Bisikan Cinta Dalam Do'A

Bisikan Cinta Dalam Do'A
part 27


__ADS_3

Bisikan💖Cinta💖


Dalam Doa


Part 27


"Tok...tok...tok...


Bunyi Suara ketukan pintu dari luar kamar membuat lesti dan riski terbangung dari tidur mereka.


Lesti menatap ane pada riski, dipikirnya hari ini riski akan pergi bekerja meninggalkannya sendiri seperti biasanya, Tapi ternyata tidak.


Sedangkan riski mala melirik jam yg berada diatas meja yg suda menunjukan pukul 6 sore.


"Waduh lama jugaya mereka tertidur"


Keduanya asik dengan lamunan mereka masing2 hingga ketukan pintu dari luar kembali terdengar dan menghentikan lamunan mereka.


Tok..tok..tok..


"Iya..iya bentar.." sahut riski dari dalam kamar.


"Bibi..' ada apa bi..? Tanya riski saat pintu kamar suda terbuka dan menampakan bi asi.


"Itu den..." bibi mau pamit pulang, dari tadi den riski dan non lesti ngga keluar2 bibi pikir terjadi sesuatu sama kalian" jawab bi asi.


"Oh.." ngga apa2 ko bi.." yauda makasiya bi uda dibangunin.." kata riski sambil tersenyum pada bi asi.


"Satu lagi den, sesuai perinta, bibi ngga masak untuk mkn mlam.." kata bi asi sebelum dirinya meninggalkan riski.


Memang tadi pagi, riski suda berpesan pada bi asi agar bi asi tak memasak untuk makan malam, karna dirinya sedang merencenakan sesuatu.


"Ko masi rebahan di kasur si..? Tanya riski pada lesti saat dirinya suda kembali kekamar.


Sedangkan lesti lagi2 menatap ane pada suaminya itu. Bagaimana tidak, hari ini suaminya itu berbicara dengannya lebi dari satu kata. Biasanya dia slalu bersikap dingin pada lesti.


"Ko mala bengong..? Tanya riski lagi.


Dengan tampang memales lestipun menjawab pertanyaan riski.


"Emang mau kemana..? Tanya lesti.


"Malam ini aku mau ngajak kamu makan malam. tapi makan malamnya diruma putri sama rido.." jawab riski dengan senyum yg slalu terukir dibibirnya.


Berbeda dengan lesti, lesti mala menunjukan waja juteknya pada riski.


Dalam hati lesti berkata, enta drama apa lagi yg akan dibuat suaminya itu.


Kemarin disaat makan siang dia membawa lia bersamanya dan tadi malam..." ah sudahla.. mengingat kejadian itu hanya membuat hati lesti sakit.


"Ko mala bengong lagisi..? Ayo cepatan.." kata riski sambil menarik tangan lesti hingga lesti terjatu kepelukannya.


Pandangan merekapun saling bertemu tapi dengan cepat lesti mengalikan pandangannya keara lain.


"Sholat magrib dulu baru brangkat.." kata lesti dengan xpresi datarnya.


"Ok..."sahut riski sambil mencubit hidung lesti dengan gemas sedangkan lesti mala menanggapinya dengan kesal dan pergi meninggalkan riski.


"Hufff...." sabar riski.." dia butu waktu untuk memaafkanmu.." guman riski sambil mengusap dadanya.


"Tapi..., ngga enak jugaya dicuekin.." guman riski lagi.


************


"Mimpi apa lo..? Tumben- tumbenan lo ngajak makan malam' itupun diruma gue pula..? Tanya rido pada riski.


Ya! saat ini riski dan lesti suda berada diruma putri dan rido.


"Ngga mimpi apa2.." cuman mau silaturahmi aja.., dan itung2 buat ganti makan siang yg gagal kemarin.." jawab riski.


"Les.." kamu ngga apa2 kan..? Kamu kelihatan lemas dan cape bangat kayanya..? Putri bertanya pada lesti yg dari tadi hanya duduk diam disamping riski.


"Emang kelihatan bangatya..? Tanya lesti sambil mengusap wajahnya sedangkan riski suda menunduk sambil memainkan jarinya karna gugup. Riski takut jangan sampai lesti menceritakan kejadian semalam pada putri dan rido.


Melihat riski bertingka aneh seperti itu, ridopun tersenyum sambil berkata.


"Uda ah.. pada bahas apaansi..? Mending kita mulai aja makan malamnya.


Memamg rido sangat mengenal sahabatnya itu, dan kalau riski suda bertingka seperti itu, dijamin ruma tangga riski dan lesti pasti akan baik2 saja.


"Waduh buset da.." itu nasi buat makan setahun..? Protes rido pada riski.


Mendengar perkataan rido, lestipun melirik piring riski yg diisi setumpuk nasi beserta lauknya.


"Hehe..😊 lapar bro.." jawab riski cengengesan.


"Laparsi lapar.." tapi lo harus mikir dong..' gaji guetu ngga segede gajilo! Kalau gue bangkrut gimana.." protes rido lagi.

__ADS_1


"Alllaaaa.. lokan gue gaji mahal..! Buat makanan seginima belum bisa buat lo bangkrut.." jawab riski dengan nada mengejek.


Sedangkan Putri hanya bisa tertawa melihat tingka riski dan rido yg seperti anak kecil.


Berbeda dengan lesti dari tadi dia hanya menatap suaminya sambil melamun.


Lesti baru sadar kalau suaminya pasti belum makan dari tadi siang.


"Apa aku harus beri dia kesempatan kedua? Siapa tau riski suda benar2 beruba.." guman lesti dalam hati.


Suara bel ruma yg berbunyi berulang-ulang membuat keempat orang itu saling menatap.


"Lo ngundang siapa lagi selain kita..? Tanya riski pada rido.


"Seharusnya gue yg nanya, lo ngajak siapa lagi..? Tanya rido balik.


"Nggalah.. gue ngga ngajak siapa2. lagiangkan makan malam ini buat keluarga doang.." jawab riski.


"Apa jangan2 ridwan yaa..? Tanya rido lagi.


"Ah.. ngga mungkin.." jawab riski lagi.


"Udaah.." biar aku aja yg buka, lagian kalau kalian saling nebak disini ngga akan ketahuan siapa yg ada diluar.." kata putri sambil berdiri dan hendak membuka pintu ruma namun berhasil dihentikan ole rido.


"Udah sayang..' biar aku aja yg buka..! Kata rido kemudian berjalan menuju pintu.


"Elloooh..." mata rido membualat sempurna saat melihat sosok wanita yg ada dihadapannya.


"Oh iya.. hayyy dokter rido.." sapa lia sambil melambaikan tangannya.


"Ngapain lo kesini..? Tanya rido dengan sinis.


"Gue dengar riski ada disini' jadi gue nyusul kesinide.." jawab lia dengan santai.


"Mau apalagisi lo..? Gue tau lo punya niat jahatkan sama ruma tangga riski..? Tebak rido.


"Nah itu lo tau.." jawab lia dan hendak melangkahkan kakinya masuk keruma rido namun berhasil dicega ole rido.


"Gue ngga akan biarin rencanalo berhasil.." ancam rido pada lia.


"Oh..gituya..? Kita lihat aja nanti..! Ngomong2 gue masi punya nomornya looh.." mau gue telfon? Siapa tau lo juga kangen sama dia.." ancam lia sambil memainkan ponselnya.


"Jangan gila lo.." teriak rido pada lia.


"Jadi gimana dokter rido, gue bole masuk ngga..? Tanya lia lagi dengan nada meledek dan dengan terpaksa ridopun mempersilakan lia masuk.


"Nah gitukan baguss..." kata lia tersenyum puas sambil menepuk pelan pipi rido.


Sedangkan riski langsung tersedak makanannya.


"Uhuk..uhuk..."


Berbeda dengan lesti, lesti yg tadinya mulai lulu dengan sikap riski kembali berpikir kalau riski sengaja mengundang lia untuk makan mlm bersama mereka.


"Do ngapain lo ijinin dia masuk..? Tanya riski sambil berbisik.


"Dia yg maksa.." jawab rido.


Tapi riski tak percaya dengan ucapan rido. Karna yg riski tau, rido bukan orang yg selema itu.


"Pasti ada sesuatu.." guman riski.


"Ini ngga ada yg mau nyuru aku dudukni..? Tanya lia pada semua yg ada disitu.


"Oh iya silakan duduk.." kalau ngga tau malu.." kata putri dengan suara pelan namun masi bisa didengar ole lia.


Merasa kesal dengan perkataan putri liapun mulai melancarkan aksinya pada putri.


"Do.." gue dengar lo lagi ngikutin program buat dapat momongang..? Emang ada masalaya..? Tapi yg gue tau lo itukan ngga bermasala, buktinya lo..bis.." ucapan lia terhenti saat riski tiba2 membentaknya.


"Stop lia.." teriak riski membuat semua yg ada disitu terkejut.


Lia hanya bisa menelan ludanya mendengar bentakan riski.


"Makasiya do atas makan mlmnya.." kata riski sebelum dia lesti dan lia meninggalkan ruma rido.


"Mas.." mas ngapai ngijinin wanita itu masuk keruma kita? Bukannya mas uda janji mau bantuin aku buat nyatuhin k lesti sama riski.." kesal putri pada rido.


"Aku terpaksa sayang.." jawab rido.


"Entahla mas.." sepertinya aku merasa ada yg mas sembunyihin dari aku.." kata putri kemudian berlali meninggalkan rido yg masi terlihat pucat.


Sedangkan diluar ruma. Riski menarik tangan lia agar sedikit menjau dari lesti.


"Ngapain kamu ngomong kaya gitu didepan putri..? Bentak riski dengan pelan.


"Ya maaf..." tapi kenyataannya emang gitukan.."jawab lia tampa dosa.

__ADS_1


Sedangkan lesti yg dari tadi melihat riski dan lia bicara dengan berbisik hanya bisa menangis.


"Lia.." aku antar pulang yaa..? Ajak riski pada lia didepan lesti.


"Tapiki..! Kunci apertemenku hilang..' aku lupa taru dimana.." kata lia sambil pura2 mengacak-acak isi tasnya sedangkan lesti hanya bisa menanpakan tampang malesnya pada drama yg dimainkan lia.


"Yatrus gimana dong..? Tanya riski.


"Aku nginap diruma kalian ajaya.." pinta lia pada lesti.


Dan diluar dugaan lesti mala mingiyakan permintaan lia.


"Oh tentu saja bole.." ide bagus mala itu.." jawab lesti dengan senyum penu arti.


Sedankan riski dibuat melotot dengan jawaban lesti barusan.


************


Sesampainya mereka diruma, lesti langsung menunjukam kamar tamu yg akan ditempati lia.


Dan tampa basa-basi riski langsung menarik tangan lesti menuju kamar mereka.


"Maksud kamu apa..? Ngapain kamu ngajak dia tidur diruma kita..? Tanya riski dengan Kesal.


"Kenapaaaa...? Bukannya ini yg kamu mau.." jawab lesti dengan santai.


"Tapiii...." belum selesai riski melanjutkan ucapannya lesti suda berlalu meninggalkannya menuju kamar mandi.


Setela membersikan badannya lesti keluar dari kamar mandi dan lagi2 riski kembali menyambutnya dengan pertengkaran.


"Udahla ki.." aku lagi malas berdebat.." ucap lesti dan dengan kesal riskipun memutuskan untuk membersikan dirinya.


Riski keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk.


Senyum riski terukir saat melihat lesti menyisir rambutnya yg basah.


"Memang aku tak bisa mara lama2 denganmu les.." guman riski.


Lesti dibuat terkejut ole ula riski yg tiba2 melingkarkan tangannya dipinggang lesti.


"Apaansi kamu.." lesti mencoba melepaskan pelukan riski namun riski makin mengeratkan pelukannya.


Aksi riski tiba terhenti saat seseorang tiba2 membuka pintu kamar mereka.


Riski yg hanya menggunakan handuk langsung bersembunyi di belakang lesti.


"Upsss...soryyy..." ucap lia tampa dosa.


"Ada apalagisi lia..? Tanya riski dengan kesal.


"Ituuu.." air dikamar mandiku macet.." aku bole numpang mandi disini ngga..? Tanya lia.


"Bole..."pake aja.." jawaban lesti barusan lagi2 membuat riski semakin kesal.


Sedangkan lia, tampa malu dia langsung melangkahkan kakinya menuju kamar mandi yg ada dikamar riski dan lesti.


Riski yg merasa kesal langsung memakai baju tidurnya dan segera merebahkan tubunya dikasur dan menutup seluru tubunya dengan selimut tebal.


Sedangkan lesti menunggu lia keluar dari kamar mandi sambil membaca novel kesukaannya.


Beberapa saat kemudian lia kelur dari kamar mandi dengan menggunakan handuk pendek membuat siapa saja yg melihatnya bisa tergoda.


Lesti menatap riski sesaat yg sedang tertidur sebelum pandangannya kembali ditunjukan pada lia.


"Apa dia ingin menggoda suamiku..? Guman lesti sambil menatap tak suka pada lia.


"Riski uda tidur..?? Tanya lia.


"Yaaa seperti yg kamu lihat.." jawab lesti.


"Kamuko belum tidur..? Tanya lia lagi.


"Kalau aku tidur trus siapa yg akan mengunci pintunya.." jawaban lesti barusan mampu menusuk hati lia.


Liapun keluar dengan perasaan marah.


Sedangkan lesti memutuskan untuk tidur disebela riski. Dan tampa dia duga tiba2 saja riski langsung memeluknya.


"Kamuuu...?


"Uda ngga usa banyak nanya..' slamat malam dan sampai jumpa di sholat subu.." kata riski tampa membuka matanya.


"Sebelum subu masi ada sholat malam juga kali.." protes lesti tampa berniat melepaskan pelukan riski.


"Yauda sampai jumpa tenga mlm.." jawab riski lagi sambil menenggelamkan kepalanya dibahu lesti.


Bersambungggg.....

__ADS_1


Uda panjanggkannn...?


Ini hadia biat yg uda komen bawel.


__ADS_2