Bisikan Cinta Dalam Do'A

Bisikan Cinta Dalam Do'A
Part 5


__ADS_3

Bisikan💖Cinta💖


Dalam Doa


"Ya Allah" ko ana bingungyaa.." curhat ridwan pada irwan.


"Ha.." kenapa lagi kamu..? Tanya irwan sambil merapikan bajunya untuk siap2 kepasentren.


"Sebenarnya pak kiyai itu nemu ini boca dimana..? Dikuburan kaliyaa? Sengaja dibawa kesini biar ente rukiyain.." kata ridwan lagi sambil melirik riski yg masi setia dengan mimpi indahnya padahal mereka hari ini ada kelas pagi.


"Husss..jangan sembarangan kalau ngomong.." tegur irwan.


"Yauda kamu bangunin de..." tita irwan pada ridwan.


"Kenapa ngga ente aja yg bangunin? Kalau ana yg bangunin.." ana pingin bangattu siram mukanya pake aer segalon.." kata ridwan dengan sedikit judes.


Irwan yg mendengar itu hanya bisa menggelenkan kepalanya. Akhirnya irwanpun memutuskan untuk membangunkan riski.


"Ki..." riski bangung.." panggil irwan sambil sedikit menggoyang tubu riski.


"Riski sangat terkejut melihat irwan ada dihadapannya ketika matanya suda terbuka sempurna.


"Ko elosi...? Kaget riski. Mendengar pertanyaan riski barusan irwanpun dibuat bingung ole riski.


"He..' ente masi tidur..? Ente ngigo.." teriak ridwan yg berdiri disamping irwan.


Riski mengucek-ngucek matanya dan kembali menatap irwan dan ridwan. Tiba2 senyumnya terukir, bagaimana tidak' baru saja dia bermimpi kalau lesti yg membangunkannya dari tidurnya.


"Wah saraf ni orang.." kata ridwan lagi.


Sekilas senyum riski terhenti saat melihat foto lia yg ada disampingnya.


"Astaga..' maaf lia..' aku ngga cinta sama dia..' aku cuman kagum sama kecantikannya.." maafin akuya liaaa.." kata riski sambil mencium dam memeluk foto lia tampa sadar air matanya suda jatu membasahi bingkai foto lia.


Irwan yg melihat itu, ikuttan dibuat sedi ole tingka riski.


"Wah benaran saraf ni orang.." he"..kegilaan ente kumatyaa..? Tanya ridwan yg membuat emosi riski terpancing.


Irwan yg melihat rahang rski suda mengeraspun langsung menarik tangan ridwan.


"Ki...' aku sama ridwan duluan yaa.." pamit irwan sambil menarik tangan ridwan.


"Riski masuk kekelasnya dengan xpresi datar tampa senyum dan parahnya lagi riski masuk tampa mengucapkan salam.


"Astagfirullah.." kelu ustad gilang yg mengajar dikelas itu.


"Emang gitu ustad kelakuannya.." ana sama irwansi uda ngga kaget lagi.." adu ridwan pada ustad gilang.


"Kalian sekamar..? Tanya ustad gilang pada irwan dan ridwan..


"Iya ustad.." jawab irwan.


"Setela kelas saya selesai kalian harus keruangan saya untuk mengambil buku peraturan yg ada diasrama ini.." agar dia bisa tau tatakrama.." kata ustad gilang dengan tegas. sedangkan riski hanya cuek dengan perkataan ustad gilang.


Setela pelajaran ustad gilang selesai, riski beranjak dari tempat duduknya dan hendak kembali kekamarnya, setela kejadian tadi pagi riski kembali kesikap dinginnya.


Langka riski terhenti saat dia mendengar ada yg memanggil nananya.


"Riski..." panggil pak kiyai.


Riskipun menole dan menunjukan xpresi judesnya.


"Saya mau minta tolong ke kamu..' nanti sore kamu ridwan sama irwan tolong anterin ketiga putri saya kepasar untuk membeli perlengkapan yg suda habis dipasantren ya..." pinta pak kiya. Sedang riski hanya mengernyitkan keningnya.


"Kenapa harus saya.." tolak riski.


"Biasanya irwan sama ridwan yg slalu ngantrin mereka.." cuman kali ini barang yg akan mereka beli itu banyak jadi bapa minta tolong kekamu untuk ikut sama mereka.." kata pak kiyai lagi.


"Yauda nanti kamu bilangya ke irwan dan ridwan..' bapa meu kekelas santri dulu.." pamit pak kiyai.

__ADS_1


"Yeeee...dasar orang tua...' dengarin duluke gue mau apa ngga.." kelu riski sambil menatap kepergian pak kiyai.


Sempainya riski dikamar, riski langsung merebahkan tubunya dikasur dan menatap foto lia.


"Maafya sayang..." aku janji mulai sekarang aku akan jauhi gadis itu.." kata riski pada foto lia.


"Jam suda menunjukan pukul 3sore namun riski masi setia memandang foto lia. Padahal tadi dia sedang ada janji dengan kiyai.


Baru saja riski mau mencium foto lia, tiba2 kehadiran irwan dan ridwan dikamar itu membuatnya kaget bukan main dan hampir saja foto lia terlepas dari tangannya.


"Eh..lo berduakan disini didik dengan tatakrama yg baik..' emang ngga bisa apa lo berdua ngucapin salam sebelum masuk.." mara riski pada irwan dan ridwan.


"Udah ko tadi.." kata irwan.


"Udahla..wan' ente ngga perlu bilang kedia kalau kita itu uda salam.."ana yakin dia juga ngga akan percaya.." kelu ridwan.


"Dari pada ente melamun ngga jelas kaya gitu mending ente bacani buku peraturan pasentren raudatul jan'na.." kata ridwan sambil melemparkan buku yg dipegangnya kewaja riski.


"Apaan nii..? Tanya riski.


"Uda baca aja.." tita ridwan.


"Apa-apaanni? Santri atau santri wati dilarang berdua-duaan. santri atau santri wati dilarang pacaran, santri atau santri wati dilarang membaca novel, membawa alkohol ke pasantren, membawa foto yg bukan muhrimnya dan masi banyak lagi.." riski terlihat kesal karana semua yg disukainya dilarang dipasentren itu.


"Gerah gue.." tiba2 nikamar jadi panas.." kelu riski sambil membuka bajunya dan segera keluar dari kamarnya dengan keadaan bertelanjang dada.


"Bukan kamar ini yg panas' tapi setan yg ada ditubu ente yg kepansan' entetu perlu dirukiya biar sadarr.." teriak ridwan namun riski suda berlalu dari hadapan mereka.


"Eh itu ngga apa2 dia keluar kamar kaya gitu..? Tanya irwan pada ridwan.


"Ngga apa2.." kan asrama ini dihuni sama cowo semua.." kata ridwan yg mengira kalau riski hanya berkeliaran diasram cowo tapi tampa mereka sadari riski keluar sampai di perbatasan asrama santri dan santri wati.


Dan akibat ulanya itu para santri wati berlari sambil berteriak. Riski sendiri pun bingung dengan tingka mereka.


"Astagfirullah.."aurat...aurat.." teriak para santri wati sambil berlari dan menutup mata mereka. Sala satu santri yg mengenal riskipun langsung berlari kekamar riski untuk menemui irwan dan ridwan dan mengadu tentang ula riski.


Sedangkan dari ara yg berlawanan ' terlihat lesti putri dan rara sedang berjalan menuju asrama santri. Karna sejak tadi mereka menunggu irwan dan yg lainnya ditempat biasa, namun irwan tak juga datang dan akhirnya mereka memutuskan untuk menghampiri mereka diasrama mereka.


Namun ditenga perjalanan, mereka dibuat bingung dengan para santriwati yg berlari sambil berteriak aurat.


"Mereka kenapasi.." tanya rara yg mulai penasaran.


"Ngga tau.." jawab lesti sambil menaikan kedua pundaknya.


"Eh..eh..ada apasini..? Tanya rara pada sala satu santri wati yg melewati mereka


"Itu..' ada santri yg bertelanjang dada.." kata santri wati itu.


"Haaa.."kaget lesti putri dan rara secara bersamaan dan akhirnya mereka betlari dan melihat siapa santri itu.


"Lesti sangat terkejut ketika mengetahui kalau santri yg bertelanjang dada itu adala santri yg tela menipunya semalam.


"Kamu..' baju kamu kemana..? Tanya lesti sambil menutup matanya. Sedangkan riski lagi2 dibuat terpaku ole kecantikannya.


"Astagfirullah.." kata ridwan sambil menutupi tubu riski dengan baju yg dibawanya.


"Lo semua kenapasii? Lebai tau ngga.." bentak riski.


"Lebay kamu bilang..? Kamu itu uda buat hebo pasantren ini.." ngapai kamu biarin aurat kamu terlihat.." mau pamer.." mara lesti.


"Aurattt...? Hahaaaha jadi mereka semua kabur gara2 lihat gue ngga pake bajuu? Lo tenang aja kali gue juga ngga nafsu sama mereka.." protes riski tak mau mengala.


"Eh kalian ngapain disini..? Tanya irwan pada ketiga adik kk itu.


"Kita nungguin kalian di gerbang asrama" tapi kalian ngga muncul2 makanya kami nyusul kesini.." jawab putri.


"Nungguin kita..? Buat apa..? Tanya irwan lagi.


"Loh.. bukannya kata abi kalian mau ngantarin kita kepasar.." jawab putri lagi.

__ADS_1


"Tapiko kita ngga tauu.." tanya irwan lagi.


"Tapi kata abi.." abi uda bilang sama santri baru.." kali ini rara yg menjawab pertanyaan irwan.


Seketika tatapan irwan dan ridwan memgara pada riski yg sedang memakai bajunya.


"He..ana bilangin ke enteya..' kalau ada yg nitipin amanat ke ente" ente harus sampein karna dosanya tu besar.." mara ridwan pada riski namun orang yg dimarahi suda berjalan mendahului mereka.


"Ayooo..' pada mau pergi ngga..? Keburu sore nanti.." kata riski dengan santai seakan-akan dia tidak melakukan kesalahan.


Dalam perjalan menuju pasar hanya ada keheningan diantar meraka. Lesti yg berjalan bersama putri sedangkan ridwan dan riski berjalan berdampingan ditenga dan yg memimpin jalan didepan adala irwan dan rara.


"Hmm beginini kalau mereka uda ketemu' serasa dunia milik berdua.." sindir ridwan pada rara dan irwan.


"Katanya dipasantren dilarang pacaran tapi ko.." kata riski dengan senyum sinisnya.


"Eh mas..' kalau ngomong jangan sembarangan yaa.." mara rara pada riski.


"buseeett.." gue dipanggil mas lagi.." kelu riski dengan pelan namun masi bisa terdengar.


Saat mereka melewati hutan..' irwan menyuru rara untuk bergabung bersama lesti dan putri dibelakang. Riskipun dibuat bingung ole tingka irwan.


"Ada apa..? Tanya riski.


"Uda.. nanti juga ente tau.." jawab ridwan.


Tak lama kemudian muncul tiga preman secara tiba2 dan menghentikan langka mereka.


" kalian taukan kalian harus apa agar bisa lewat disini.." kata sala satu dari mereka.


"Kalau kalian tidak mau" maka kalian harus menyerakan tiga gadis itu pada kami.." kata sala satunya lagi.


"Jangan bang.." kita bayar ko.." kata irwan sambil menyerakan selembar uang pada ketiga preman itu. Yg membuat ketiga preman itu pergi dengan senyum penu kemenangan.


"Tunggu.." teriak riski pada ketiga preman itu.


"Kenapa.." mau mati kamu? Tanya preman itu dengan waja garangnya.


Sedangkan ridwan nampak kesal dengan tingka sok jagoannya riski itu.


"Kalau mau duit itu kerja dong.." emang kalian uda pada ngga kuat kerjaya..? Ledek riski pada preman itu dan alhasil satu tonjokan berhasil mengenai pipi mulusnya.


Riskipun tidak tinggal diam, dengan beberapa pukulan para preman itupun suda terkapar ditana, riski ingin melanjutkan aksinya namun ketiga preman itu segera meminta naaf dan mengembalikan uang yg di berikan irwan tadi.


Sedangakan ridwan yg melihat aksi riski barusan hanya mampu bergedip ngeri.


"Wan..ana ko jadi takutya sama dia.." kata rdwan pada irwan.


Riski menghampiri irwan dan mengembalikan uangnya.


"Lain kali orang kaya gitutu jangan dibiarin berkeliaran.." kata riski.


"Mas ngga apa2 kan..? Tanya lesti pada riski.


"Huff mas lagiii.." sekali lagi lo manggil gue mas.." gue tampol mulutlo pake sendal gue' lopikir gue mas2 penjual sayur.." protes riski yg tak terima dirinya dipanggil mas.


"Maaff.." kata lesti sambil mennunduk.


"Gue riski.." kata riski sambil mengulurkan tangannya.


"Lesti.." balas lesti sambil menyatukan kedua tangannya.


"Ok..gue ngerti' bukan muhrimkan.." kata riski diiringi dengan senyumnya. Setela itu riski dan lestipun menjadi akrap.


"Tunanganlo ngga mara kalau tau lo ngomong sama cowo lain..? Tanya riski yg membuat lesti bingung.


"Tunangan..? Tuanangan siapa..? Tanya lesti. Riski ingin menjawab pertanyaan lesti namun putri dan rara keburu menarik tangan lesti untuk membantu mereka berbelanja keperluan pasantren. Riskipun hanya geleng2 kepala menatap kepergian ketiga gadis itu.


Bersambunggg........

__ADS_1


__ADS_2