
Bisikan💖Cinta💖
Dalam Doa
Part 12
"Asalamualaikum kiyai..." sapa riski sambil mengucapkan salam saat dirinya memasuki ruma kiyai ramzi bersama irwan dan ridwan.
"Waalaikum salam.." eh na'riski.., mari masuk.." kata kiyai ranzi sambil mempersilakan mereka masuk.
"Putri...lesti..rara..." cepatan ini riski uda datang..." teriak abi ramzi pada ketiga putrinya.
Beberapa menit kemudian lesti menghampiri kiyai ramzi dikuti rara.
"Loh ko cuma berdua..? Pengantin baru kemana..? Tanya kiyai.
"Ngga tauuu..." jawab rara dengan nada sedikit jutek. Rara masi teringat kejadian tadi pagi waktu dirinya memergoki putri dan rido sedang bermesra-mesraan didapur.
"Kami disini abiii.." sahut putri dan rido yg baru keluar dari kamar mereka sambil bergandengan tangan.
"Uuuhh pengantin baruu.." mau nyebrang lo berdua? gandengan mulu.."Jangan
mesra-mesraan depan gue.." jijai tauuu.." protes riski pada rido.
"Huuuuu jomblo..." makanya anak orangtu dinikahi jangan di pehapein..." heran gue jomblo ko di pelihara.." ledek rido pada riski.
"Eh kurang ajar loyaa.." kesal riski.
"Eh suda2 ko mala brantem..? Cepatan berangkat orang tua riski uda nunggu kalian di jakarta.." kata kiyai ramzi sambil menghentikan aksi riski.
"Yauda abi kita brangkatyaa.." pamit putri sanbil mencium tangan abi ramzi.
"Rido.." abi titip rara dan lestiyaa.." pesan abi ramzi pada rido sebelum mereka meninggalkan pasantren raudhatul jannah.
"Pasti abi.." jawab rido sebelum dia dan yg lainnya menaiki mobilnya menuju kediaman riski dijakarta.
************
"Ma...' semuanya uda siap belum.." teriak aya beni pada mm iis yg sedang berada didapur.
"Udah pa..." pp tenang aja semuanya uda mm siapain, pokoknya pas mereka tiba disini mereka langsung bisa nyicipin masakan mm yg super duper enak.." jawab mm iis yg suda berada disamping benikno yg berada diruang tamu menunggu kedatangan putra semata wayang mereka.
"Anak sahabat kamu juga ikut lo.." kata pp beni yg membuat senyum mm iis mereka.
__ADS_1
"Maksud pp? Anak lilis sama gilang..? Tanya mm iis dengan antusias.
"Iyaaa.." jawab pp beni sambil menganggukan kepalanya.
"Iiih mm jadi ngga sabarde nunggu mereka.." pa, tapi ini bukannya uda soreya? ko mereka ngga
nyampe-nyampesi.." mm iis mulai tak sabar menanti kedatangan riski dan yg lainnya.
"Bentar lagi ma.." kan perjalanan dari kampung kesini ngga dekat.." jawab pp beni.
*********
"Woeee... bangung..." uda nyampeni' pada tidur lagi kalian, ngga tau apa akutu cape nyetir dari kampung sampai sini.." dumel riski pada rido dan yg lainnya.
"Alllllahhh.. biasa jadi supir juga lo.." udah turun..." kata rido.
"Eh astagaaaaa..." ki.." teriak ridwan yg membuat langka riski dan yg lainnya terhenti.
"Ada apa..? Tanya riski sambil menole keara ridwan berdiri.
"Bp kau presiden yaaa..? sumpa ruma kau gede sangatt.." bahkan ruma kau itu ngalahin ruma irwan yg ada dikampung.." puji ridwan yg merasa kagum pada ruma yg ditempati keluarga riski.
"Kirain apaan..." udah masukk.." eh alas kakinya jangan dilepas.." kata riski dengan sedikit sombong.
"Bercanda kali..' sensi amatsi.." yakan gue cuman bilang.., kali aja ada yg kaya ridwan disini.." jawab riski sanbil melirik ridwan.
"Udah2 jangan pada berantem.." kapan kita masuknya kalau kalian terus berdebat..? Yu sayang.." ajak rido pada putri sambil menarik tangannya.
"Asalamualaikum.." ucap riski saat memasuki rumanya.
"Wa...alai..kum..salam.." pa..' cubit mm pa, cubit mm, ini benaran iki anak kitakan pa..? Riski masuk ruma ngucapin salam paaa.." mm iis sangat senang melihat perubahan sikap riski.
"Iya ini iki ma.." emang mm sama pp punya anak kembar.." kesal riski sambil menggampiri orang tuanya dan mencium tangan mereka. Lagi2 mm iis dibuat kagum ole sikap riski.
"Kamu ngga sakit kan na..? Tanya mm iis sambil menempelkan tangannya di dahi riski.
"Ya engggala.." kesal riski karna dia merasa sikap ibunya padanya terlalu berlebihan.
"Mungkin Mm kautu shok.." soalnya anak brutal kaya kau itu bisa tau sopan santun..." ledek ridwan yg dihadiai tatapan tajam dari riski.
"Betul sekali.." kata mm iis pada ridwan.
"Yauda ayo makan mm uda masakin makanan buat kalian.." kata mm iis.
__ADS_1
"Baik tante, kebetulan ido uda lapar bangat.." kata rido tampa sungkan karna memang dia suda sangat akrap dengan orang tua riski.
Selesai makan riski dan yg lainnya berkumpul diruang tamu.
"Yg mana yg namanya lesti..? Tanya mm iis yg membuat riski menaikan alisnya.
"Ngapain mm nanyain lesti? Emang mm kenal..? Tanya riski yg dihadiai tatapan tajam dari iis...
"Aku tante.." jawab lesti dengan gugup.
"Yaampun kamu cantik bangatnaaa.." mm iis langsung memeluk tubu lesti dengan erat.
"Ki.., lesti tidur dikamar cadangan kamuya..! Pinta mm iis pada riski dengan nada memohon
"Tapi lesti sama rarakan tante..? Tanya lesti
"Sendiri dong sayang.." masa berdua sama rara.." kamu tenang aja rara akan tidur dikamar lain.
"Tapi lesti belum perna pisa kamar sama rara.." jawab lesti lagi.
"Ya dibiasain dong sayang.." masa kalian sekamar teruss.." emang kalau sala satu dari kalian nika? Kalian masi mau sekamar..? Tanya mn iis yg dijawab gelengan kepala ole keduanya.
"Benartu tante.." jangan sampai pas mereka uda nika, sala satu dari mereka tiba2 masuk kekamar pengantin dengan alasan mau ngambil barang.." sambung rido.
"Ehemm... pengalaman pribadiya do..? Tanya mm iis yg berhasil membuat rido dian seribu bahasa.
"Tapi ma.." kamar itu mau iki pake sama irwan dan ridwan.." kata riski yg tak terima kamarnya dipakai ole lesti
"Yauda kalau gitu kamar kamu yg biasa kamu tempati aja.." usul mm iis yg tak kehabisan ide agar lesti bisa tidur dikamar riski.
"Okey..." jawab riski dengan pasrah.
"Yauda tante aku sama putri pamityaa.." Uda malam soalnya.." perkataan rido barusan mampu membuat lesti dan rara terkejut.
"Pamit..? Kalian mau kemana..? Tanya lesti.
"Ridotu juga punya ruma disini, jadi dia pasti pulang kerumanya lah.." jawab riski.
"Haaaaa... pa dokter ikuuut.." rengek rara sambil nenarik-narik tangan rido.
"Ya enggala.." lagian mau sampai kapan kalian jadi bayang-bayang mereka, merekatu pengantin baru, jadi biarin mereka nikmatin masa2 jadi pengantin baru.." protes riski pada rara yg membuat rara pasrah.
Bersambunggg...
__ADS_1