Bisikan Cinta Dalam Do'A

Bisikan Cinta Dalam Do'A
Part 6


__ADS_3

Bisikan๐Ÿ’–Cinta๐Ÿ’–


Dalam Doa


Suda Sekitar sejam lebih riski menunggu lesti putri dan rara yg pergi berbelanja ditemani irwan dan ridwan.


Dan suda sebungkus rokok yg dihabiskan riski sejak dia menunggu lesti dan yg lainnya. Namun orang yg ditunggunya tak kunjung datang.


Bosan..." ya..saat ini itu yg dirasakan riski.


Bosan menunggu terlalu lama, riskipun akhirnya memutuskan untuk berjalan mengelilingi pasar. Tiba2 pandangannya terhenti pada seorang pemuda yg dikanelnya.


Riskipun memutuskan untuk mengikuti pemuda tersebut.


Pemuda itu pergi kesebua tempat yg bertulis puskesmas. Tampa ragu riskipun melangkahkan kakinya memasuki puskesmas itu dan segera masuk keruangan pemuda yg diikutinya tadi.


"Woiii...broo.." lo disini juga...? Tanya riski dengan senyum sumringanya.


Sedangkan pemuda yg ada dihadapanya itu hanya menganga seperti tak percaya dengan apa yg dilihatnya.


"Riski..? Lo benaran riskikan..? Tanya pemuda itu..


"Yoii..." emang lo pikir gue siapa..? Prasaan gue ngga punya kembaran dee.." jawab riski dengan gaya so'cool.


"Hahaha..๐Ÿ˜๐Ÿ˜€ ruma lo habis kebanjiran..? Ko lo bisa hanyut didesa terpencil kaya ginisii..? Tawa pemuda itu peca saat mendengar jawaban riski. Soalnya riski yg dia kenal tidak mungkin mau kedesa apalagi desa yg mereka tempati saat ini sangat jau dari kota besar.


"Ah..reselo.." kesal riski sambil menonjok pundak pemuda itu.


"Wiss..apani..?Dr. Rido alataf.." keren2" puji riski saat membaca nama yg tertulis dimeja pemuda itu yg ternyata milik sahabatnya rido.


"Lo juga kalau ngga ngebet nika sama lia' saat ini lo uda jadi dokter hebat kaya guee.." ledek rido pada riski yg ditanggapi riski biasa aja.


Riski asik ngobrol dengan rido sampai2 dia lupa pada lesti dan yg lainnya.


*********


Sedangkan dipasar, lesti dan yg lainnya sedang kebingungan mencari keberadaan riski.


"Loh..riski mana..? Tanya lesti saat berada ditempat mereka meninggalkan riski tadi..


"Wah memang ni orang.." seharusnya tadi itu orang jangan kita tinggalin sendiri.." uda tau itu orang modelnya kaya gituu.." kesal ridwan sambil mengusap wajahnya dengan kasar.


"Kita balik ajayu.." uda mau magrib soalnya.." kitakan harus berjalan melewati hutan.." ajak rara dengan sedikit ketakutan.


"Yauda gini aja.." ra.. kamu pulang sama irwan' nanti kalau kalian sampai dipasentren uda ada riski disana' kalian harus kirim santri buat jemput kami. tapi, kalau ternyata riski belum pulang kamu harus ngasi tau abi.." usul putri dan disetujui irwan dan rara.


"Wan.." titip adik akuyaa.." kata lesti sebelum irwan dan rara berlalu dari hadapan mereka.


"Iya..pasti dijagainko.." jawab irwan.


Setela kepergian irwan dan rara, lesti putri dan ridwan melajutkan perjalanan mereka mencari riski.


Sedangkan riski masi asik ngbrol dengan rido sambil menikmati secangkir kopi.

__ADS_1


"Do..lo baru disini..? Tanya riski.


"Iya..baru hari ini gue ditugasin disini.." jawab rido.


"Trus lo tinggal dimana..? Tanya riski lagi.


"Ya disini.."


"Haaa..disini..? Kaget riski saat mendengar jawaban rido.


"Astaga..' dokter muda terganteng, tapi jomblo si.." dokter sukses nasibnya gini amat yaa.." ledek riski sambil melirik setiap sudut ruangan rido.


"Bisa ngga mujinya ngga usa pake kata jombo.." kesal rido..


"Emang kenyataan kan.." jawab riski dengan senyum mengejek.


"Uda ah..gue mau sholat nagrib dulu' kelamaan ngomong sama lo bisa bikin gue ikut-ikutan kerasukan.." kata rido sambil berdiri dari tempat duduknya.


"Masi sering sholat lo..? Percuma rajin sholat tapi ngga dikasi jodo sama tuhann.." kata riski dengan suara yg agak sedikit keras karna rido suda meninggalkan ruangannya.


tiba2 rido kembali dan berkata.


"Kaya lo uda dapat jodo aja..? Rido membalas ledekan riski.


"Hee..kalau lia ngga diculik, saat ini gue pasti uda punya anak satu.." jawab riski dengan pedenya.


"Masi ajalo percaya sama tu cewe.." kata rido dengan tampang memales dan segera berlalu dari hadapan riski.


Setela 10 menit berlalu akhirnya rido kembali keruanangannya. Disana masi ada riski yg setia menunggunya.


"Astagfirullah ki' prasaan cuman 10 menit doang.." jawab rido.


"Bukan apa2 tapi dari taditu telfon initu bunyi teruss.." kata riski sambil menunjuk telfon yg ada diatas meja kerja rido.


"Ya trus kenapa ngga diangkat.." kata rido.


"Oga guee.." dokter disikan elo bukan gue.." jawab riski dengan tampang memales.


Saat nereka berdebat tiba2 telfon itu kembali berdering. Tampa ragu ridopun langsung mengangkat telfon itu.


"Halo.."


............


"Iya pa' saya segera kesana.." kata rido sebelum menutup pangilan telfon tersebut.


Rido menyiapkan alat yg biasa digunakan seorang dokter dengan terburu-buru membuat riski menatapnya penu kebingungan.


"Kenapa..? Tanya riski.


"Gue harus cabut ki.." ada pasien yg terluka para.." jawab rido.


"Siapa..? Tanya riski lagi.

__ADS_1


"Anak pemilik pasantren didesa ini. Katanya dia jatu dari jurang.." ah..percuma juga gue kasi tau elo..' ngga munkin jugakan lo kenal.." kata rido sambil beranjak dari ruangannya. Sedangkan riski masi mematung ditempatnya. Riski baru ingat kalau dia suda meninggaljan lesti dan yg lainnya. Dan bisa jadi lestila yg terjatu kejurang..." seketika raut waja riski beruba jadi panik.


"Do..gue ikut.." teriak riski yg mampu menghentikan langka rido.


Rido sempat mengernyitkan keningnya namun ridopun akhirnya setuju riski ikut dengannya.


"Yauda ayo ikut' siapa tau gue nanti butu bantuanlo disana.." kata rido sambil melanjutkan langkahnya.


Sesampainya mereka dipasantren, mereka langsung keruma kiyai untuk melihat keadaan putri kiyai yg katanya kritis itu.


"Les.." lo ngga apa-apakan..? mana yg luka? Astaga gue panik bangat tau ngga.." kata riski tampa henti sambil memegang kedua pipi lesti. Sedangkan lesti hanya bisa mematung saat diperlakukan seperti itu.


Bukan hanya lesti yg terdiam,Ridopun dibuat bingung dengan tingka riski.


"Somlplakya sampean.." kesal ridwan sambil melepaskan sonko yg dipakainya dan dipukulkan kekepala riski membuat riski meringis kesakitan dan menghentikan aksinya.


"Ngapain sampean pegang2 lesti haaa? Situtu emang ngga punya hatiya.." lihattu putri terbaling lema didalam gara2 nyariin kamu sampai malam.." mara ridwan pada riski.


Mendengar perkataan ridwan barusan ridopun sadar apa tujuannya ketempat itu.


"Tolong jangan bertengkar' tolong kasi tau saya dimana pasien yg harus saya rawat? tanya rido


"Sampean dokter..? Tanya ridwan dan diangguki ole rido.


"Bilamg dari tadidong kalau situ dokter" mari saya antar.." kesal ridwan sebelum berlalu dari hadapan riski.


"Yeeeee lo nya aja yg ngga nyadar PA.." teriak riski dengan kesal.


"Ridwan mengantar rido kekamar putri diikuti riski lesti rara dan juga irwan.


Saat rido memasuki kamar putri, rido melihat putri terbaring lema ditempat tidurnya dan tubuhnya dipenuhi beberapa luka yg lumayan serius.


"Bole tinggakan saya sendiri.." pinta rido pada kedua orang tua putri yg sejak tadi duduk disamping putri.


"Iya silakan dok.." kata kiyai ramzi kemudian kiyai dan umi eri keluar dari kamar itu.


Belum sampai semenit rido didalam kamar putri. Rido keluar dengan xpresi waja yg sulit diartikan.


"Ki..bantuin gue.." pasien kehilangan banyak dara.." kata rido sambil menarik tangan riski.


"Ah ngga..ngga..ngga.." bisa digolok sama bokapnya kalau gue brani megang2 anaknya.." lo ngga tausi disinitu banyak peraturan aneh.." tolak riski. Riski bergidip ngeri membayangkan dirinya dihukum ole kiyai.


"Tapikan lo juga dokter kiii..." pliss.. mohon rido pada riski.


"Ah ngga..ngga.ngga.." logimanasi do.." kan lotau gue uda lama ngga megang pasien.." tolak riski lagi.


Sedangkan ridwan lagi2 dibuat menganga ole riski.


"Uda jago brantam.." dokter pula dia rupanya.." guman ridwan sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Na riski tolong anak saya.." mohon kiyai ramzi sambil menyatukan kedua tangannya.


"Eh berdosa kau buat kiyai memohon sama kau.." sebaiknya kau tolongtu siputri, lagiankan ini juga gara2 kau.." kata ridwan sambil mendorong tubu riski kekamar putri dan mau tidak mau riski akhirnya membantu rido menangani putri.

__ADS_1


Bersambunggg......


__ADS_2