Bisikan Cinta Dalam Do'A

Bisikan Cinta Dalam Do'A
Part 11


__ADS_3

Bisikan๐Ÿ’–Cinta๐Ÿ’–


Dalam Doa


Part 11


Hari ini adala hari pernikahan randa dan putri.


putri yg suda siap dengan kebaya puti yg membuatnya terlihat semakin cantik, duduk seoarang diri didalam kamarnya menunggu dipanggil ole orang tuanya jika randa dan keluarganya suda tiba di kediamannya.


Tapi entah kenapa? tiba2 saja airmatanya keluar dari mata indahnya.


"Loh..anak umi ko nangis..?? Tanya umi eri yg tiba2 suda berada disamping putri sehingga nembuat putri terkejut.


"Eh..umi.." ini tangisan bahagiako.." dusta putri sambil menghapus air matanya.


Dan enta kenapa jawaban putri barusan mala membuat umi eri ikut-ikutan menangis.


"Umi jadi ikut sediii.." umi juga ngga nyangka, anak2 umi sekarang uda dewasa, bahkan satu dari anak gadis umi uda mau ninggalin umi.." kata umi eri sambil memeluk tubu putri.


Saat umi eri memeluk tubu putri, tiba2 kehadiran lesti dan rara mengagetkan mereka.


"Loh ada apa ini..? Ko pada sedi..? Tanya lesti


"Oh nggako.." jawab umi eri sambil menghapus air matanya.


"Eh kalian ko ada disini? Bukannya saat ini seharusnya kalian lagi nerima tamuya..? Tanya umi eri pada lesti dan rara.


"Oh itu umi.." abi nyuru kita kesini buat jemput putri, soalnya randa sama keluarganya uda ada dibawa.." jawab rara.


5menit kemudian putri keluar dari kamarnya didampingi ibu dan kedua saudaranya.


Putri duduk disamping randa yg suda siap mengucapkan khutba nika.


"Apa kalian suda siap..? Tanya penghulu dan diangguki randa dan putri.


"Baik kita mulai sekarang.." kata penghulu tersebut sambil menjabat tangan randa.


"Hai saudara ahmad randa bin irfan.." kiyai ramzi tela menyerakan hak walinya pada saya untuk menikakan anaknya putri aisya bin ramzi bersama enkau ahmad randa bin irfan dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan emas sepulu gram.


"Saya terima nikahnya.." belum sempat randa melanjutkan ucapannya tiba2 air mata putri jatu mengenai tangan kirinya membuat randa menghentikan ucapannya.


"Saudara randa kita ulangi lagi..! Pinta pak penghulu.


"Iya ulangi lagi pak.." mungkin tadi dia grogi.." kata kiyai irfan dengan senyum menggoda.


Pak penghulupun kemuduan kembali menjabat tangan randa, namun siapa sangka randa mala melepaskan tangannya.


"Maaf aku tidak bisa melanjutkan pernikahan ini.." perkataan randa barusan membuat semua yg ada disitu geram termasuk kiyai irfan.


"Randa.." apa-apaan kamu ini..? Jangan bikin malu' kamu pikir ini main2 apa.." bentak kiyai irfan pada randa.


"Bukan aku yg akan menikahinya.." jawab randa kemudian meninggalkan ruma putri nenuju ruma yg di tempati rido.


"Sedangkan putri yg ditinggalkan ole randa hanya pasra ditempat duduknya.


"Dosa apa yg aku perbuat ya Allah? sehingga kedua putriku mengalami nasib yg sama.." kelu kiyai ramzi sambil mengusap dadanya yg terasa sesak.


"Maafkan putra saya kiyai.." saya.. belum sempat kiyai irfan melanjutkan ucapannya kiyai ramzi mengangkat kelima jarinya seperti memberi isyarat agar kiyai irfan berhenti bicara.


Rido keluar dari ruma yg ditempatinya dengan koper yg berada ditangannya.


"Mau kemana lo..? Tanya randa dengan sinis membuat rido menghentikan langkahnya karna terkejut.


"Ngapain lo disini..? Bukannya saat ini lo seharusnya nikahya..? Tanya rido balik pada randa.


"Pernikahen gue batal, dan itu gara2 lo.." bentak randa sambil menunjuk waja rido.


"Tunggu de..? Gara2 gue? Gimana bisa coba..? Gue aja dari tadi ada disini.." jawab rido dengan cuek.


"Pokoknya gue ngga mau tau lo harus tanggung jawab.." kata randa sambil menarik tangan rido dengan paksa, rido mencoba melepaskan genggaman randa namun nihil' randa mala semakin nenguatkan cengkramannya.


Randa kembali keruma putri membuat semua yg ada disitu kembali tersenyum termasuk kiyai irfan. namun keberadaan rido bersama randa membuat putri menegang.


"Aku kembali bukan untuk melanjutkan pernikahannya.." aku kembali hanya untuk bilang kalau pemuda ini yg akan menggantikanku menikahi putri.." perkataan randa barusan langsung dihadiai satu tamparan dari kiyai irfan.."


"Plakkk..." keterlaluan kamu..bentak kiyai irfan.

__ADS_1


Randa sempat mengusap pipinya yg terasa sakit namu kemudia dia kembali menarik rido dan menyurunya duduk disamping putri.


Kiyai ramzi ingin menghentikan aksi randa namun lesti dan rara menggenggam kedua tangannya dengan erat seperti nemberi isarat agar kiyai ramzi tak nenghentikan aksi randa.


"Pak lanjutkan pernikahannya.." pinta randa pada pak penghulu namun penghulu tersebut melirik keara kiyai ramzi seperti meminta persetujuan dan kiyai ramzi mengangguk keara penghulu tersebut. Penghulu itupun melanjutkan pernikahannya dengan rido yg menjadi mempelai prianya.


Dan dengan satu tarikan nafas rido tela resmi menjadi suami putri.


Semua yg ada disitupun mengucapkan syukur atas pernikahan putri yg berjalan lancar.


"Wiss...slamat bro.." akhirnya sahabat gue ini mengakhiri masa jomblonya selama bertahun-tahun.." kata riski dengan senyum meledek.


"Iya dong.." terus lo kapan...? Jangan kelaman ngegantung perasaan anak orang.." ledek rido balik sambil melirik riski dan lesti secara bergantian.


Saat ini riski dan yg lainnya sedang berada diluar ruma putri.


"Gue ma' masi jau.." kan lo tau sendiri calon istri gue masi menghilang..." jawab riski dengan pede.


"Ellah..masi ajalo mikirin tu cewe.." kata rido dengan senyum sinisnya.


"Udahla ngga usa mikirin gue.." yg penting skarangtu bagaimana caranya elo bahagiain istrilo itu.." kata riski sambil merangkul pundak rido.


"Itumah gampanggg..." jawab rido sambil tertawa pada riski.


"Jangan senang dulu lo..." loitu masi ngutang mahar sama gue.." lo pikir semua itu gratis.." kata randa dengan sinis sambil menghampiri mereka.


"Yaelllah..! Mahar ngga seberapa pake diungkit lagi.." tenang..." gue ganti ni.." kata riski sambil meraba saku celananya.


"Hehe..gue lupa dompet gue lagi disita sama kiyai..." kata riski dengan senyum cengengesan.


"Mas randa makasiya atas pengertiannya.." kata putri pada randa dan menghentikan aksi sindir antara riski dan randa.


"Hmmm santai aja.." lagian ada yg bilang sama aku kalau rasa cinta itu hadia dari Allah, makanya aku langsung sadar. Coba aja waktu itu aku ikut saran orangtuaku, mungkin saat ini pernikahanku akan berjalan lancar..." kata randa sambil tersenyum sinis kemudian meninggaljan putri dan yg lainnya.


"Yeee... lagian iklasin ajakali kalau belum jodo..." teriak ridwan dengan keras namun randa tak menggubrisnya.


"Wan...' kalau sampean nika trus aku juga suka sama calon istri sampean? Kamu maukan relain calon istrimu sama kaya randa tadi...? Tanya ridwan penu keyakinan.


"Ngga akannnn..." jawab irwan sambil menekan kata2nya.


"Iyala lagian mana mau aku nika sama kamu..." jawab rara yg membuat irwan dan ridwan mematung.


"Yg bilang irwan nika sama kamu siapa..? Tanya ridwan yg menbuat pipi rara memera.


"Udah2 pada bahas apasi..? Skarangtu yg penting adik aku ini uda nika sama orang yg dicintainya.." kata lesti sambil memeluk tubu putri dengan erat.


"Uuuuh senang bengat.." kamu tau ngga apa yg dimaksud randa tadi..? tanya putri.


"Apa..? Tanya lesti balik dengan posisi masi memeluk putri.


"Maksudnya itu..' coba aja dulu dia ngikutin usul orang tuanya untuk nikahin kamu, pasti saat ini kamu uda resmi jadi istrinya.." perkatan putri barusan mampu membuat lesti melepaskan pelukannya sedangkan semua yg ada disitu mala menertawainya.


"Eh..eh..bahagia benar anak2 abi...? Kata kiyai ramzi sambil menghampiri lesti dan yg lainnya.


"Narido bukannya hari ini mau balik kejakartaya..? Ko ngga jadi..? Tanya kiyai ramzi pada rido.


"Haaa..." kejakarta..? Bukannya kemarin dokter bilang mau pinda? Ko mala balik kejakarta..? Tanya lesti pada rido.


"Oh..aku kejakarra cuman mau ngambil perlengkapan puskesmas ajako.." jawab rido.


"Trus narido kapan perginya..? Tanya kiyai lagi.


"Insya Allah besok om eh abi.." jawab rido


"Putri juga ikut..?


"Sepertinya begitu.." jawab rido sambil menggenggam tangan putri.


"Abiiii...rara ikut.." rarakan uda lama ngga kejakarta.." rengek rara sambil menarik tangan kiyai ramzi.


"Ngga bisa na.." abi sama umi ngga ikut' lagian ngapainsi kamu ikut.." kamu itu hanya akan mengganggu mereka.." jawaban kiyai barusan membuat rara nenampakan waja sedihnya.


"Ok..ok.." kamu bole ikut tapi didampingi kk mu lesti sama irwan dan ridwan kalian disana akan tinggal diruma riski.." kata kiyai ramzi


"Diruma saya kiyai..? Berarti saya juga ikut dong..? tanya riski dan diangguki kiyai ramzi.


"Yesss..." akhirnya..jakartaaaaa....sampai ketemu esokk.." teriak riski sambil berlari menuju asrama santri.

__ADS_1


"Emang gendeng teman sampean wan...? Kata ridwan sambil menatap kepergian riski.


"Malamnya dikamar pengantin putri dan rido.


Putri suda siap dengan baju tidur kemudian menghampiri rido yg sedang duduk diranjang.


"Subhanaullah.." cantik bangat istriku.." puji rido pada putri karna baru kali ini rido melihat putri tampa hijab.


"Apaan simas biasa aja.." jawab putri dengan senyum malu-malunya.


Rido mendekati putri dan mencium keningnya kemudian turun kebawa dan tiba2 terdengar ketujan pintu dari luar kamar membuat rido menghentikan aksinya.


"Kalian...? Ngapain..? Tanya putri saat dirinya suda membuka pintu dan melihat lesti dan rara ada dihadapannya.


"Hehe...dulukan kita sekamar..? Jawab lesti.


"Ya truss...? Tanya putri lagi.


"Barang2 kita masi dikamar ini put.." jawab rara.


"Yakan bisa besok baru kalian ambil.." kata putri.


"Ngga bisa put.." kamu lupaya? Besokan kita mau kejakarta makanya aku sama rara mau beres2 sekarang.." jawab lesti sambil melangkahkan kakinya nasuk kekamar putri.


"Hai pak dokter.." sapa rara sambil melambaikan tangannya pada rido sedangkan rido hanya bisa menatap bingung pada dua gadis itu.


"Udah ngga usa ganjen.." kamu mau ngambil barang2 kamukan? Yauda sana.." kata putri dengan sedikit kesal sedangkan rido hanya bisa tersenyum melihat tingka putri.


Setela selesai mengemasi barang2 mereka, lesti dan rara pamit keluar dari kamar putri.


"Udaaah...? Tanya rido dan diangguki ole putri.


"Bisa dilanjutinkan.."tanya rido dengan senyum menggoda dan dijawab anggukan ole putri. Saat rido mendekati putri tiba2 saja pintu kamar mereka terbuka dan lagi2 menampakan sosok lesti dan rara.


"Astagfirullah..kalian ini.." kesal putri pada mereka.


"Maaf..lagian pintunya ngga dikunci.." jawab lesti dengan senyum tampa dosa.


"emang kalian mau ngapain lagisi..? Tanya putri lagi dengan kesal.


"Masi ada yg ketinggalan.." jawab rara.


"Eh kalian ngga lagi ngerancanain buat gagalin malam pertama kitakan..? Tanya rido pada kedua gadis itu.


"Wiii hebatttt.." ko doter tau...? Tanya rara tampa pikir dengan apa yg suda diucapkannya.


"Iiiii..ra' ko dikasi tau..? Kesal lesti pada rara.


"Gini dok.." sebelumnya maafya.., aku sama rara sebenarnya uda ngerencanain ini dari kemarin malam, soalnya kami pikir putri bakalan nika sama randa, makanya kita berencana untuk menggagalkan malam pertama mereka, tadinyasi kita uda mau batalin renacananya, cuman karna besok kita mau kejakarta terpaksa rencananya tetap berjalan..." perkataan lesti barusan mampu membuat rido tertawa


terbahak-bahak๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚.


"Kalian iniya ada2 aja.." yauda put kamu bantu mereka aku tidur duluan yaaa.." pinta rido dan diangguki ole putri.


Keesokan paginya rido terbangun dari tidurnya. Rido merasa heran karna putri suda tak berada disampingnya. Setela shalat subu tadi pagi rido memang langsung kembali tidur.


"Pagi sayang.." sapa rido sambil mencium kening putri. Sedangkan putri masi sibuk membuat sarapan untuknya dan yg lainnya.


"Pagi suamiku.." jawab putri masi dengan posisi yg sama.


"Tadi malam habis jam berapa..? Tanya rido sambil memeluk putri dari belakang dan menyandarkan dagunya dibahu putri.


"Jam 2pagi..." jawab putri sambil mematikan kompornya dan berbalik melingkarkan tangannya dileher rido.


"Busettt..." niat jugaya mereka.." kata rido sambil tersenyum pada putri.


"Astagfirullah.." teriak rara bersamaan dengan jatunya gelas dari genggamannya membuat putri dan rido melepaskan pelukan mereka.


"Ada apa ra...? Tanya lesti yg suda berada disamping rara.


"pandanganku ternoda k.." jawab rara.


"Haaa..'apasi ra.., ngga jelasde..? Tanya lesti.


"Iyani ngga jelas.." udah ngga usa didengarin les..' ayo siap2 bentar lagi kita berangkat.." kata putri pada lesti sedangkan rido lagi2 dibuat tersenyum ole tingka ketiga bersaudara itu.


Bersambunggggg.........

__ADS_1


__ADS_2