Bisikan Cinta Dalam Do'A

Bisikan Cinta Dalam Do'A
Part 7


__ADS_3

Bisikan💖Cinta💖


Dalam Doa


"Hufff..." tadi itu hampir aja.." kelu riski saat keluar dari kamar putri dengan keringat yg bercucuran diwajanya.


"Untung alat yg lo bawa lengkap.." lagian pasien kalau uda kritis kaya gitu seharusnya dibawa keruma sakit' bukan ditangani diruma.." riski terus mendumel sedangkan rido hanya bisa menggelengkan kepalanya menatap sahabatnya itu.


"Lo gimanasi..? Desa inikan jau dari kota.." kalau kita bawa dia keruma sakit yg ada nyawanya ngga bisa ketolong.." protes rido yg mulai tak tahan dendan dumelan riski.


"Gimana keadaan anak saya dok..? tanya umi eri yg tiba2 suda berada disamping riski dan rido.


"Dia koma.." jawaban rido barusan membuat keluarga putri shok..


"Initu gara sampean tau ngga..' kalau sampean ngga ngilang gitu aja putri ngga akan kaya gini.." mara ridwan sambil menarik baju riski.


"Sudah2 jangan berantam, apa yg terjadi sama putri itu uda takdir.." kata kiyai sambil berdiri ditenga ridwan dan riski.


"Dokter baruya disini? Soalnya saya sepertinya tidak perna lihat dokter ada didesa ini.." kiyai ramzi menatap rido dan bertanya padanya.


"Iya..kiyai.., saya baru disini.." jawab rido dengan senyum ramanya.


"Oh.." lalu dokter tinggal dimana..? Tanya kiyai lagi.


"Di puskesmas kiyai.." jawab rido lagi.


"Loh kenapa tinggal dipuskesmas..? Tanya pak kiyai lagi. Namun kali ini bukan rido yg menjawab pertanyaan itu melainkan riski.


"Biasala jomblooo.." bagi diama tinggal diruma atau dipuskesmas rasanya tetap sama. Sama-sama rasa kesepiann.." ledek riski dan dihadiai tatapan tajam dari rido.


"Kalau dokter mau..' dokter bole tinggal disini..' kebetulan ada ruma kecil yg tak jau dari ruma saya ini.." dokter bole tinggal diruma itu.." kata pak kiyai yg membuat senyum rido mengembang.


"Kiyai serius..? Yaampun terimakasi kiyai.." kata rido sambil mencium tangan kiyai.


"Em..kiyai saya bisa numpang shalat isa disini ngga..? Tanya rido.


"Tentu saja bole.." lagipuka dokter suda menjadi bagain dari pasantren ini. Ayo kita shalat berjamaan dimushollah.." ajak kiyai namun sebelum pergi rido sempat melirik riski sebentar.


"Ngga usa ngeliatin gue.." gue ngga akan sholat.." kata riski dengan ketus kemudian pergi meninggalkan mereka semua.


"Wah..tak doain masuk neraka sampean.." teriak ridwan yg merasa kesal dengan sikap riski.


"Sudah.." mungkin dia butu waktu untuk menyesuaikan diri.." kata kiyai.


"Maafin teman sayaya kiyai.." sebenarnya sikap aslinya ngga kaya gituko.." kata rido yg merasa tak enak dengan kiyai.


"Iya ngga apa2.

__ADS_1


Sebelum kiyai dan yg lainnya pergi. Kiyai sempat meminta lesti dan rara agar mereka shalat dikamar putri supaya mereka bisa sambil menjaga putri.


"Ko belum ada yg azan..? Tanya kiyai pada beberapa santri yg ada dalam musholah.


"Ini kiyai. " irwan belum datang.."jawab sala satu santri. Karna memang yg biasa azab dimusholah itu irwan.


"Ridwan.." pangil kiyai.


"Ngatau kiyai..' tadi waktu diruma kiyai dia pamit mau ke asrama.." kata ridwan seakan dia tau kalau kiyai akan menanyakan soal irwan padanya.


"Kalau bole saya aja kiyai yg azan.." kata rido.


"Kamu bisa azan..? Kalau bisa silakan.." kata kiyai sambil mempersilakan rido.


Selesai azan dan kamad ridopun bergabung dengan yg lainnya untuk melaksanakan shalat isa namun dia dibuat kaget dengan kehadiran riski disampingnya.


"Astagfirullah.." kaget rido yg membuat semua yg ada disitu menole kearahnya.


"Katanya lo ngga mau sholat..? Tanya rido.


"Tadinyasi gitu.." cuman ada suara azan yg merdu bangat dan buat hati gue tergerat buat sholat.." jawab riski dengan cuek.


Setela mereka selesai shalat isa mereka dikagetkan dengsn kehadiran rara didalam musholah itu.


"Abi..' abi putri uda sadar.." kata rara sambil mengatur nafasnya.


"Uda lama dia sadar..? Tanya riski pada lesti yg ada dikamar itu. Sedangkan rido langsung memeriksa keadaan putri.


"Tadi siapa yg azan..? Tanya putri dengan suara yg lema. Mendengar pertanyaan putri barusan rido dan riski saling menatap.


"Dia sadar saat mendengaemr azan dimusholah tadi.." jawab lesti.


"Ha..." kaget riski dan rido secara bersamaan. Selama ini rido hanya mendengar bahwa mukzizat itu ada, tapi dia tak perna menyangkan bahwa mukzizat datang pada pasiennya melalui suara azannya.


"Jodoh kaliya.." kata riski yg lagi2 membuat rido menatap tajam padanya.


"Keadaan Kamu uda baik.." besok pagi nanti aku kesini lagi buat meriksa keadaan kamu.." kata rido sebelum beranjak dari kamar putri.


Keesokan harinya rido dan riski suda berada diruma kiyai untuk memeriksa keadaan putri.


"Slamat pagi.." sapa riski saat nemasuki kamar putri. Dikamar itu ada lesti yg sedang menyuapi putri dan rara yg sesekali mengajak putri bercanda membuat senyum putri terlihat jelas ole rido. Enta kenapa melihat senyum putri rido langsung merasakan sesuatu pada hatinya.


"Asalamuaikumm.." jawab lesti..


"Oh iya..' asalamualaikum..kata riski dengan suara memales.


"Gimana keadaan kamu..? Tanya rido pada putri.

__ADS_1


"Alhamdulillah uda baikan dok.." jawab putri.


"Lagianko lo bisa kaya gini..? Tanya riski.


"Yee pake nanya lagi.." kemarin kamu ngilang kemana..? Kitatu ngira kamu diculik sama preman2 kemarin.." makanya kita coba nyari kamu dihutan. Sampai dihutan aku kepleset dan jatu kejurang.." kata putri panjang lebar.


"Ngapainsi kalian nyariin gue' guetu bukan anak kecil.." kata riski tampa dosa.


"Em..maafya semalam aku buka kerudung kamu.., karna ada luka dibagian kepala kamu.." kata rido dengan gugup. Enta kenapa dia meminta maaf pada putri. Padahalkan itu memang tugasnya. Dan karna kata2 bodohnya itu riski langsung curiga kalau rido menyukai putri.


"Ngga apa2 itukan emang tugas dokter.." jawab putri dengan senyum manisnya.


"Ya tapikan bagi wanita yg berhijab seperti kalian, kalian hanya mau memperlihatkan aurat kalian pada mahram kalian.." kata rido lagi.


"Yauda lo aja yg jadi mahramnya gampangkan.." kata riski dengan senyum menggoda membuat putri sala tingka.


Untuk beberapa sasat Rido dan putri saling menandang.


"Uda pandang-pandangannya nanti aja. Sekarang gue periksa dulu keadaan lo.." kata riski sambil mendekati putri mamun dengan cepat putri nenghindar darinya.


"Kenapa..? Tadi prasaan waktu rido megang tangan lo reaksilo biasa2 aja.." tanya riski yg tak terina dengan sikap putri.


"Yakan dia dokter aku.." jawab putri.


"Eh guetu juga dokter elo.." lopikir lo bisa slamat kalau cuman ditangani sama dia.." kesal riski pada putri.


"Haa..kamu dokter..? Kobisa..? Tanya putri dengan xpresi tak percaya membuat riski semakin kesal. Belum lagi riski menjawab pertanyaan putri tiba2 mereka dikagetkan dengan suara pintu kamar putri yg dipbuka dengan cara didobrak.


"Yaampun putri.." kamu ngga apa2..? Tanya randa sambil menggenggam tangan putri. Randa masuk kekamar putri dengan mendobrak pintu kamarnya.


"Maaf mas.." kita belum muhrim.." kata putri sambil melepaskan genggaman randa. Enta kenapa putri merasa tak nyaman berada disamping randa.


"Kamu tenang aja' setela taaruf ini selesai kitaangsun akan melaksanakan khitba nika..dan selama kamu masi sakit aku akan tinggal dipasantren ini.." kata randa.


Mendengar perkataan randa barusan tiba2 tubu rido seperti kehilangan nyawanya. Baru saja dia merasakan cinta dan dalam waktu yg siangkat rasa cintanya itu dipatakan ole kenyataan bahwa orang yg dicintainya itu tela ditaarufi orang lain.


Beda dengan riski. Riski mala menatap lesti dengan tatapan yg sulit diartikan.


"Kenapa..? Tanya lesti yg mulai tak nyaman dengan tatapan riski.


"Itu calon suami putri? Lalu calon suami lo..? Tanya riski dengan suara pelan.


"Calon suami..? Aku ngga punya calon suami.." jawab lesti masi dengan xpresi bingung. Dalam hatinya berkata kenapa riski menanyakan itu padanya.


Sedangkan didalam hati riski. Dia terus memaki-maki irwan karna suda meresa dibohongi olenya.


"Sialan siirwan..gue dikibulinnn.." guman riski dakam hati.

__ADS_1


Bersambungg.....


__ADS_2