
Bisikan💖Cinta💖
Dalam Doa
"Hei irwan mana..? Tanya riski pada ridwan saat dia memasuki kamarnya.
"Kamu nyari saya..? Jawab irwan yg berdiri diambang pintu.
"Sini lo.." lo ngapain bohongin gue.." haa.." bentak riski tepat diwaja irwan. Sedangkan irwan hanya bisa menatap riski dengan penu kebingungan.
"Maksudnya apaya..? Tanya irwan masi tak mengerti.
"Lo ngapain bilang kegue kalau lesti itu uda ada yg taarufinn..? Lo sngajaya bohongin gue biar lo ngga punya saingan buat ngedekatin lesti.." tudu riski sambil menarik kerak baju irwan.
"Eh..eh.. lepasin.." sampean ini uda gilaya..? Dokter itu tugasnya untuk mengobati bukannya menyakiti.." kata ridwan sambil menghentikan aksi riski.
"Heii..sampean sukaya sama lesti..? Haha ngga sala? Ngaca dulude.., mana mau lesti sama sampean.." kata ridwan dengan senyum meremehkan.
"Lagiankan waktu itu kamu nanya kalau putri pertama pak kiyai yg ditaarufi dan aku jawab iya.." ya karna emang putri itu putri prtama kiyai ranzi.." irwam mencoba menjelaskan peda riski agar dia tidak sala paham lagi.
"Jadi maksudlo? Lesti bukan anaknya kiyai..? Tanya riski masi tak percaya.
"Ahhhh..somplak sampean ini.." jangan berani2 sampean bilang lesti itu bukan anaknya kiyai, apalagi didepan putri sama rara. Kalau kamu masi mau hidup damai dipasantren ini .." ancam ridwan sambil memukul kepala riski dengan peci yg dipakainya.
"Awwwss.." kebiasaan loyaa..." kesal riski pada ridwan.
"Astagfirullah.." ini barang2 gue mau kalian bawa kemana..? Tanya riski dengan shok saat melihat barang2 nya dibungkus plastik termasuk foto lia.
"Wan.." cubit ane wan.." tita ridwan pada irwan yg berdiri disampingnya. Sedangkan irwan mau tak mau akhirnya mencubit tangan ridwan.
"Awwws.." sakit wan tangan ane.." kelu ridwan sambil mengusap tangannya.
"Ya tadikan kamu yg nyuru aku nyubit kamu.." kata irwan.
"Iyaaa habisnya ane shokk.." baru kali ini ane dengar riski nyebut..." kata ridwan masi dengan xpresi tak percaya. Sedang irwan tak memperdulikan perkataannya irwan mala menghampiri riski.
"Semua barang2 kamu disita.." semua yg kamu bawa disini dilarang sama pasantren.." kata irwan dengan hati2 agar riski tak emosi.
"Termasuk foto tunangan gue..? Tanya riski.
"Iyaa.." maafya ki, aku harus bilang ini.." foto tunangan kamutu ngga pantas dilihat sama aku dan ridwan bahkan kamu juga ngga pantas. Kamu sayangkan sama tunangan kamu..? Kalau kamu sayang sama dia biarin fotonya disita.." karna kalau aku ridwan atau kamu terus lihat foto itu, secara sengaja kamu uda buat tunangan kamu dapat dosa jari'a.." kata irwan mencoba menjelaskan dan untungnya riski mau menerima.
"Tapi kata kiyai.." foto itu bisa sampean titipin ke santri wati yg sampean kenal.." kata ridwan sambil menghampiri irwan dan riski.
"Seriusan bisa dititipin..? Tanya riski dengan smangat dan dijawab anggukan kepala ole ridwan dan irwan.
"Yauda kalau gitu gue titpin kelestiya. ingat foto ini harus sampai ketangan lesti dengan selamat.." kata riski sambil menyerakan foto lia pada irwan kemudian riskipun berlalu dari kamar mereka.
"Heran anee.." orang kaya gituko bisa jadi dokteryaa.." tanya ridwan sambil menatap kepergian riski.
********
Jam menunjukan pukul 5subu. Riski tiba2 merasakan tubunya seperti digoyang2 dan ada yg memanggil namamya. Dengan perlahan riski mencoba membuka matanya.
"Lo berdua ngapainsi? Ngga tau orang lagi ngantuk apa.." kesal riski saat dia nenyadari kalau sejak tadi irwan dan ridwan yg mengganggu tidurnya.
"Sholat subu ki.." kata irwan dengan suara yg rama.
"Lo berdua aja yg sholat.." gue ngantuk.." tolak riski sambil menarik selimutnya menutupi seluru tubunya.
"Kalau sampean ngga mau bangun.." ta' siram pakai air nanti.." ancam ridwan yg membuat riski bangun dan segera bersiap-siap.
"Iya..iya gue bangun.." bawelll... teriak riski dengan kesal.
__ADS_1
Sesampainya di mushoalla bukannya sholat riski mala tidur diteras mushollah.
Lesti yg lewat didepan mushola tak sengaja melihat keberadaan riski yg sedang tertidur pulas.
"Ki.." teriak lesti dengan suara yg pelan.
"Riskii.." panggil lesti lagi. Kali ini dengan suara yg agak kencang.
"Astagfirullah.." kaget riski saat menyadari keberadaan lesti digadapannya.
"Ngapaiinn..? Tanya lesti.
"Ha..siapa..? Tanya riski pura2 tak mengerti.
"Kamu ngapai disini..? Tanya lesti lagi.
"Ah..elo les.." pura2 ngga tauu lagi.." emangnya ngapain orang jam segini dimushollah.." kalau bukan sholat subu.." jawab riski dengan sedikit sala tingka.
"Oh sholat..? Benaran sholatkan bukan tidurr..? Tanya lesti dengan sedikit meledek.
"Suerrr.." gue sholat ko less.." kata riski dengan mengankat kedua jarinya membentuk huruf v. Sedangkan lesti hanya mengangguk-anggukan kepalanya sambil tersenyum.
"Yauda gue tinggal duluya.." pamit lesti namun tiba2 riski menghentikan langkahnya.
"Lo mau kemana..?emangnya Lo ngga sholat. ? Tanya riski.
"Ngga.." aku lagi dapet.." jawab lesti.
"Trus lo mau kemana? Gue ikutyaa.." pinta riski dengan memohon. Lesti sempat melirik sekitarnya saat dia merasa keadaan aman diapun mengiyakan permintaan riski.
"Ok kamu bole ikut.." cepatan sebelum ada yg lihat.." kata lesti.
Dalam perjalan riski tak henti2 memandang waja cantik lesti. Riski bahkan tak peduli kemana lesti akan membawanya.
"Kenapa..? Pertanyaan lesti barusan membuat riski terkejut.
"Kenapa kamu terus ngelihatin aku..? Tanya lesti lagi.
"Oh... itu gue cuman mau nanya' titipan gue uda nyampe ke elokan..?
"Titipannn..? Lesti mencoba mengingat titipan apa yg samapai padanya.
"Oh..iya uda nyampeko.." jawab lesti.
"Lo uda lihat..? Tanya riski lagi namun lesti hanya menjawab dengan gelengan kepala. Karna bagi lesti dia tak punya hak untuk melihatnya.
"Ngga apa2ko kalau lo mau lihat.." kata riski dan dibalas senyuman ole lesti.
"Uda nyampe.." langka lesti terhenti disebua taman kecil yg aga jau dari kawasan pasantren.
"Tempat apani..? Tanya riski.
"Ini taman..." jawab lesti.
"Gue juga tau ini taman.." tapi yg gue bingung ko taman ini aga jau dari pasantren..? Tanya riski lagi.
"Ooh.." emang aga jau.." karna taman initu tempat persembunyian aku putri sama rara kalau kita lagi dihukum sama pa'le.." kata lesti sambil duduk dikursi taman tersebut.
Lesti kemudian membaca novel yg dibawanya tadi dengan fokus tampa memperdulikan keberadaan riski disampingnya.
"Apaanni..? Ini novelkan..? Bukannya ini dilarangya dipasantren..? Tanya riski sambil meremampas novel yg dipegang lesti membuat lesti menatapnya dengan kesal.
"Saat aku bawa kamu ketempat ini, akutu juga uda melanggar peraturan' lagian aku baca novelnya bukan dipasantren tapi diluar pasantren.." kata lesti sambil merampas kembali novelnya.
__ADS_1
"Lo ngga takut dihukum..? Tanya riski lagi
"Kalau aku dihukum maka kamu juga akan dihukum karna kamu juga terlibat.." jawab lesti sambil menaik turunkan alisnya.
"Reselo...' lo ngejebak guee.." kesal riski saat dia menyadari maksud lesti.
Lesti dan riski berada ditempat itu sampai matahari mulai menamoakkan sinarnya kebumi.
Dan selama lesti fokus pada novelnya riski dengan setia menenaninya walau rasa bosan terus menghampirinya.
Saat pagi tiba, lesti pamit balik kepasantren. Setibanya mereka dipasantren lesti langsung pulan sedangkan riski mampir ke ruma yg ditempati rido.
"Mau kemana lo..? Tanya riski saat dia mendapati rido suda rapi dengan seragam dokternya.
"Mau kepuskesmas.." jawab rido dengan cuek.
"Kalau lo kepuskesmas.." putri siapa yg periksa? Kan lo tau dia ngga mau gue tangani.." tanya riski.
"Lo ajadee.." kalau dia ngga mau lo sentu, minta bantu aja sama tunangannya.." jawab rido masi dengan xpresi cuek.
"Losukakan sama putri..? Pertanyaan riski barusan mampu mrnghentikan aktifitas rido.
"Kalau lo cinta sama dia? Perjuangin dong cinta lo itu.." jangan jadi pengecut.." kata riski dengan suara yg aga keras.
"Percuma ki.., mau sekeras apapun gue berjuang' itu ngga akan meruba kenyataan kalau dia itu uda ada yg taarufin.." satu2 nya cara supaya gue ngga terlalu jatu dalam rasa cinta ini ya dengan cara ngehindari dia.." kata rido sambil melangka pergi keluar ruma. Namun langkahnya dihentikan ole riski.
"Kalau putri juga cinta sama lo gimana..? Tanya riski lagi.
"Ngga munkin.." jawab rido.
"He gue bilangin sama loya.." jangan main2 sama api.." perkataan rido barusan membuat riski bingung.
"Lo juga sukakan sama lesti..? rido balik bertanya pada riski.
"Ya enggala.." guetu cuman kagum sama kecantikannya.." cinta guetu masi buat lia.." kata riski dengan penu percaya diri.
"Kalau gitu jauhin dia.." lesti itu terlalu baik buat jadi korban lo.." cewe.." kalau diperlakuin dengan manis lama kelamaan dia juga bakalan baper.." kata rido kemudian berlalu meninggaljan riski.
"Lesti kayanya ngga mungkin selema itude.." guman riski sebelum dia menyusul rido.
Saat riski dan rido berada diluar ruma rido dan riski tak sengaja melihat putri yg sedang kesusahan memakai tongkatnya. Rido ingin membantunya tapi keberadaan randa disisi putri membuatnya mengurungkan niatnya.
"Mas bantuya.." pinta randa namun putri terus menolak permintaan randa. Dan tampa sengaja tatapan putri dan rido saling bertemu.
"Dok tolong bantuin saya dong dok.." pinta putri sambil berjalan menghampiri rido dengan kaki sebelanya yg diseret.
"Maaf aku buru2 minta bantu sama tunangan kamu ajayaa.. " tolak rido sambil membalikkan badannya agar dia tak melihat waja kecewa putri.
"Ya Allah sakit bangat.." sesak rasanya dada ini yaAllah.." guman rido sambil memegan dadanya yg terasa sakit.
Sedangkan putri jantungnya terasa berhenti berdetak saat dia mendapat penolakan dari rido.
Tampa sadar sebutir air bening jatu begitu saja dari matanya.
"Putri berjalan menuju rumanya dengan air mata yg terus membasahi pipinya sedangkan randa hanya bisa terdiam ditempatnya.
"Brenseklo do.."sumpa gue baper.." kisa cintalo uda kaya cerita sinetron.." guman riski sambil menatap rido yg masi berdiri ditempatnya dan masi setia memegang dadanya.
Bersambungg....
Maaf baru nexc..
Mimin cuman nau ngasi tau buat kalian tolong hargain karya mimin.
__ADS_1
jangan paksa mimin nulis apa yg ada diotak kalian karna mimin ngga bisa..
Tolong jangan minta mimin buat ruba alurnya..