
"Ambil uang ini' bawain gue minuman dan skalian sama cewe yg bisa nemanin gue minum.." kata seorang pemuda sambil melemparkan beberapa lembar uang pada sala satu pelayan bar yg biasa ditongkronginya.
Taklama kemudian pelayan itu datang membawa sebotol minuman keras dan seorang gadis berpakaian sexi yg siap menemaninya.
Pemuda itu menghabiskan beberapa botol minuman keras hingga membuatnya tak sadarkan diri dan berbicara tak jelas.
"Lia.." kamu jahat.." kenapa kamu ninggalin aku pas dihari pernikahan kita..? Ngigau pemuda tersebut dengan mata yg terpenjam.
"Heiii..kamu uda mabukyaa..? Baru gitu doang uda teler.." ngga asik bangatsi kamu.." kelu gadis yg menemaninya tadi.
"Lia.." akhirnya kamu datang juga sayang.." aku kangen bangat sama kamu.." kata pemuda itu yg mengira gadis yg menemaninya tadi adala lia, tunangannya yg hilang.
"Ha..lia..? Gue manfaatin aja kaliyaa.." kan lumayan' gue bisa dapat duit tambahan.." guman gadis tersebut.
"Iya sayang ini aku lia.." sayang kita kehotel skarang yaa.." malam ini aku mau buat kamu bahagia.." rayu gadis tersebut.
Pemuda itupun dengan pasra mengikuti perinta gadis yg menemaninya tadi.
"Hmm.." aku yg nyetir.." kata pemuda tadi setenga sadar dan diangguki gadis disebelanya.
Dalam perjalanan kehotel, pandangan pemuda tadi menjadi buram dan tiba2 saja mobilnya oleng dan menabrak pembatas jalan.
"Ciiitttt...brukkkk.." pemuda itu sempat ngerem mendadak namun mobil yg dikendarainya tak bisa lagi dikendalikan.
__ADS_1
*********
Seorang pria baru baya bersama istrinya memasuki kantor polisi dengan emosi yg suda tak bisa dikendalikannya lagi dan tiba2 saja.
"Pllaaaakk" satu tamparan beehasil mendarat diwaja seorang pemuda yg duduk dihadapannya hingga pemuda itu terjatu kelantai.
"Riski.." keterlaluan kamuyaa.." pp uda cape menghadapi kamu yg tiap hari cuman bikin ula.
Mara benikno pada putra semata wayangya, namun putranya itu hanya dian dan sesekali mengeluarkan senyum sinisnya.
"Pa.." putra anda kami tahan karna mengedarai mobil dalam keadaan mabuk. Oh iya pa.." gadis yg bersamanya skarang ini sedang koma.." kata seorang polisi.
"Seoranh Gadis..? Koma..? Astagfirullah riskiii.." apalagi ini..? Siapa gadis itu..? Tanya benikno lagi pada putranya itu.
"Astagfirullah riski.." nyebut kamu.." mau sampai kapan kamu sepeeti ini.." bentak benikno sambil mencengkram kedua pundak riski.
"Nyebut..? Ngga sala? Untuk apa aku nyebut nama Allah kalau dia aja uda ngga adil sama aku, dia uda rampas lia dari hidup aku pa.." aku benci padanya benci pa.." teriak riski yg menggema diruangan itu.
"Plakk.." satu tamparan berhasil mengenai waja riski lagi hingga keluar dara dari sudut bibirnya.
Setela selesai menyelasaikan masala riski, benikno akhirnya bisa membawa pulang kembali riski kerumanya.
"Kemasi barang2 kamu' besok kita akan kekampung halaman pp' papa mau bawa kamu ke pasantren milik teman pp yg ada disana supaya setan2 yg ada diotak kamu itu bisa segera keluar.." kata pp beni setela tiba diruma.
__ADS_1
"Ha..ngga sala..? Tanya riski dengan senyum meremehkan.
"Pp ngga mau dengar penokakan" kalau kamu ngga mau ya terpaksa pp akan cabut fasilitas yg pp berikan ke kamu, bukan cuman itu' kamu juga ngga akan dapat sepersenpun warisan pp.." ancam benikno yg mampu nembuat waja riski memera karna emosi yg ditahannya. Mau tak mau riski akhirnya menyetujui keinginan ayanya.
"Pp yakin riski benaran mau ke passntren..? Tanya iis saat suda berada dikamar.
"Aku yakin.." lagian aku sengaja ngirim dia kesana supaya dia bisa melupakan gadis itu.." kata benikno.
"Maksud pp lia..?
"Hmm.." siapa lagi..." jawab benikno dengan tersenyum sinis.
Lia adala tunangan riski yg hilang tepat dihari pernikahan mereka.
Yg riski ketahui adala, lia hilang enta kemana karna itu yg katakakan orang tua lia ke riski. Tapi benikno mengetahui bahwa lia tidak hilang melainkan kabur bersama pria lain. Karna lia menghilang bersam mahar yg diberikan keluarga riski.
Mengingat gadis itu hanya membuat emosi benikno memuncak. Bagaimana tidak, gara2 gadis itu putra yg sangat dia banggakan beruba nenjadi seseorang yg tidak dikenalinya.
"Pp yakin riski ngga akan kabur..? Tanya iis lagi.
"Kamu kenal ramzikan..? Tanya benikno yg diangguki ole iis.
"Pasantren yg akan riski tempati nanti pasentren milik ramzi.." aku percaya kalau ramzi ngga akan biarin riski kabur.." kata benikno penu keyakinan.
__ADS_1