Bisikan Cinta Dalam Do'A

Bisikan Cinta Dalam Do'A
part 24


__ADS_3

Bisikan๐Ÿ’–Cinta๐Ÿ’–


Dalam Doa


Part 24


Lesti bisa bernafas lega dan bisa melupakan kesedihannya sesaat, karna putri datang menjemputnya dan nengajaknya makan siang bersama.


Ditambah lagi ridwan juga ikut bersama mereka, jadi lesti bisa sedikit merasa seperti berada dipasantren walau cuman ada putri dan ridwan didekatnya.


Tapi, lesti dibuat bingung dengan tingkah putri, karna suda hampir sejam mereka berada direstoran tapi belum satu menupun yg mereka pesan.


"Put.." kita lagi nunggu orang yaa..? Soalnya dari tadi belum ada yg dipesan..? Tanya lesti pada putri.


"Iyani...' lagi nunggu mas rido.." kalian tunggu disini duluya" aku mau nelfon mas rido bentar.." jawab putri sambil meninggalkan lesti dan ridwan.


Sedangkan lesti masi terlihat bingung, Dikiranya mereka hanya akan makan bertiga. Lestipun menatap ridwan dengan tatapan bertanya namun ridwan hanya membalasnya dengan menaikan kedua pundaknya pertanda kalau dia juga tak tau apa2.


"Halo mas..." kamu dimana? Ini aku sama lesti uda dari tadiloh nyampenya.." tanya putri pada rido lewat sambungan telfon.


"Iya..ini mas uda mau otw ko.." tunggu bentarya aku ngajak riski dulu.." jawab rido dari seberang sana.


"Yauda..asalamualaikum.."


"Waalsikum salam.." jawab rido sebelum dia mengahiri panggilan telfonnya.


"Mba.." mba baik2 ajakan..? Soalnya itu..' muka mba pucat bangat.." tanya ridwan mulai memeca keheningan. Karna sejak kepergian putri tadi lesti tak bersuara sedikitpun.


"Oh.." nggako...ngga apa2.." jawab lesti denga gugup.


"Mba yakin..? Tanya ridwan lagi yg merasa tak puas dengan jawaban lesti.


"Emm.. ridwan" gimana kerjaan kamu disini..? Kamu beta ngga..? Tanya lesti mulai mengalikan topik pembicaraan agar ridwan tak semakin curiga padanya.


"Hmmm.." dengan menarik nafas panjang ridwanpun menjawab pertanyaan lesti.


"Ya gitula mba.."enakan dipasantren..' kalau disinima.., imanku diuji terus mba.." jawab ridwan dengan waja yg lesu.


"Maksudnya..? Tanya lesti tak mengerti.


"Masa mba ngga tausi.., itu coba mba tengok disekitar kita, perempuan2 disinitu berlalu lalang menggunakan rok mini dan celana pendek. imanku tergoda mbaaaa..." kata ridwan dengan expersi anehnya membuat lesti tertawa lepas.


"Ahahaha๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ ridwan aku kira apa tadi..! Ternyata ituto..๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚.." kata lesti dengan senyum yg masi terukir dibibirnya.


Sedangksn dari jau putri merasa senang melihat saudaranya itu bisa tertawa puas seperti itu lagi.


"Ehemmm..." lagi bahas apaansi..? Ketawanya gitu amat.." nanti orang2 disini ngiranya kalian suami istriloo..." ledek putri pada ridwan dan lesti.


"Wala mba.." yaa ngga mungkinlaa.." orang aku sama dokter riski itu jau bangat bedanya, ibarat kata orangtuya.. bagaikan langit dan bumi.." jawab ridwan.


putri dibuat tersenyum dengan jawaban ridwan.


Beda dengan lesti, lesti hanya menanggapinya biasa aja.


***********


Dilain tempat, tepatnya diruma sakit tempat rido dan riski bekerja.


Rido terlihat berjalan terburu-buru menuju ruangan riski.


Namun saat tiba diruangan riski, rido dibuat terkejut dengan keberadaan seseorang yg dikenalnya.


"Liaaa...? Ngapain kamu disini..? Tanya rido pada lia.

__ADS_1


"Aku yg suru dia kesini.." jawab riski tampa dosa.


"Astaga ki..." ikut gue bentar.." kata rido sambil menarik tangan riski agar sedikit menjau dari lia.


"Apasi do..? Tanya riski


"Lo gimanasi..! Hari initu kita mau makan siang bersama! kan gue uda bilang kemarin..' jangan bilang kalau lo lupa.." kesal rido pada riski tampa mereka sadari dari tadi lia menguping pembicaraan mereka.


"Kalau gitu kita makan bareng aja' kebetulan aku sama riski juga mau keluar buat makan siang' iyakan ki..? Kata lia sambil bergelayut manja pada riski membuat emosi rido naik.


"Ide bagustuuu..." ayooo..." usulan lia disetujui ole riski tapi rido masi saja mematung ditempatnya.


"Woeeee...do.." ayooo.."teriak riski yg suda agak jau dari rido.


"Hmm.. benar2 cari perkara ni orang.." guman rido dengan kesal sambil mengikuti langkah riski dan lia.


Setibanya mereka direstoran, rido langsung menghampiri putri.


"Ko lama bangatsi mas..? Trus riski mana..? Tanya putri sambil mencium tangan rido.


"Tu di blakang.." jawab rido dengan waja yg murung.


Mata putri dan ridwan seketika membualat sempurna pada pemandangan yg ada dihadapan mereka.


Bagaimana tidak, riski memasuki resteron sambil menggandeng erat tangan lia.


"Mba..." mba yg sabaryaaa..! Atau mba mau saya bantu..? Sambil menenangkan lesti, Ridwan juga mencoba menawarkan bantuan.


"Bantu apa...? Tanya lesti.


"Ta bantuin nyiram muka sipelakor itu pake aer kobokan biar tau rasa.." jawab ridwan dengan kesal.


"Ide bagustu wan.." aku setuju.." sambung putri.


"Hussss.." jangan gitu, lagian kita inikan anak2 didikan dari pasantren, jangan sampai ilmu yg diberiakan pa'le jadi ngga berguna.." jawab lesti dengan santai seperti tak ada beban padahal hatinya sangat sakit melihat suaminya bergandeng mesra dengan orang lain.


"Ekhem..." riski berdehem saat melihat lesti bicara sambil berbisik pada ridwan.


Ada rasa yg aneh yg melanda hatinya melihat lesti berbisik pada ridwan.


Lia yg menyadari hal itu langsung mengalikan pandangan riski pada lesti.


"Ki kamu mau pesan apa..? Yg ini kayanya enak de.." kata lia sambil menunjuk sala satu menu yg ada didaftar menu.


Riski hanya menatapnya sekilas kemudian kembali tatapan intesnsnya dia tunjukan pada lesti.


"Aku uda ngga lapar..." jawab riski dengan dingin kemudian berlalu meninggalkan semua yg ada disitu.


"Loh..ki" tungguin aku.." teriak lia sambil mengejar riski disusul yg lainnya.


Kedua tangan putri bergetar saat menyaksikan ruma tangga saudaranya ada dalam ambang kehancuran.


Dengan bibir yg yg bergetar dan air mata yg jatu membasahi pipinya putri mulai berbicara pada rido.


"Mas...a..a..abi bisa pinsan kalau tau semua ini.." kata putri padan rido.


"Sstt.." kamu tenang aja abi ngga bakalan tau semua ini, mulai hari ini aku janji, aku akan memperbaiki hubungan riski dan lesti.." kata rido sambil menghapus air mata putri dan membawanya kedalam dekapannya.


Sementara ridwan dan lesti terlihat masi jau dari mereka, rido kemudian mencoba mengempeskan ban mobilnya dengan sengaja.


"Kamu ngapainsi mas..? Tanya putri yg terlihat kebingungan dengan tingkah suaminya itu.


"Udah kamu tenang aja.." jawab rido sambil mengusap kepala putri dengan lembut.

__ADS_1


"Wan..." panggil rido pada ridwan.


"Iya ada apa.." jawab ridwan.


"Tolong bawa mobil ini kebengkelyaa.." pinta rido pada ridwan dan disetujui ole ridwan.


Sedangkan riski yg terlihat kesal saat ini suda berada didalam mobilnya bersama lia. Saat riski hendak menjalankan mobilnya tiba2 saja rido muncul hingga membuat riski ngerem mendadak.


"Woeee... mau cari matiyaaa.." teriak riski dengan kesal.


"Sory2 gue bisa nebeng ngga..? Ban mobil gue kempes soalnya.." kata rido.


"Yauda naik.."


"Tapi putri sama lesti juga ikut..' bole ngga..?


"Yauda naik.." jawab riski lagi.


Saat putri dan lesti suda berada dalam mobil riski.


Lia kembali melontarkan pertanyaan yg membuat putri kesal.


"Ki..." kita mau ngantar siapa duluan? rido apa lesti..? Pertanyan lia barusan langsung dijawab ole putri.


"Ya kamu duluanla..." ngga mungkinkan dia nganterin istrinya duluan, yg ada kita pulangnya jalan kaki nanti, merekakan searah.." jawab putri dengan kesal sedangkan riski dari tadi hanya diam.


Mobil riski melaju dengan kencang hingga hingga berhenti disebua apertemen yg sangat dikenali rido.


Dengan waja cemberut lia turun dari mobil riski. Setela lia turun, riski langsung melajukan mobilnya begitu saja tampa menghiraukan lia.


Setelah mengantar rido dan putri, riski langsung kembali keruma mereka bersama lesti.


"Sini kamu.." riski menarik tangan lesti dengan kesar menuju kamar mereka dan menghepaskan tubu mungil lesti dengan kasar keranjang.


Sedangkan lesti hanya bisa meringis kesakitan.


"Maksud kamu apa..? Aku ini suami kamu, tapi kamu mala asik berbisik pada pria yg bukan muhrimmu.." bentak riski pada lesti.


"Maksud kamu ridwan..? Haha..riski aku hanya berbisik bukan bergelayut manja padanya.." dengan tertawa sinis lesti menjawab pertanyaan riski.


"Kamu menyindirku..? Bentak riski


"Benarkan yg aku katakan..? Aku saja bahkan tak bisa menyentu sehelai rambutmu.., tapi wanita lain bisa dengan muda kau ijinkan menyentumu.." lesti meluapkan emosi yg ada dihatinya.


"Oh jadi itu masalamya..? Ok sentu aku" sentu aku sekarang juga.." bentak riski tak mau kala sambil menarik tangan lesti agar bisa menyentu tubunya.


Namun lesti mala hempaskan tangannya dengan kasar.


"Oh..atau jangan2 kamu mau lebi dari ini..? Ok ayo kita lakukan.." mara riski sambil melapaskan dasinya dan membuka satu persatu kancing bajunya hingga menampakan dada bidangnya.


Riski mendekati lesti dengan emosi yg memuncak. Dengan kasar dia mencoba mencium lesti namun dengan sekuat tenaga lesti mencoba menghindarinya.


Merasa tak terima dengan penolakan lesti riskipun menindi tubu lesti diranjang agar lesti tak bisa bergerak.


Dengan begitu riski bisa dengan muda mencumbui lesti tapi tiba2.


"Plakkk.." sstu tamparan berhasil lesti layangkan kewaja riski membuat riski menghentikan aksinya.


"Ma..maaf..." dengan mentap telapak tangannya lesti meminta maaf pada riski entah kenapa lesti merasa tindakannya barusan sala.


Namun dengan kesal riski kemudian meninggalkan lesti sambil membanting pintu kamar mereka hingga menimbualkan suara keras.


"Yg dikatakan lia benar.." pasti lesti tela berhubungan kembali dengan adit kalau tidak' mana mungkin dia menolak sentuhanku.." dumel riski sambil melajukan mobilnya.

__ADS_1


Bersambunggggg.....


Gimana..? Uda panjangkan..?


__ADS_2