Bisikan Cinta Dalam Do'A

Bisikan Cinta Dalam Do'A
Part 14


__ADS_3

Bisikan💖Cinta💖


Dalam Doa


Part 14


Suda seminggu lesti terbaring ditempat tidurnya. Sebenarnya keadaan lesti suda membaik tapi enta kenapa riski tidak mengijinkan lesti turun dari tempat tidurnya. Alasanyasii..' takut keadaan lesti tambah parah.


"Apa yg lo rasain..? Pusing, mual, atau apa..? Tanya riski pada lesti saat dirinya memeriksa keadaan lesti.


"Woee..." diatu cuman sakit biasa' bukan hamil oon..." teriak rido pada riski.


Ya..' saat ini rido dan yg lainnya sedang berada dikamar lesti begitu juga dengan orang tua riski.


"Riski hanya membuang nafasnya dengan kasar mendengar teriakan rido.


"Pa..." pp lihatde..' riski anak kita perhatian bangatya sama lesti..' kayanya riski sukade pa' sama lesti.." bisik mm iis pada pp beni yg berdiri disebelanya sambil memperhatikan riski yg sedang memeriksa keadaan lesti.


"Itu ngga mungkin ma.." jawab pp beni tampa menole pada mm iis.


"Loh..." kenapa ngga mungkin..? Tanya mm iis penasaran.


"Mm lihat foto yg ada disamping tempat tidur riski.." selama foto itu masi berada disana, anak kita riski berarti belum bisa membuka hatinya untuk gadis lain.." kata pp beni panjang lebar.


Mm iis menatap tak suka pada foto lia.


"Ki.." mm tunggu dikamar skarang juga.." kata mm iis sebelum dia berlalu dari kamar itu disusul pp beni.


"Bentaryaa.., gue kekamar nyokap dulu, lo ngga apa-apakan gue tinggal..? Tenang aja habis itu gue kesini lagiko.., pamit riski pada lesti sebelum dirinya meninggalkan lesti.


"Ki.., kenapa kamu seperhatian ini sama aku.." kalau pada akhirnya aku tau siapa yg menduduki hatimu.." guman lesti dengan sendu sambil menatap punggung riski.


"Ada apa ma..? Tanya riski saat dirinya suda berada dalam kamar ibunya.


"Ki.." mm ngga habis pikir sama kamu' selema beberapa bulan kamu dipasantren" emang ngga adaya satu cewe yg kamu naksir..? Tanya mm iis dengan nada kesal.


"Adasi ma.." tapi gadis itu slalu mengingatkanku pada lia.." jawab riski.


"Lia lagi lia lagi.." mm cape tau ngga dengar nama itu terus.." emang apasi yg buat kamu ingat terus sama gadis itu? Apa karna kelakuan mereka sama" seperti sama2 penipu gitu.." kali ini nada suara mm iis mulai meninggi. mm iis suda tak bisa menahan emosinya lagi. Pp beni suda mencoba menenangkannya tapi sama saja.


"Bukan itu ma..' gadis yg aku sukai slalu mengingatkanku pada senyum lia.." mm ngga akan ngerti' lagian pasantrentu ngelarang santri dan santri wati buat pacaran.." kesal riski pada mm iis dan membanting pintu kamar saat dia keluar.


"Ma...' tenang ma.." kita harus sabar menghadapi riski, lagi pula pp uda senang karna riski suda mau kembali menjadi dokter.." kata pp beni pada mm iis.


"Maaf' lamaya...? Tanya riski pada lesti saat dirinya suda kembali dari kamar mm iis.


"Nggako.." hmm ki..' ini foto tunangan kamu aku balikin.." kata lesti dengan suara yg pelan agar riski tak tersinggung.


"Kenapa..? Tanya riski.


"Menurut aku foto ini lebi baik ada ditangan kamu.." jawab lesti.


"Apa gara2 foto iniya? mm tadi sampai semara itu keaku.." guman riski sambil menatap foto lia.


"Ki..." kenapa? Ko kamu mala ngelamun..? Tanya lesti yg membuat lamunan riski terhenti.


"Oh nggako.." lo tiduryaaa.." gue mau nyusul yg lainnya dibawa.." kata riski sambil menyelimuti tubu lesti sebelum dirinya berlalu dari kamar itu.


"Gimana keadaan lesti..? Tanya rido saat riski suda berada diruang tamu.


"Dia uda tidur.." jawab riski.


"Trus gimanani..? Mertua gue uda nelfon' gue disuru bawa pulang anak-anaknya sama dua santrinya secepatnya.." kata rido pada riski.

__ADS_1


"Mau bawa pulang lesti skarang juga bolehko.." cuman lo lihat dulutu expresi ipar bungsu lo.." kata riski sambil melirik rara.


"Iiih akutu kesal sama kalian..' apalagi riski, coba aja kalau dia ngga nyeburin k lesti dikolam pasti k lesti ngga akan sakit selama seminggu.." dumel rara pada semua yg ada disitu.


"Ssssttt..' jangan kencang2" bonyok gue lagi diruma.." kalau mereka tau lesti sakit gara2 gue ceburin bisa habis gue.." rengek riski pada rara..


"Biarinnnn siapa suru.." jawab rara.


"Udah2.." besok hari terakhir kita disini.." sebelum pulang kita jalan2 dulu ditaman biasa gue sama riski datangi.." gimana kalian mau ngga..? Tanya rido.


"Tersera.. dari pada ngga sama skali.." jawab rara lagi.


"Yauda lo sama putri nginap disiniyaa..! Jangan bulan madu teruss.., kesal riski pada rido.


"Iya..iyaa.." jawab rido.


****


"Keesokan harinya semua suda bersiap untuk pergi ketaman kecuali lesti.


"Eh lesti mana..? Tanya ridwan pada riski.


"Masi dikamar kali.." gue panggil duluya.., kalian tunggu dimobil aja.." pinta riski sebelum dia berjalan nenuju kamar lesti.


"Lo masi disini..? Anak2 uda nungguintu.." tanya riski pada lesti.


"Iya ini udahko.." jawab lesti.


"Yauda ayooo..." kata riski sambil menarik tangal lesti.


"Riski.., andai saja aku bisa menggenggam tanganmu seperti ini, berjalan beriringan menuja surganya Allah. Meskipun aku tau itu mustahil.." guman lesti sambil menatap waja riski dalam2.


*****


"Woee.. apa pula kauni.." jangan


malu-maluin.." tegur ridwan pada rara.


Sedangkan putri dan lesti hanya tersenyum melihat tingka adik mereka itu.


"Aaaa ridwan.." mau eskrim.." rengak rara pada ridwan sambil menunjuk penjual eskrim.


"Ah tida..tida.." suru irwan saja.." irwan kauni kenapa..? Aku tengok dari kemarin kau diam saja.." sudala irwan.., kitani lagi ngga dipasantren.." kau tenang saja kiyai ngga akan muncul trus memarahi kau disini.." kata ridwan pada irwan.., sedangkan irwan hanya diam menatap rara yg terus merengek meminta eskrim seperti anak kecil.


"Udah aku aja yg beli.." kata lesti.


"Kamu yakin les..? Tanya riski dan diangguki ole lesti.


Saat lesti pergi tak sengaja sebua bola mengenai kaki riski.


"Do..' bola siapani..? Tanya riski pada rido.


"Punya anak itu kali.." jawab putri sambil nenunjuk seorang anak kecil perempuan yg bersembunyi dibalik kursi taman.


"Haii.. sini sayang.." panggil riski pada anak itu. Dan dengan takut2 anak itu menghampiri riski.


"Gila dooo.." cantik bangat..' anak siapaya..? Kata riski dengan gemas sambil mencubit pipi anak itu.


"Calon anak guetuu.." jawab rido dengan kekehannya membuat riski kesal.


"Ini punya kamu..? Tanya riski pada anak itu.


"Iya om.." jawab anak itu.

__ADS_1


"Nama kamu siapa..? Tanya riski lagi.


"Mia om.." jawab anak itu lagi.


"Miiaa.." nama yg cantikk kayaaa orr..


Belum sempat riski melanjutkan ucapannya tiba ibu anak itu datang menghampiri mereka.


"Astaga miaa.." mamakan uda bilang jangan nain jau2.." panik ibu dari anak itu.


"Liaaaa..." ka..ka..kamu liakan..? Tanya riski pada sosok yg ada dihadapannya saat ini.


"Ris..ki.." ka..kamuu..? Belum sempat lia menyelesaikan ucapannya riski suda memeluk tubu lia dengan erat.


"Slama ini kamu kemana aja..? Aku nyariin kamu..? Tanya riski sambil mengeratkan pelukannya.


"Sayang..." tiba2 seorang pria datang menghampiri mereka membuat riski melepaskan pelukannya.


"Sayang...? Dia..? Tanya riski pada lia sambil menunjuk pria tadi.


"Oh.. dia suamiku.." adit.." dan adit ini riski teman kuliaku dulu.." kata lia sambil memperkenalkan riski dan adit suaminya.


"Oh..iya teman..' cuman teman..! jawab riski sambil menjabat tangan adit.


Dari tadi putri dan rara hanya terpaku ditempat mereka, menyasikkan drama yg disugukan riski dan mantan tunangannya.


"Ra.." cega lesti kesini.." bisik putri pada rara namun terlambat lesti suda berada dibelakang mereka dari tadi dan menyaksikan drama itu juga.


"K lesti.." teriak rara yg membuat semua menole pada mereka termasuk adit.


"hai sayang.." panggil riski sambil berjalan mendekati lesti dan mencium kening lesti.


Ridwan rido dan irwan hanya bisa membulatkan mata mereka melihat aksi riski.


"Sayang kenalin ini teman aku lia.., lia kenalin ini istriku lesti, istri sholeha idaman semua pria.." riski memuji lesti dihadapan lia dan suaminya.


"Lia..


"Lesti..


"Adit..


"Lestii.." lesti menyatukan kedua tangannya saat berkenalan dengan lia dan adit.


"Oh iya ini rido.." lo masi ingatkan? dan ini istrinya putri..? Ini adik iparnya rido. rara namanya.." riski memperkenalkan satu persatu yg ada disitu pada lia namun anehnya adit suami lia, dari tadi tidak memalingkan pandangannya dari putri.


"Kita balik duluya.." pamit lia pada riski.


Saat kepergian lia dan adit. Pertahanan riski rintu. Riski terjatu lemas dengan air mata yg suda membasahi pipinya.


"Sabar bro.." dia itu bukan jodo elo.." rido mencoba menennangkan riski.


"Tapi gue uda nunggu dia lama do.., tapi apa balasannya, dia mala nika sama orang lain.." kata riski dengan suara yg serak.


"Aku mau pulang..! Skarang juga, tapi keruma rido bukan riski.." perkataan lesti barusan membuat semua menatap lesti.


"Sory les.." tadi.., riski mencoba menjelaskan pada lesti tentang perbuatannya tadi tapi lesti tak mau mendengarkannya.


"Aku mau pulang..." kali ini lesti bicara disertsi air mata.


Bersambungggg....


Udah duluya cape ngetiknyaaa...

__ADS_1


__ADS_2