Bisikan Cinta Dalam Do'A

Bisikan Cinta Dalam Do'A
Part 13


__ADS_3

Bisikan๐Ÿ’–Cinta๐Ÿ’–


Dalam Doa


Part 13


Setela melaksanakan shalat subuh, kebiasaan buruk lesti kambuh, yaitu tidur panjang tampa pikir situasi. Bahkan lesti tidur tampa melepas mukena yg dipakainya.


Cukup lama lesti tertidur hingga tiba2 percikan air mengenai wajahnya dan membangunkannya dari tidurnya.


Lesti mengerjap-ngerjapkan matanya mencoba mengumpulkan kesadarannya. Namun saat matanya suda terbuka sempurna, lesti dibuat kaget dengan keadaan kamar yg gelap gulita.


Takut...' suda pasti itu yg dirasakan lesti. Karna lesti memang sangat takut dengan kegelapan.


Sesaat kemudian lesti melihat sesosok orang yg sedang mengobrak-abrik isi lemari dengan menggunakan senter hp sebagai penerang.


"Si..siapa itu..? Lesti bertanya dengan nada suara yg gemetar karna rasa takut.


Tapi siapa sangka pertanyaan lesti barusan mala membuat orang tadi mengarakan senter hp kewaja lesti dan tiba2..


"Aaaaaaaaaaaaa...." suara teriakan menggema dikamar lesti.


"Bego..." kan tadi gue emang tau kalau dia lagi pake mukena' ngapain gue kaget coba.." dumel seseorang yg bersembunyi disamping lemari.


"Riski..." itu kamukan..? Tanya lesti pada orang itu.


"Iya ini gue.." eh jangan coba2 lo nyalain lampunyayaaa..." ancam riski pada lesti.


"Loh..! kenapa..? Kan gawat kalau ada orang yg masuk" nanti dikiranya kita ngapa-ngapain lagi.." jawab lesti tampa ragu.


"Lebi gawat lagi kalau lo nyalain lampunya, guetu lagi dalam keadaan ngga pake baju.." baru saja riski menyelesaikan ucapannya tiba2 lampu dikamar itu menyala dan menampakan sosok gadis memakai mukena dan seorang pria yg hanya menggunakan handuk.


"Aaaaaaaaaaaaa..." lagi2 suara teriakan itu kembali menggema dikanar itu.


"Ma...' mama ngapainsi nyalain lampunya..? Ikitu lagi ngga pake baju.." dumel riski pada mamanya dan kembali bersembunyi disamping lemari.


"Seharusnya mm dong yg tanya kekamu.." kamu ngapain disini? Kamukan tidur dikamar sebela.." tanya mm iis tampa henti.


"Ma.." inikan kamar iki, dan baju2 iki juga ada dikamar ini, jadi wajardong kalau iki kesini buat ambil baju iki.." jawab riski dengan kesal.


Mendengar perkataan riski barusan, lesti mulai sadar kalau tadi dia terbangun akibat percikan air dari rambut riski yg basah.


Sedangkan mm iis bukannya mendengarkan penjelasan riski, mm iis mala berjalan mendekati lesti.


"Kamu ngga di apa-apainkan sama dia..? Tanya mm iis pada lesti, dan lesti hanya menjawabnya dengan gelengan kepala.


"Yauda bantuin tante didapuryuu.., mukenanya dilepas dulu.." kata mm iis dan segera berlalu dari kamar itu disusul lesti.


"Gue bingung de..' yg anaknya mamaitu gue apa lestisi.."dumel riski setela lesti dan ibunya suda tidak berada dikamarnya.


******


"Les..." panggil mm iis pada lesti yg sedang membuat sarapan.


"Iya tante.." jawab lesti sambil menole keara mm iis.


"Mama kamu itu dulu sahabat baik tantelo, sebelum mm kamu nika sama papa kamu dan pinda kekampung.." kata mm iis dengan tatapan yg sendu.


"Kamutu dulu hampir saudaraanlo sama riski, karna dulu mm kamu sebelum meninggal sempat nitipin kamu ketante, tapi ramzi ngga ngijinin. Dan untung aja kamu ngga jadi tinggal sama tante.." perkataan mm iis yg terakhir barusan membuat lesti bertanya-tanya.


"Loh emangnya kenapa tante..? Tanya lesti.


"Ya karna riski aja modelnya uda kaya gitu apalagi kamu..! Tante yakin kalau kamu tinggal sama tante kamu ngga akan sealim ini, mungkin saat ini kamu jadi anak gaul yg biasa pakai rok mini.." kata mm iis sambil tertawa.


"Udaah ngobrolnya.., bantuin tante siapin iniyuu..


*********


"Ki..' nasi gorengnya enakya..? Dari tadi namba terus.." tanya mm iis pada riski.


"Ngga..." biasa aja.." jawab riski dengsn cuek karna riski suda tau kemana ara pembicaraan ibunya jika dia bilang nasi goreng itu enak.

__ADS_1


"Eh.." uda ada kabar dari rido belumsi..? Tanya riski pada irwan dan ridwan yg sedang menikmati sarapan mereka.


"Loh ko mala nanya kita! Rido itukan teman sampean jadi sampeanla yg harus tau.." jawab ridwan.


"Yauda gue telfon duluya.." riski kemudian mengambil ponselnya yg ada disaku celananya dan segera menghubungi rido.


"Gimana terssmbung ngga..? Tanya rara pada riski.


"Belum diangkat.." jawab riski singkat.


"Halo do.." sapa riski pada rido setela panggilannya tersanbung.


"Iya haloki.." jawab rido dengan suara serak khas orang bangun tidur.


"Lo baru bangun do..? Astaga inikan uda stenga srmbilan pagi' jadi pergi nggasi kita..? Tanya riski dengan nada suara yg sedikit kesal.


"Hmm kayanya ngga jadide.., putri lagi cape bangat soalnya" jawaban rido barusan mampu membuat riski berteriak.


"Apaaaa.." woe anak orang lo apain...? Tanya riski namun rido suda mengakhiri panggilan telfonnya secara sepihak.


"Sialan dimatiin lagi.." dumel riski pada ponselnya.


"Gimana..? Dokter rido bilang apa..?tanya rara dengan antusias.


"Ngga...jadi.." kk lo lagi cape habis ngelayanin kk iparlo semalamannn.." terisk riski tepat diwaja rara.


"Yatrus gimanadonggg...? percuma kejakarta kalau ngga jalan2.." kesal rara sambil memainkan sarapannya.


"Yauda..' mungkin hari ini kalian gagal jalan2 nya. Dan kalian juga harus ngerti kalau mereka itu pengantin baru.." yauda mm kekantor pp duluyaki, mau ngantarin makan siang buat pp.." kata mm iiis kemudian pergi meninggalkan riski dan yg lainnya.


"Kalau ginima mending tidur lagi.." kata rara sambil berjalan menuju kamarnya.


"Ki..kolam renang itu masi dipakai kann? Tanya ridwan pada riski sambil menunjuk kolam renan yg berada diluar ruma.


"Masi.. emang lo mau ngapain..? Tanya riski balik.


"Sampean temani aku renangyaa.." mohon ridwan pada riski.


"O..gah..minta ditemani sama irwan aja, tadi pagi gue uda mandi soalnya.." jawab riski.


Riski dan irwan sempat berontak tapi bukan lepas dari cengkraman ridwan mereka berdua mala tercebur kedalam kolam karna ula ridwan.


Sedangkan lesti setela sarapan tadi, dia memili membersikan piring kotor dan kembali kekamarnya.


"Huuuberbrbr.." ki udaki.." aku uda ngga tahan lagi.." kelu ridwan pada riski yg dari tadi terus mengguyur tubunya dengan air.


"Aku jugaki.." sambung irwan.


"Ah.. ngga asik lo berdua.." baru gitu aja uda kao.." teriak riski pada ridwan dan irwan yg suda masuk kedalam ruma.


Tampa sadar ternyata dari tadi lesti melihat aksi mereka dari balkom kamarnya.


Sesaat kemudian pandangan riski melihat lesti yg sedang menatap kearahnya.


"Ngapain lo disitu..? Sini turun, kalau mau ikut renang bilang aja ngga usa malu2.." teriak riski namun lesti hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.


"Yaaa dia ngga mau.." gue kerjain seru kaliya? Guman riski dengan senyum penu arti.


"Aoooo..kaki gue keram.." adu ngga bisa digerakin lagi.." teriak riski sedikit kencang agar lesti mendengarnya. Dan dengan raut waja yg sangat panik lesti turun dari kamarnya menuju kolam renang sambil berlari.


"Ki.., pegang tangan aku.." tita lesti sambil mencoba merai tangan riski dari tepi kolam.


"Ngga bisa les.." jawab riski.


"Coba aja dulu.." teriak lesti dengan panik.


Tak lama kemuduan lesti berhasil merai tangan riski tapi bukannya naik keatas riski mala menarik tangan lesti hingga dia tercebur.


"Hahahaha..๐Ÿ˜ƒ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜„ polos bangatsi lo les.." masa lo ngga nyadar kalau gue pura2.." kata riski sambil tertawa puas karna berhasil mengerjai lesti.


Tapi lesti mala ngga muncul lagi ke permukaan kolam.

__ADS_1


"Les...lesti jangan bercandade..? Ngga lucu tau..! Nada suara riski mulai panik saat lesti tak merespon perkataannya.


"Astagaaaa lesti..." teriak riski sambil masuk kedalan kolam dan menyelamatkan lesti.


"Les bangun les jangan bikin gue takut.." teriak riski sambil menepuk-nepuk pipi lesti.


"Ridwannnn....irwannnm bantuin gue cepatann...." panggil riski dengan berteriak.


"Loh.. ini silesti kenapa..? Tanya ridwan saat suda berada ditepi kolam.


"Uda bantuin jangan banyak tanya.." kesal riski sambil menekan dada lesti.


Tak lama kemudian riski mencoba mendekati bibir lesti.


"Eh..eh kamu mau ngapain..? Tanya irwan sambil menghentikan aksi riski.


"Yamau ngasi nafas buatanla emang mau ngapain lagi.." kesal riski pada irwan.


"Jangan kamu.." kamu itu bukan mahramnya..! Cega irwan lagi.


"Kalau bukan gue trus siapa? Tanya riski dengan nada suara yg semakin panik karna lesti belum sadar juga.


"Rara aja.." jawab irwan.


"Yauda panggil tu anak.." kata riski pada ridwan.


"Uhuk...uhukk.. lesti mengeluarkan air dari mulutnya setela rara memberinya nafas buatan.


"Ini k lesti kenapa? Ko bisa keceburr..? Tanya rara pada riski.


"Uda jangan banyak tanya sekarang bantuin gue bawa dia kekamar dan lo ra, tolong gantiin bajunya" tita riski pada rara.


"Gimana keadaannya..? Tanya riski pada rara saat dirinya keluar dari kamar lesti.


"K lesti uda tidur.." sekarang jelasin keaku kenapa k lesti bisa kaya gitu.


"Gue kerjain tadi.., gue pikir dia bisa renang.." jawab riski.


"Astagaaa riskiiii.., k lestiti ngga bisa berenang.." mara rara pada riski.


"Udah.., yg pentingkan dia uda baik2 aja, sekarang gimana caranya supaya nyokap gue ngga tau kejadian ini.." kata riski pada rara dan yg lainnya.


"Loh..! ngga bisa gitu dongg.." kamutu harus dimarahi.." kata rara pada riski.


"Ya terserasi.. tapi jangan salahin gue kalau liburan kalian jadi gagal karna lesti sakit.." ancaman riski barusan mampu membuat rara luluh.


"Yaaa.. jangan dong..." mohon rara pada riski.


"Sekarang lo semua harus ikutin apa yg gue suru.." pinta riski pada rara dan yg lainnya.


"Anasi bisa berbohong tapi teman ana yg satu ini ngga bisa yg namanya berbohong.." kata ridwan sambil merangkul pundak irwan.


Belum sempat riski melanjutkan ucapannya tiba2 suara salam ibunya mengagetkan mereka semua.


"Ingatya ngga ada yg bole jujur kalau lesti kecebur. Dan lowan tutup mulut irwan rapat2 agar dia ngga ngomong jujur..? Ancam riski.


"Loh ko kalian semua ada disini..? Dan lesti mana..? Tanya mm iis pada keempat orang yg ada dihadapannyan.


"Emm ituma..." lesti sakit.. jawab riski dengan gugup.


"Ko bisa..? Prasaan tadi pagi pas mm tinggal baik2 aja.., mm lihat dulude..!


"Jangan...jangan..." cega riski dan rara bersamaan.


"Kenapasi kalian..? Udaah mm mau lihat keadaan lesti dulu.." mm iis kemuduan memasuki kamar lesti untuk melihat keadaannya.


"Ko dia ngga bangun2 ki..? Tanya mm iis lagi.


"Kan dia lagi istrahat ma.." jawab riski.


"Yauda kalau gitu selama lesti sakit kalian semua dilarang keluar dari ruma ini.." kata mm iis sebeluan keluar dari kamar lesti.

__ADS_1


"Yaaa uda cape2 bohong, uda dapat dosa pula.." tetap aja ngga bisa liburan kesal rara.


Bersambung........


__ADS_2