Bisikan Cinta Dalam Do'A

Bisikan Cinta Dalam Do'A
part 25


__ADS_3

Bisikan💖Cinta💖


Dalam Doa


Part 25


Sejak siang, riski hanya berjalan memutari kota jakarta dengan mobilnya tampa ara tujuan.


Dan suda hampir 100 panggilan telfon dari lesti yg dia abaikan.


Kini hari suda malam tetapi riski masi setia memegang setir mobilnya yg terus melaju enta kemana.


Saat ini enta apa yg ada dalam pikirannya' entahla sepertinya hanya dia yg tau.


Tiba2 ponselnya kembali berdering hingga membuat kekesalannya memuncak. riskipun menjawab panggilan itu tampa melihat layar ponselnya.


"Apa lagi...? Kamu mau apa lagi..? Apa yg tadi masi kurang? haaa..? Jawab.." bentak riski.


"Halo ki...! Maaf aku ganggu kamuyaa..? Pertanyan itu mampu membuat waja riski menjadi pucat. Dengan cepat riskipun menatap layar ponselnya dan benar saja..' ternyata yg menolponnya lia bukan lesti istrinya.


Sambil mengusap wajanya dengan kasar riskipun mulai menjawab pertanyan lia.


"Emm..sory lia' tadi akuu..." belum sempat riski melanjutkan ucapannya tiba2 saja lia suda memotongnya.


"Ngga apa2 ko ki..' aku tau kamu pasti lagi brantemkan sama istrimu..?


"Siaaaalll..." kenapa dia bisa tau.." guman riski dalam hati.


"Halo" riski..? kamu masi disanakan..? Pertanyaan itu mampu menghentikan lamunan riski.


"Oh iya..." masiko masi.." jawab riski dengan gugup.


"Gini aja..' dari pada kamu pusing mending kamu ikut aku aja, bisakannn..? Tanya lia.


"Ok bisa ko.." jawab riski. Sebelum dia mengahiri panggilan telfonnya.


Sedangkan lia, ada senyum licik dan senyum penu kemenangan yg dia tunjukan setela panggilan telfonnya berakhir.


Mobil riski tiba disebua apertemen, disana suda ada seorang wanita berpakaian sexi menghampirinya.


"Maaf lamaya..? Tanya riski tampa menatap waja lia. Tapi bukannya memjawab pertanyaan riski, lia mala balik bertanya pada riski.


"Astaga ki..! Wajahmu berantakan sekali.." dan pakayanmu..? Tanya lia sambil menyentu krak baju riski.


Kaget dengan perlakuan lia, riskipun segera menepis tangan lia. Riski baru sadar kalau dirinya belum mengancing bajunya yg sempat dia lepaskan dengan sengaja untuk lesti tadi siang.


"Maaff..." kata lia pura2.


"Ngga apa2.." ngomong2 kita mau kemana..? Tanya riski.

__ADS_1


Dengan tersenyum, lia memjawab pertanyaan riski.


"Kamu ikut aja, malam ini pasti kamu akan lupain semua masala kamu.." jawab lia dengan santai sedangkan riski menanggapinya dengan menganggukan kepalanya pertanda dia setuju dengan ajakan lia.


"Lihat aja ki.." malam ini kamu akan jadi milikku seutunya.." guman lia tak lupa dengan senyum liciknya.


************


"Aku ngga bisa lia.." semua kebiasaan ini uda aku tinggalkan.." tolak riski pada lia sambil meninggalkan lia yg masi berdiri didepan sebua bar.


Tapi lia tak tinggal diam, dengan cepat kakinya melangkah menghapiri riski yg suda hampir menjau.


"Tunggu ki.." teriak lia sambil menahan tangan riski.


"Maaf.." aku lupa kalau kamu uda sadar.." tapi kalau kamu cuman nemanin aku bisakan..? Lagian kita juga uda sampai disini, sayang kalau kita langsung pulang.." lia mencoba meyakinkan riski agar mau ikut dengannya.


Dengan berpikir panjang akhirnya riski mengiyakan permintaan lia. Lagi pula saat ini dirinya belum siap pulang keruma.


"Baikla.." jawab riski.


Suara musik yg kencang membuat riski tak nyaman berada ditempat itu. Namun lagi2 lia mencoba membuat riski agar tetap berada disisinya.


"Minum ki.." kata lia sambil menyodorkan satu gelas berisi minuman keras.


"Tidak lia.." suda kubilang aku suda meninggalkan semua ini.." tolak riski.


"Yauda, kalau gitu kamu tunggu disini aku akan ambilkan air puti untukmu.." kata lia sambil berjalan menuju meja kasir.


Perlahan lia mengambil sebotol air mineral yg ada didalam tasnya dan segera dituangnya kedalam gelas.


"Ini minumanmu ki.." kata lia sambil menyodorkan segelas air puti yg diisinya tadi. Dan tampa ragu riski langsung mengambil gelas yg ada dalam genggaman lia dan meminumnya hingga habis.


Melihat minuman yg diberikannya dihabisi ole riski, liapun mulai tersenyum penu kemenangan.


Dan segera menghitung dalam hati.


" 1............


" 2............


" 3............


"Lia..." teriak riski tiba2.


"Iya aku disini ki..." sahut lia dengan cepat.


"Aku...." adu ada apa dengan kepalaku.." rinti riski sambil memegangi kepalanya.


"Kamu kenapa ki..? Aku bantuya..! Lia mulai memapa tubu riski keluar dari tempat terkutuk itu. Namun tiba2 saja, riski mendorong tubu lia hingga terjatu.

__ADS_1


"Siapa kamu...? Dimana liaku..? Tanya riski penu kebingungan.


Sedangkan lia yg masi meringis kesakitan akibat tindakan riski dibuat melongo dengan pertanyaan riski yg dianggapnya pertanyaan bodoh.


"Kamu ini gimanasi ki..? Aku ini lia.." jawab lia sambil menyentu waja riski. Tapi lagi2 riski menepis tangan lia dengan kasar.


"Bukan...! Kamu bukan liaku.." aku ingin bertemu dengan lia..! Dimana lia..?


Liaaaaa...."


Teriak riski sambil berjalan gontai menuju mobilnya. Sedangkan lia masi mematung ditempatnya menatap mobil riski yg sudah menghilang dari pandangannya.


Sambil menghentakan kakinya dengan keras liapun berteriak.


"Dasar dukun sialaaannnnnn..." uda gue bayar mahal.." tapi hasilnya nihil.. uda gitu ditinggalin lagi..."


********


Hari suda larut malam, saat ini lesti sedang melakukan salat malam sambil menunggu suaminya pulang.


Lesti tak henti2 berdoa untuk keselamat suaminya.


Dan tiba2 saja..


"Braaaakkkk...." lesti dibuat terkejut dengan suara pintu kamar yg dibuka dengan paksa membuatnya segera menghentikan doanya.


"Riski..." kaget lesti melihat suaminya memasuki kamar mereka seperti orang mabuk.


"Lia..." panggil riski sambil berjalan gontai menghampiri lesti.


"Riski.." ada apa denganmu..? Kamu mabuk..? Tapi..." tak ada bau alkohol dimulutmu.." tanya lesti penu kebingungan.


"Aku mencintaimu lia.." kata riski seperti orang yg kehilangan akal.


"Gila kamu riski..." bentak lesti pada riski sambil mendorong tubu riski hingga terjatu keranjang. Lesti beranggapan riski sengaja mencoba membalas dendam atas perlakuannya tadi siang dengan menyebut dirinya sebagai lia.


Lesti hendak meninggalkan riski dikamar, namun dengan cepat riski mencegahnya dan segera mengunci kamar mereka dan membuang kuncinya kesembarang arah.


"Mau kemana kamu sayang...? Malam ini kamu akan bersamaku dikamar ini.." kata riski sambil tertawa lepas.


"Gila kamu riski..! Aku tau kamu mara dan aku tau aku sala. tapi, bukan seperti ini juga caranya balas dendam.." kata lesti pada riski berharap suaminya itu mau mendengarkannya.


"Jangan munafik kamu lia..! Aku tau, kau menginginkan ini.." jawab riski sambil menyentu lesti. Namun dengan cepat lesti mencoba menepis sentuhan riski.


Riskipun tak tinggal diam, dia terus mendekati lesti meski berkali2 tubuhnya didorong ole lestii.


Namun tenaga lesti tak mampu mengimbangi riski dan akhirnya kekalahanpun berada ditangan lesti. Malam itu riski membuatnya melayani keinginannya sebagai lia.


Bersambungggggg~~~~

__ADS_1


Komen yg banyakya kalau mau dinexc secepatnya.


__ADS_2