
Bisikan💖Cinta💖
Dalam Doa
Part 28
Setela sholat subuh, lesti langsung kedapur menyiapkan sarapan untuk riski.
Sedangkan riski, dia kembali kedalam mimipi indahnya😊😊
Didapur, lesti trus kepikiran dengan kejadian semalam.
"Apa aku salah mengijinkan lia menginap disini..? Pertanyaan itu slalu muncul dihati lesti membuatnya tak tenang. Entah kenapa hari ini prasaannya tak enak.
Lesti mengijinkan lia tidur diruma mereka karna hanya ingin menguji suaminya. Jika semalam riski melakukan hal yg ane2 bersama lia, maka dia siap kehilangan riski untuk selamanya.
Tapi ternyata tidak, riski mala slalu mencari kesempatan untuk mendekati lesti bukan lia.
Setela berpikir lama, lestipun memutuskan untuk memberi riski kesempatan kedua. Memikirkan tentang kesempatan kedua, membuat lesti diam2 tersenyum sendiri.
Namun bunyi bel ruma yg ditekan berulang-ulang mampu mengagetkan lesti dari lamunannya.
"Iya sabarrr..." teriak lesti.
"Astaga wannn.." kamukan bisa ngucapin salam..' ngga perlu nekan bel berulang-ulang.." kesal lesti pada ridwan.
"Aduh maaf mba..' soalnya ini emerjensi..
Uda gawat darurat.." jawab ridwan sambil melangkahkan kakinya masuk dan menuju meja makan.
"Kenapasi wan..? Kamu lapar..? Makan dulugih kalau gitu.." lesti mempersilakan ridwan untuk makan namun ridwan masi menunjukan sikap paniknya.
"Doktre riski dimana..? Ridwan berali menanyakan keberadaan riski membuat lesti menaikan satu alisnya.
"Ada diatas.." jawab lesti.
"Mba.." pa benikno uda tau kalau riski berhubungan lagi dengan mantan tunangannya.." kata ridwan dengan suara berbisik.
"Apaaaaaa......!!! Kaget lesti
"Waduh buset mbaa..' kalau mau teriak bilang2 dong.." kelu ridwan sambil mengusap kedua kupingnya.
"Tapi ngomong2 mba taukan siapa mantan tunangannya dokter riski? Itulo mba, perempuan yg dibawa dokter riski pas makan siang kemarin.." jelas ridwan panjang lebar.
Tapi lesti mala tak memghiraukan perkataan ridwan.
Lesti mala berpikir bagaimana kalau mertuanya tau kalau dirinya mala mengijinkan perempuan itu menginap dirumanya.
"Mba'...mba..' panggil ridwan berulang-ulamg karna lesti tak menjawab panggilannya.
"Eh iya..." jawab lesti.
"Mba ngga apa2? Aku dengarya mba, pa benikno mau kesini hari ini, makanya aku langsung kesini pagi2 ngasi tau mba biar mba sama dokter riski bisa siap2.." perkataan ridwan barusan makin membuat lesti tegang karna takut.
Dalam hati lesti bertanya, bagaimana kalau mertuanya melihat lia ada diruma mereka. Apa yg akan mereka lakukan pada riski nanti.
**********
"Kamu tidak akan memdapatkan yg kamu mau' justru kamu akan kehilangan sesuatu milikmu yg berharga" camkan ituu..."
"Aaaaaaaaaaa...." teriak lia dari tidurnya.
"Brensekkkk..." dasar dukun sialan.." maki lia pada dukun yg ditemuinya kemarin. Bagaimana tidak, tidur indahnya dibangunkan ole mimpi buruk tentang ancaman dukun itu. kalau lesti akan mengambil sesuatu yg berharga miliknya.
"Tok...tok.." kekesalan lia terhenti saat seseorang mengetuk pintu kamarnya dari luar.
__ADS_1
"Kamu kenapa lia..? Tanya riski pada lia saat pintu kamarnya suda terbuka. Riski tak sengaja mendengar teriakan lia saat dia melewati kamarnya.
"Oh..ngga apa2 ko, itu tadi cuman kecoa.." jawab lia dengan gugup.
"Kecoaaa..? Kayanya ngga mungkin de.." soalnya lesti sama bi asi slalu membersikan kamar ini.." kata riski tak percaya dengan ucapan lia.
"Eh..itu.." emm istri kamu mana..? lia mencoba menanyakan keberadaan lesti untuk mengalikan pembicaraan.
"Ada di bawa.." jawab riski.
"Ayo cepat..' akan kucarikan taksi untukmu pulang.." kata riski lagi.
"Sialann...rupanya dia mau mengusirku.." guman lia dalam hati.
"Tunggu apalagi? ayooo..." kata riski lagi.
"Em ki.., kau tidak ingin memberiku sarapan dulu.." lia terus mengulur waktu agar dirinya bisa lebi lama berada diruma riski.
"Kalau gitu turunla kebawa, dibawa ada lesti" aku akan menyusul nanti.." kata riski sebelum dirinya berlalu meninggalkan lia.
Sedangkan lia turun kebawa untuk kembali melanjutkan permainan kotornya.
"Eh ada tamu rupanya..? Sapa lia pada ridwan. berlaga seola-ola diala pemilik ruma itu.
Sedanglan ridwan hanya bisa membulatkan matanya melihat keberadaan lia diruma itu.
"Kayanya enak.." aku makan yaa.." kata lia tampa malu. Sedangkan lesti hanya membalasnya dengan senyuman terpaksa.
"Mba.." tadinya aku sangat menyesal pa benikno tau soal wanita ini, tapi skarang aku sangat2 bersukur semuanya terbongkar.." bisik ridwan dengan kesal pada lesti.
"Udahla wan jangan bikin aku tamba panik.." bisik lesti dengan tampang cemasnya.
Jari2 nya gematar karna memikirkan perkataan ridwan kalau mertuanya akan keruma mereka.
Berbeda dengan lia, lia mala asik menyantap sarapannya tampa beban sambil melirik kebelakang menunggu kedatangan riski.
"Yesss...dia uda turun.." ini saatnya aku melanjutkan rencanaku. Guman lia saat riski datang menghampiri mereka.
"Pagi riskiii..." sapa lia pada riski namun tidak dijawab ole riski.
Riski mala melangkahkan kakinya menghapiri lesti yg sedang berdiri dipenuhi kecemasan.
"Cup..." satu kecupan berhasil diberikan riski tepat di kening lesti.
"Pagi sayang.." kata riski dengan lembut saat dirinya melepaskan kecupannya.
"Ellah.. munafikkk.." kesal ridwan saat melihat adegan yg ditunjukan riski. Ridwan merasa kalau riski hanya mempermainkan prasaan lesti.
"Sialannn..." tapi gue ngga bole nyera" guman lia lagi.
"Ki.. semua yg ada disini kamu belikan khusus untukku kan..? Bahkan desain rumamya sesuai keinginannku.." lia mencoba memanas-manasi lesti namun tak di gubris ole lesti dan riski.
Riski sibuk menatp lesti yg yerlihat cemas.
Bahkan saat ini mata lesti suda berkaca-kaca.
"Hey..." ada apa..? Tanya riski sambil mengusap pipi lesti dengan lembut.
Namun tak ada jawaban yg keluar dari bibir mungil lesti
Lesti hanya bisa menggenggam erat tangan riski.
"Ada apasi...? Wan ada apa..? Riski berali bertanya pada ridwan karna tak mendapat jawaban dari lesti.
Tapi ridwan hanya memalingkan wajanya karna kesal.
__ADS_1
"Brakkkkk....." bunyi pintu yg dibuka dengan paksa mengagetkan keemapat orang yg sedang berada di meja makan.
"Papa..."mama..." kaget riski saat melihat kedua orang tuanya ada dihadapannya.
"Plakkk..." satu tamparan berhasil mengenai waja mulus riski.
"Anak tidak tau diri, tidak tau diuntung kamu.." kemarahan pp beni suda pada puncaknya.
"Pa.., sabar pa.." mm iis terus menenengkan pp beni agar tidak terlalu emosi.
"Ridwan.." tolong kamu bawa perempuan ini jau2 dari sini, tapi ingat jangan bawa dia kembali keapartemen itu lagi.." tita pp beni pada ridwan sedangkan lia hanya bisa pasra diusir dari ruma riski.
"Bukkk..." satu pukulan lagi berhasil mengenai tubu riski. Namun riski tak merasakan sakitnya karna sejak tadi lesti terus menggenggam tangannya. Itu seperti memberi kekuatan untuknya.
"Apa yg dimiliki wanita itu yg tidak dimiliki istrimu..? Sampai2 kamu nekat memberinya apertemen milikmu dan uang berpulu-pulu juta.." bentak pp beni pada riski.
Mendengar ucapan mertuanya barusan genggaman lesti mulai melonggar. Riskipun hanya bisa memberi isarat dengan menggelengkan kepalanya agar lesti tak melepaskan genggamannya.
Keduanyapun tak bisa membendung air mata mereka.
Lesti menangis karna merasa tela dibohongi ole riski.
Sedangkan riski menangis karna tak ingin kehilangan lesti.
"Ki.., mm sama pp sampai masukin kamu kepasantren agar kamu ngga kembali kejalan yg sala, mm sama pp juga sampai mencarikanmu istri yg soleha seperti lesti. Tapi apa yg kamu lakukan na..? Pokoknya mm ngga mau tau kalian harus pinda keruma mm sekarang juga.." mm juga bahkan ngga tau disini kalian tidur sekamar atau tidak.." mara mm iis pada riski dengan air mata yg terus berjatuhan.
"Lesti ngga bisa ma.." jawaban lesti barusan mampu membuat riski dan kedua orang tuanya menole padanya.
"Loh kenapa ngga bisa..? Tanya mm iis.
"Lesti mau balik ke pasantren.." jawab lesti dengan air mata yg terus membasahi pipinya.
"Baikla kalu itu keputusanmu, pp akan suru ridwan untuk mengantarmu.." kata pp beni kemudiang pergi meninggalkan riski dan yg lainnya.
Sedangkan lesti pergi kekamarnya untuk mengemasi barang2 nya disusul ole riski.
"Les...tolong jangan kaya gini" kita bisa selesain baik2 kan.." mohon riski pada lesti
"Baik2 katamu..? Oh tidak.! Aku yg bodo ki, aku bodo karna terlalu percaya padamu, semestinya aku curiga saat mendapatkan perlakuan dingin darimu sejak kita menika. Tapi tidak..! Aku terlalu percaya padamu.." aku dibutahkan ole rasa cinta yg tak perna kamu balas.." kata lesti sambil menunjuk dada riski.
"Aku sama lia ngga ada hubungan apa2.." riski mencoba meyakinkan lesti.
"Mana aku tau.." kamu aja uda ngasi dia apartemen sama uang.." masa iya aku harus percaya kalau kamu dengannya tak punya hubungan apa2.." jawab lesti lagi kemudian menarik kopernya keluar dari ruma itu.
"Les..." tangan lesti berhasil ditarik riski.
Riskipun memeluk lesti dengan erat.
"Kumohon les.." bisik riski ditelinga lesti namun lesti mala melepaskan pelukannya dan pergi meninggalkan riski.
"Lestiiiiiii....kumohon les..." teriak riski dengan tangis yg semakin menjadi.
Lestipun hanya bisa menangis sejadi-jadinya mendengar teriakan riski.
Mm iis yg tak tega melihat keadaan riski seperti itupun mencoba menenangkan riski.
"Ki..." biarkan dia sendiri dulu, mungkin dia butu waktu na.." kata mm iis sambil menyentu kedua pipi riski.
"Ma..aku mencintainya ma.." aku ngga bisa hidup tampanya tolong kembalikan dia untukku.." mohon riski pada ibunya...
Bersambungggg....
Astaga komen bawelnya banyak bangatyaa..
kayanya kalian pengen mimin nexc setiap hari...
__ADS_1