
Bisikan💖Cinta💖
Dalam Doa
"Maafya saya agak lama.." kata kiyai ramzi saat beliau memasuki rumanya dan mendapati tamunya yg masi setia menunggu kedatangannya.
"Oh ngga apa2" jawab kiyai irfan.
"Yasuda kita langsung pertemukan petriku dan putra kayai saja yaa" karna saya yakin kalian pasti suda lama menunggu. "
Umi.." tolong panggil merekayaa.." pinta kiyai ramzi pada istrinya.
"Eripun melangkahkan kakinya menuju kamar putri. Setibanya dikamar putri dia menatap bingung ketiga putrinya yg terlihat terkejut dengan kedatangannya. Bagaimana tidak terkejut' mereka saja baru tiba dikamar itu dan nyaris saja, kurang beberapa menit mereka tak kembali maka ibu mereka akan mengetahui kalau mereka tadi tak berada dikamar mereka.
"Kalian kenapa? Tanya umi eri
"Oh nggako umi.." kita cuman kaget karna umi masuk tiba2.." dusta rara, sedangkan lesti mencengkram tangan putri kuat2 agar putri tak berkata jujur. Karna lesti dan rara suda hafal betul dengan sifat putri. Sedangkan putri hanya bisa menundukan kepalanya.
"Yauda kalian dipanggil abitu.." kata umi eri kemudian berlalu dari kamar putri dan disusul ketiga putrinya.
Setibanya mereka diruang tamu, lesti dan rara tak henti2 menatap pemuda yg mentaarufi putri. Sedangkan yg ditaarufi mala menunduk.
"Ekhemm.." astagfirullah.." kata kiyai ramzi yg menghentikan aksi lesti dan rara.
"Oh iya kiyai irfan' ini putri2 ku. Yg paling tua namanya lestiani ashifa, yg paling bungsu namanya nur rara arrafa dan yg diataarufi putra kiyai irfan namanya putri aisya.." kata kiyai ramzi sambil memperkenalkan satu iersatu putrinya.
"Yasuda, putri kamu ajak calon imammu melihat-lihat pasantren raudatul jan'nah ya.." pinta kiyai ramzi dan diangguki ole putri.
"Nah lesti sama rara bantu umi didapurya na.." kata kiyai ramzi lagi dan diangguki keduanya.
*******
Saat ini putri sedang berada diarea pasentren bersama orang yg mentaarufinya. Namun disepanjang perjalanan hanya ada keheningan diantara mereka.
"Randa.." kata pemuda itu mulai memecah keheningan. Sedangkan putri hanya menatapnya penu kebingungan kemudian kembali menunduk.
"Maksudku namaku randa.." dari tadi hanya ayahmu yg memperkenalkan namamu tapi kamu belum mengetahui namaku.." kata randa panjang lebar tapi hanya dijawab 'O' ole putri.
"Ni cewe hemat bangat ngomongnya.." guman randa yg mulai meresa tak nyaman namun dia belum menyera.
"Tadinya orang tua aku ingin aku taarufin saudara sepupumu' siapa namanya lesti ya? Perkataan randa barusan mampu membuat putri menatapnya dengan tatapan yg sulit diartikan.
"Kaka.." hanya itu kata yg keluar dari mulut putri namun pandangannya masi pada randa. Sedangkan randa hanya menatapnya penu kebingungan.
"Maksudnya..? Tanya randa.
"Tolong garis bawahi kata "sepupu" karna dari kecil kita uda dibesarin sama2 dan kami ngga perna merasa seperti sepupu.." kata putri dengan menekan kata2 nya. Sedangkan randa dibuatnya menganga karna itu kata yg terpanjang yg dikeluarkan putri sepanjang mereka berjalan.
" hmm put.."
"Itu mushollah.." kata putri memotong perkataan randa dengan menunjuk musholla yg ada dihadapan mereka. padahal randa hanya ingin minta maaf.
__ADS_1
Randapun hanya mengikuti ara pandan putri.
Perkenalan singkat randa dan putripun suda selesai. Keluarga randa suda kembali. Dalam perjalan pulang' randa hanya melamun pasalnya iya sangat menyesal karna tak bisa mengambil hati gadis yg ditaarufinya itu.
"Udah...masi ada hari esok ko.."lagian kamukan skarang uda bebas kepasantren mereka untuk menemuinya.." kata kiyai irfan sambil mengusap lembut punggung randa seakan-akan dia mengerti apa yg dirasakan putranya itu.
******
Sedangkan riski saat ini suda terbangung dari tidur siangnya karna irwan dan ridwan membangunkannya dengan paksa.
"Lo berdua kenapasiii..? Ngga bisa apa kalian biarin gue tenang.." kesal riski pada irwan dan ridwan.
"Maaf.." kita disuru kiyai untuk membangunkanmu agar bisa shalat magrib berjamaa dengan kami.." kata irwan dengan ramah.
"Hahahaa.." gue..? Shalat..? Lo berdua ngga lagi bercandakan..? Tanya riski dengan kekehannya.
"Astagfirullah.." he sampean fikir kita lagi bercanda.." kesal ridwan pada riski sedangkan riski hanya menatapnya penu kebingungan.
"Heee..ngapain sampean natap saya kayagutuu? Sampean naksir sama saya..? Tanya ridwan yg mulai tak nyaman dengan tatapan intens ole riski.
"Najisssss..." teriak riski sambil mengalikan pandangannya.
"Trus kalau ngga naksir? Ngapain sampean natap saya kaya gitu..? Tanya ridwan lagi.
"He.." guetu cuman bingung.." tadi prasaan nada bicaralo ngga kaya gini..? Tanya riski.
"Iyala..saya inikan lahir dari keluarga yg memiliki banyak suku.." batak, sumatra maksar, jawa dan bahkan arab juga ada.." ridwan menyebutkan satu persatu suku yg dimiliki keluarganya yg membuat riski jengah. Riski tak menghiraukan perkataan ridwan. Dia mala mengambil tas yg dibawanya tadi dan mengeluarkan satu persatu isinya.
"Kenapa lo berdua..? Mau ni silakan.." kata riski sambil menyodorkan minuman yg dibawanya tadi.
"Eh..sampean ini benar2 gendeng ya.." kata ridwan menatap penu kesal pada riski. Tak hanya itu riski juga mengeluar sesuatu yg lagi2 membuat irwan dan ridwan tersentak kaget.
"Astagfirulla.." lagi2 irwan dan ridwan mengucapkan kalimat itu saat riski mengeluarkan satu bingkai foto yg berisi gambar perempuan yg memakai pakaian sexi.
"Maafya..' kalau yg ini gue ngga bisa bagi kekalian.." kata riski sambil mencium foto itu dan diletakan dimeja samping tempat tidurnya.
"Hee..emangnya siapa yg mau.."perempuan modelnya uda kaya gitu.." perempuan kaya gituma ngga akan bawa kita kesurga' kalau kenereka siiyaa.." kesal ridwan pada riski namun riski hanya menanggapinya dengan senyuman.
"Udah.." nanti kita terlambat' riski itu baju yg akan kamu gunakan.." kata irwan sambil menunjuk baju koko yg ada disamping riski.
"Buat apa..? Gue ngga akan sholat.." jawab riski dengan nada ketus.
"Ya tersera sampean.." disinitu biasanys kalau ada santri atau santri wati yg ngga mau sholat' lamgung disholati ole kiyai.."kata ridwan yg membuat riski bergidip ngeri.
"Kamu ngapain ngomong kaya gitu sama dia.." tegur irwan pada ridwan saat mereka suda berada dimusholla.
"Biyarinn.." orang kaya gituma harus digituin.." kata ridwan dengan cuek.
"Loh kalian cuman berdua..? Riski mana..? Tanya kiyai pada mereka.
"Percuma kiyaii.." dia ngga akan datang.." jawab ridwan.
__ADS_1
"Ada yg nyari guee..? Tanya riski yg tiba2 muncul dari belakang irwan dan ridwan. Riski datang dengan menggunakan baju koko berwarna puti yg membuatnya makin terlihat ganteng.
"Takut mati juga sampean..? Ledek ridwan dan dihadiai tatapan tajam ole riski.
Setela shalat magrib dan isa selesai semua santri dan santri wati kembali keasrama mereka masing2.
Kecuali riski. Riski masi duduk diluar mushollah sambil menikmati sebatang rokok yg ada ditangannya.
"Loh itukan pemuda yg tadi sama pa'le? Ngapain dia disitu..? Tanya lesti saat dirinya melewati mushollah dan mendapati riski yg sedang duduk sendiri ditempat yg gelap.
"Kamu ngapain disini..? Tanya lesti yg membuat riski kaget dan refleks langsung membunag rokoknya agar tidak ketahuan.
Bukannya menjawab pertanyaan lesti, riski mala menatap waja lesti. Riski mencoba mengingat kapan terakhir dia bertemu dengan lesti karna dia benar2 lupa.
"Kamu baruya disini..? Tanya lesti lagi. Seketika ingatan riskipun kembali,
"Oh iya dia gadis aneh yg gue temuin tadi siang.." guman riski.
"Kamu lupa ara keasrama kamuya..? Tanya lesti dan diangguki ole riski. Padahal riski tidak lupa dengan ara pulang dia membohongi lesti agar dia bisa berduaan dengan lesti apa lagi saat ini suasana pasentren suda sepi. Semua santri dan santri wati suda berada dikamar mereka masing2.
"Mau aku antar ngga.." tawar lesti dan lagi2 diangguki ole riski.
Sepanjang perjalan menuju asrama santri, riski sama skali tak mengalikan pandangannya dari waja lesti. Waja yg sangat cantik bibir tipis yg berwarna meramuda alami tampa pewarna bibir serta ginsul yg terlihat saat lesti tersenyum menamba kecantikannya semakin terpancar.
"Mas liatin apa..? Tanya lesti yg mulai tak nyaman dengan tatapan riski.
"Busettt..' gue dipanggil mas' dia pikir gue pedagang kaki lima kaliya.." huff untung lo cantik.." guman riski dengan kesal. Lesti yg merasa pertanyaannya tak dijawab ole riski memili melanjutkan perjalanannya.
"Nah kamu lurus aja.." diujung sanatu asrama santri.." kata lesti dan dibalas senyuman ole riski.
Lestipun segera berlalu dari hadapan riski namun langkahnya terhenti ole suara riski.
"Lo mau kemana..? Bukannya asrama santriwati disanayaa.." tanya riski tampa sadar dengan apa yg dikatakannya.
Lestipun menjawab pertanyaan riski tampa sadar juga..
"Oh..aku ngga tinggal diasrama.." jawab lesti dengan senyum manisnya kemudian melanjutkan langhkanya. Sedangkan riski mulai sadar dengan apa yg dikatakannya tadi.
"Bego.." ngapain gue ngomong kaya gitu coba.." kata riski sambil memunkul mulutnya sendiri dan secepat kilat dia segera pergi dari tempatnya berdiri tadi.
Sedangkan lesti mulai menyadari sesuatu juga.
"Eh tunggu de' katanya dia ngga tau ara pulang.." tapi ko dia tau kalau asrama santriwati ada disana.." wah ngga beresni.." kata lesti sambil membalikan badannya.
"Loh..dia kemana? Prasan baru aja aku tinggal disini tadi.." kata lesti sambil menunjuk tempat dimana riski berdiri tadi.
"Yaa aku dibohongin.." kesal lesti sambil berlalu.
Sedangak riski suda kembali kekamarnya dengan senyum penu kemenangan. Beda dengan lesti, riski membuatnya tidak bisa tidur karna terus memikirkannya.
Bersambungggg....
__ADS_1