Bisikan Cinta Dalam Do'A

Bisikan Cinta Dalam Do'A
Part 18


__ADS_3

Bisikan💖Cinta💖


Dalam Doa


Part 18


Hari suda sore, Perjalanan melelahkan dari pasantren menuju jakarta akhirnya usai.


Keluarga riski kini tela tiba diruma mereka.


"Mm sama pp masuk aja, aku sama lesti mau pulang keruma kita.." perkataan riski barusan mampu membuat mm iis melotot.


Bagaimana tidak.." riski baru memberitau kalau dia dan lesti akan tinggal diruma mereka sendiri.


Bukan cuman mm iis yg terkejut, pp beni dan lesti juga dibuat kaget ole keputusan riski.


"Ka..kamu serius na..? Emang kamu ngga bisa tinggal sama mm..? Tanya mm iis.


Belum sempat riski menjawab pertanyaan mm iis. Riski kembali menerima beberapa pertanyaan dari ayahnya.


"Kamu jangan bercanda deki..' ingat ini bukan main2 lo.." mau kamu kasi makan apa nanti lesti..? Tanya pp beni.


"Pa..'ma..' iki ngga bercanda..! Iki serius, lagi pula kalian jangan khawatir! mulai besok iki uda mulai kerja sebagai dokter diruma sakit pp.." riski mencoba meyakinkan kedua orang tuanya agar mau mengijinkan dia dan lesti tinggal sendiri.


Dan setela berpikir panjang akhirnya mm iis dan pp beni mengiyakan permintaan riski.


Saat riski dan lesti hendak meninggalkan ruma mm iis, tiba2 hal yang tak mereka duga terjadi. Yaitu kehadiran rido dan putri.


"Loh..loh.." kalian ngikutin kita..? Wah parani.." kata riski sambil geleng2 kepala.


"Enak aja.." kata siapa kita ngikutin kalian, lagi pula guetu uda pinda tugas kejakarta.." elak rido.


"Tenang aja kita ngga bakalan ganggu kalian ko.." sambung putri lagi.

__ADS_1


"Trus sekarang lo mau bawa lesti kemana..? Tanya rido.


"Keruma guela.." jawab riski dengan santai.."


"Jangan bilang kalau lo mau bawa lesti Keruma yg lo siapin buat lia waktu itu..? Tanya rido yg dijawab anggukan kepala ole riski.


"Uda ah..' keburu malam kalau gue terus ngomong sama kalian.." kata riski kemudian masuk kedalam mobil dan meninggalkan rido dan putri.


*********


"Kita uda sampai.." kata riski dengan cuek saat mereka suda sampai diruma mereka.


Memang sepanjang perjalanan tadi, hanya ada keheningan diantara mereka. Bahkan saat tiba, riski tak membukakan pintu mobil untuk lesti.


Setela menekan bel berkali-kali akhirnya Pintu ruma terbuka dan menunjukan seorang wanita paru baya.


"Eh den riski.." selamat datang den.." sambut bi asi, orang yg selama ini menjaga ruma riski.


"Bi.." kamar aku uda disiapinkan..? Tanya riski.


"Den.." suara panggilan itu mampu menghentikan langka riski.


"Kenapa bi..? Tanya riski.


"Ini nyonya ruma inikan..? Tanya bi asi sanbil menatap lesti.


"Iya.." jawab riski singkat.


"Ya disuru masuk atu' gimanasi si aden.." sini non masuk jangan berdiri disitu.." kata biasi sambil menarik tangan lesti.


Riski suda memasuki kamarnya duluan. Sedangkan lesti masi berdiri didepan pintu kamar.


"Mau sampai kapan kamu berdiri disini..? Pertanyaan riski barusan mampu mengagetkan lesti yg sedang berdiri membelakangi pintu.

__ADS_1


"Masuk.." bersi2 trus kita shalat berjama'a" aku mau keluar bentar.." kata riski masi dengan expresi cueknya.


******


Lesti suda selesai membersikan badannya sejak tadi, tapi riski belum juga kembali. Lestipun memutuskan mengeringkan rambutnya yg basah.


Tiba2 Pintu kamar terbuka membut lesti terkejut. Lesti terlihat panik mencari kerudungnya, namun sesaat kemudian lesti sadar bahwa saat ini dia adala istri dari riski. jadi riski berhak melihatnya tampa hijab.


Sedangkan dari tadi riski terlihat bingung dengan tingka lesti.


Riskipun mendekati lesti sambil berkata


"Uda siap..? Tanya riski yg membuat lesti gugup


"Ha..siap apa..? Tanya lesti balik.


"Shalat berjama'a.." jawab riski dengan cuek. Namun ada sedikit senyuman diwaja riski saat melihat waja lesti yg memera karna malu.


Setela shalat, lesti mencium tangan riski sebagai rasa hormatnya pada riski yg kini tela menjadi suaminya. Setela itu lesti melepas mukenanya. Saat lesti membalikkan badannya, lesti dibuat terkejut dengan keberadaan riski ya ada dihadapanya.


"Kamu cantik les.." bisik riski ditelinga lesti membuat bulu kuduk lesti berdiri.


Beberapa saat kemudian tampa sadar riski suda menindi tubu mungil lesti sambil mencium bibir lesti.


Namun tiba2 riski melihat bayangan lia. Bukan cuman lia, riski juga melihat bayangan adit yg seperti sedang menertawainya.


Riskipun menghentikan aksinya sambil berkata.


"Maaf..." itu yg dikatan riski kemudian keluar dari kamar meninggalkan lesti seorang diri. Bukan cuman itu bahkan riski juga mengusap bibirnya yg basa dengan tangannya membut lesti merasa riski jiji menyentunya.


"Maaf.." kenapa dia harus minta maaf.." begitu hinaka diriku sehingga dia jiji padaku.."😭😭tangis lesti sambil memeluk kedua kakinya.


Bersambunggggg....

__ADS_1


Plis jangan diprotes yaaa..


Kalau kisa kitty belum bahagia.


__ADS_2