Bisikan Cinta Dalam Do'A

Bisikan Cinta Dalam Do'A
part 21


__ADS_3

Bisikan💖Cinta💖


Dalam Doa


Part 21


"Asalamualaikum..." putri mengucapkn salam saat memasuki ruma lesti dan riski.


"Waalaikumsalam.." jawab lesti dari dalam.


"Masuk put.."


"Kamu cuman sendiri..?? Tanya putri pada lesti. Dan lesti hanya mengangguk.


"Aku kesini bawa titipan dari abi sama umi.." kata putri sambil menyodorkan sebua kotak pada lesti.


"Pa'le ada disini..? Tanya lesti dengan girang.


"Engga.." itu ridwan yg bawa..! Skarangkan ridwan uda jadi sekertarisnya riski.." jawaban putri barusan membuat lesti yg tadinya bersemangat menjadi tak bergaira.


"Les.." kamu ada masala..? Putri Merasa ada yg tak beres dengan lesti.


"Oh nggako.." eh gimana kabar kamu dan rido? Uda ada kabar bahagia belum..? Lesti mencoba mengalikan pembicaraan.


"Les..." aku kenal kamu dari kecil, kamu lagi ada masalakan..? Tanya putri masi pada topik pembicaraan awal.


"Put.." ini takdirku dan ngga semua hal kamu harus taukan..? Jawab lesti.


"Trus gimana..? Kamu uda isi apa belum..? Tanya lesti lagi.


"Aku sama mas rido lagi program les.." ada sedikit masala soalnya.." jawa putri


"Kamu beruntung put, punya suami seperti rido yg slalu ada didekatmu dalam suka maupun duka.." guman lesti sambil menatap kosong keara putri.


**********


Seadangkan dikantor saat ini.


Ridwan sejak tadi mondar-mandir didepan ruangan riski menunggu sang pemilik ruangan kembali.


Karna semenjak kedatangan lia tadi pagi. Riski kemudian keluar bersama lia.


"Lo masi disini..? Pertanyaan itu mengagetkan ridwan dari lamunannya.

__ADS_1


"Yaiyala aku masi disini.." akukan belum ngasitau apa posisi aku disini.." jawab ridwan dengan jengkel.


"Yauda masuk.." Eh tunggu.. ! Mengenai kejadian tadi pagi, lo belum bilang siapa2 kan..? Riski menghentikan langkahnya dan balik bertanya pada ridwan. Entah kenapa saat ini raut waja riski terlihat sangat panik.


"Mengenai perselingkuhan bos tadi pagi..? Ah..sayang sekali aku suda beritau dokter rido.." jawab ridwan dengan enteng.


"Astagaaa..." mulut lo itu emang ngga bisa dijagaya.." kesal riski sembil *** kedua telapak tangannya kemudian pergi meninggalkan ridwan menuju ruangan rido.


"Do.." gue bisa jelasin semuanya, ini ngga seperti yg lokira, liatu lagi kena musiba, dia ditinggalin sama suaminya, guetu cuman ngebantu dia doang ngga lebi.." riski mencoba menjelaskan kejadian sebenarnya pada rido. Namun sepertinya rido tak peduli.


"Udah selesai..? Tanya rido...


"Ki.." lo itu uda perna ditipu sama lia, tapi kobisa dengan gampangnya lo percaya sama perkataannya.." kesal rido pada riski.


"Pliss do.." kejadian ini jangan sampai terdengar sama lesti.." mohon riski pada rido.


"Lo uda gilaya..? Lo tau ngga saat initu bini gue lagi ada duruma lo, dan baru aja dia nelfon minta dijemput. Trus gue harus ngomong apa..? Tanya rido dengan kesal sambil mengacak-acak rambutnya.


"Apa..! Putri ada diruma? Gawat kalau sampai lesti ngasi tau keadaan ruma tangga gue kedia.." guman riski dalam hati.


"Lo mau jemput putrikan..? Ayo.." kata riski sambil menarik tangan rido.


Sesampainya mereka diruma riski.


"Ehemmm..." sayang udakan kangen-kangenannya? Kita pulangyu.." kata rido pada putri.


Setela berpamitan dengan lesti. putri dan ridopun pulang. Dalam perjalanan pulang putri bertanya pada rido.


" mas.." kami ngerasa ada yg ane nggasi sama lesti dan riski..? Tanya putri. Namun pertanyaan putri tak digubris ole rido. Rido seperti sedang asik dengan fikirannya.


"Mas..." panggil putri sambil menggoyang tangan rido.


"Iya ada apa sayang..? Tanya rido.


"Tadi aku nanya, mas tau ngga kalau riski sama lesti lagi ada masala. ? Tanya putri lagi.


"Ngga.." setau aku mereka baik2 aja.." elak rido.


"Gini aja, gimana kalau besok siang kita berempat makan siang bersama. Jadikan kita bisa tau mereka lagi ada masala atau ngga.." usul putri dan disetujui ole ridho.


*******


Sejak kepergian rido dan putri tadi. Lesti tak henti2 menatap waja suaminya. Bagaimana tidak, dari tadi riski belum juga melepaskan tangannya.

__ADS_1


"Cie...cie.." adu pengantin baru mm" shoswit bangatsi kalian..! Riski dan lesti menole pada sumber suara tersebut.


"Mama.." kedua insan itu kaget melihat keberadaan mm iis yg tiba2 ada dihadapan mereka.


Namun bukan itu yg membuat mereka kaget. melainkan seorang bayi perempuan berusia 6 bulan yg sedang berada digendongan mm iis.


"Ma itu anak siapa..? Tanya riski.


"Oh ini cucu teman mm.." namanya nadia, mm kesini mau nitip anak ini, tolongya mm ada urusan sebentar.." kata mm iis sambil memberikan nadia pada riski tampa menunggu persetujuan riski terlebi dahulu.


"Eh..eh tunggu ma.." cegat riski namun mm iis suda meleset jau dengan mobilnya.


"Aduuu...! Ada2 aja.." trus gimanani..? Tanya riski pada lesti. Sedangkan lesti hanya menaikan kedua pundaknya dan berjalan meninggalkan riski yg masi kebingungan.


"Oh jadi ceritanya balas dendam.." ok..! Teriak riski dari luar ruma membuat nadia yg berada digendongannya menangis kencang.


"Adu diam dong.." cup..cup..cup.. diam ya nak.." bujuk riski namun nadia semakin kencang menangis.


"Les.." bantuin dong.." riski menghapiri lesti yg sedang berada dikamar dan meminta bantuannya.


"Siniin bayinya.." lesti mengambil nadia dari gendongan riski dan anehnya nadia langsung berhenti menangis.


Riski bisa bernafas lega saat suara tangis nadia suda tak terdengar lagi.


"Kamu mau kemana? Trus bayinya dimaana..? Tanya riski pada lesti saat dirinya melihat lesti berjalan kedapur tampa nadia.


"Lagi tidur dikamar.." siapa sangka jawaban lesti dengan santai barusan dihadiai amara ole riski.


"Kamu ninggalin dia dikamar..? Astaga lesti kalau bayinya jatu gimana? kamu mau ganti anak orang..? Kalau ngurus anak orang aja ngga bisa' gimana dengan anak kamu sendiri..? Mara riski pada lesti kemudian pergi kekamarnya melihat nadia.


"Dasar bunglon.." sebentar baik, sebentar ngesalin, sebentar lagi nyakitin.." dumel lesti dan segera menyusul riski.


"Bayinya ngga kenapa2 kan..? Tanya lesti dengan nada mengejek.


"Ya tetap aja kitatu harus hati2.." jawab riski tak mau kalah.


Sedangkan lesti tak menggubris ucapan riski dia mala merebahkan tubunya disamping nadia.


"Eh.. kalau kamu tidir disisi kiri, gimana kalau bayinya tiba2 bangun dan merangkap trus jatu..? Protes riski lagi.


"Yauda kamu tidur aja disisi yg kanan jadi kalau bayinya gerak diantara kita ada yg tau..! Kata lesti dengan kesal. Namun tampa dia duga riski mengikuti perkataannya dan tidur disisi kanan.


Ada sedikit perasaan bahagia dihati lesti. Bagaimana tidak, Ini adala pertama kalinya mereka tidur diranjang yg sama meskipun ditenga2 mereka ada nadia.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2