mau abi bicarakan dengan kalian.." kata abi ramzi sebelum berlalu dari kamar ketiga gadis itu.
"Setela selesai membersikan diri mereka, lesti putri dan rara langsung menyusul abi ramzi.
"Uda selesai mandinya..?
"Uda abi.." jawab putri.
__ADS_1
"Lesti, putri, rara" abi mau bicara penting sama kalian. Kalian taukan pasantren yg ada dikampung sebela? Tanya abi ramzi memulai pembicaraan.
"Maksud abi' pasantren an'nur..? Tanya putri.
"Betul sekali.."
"Emang ada apa dengan pasantren mereka abii..? Kali ini giliran rara yg bertanya.
"Ekhemm" dengan menarik nafas dalam2 abi ramzi mulai menatap ketiga putrinya itu dengan serius.
"Pa'le..' jangan gitu natapnya' lesti takut.." kata lesti yg merasa takut dengan tatapan pamannya itu. Memang diantara mereka bertiga cuman lesti yg mampu membanta perinta atau larangan yg diberikan ole abi ramzi yg tidak lain adala kiyai pemilik pasantren raudatul anha.
"Kamu ini les.." memang bisa mencairkan suasana tegang.." jawab abi ramzi dengan senyum dibibirnya.
Kedua gadis yg tadinya menegangpun akhirnya ikut-ikutan tersenyum.
"Jadi gini' kiyai irfan yg tidak lain pemilik pasantren an'nur, mereka ingin menjalin silaturahmi dengan pasantren kita. dan agar silatuhrami itu bisa terlaksana' putra dari kiyai irfan ingin mentaarufi sala satu dari kalian.." kata abi ramzi dengan hati2 sambil menatap ketiga anak gadisnya itu.
"Tapi Bukan lestikan pa'le..? Tanya lesti.
"Abi Bukan rara jugankan..? Tanya rara ikut-ikutan.
"Yaa..kalian bole senang, karna putra dari kiyai irfan itu memili putri.." jawab abi ramzi sanbil tersenyum keara putri. Ada prasaan kaget dan rasa kesal dihatinya ketika namanya disebut namun prasaan itu dibuangnya jau2.
Lesti dan rara yg mendengar nama putri disebut' Dua gadis itu langsung menggenggam erat tangan putri untuk menguatkannya namun diluar dugaan lesti dan rara. Putri mala mengangkat kepalanya sambil tersenyum keara abi ramzi dan berkata,
"Iya abi.." putri mau.." jawab putri sambil menganggukan kepalanya.
"Alhamdulilillah..." mendengar jawaban dari putri abi ramzi langsung mengucapkan syukur.
__ADS_1
Lain hal dengan lesti dan rara mereka mala nenatap putri dengan tatapan yg sulit diartikan.
"Yauda pa'le.." kami kemushola duluya..' soalnya hari ini tugas kami bertiga untuk membersikan musolla.." pamit lesti sambil menarik tangan putri dan rara.
"Kamu serius put' mau taaruf sama anak pemilik pasantren an'nur..? Tanya lesti saat mereka suda berada diluar ruma menuju musolla.
"Iyani..' kk seriuss.." tanya rara lagi.
"Ya.. aku serius.." aku akan lakukan apapun kalau memang itu bisa buat abi bahagia.." karna abi dan umi itu adala surgaku.." jawab putri dengan enteng.
"Mereka juga surgaku put..? Mereka itu uda kaya orang tua kandungku, mereka orang yg merawatku dengan kasi sayang setela aku kehilangan kedua orang tuaku.." kata lesti dengan tatapan sendu. Mendengar itu putri labgsung menggenggam erat tangan lesti sambil tersenyum padanya.
"Abi dan umi juga surgaku, tapi kalau soal masa depan' aku harus mikir-mikir dulu, karna yg akan ngejalaninkan kita, bukan abi sama umi.." kata rara yg tak terima dengan keputusan putri.
"Emang apa yg mau kamu fikirin sira..? Toh pada akhirnya kita akah menika dengan cara ditaarufin juga.." lagiankan orang tua kita juga menika dengan cara itu. dan mereka bahagia-bahagia ajatu.." kata putri dengan keyakinan penu.
"Maaf-maaf aja niput.." aku mau nanyani, kalau seandainya kamu bertemu dengan seorang pemuda terus kamu jatu cinta pada pemuda itu, apa yg akan kamu lakukan..? Tanya lesti dengan tampang seriusnya.
"Haahahaha.." kamu uda kaya abi de les' so serius kamu.." tawa putri peca saat mendengar pertanyaan yg dilontarkan lesti padanya.
"Lagian aku mana percaya sama kisa kaya gituan.." kamusi kebanyakan baca novel.." ati-ati lohkamu kalau sampai ketahuan abi sama umi bisa habis kamu, disinikan santri sama santriwati dilarang baca kaya gituan.." kata putri masi dengan kekehannya.
"Iyani k lesti.." emang dijaman ini masi adaya pangeran berkuda yg tiba2 datang.." kata rara yg ikut-ikytan meledek lesti.
"Humm kamu ngapain ikut-ikutan ngeledek' kamu pikir aku ngga tau siapa pangeran berkuda kamu.." kamu sukakan sama irwan..? Santri keturunan arab yg belajar disini, santri yg paling pintar hafalan qur'annya, santri yg kalau cerama bisa bikin rara ngga berkedip. Padahal aku yakintu kamu ngga lagi dengarin ceramanya tapi kamu mala mandang waja gantengnya.." ledek lesti yg mampu membuat rara membisu tak bisa berkata apa2
Sedangkan putri dan lesti mala tertawa puas melihat xpresi lucu yg ditunjukan rara.
"Udaah jangan ngambek ayo jalan.." ngga nyampe-nyampeni kita kalau kalian terus-terusan bercanda.." kata putri sambil menarik tangan lesti dan rara.
__ADS_1
Disepanjang perjalanan mereka kemusollah. meraka tak henti2 mendengar pujian dari santri san santriwati yg berpapasan dengan mereka. mereka bertiga itu sering disebut bunga desa gara2 waja cantik yg mereka miliki. apalagi mereka berjalan sambil memamerkan senyum inda mereka. Senyum yg bisa membuat siapa saja yg melihatnya bisa langsung jatu cinta.
Bersambungggg......