
Bisikan💖Cinta💖
Dalam Doa
Pagi ini dikediaman pasantren raudatul jan'na sedang kedatang tamu dari pasantren an'nur. Lebi tepatnya keluarga dari kiyai irfan.
Saat ini, diruang tamu kiyai ramzi dan kiyai irfan sedang berbincang-bincang.
Sedangkan dari balik pintu kamar' lesti dan rara sibuk mengintip keluar.
Lesti dan rara terus menatap seorang pemuda yg duduk menunduk disamping kiyai irfan.
"Kenapa dari tadi dia nunduk terussi..? Tanya lesti dengan kesal karna sejak tadi dia mengintip, dia belum juga bisa melihat dengan jelas waja pemuda yg mentaarufi putri.
"Iyani..' dia ngga tau apa kalau kita penasaran.." uda bela-belain ngintip' tapi tetap ngga bisa lihat mukanya dengan jelas.." kata rara yg ikut-ikutan kesal.
"Lagian kaliang ngapainsi? Kalau ketahuan abi bisa bahayaaa.." tegur putri sambil menarik-narik rok lesti.
"Ntar dulu put.." nanggung.." jawab lesti sambil menepis tangan putri.
"Ka dia ngelihat kesini.." kata rara antusias saat pemuda ito menole keara kamar mereka.
"Masya Allah.." gantengnya.." puji lesti dan rara secara bersamaan membuat rasa penasaran dihati putri muncul.
"Kamu benaran ngga mau lihat calon imammu..? Ayo sini..' mumpung abi sama umi ngga lihat.." ajak lesti sambil menarik tangan putri agar mau mengikuti mereka mengintip dari balik pintu.
"Ah ngga a.." tolak putri sambil melepaskan genggaman lesti.
"Seriussss.." ntar nyesal loh.." goda rara.
Putri tetap tak mau mengintip padahal hatinya berkata ingin sekali mengintip. tapi rasa takutnya pada abi ramzi terlalu kuat hingga rasa penasarannya itu dibuangnya jau-jau.
"Permisi kiyai.." ada yg ingin bertemu sama kiyai.." kata sala satu santri pada kiyai ramzi.
"Siapa..? Tanya kiyai ramzi.
"Katanya teman kiyai dari jakarta.." jawab santri itu.
"Ok.."maaf kiyai irfan sepertinya saya harus nenerima tamu dulu.." kalian duduk dulu dan silakan menikmati hidangan yg ada.." kata kiyai ramzi sebelum dirinya berlalu dari hadapan kiyai irfan.
*******
"Asalamualaikum.." kiyai ramzi mengucapkan salam saat dirinya memasuki ruangan pribadinya yg ada di pasantren. Disana dia suda ditunggu ole seorang pria baru baya bersama seorang pemuda yg berpenampilan aut-autan.
"Waalaikumsalam.." astaga ramzi..? Ini benaran kamu..? Ngga nyangka lo aku kamu bisa beruba dan jadi seorang kiyai.." sapa benikno sambil merankul tubu sahabatnya itu.
"Ssttt.." jangan kencang-kencang ngomongnya' bahaya kalau sampai didengar anak2 kita.." kata kiyai ramzi dengan sedikit kekehannya.
"Oh iya maaf.." kata benikno sambil menutup mulutnya.
"Jadi gini zi.." kaya yg aku bilang ditelfon kemarin' aku kesini mau nitipin anak aku agar bisa blajar ilmu agama disini.." izin benikno.
"Oh tentu.." ini anak kamu..? Tanya kiyai ramzi sambil menunjuk pemuda yg duduk didepannya yg sedang sibuk menatap layar henponnya.
"Iya zi.." sstt ki.." salim.." tita benikno agar riski mau mencium tangan kiyai ramzi.
"Apasi pa..? Tanya riski dengan kesal.
"Salimmmm..." bisik benikno pada riski.
"Ohhh.." hai ustad..apa kabar kenalin nama gue ahmad riski.." kata riski sambil menjabat tangan kiyai ramzi setela itu riski merangkul tubu kiyai seperti dia merangkul tubu temannya. Kiyai ramzi yg diperlakukan seperti itu hanya bisa menegang dan tak bisa berbuat apa2.
__ADS_1
"Tegang amat si brooo.." santai dong.." kata riski lagi. Kali ini riski berbicara sambil menonjok pelan pundak kiyai.
"Riskiiii.." teriak benikno yg membuat riski terkejut.
"Apasi paa..?
"Keterlalusn kam.."
"Udah-udah ngga usa dilanjutin.." aku ngertiko pemyakit anak muda jaman sekarang.." kata kiyai ramzi memotong perkataan benikno.
"Tuhkan ustad aja tauuu.." papani kurang gauuulll, maafin pp saya ya ustad.." kata riski dengan enteng seakan-akan ayahnya yg bersala.
"Riski.." teriak benikno lagi.
"Uda ben.." ngga usa dilanjutin.." cega kiyai ramzi.
"Yauda zi' aku titip riski yaa.." kata benikno
"Iya kamu tenang aja.." aku pasti jagain diako.." jawab kiyai.
"Yauda ki.." pp pulang yaa.." ingat kamu jangan ngelakuin hal yg ane2 disini.." asalamulaikum.." benikno sempat memperingati riski sebelum dirinya berlalu dan mengucapkan salam.
"Waalaikum salam wr wb.." jawab kiyai ramzi.
"Na riski mari saya antar ke asrama kamu.." kata kiyai dengan rama. Riskipun hanya mengikuti dan berjalan dibelakang kiyai ramzi.
Sedangkan diruma kiyai saat ini, lebi tepatnya dikamar putri sedang hebo dengan ula lesti yg memaksa putri melihat pemuda yg mentaarufinya. Putri sempat menolak namun dengan sekali dorong tubu putri langsung terjatu didepan pintu kamarnya dan alhasil dia dapat melihat waja orang yg suda mentaarufinya. Untung saja pintu kamarnya tiadak terbuka saat dirinya terjatu tadi, kalau tidak mau ditaru dimana mukanya.
"Putri sempat tidak berkedip saat melihat calon imamnya dan itu membuat lesti dan rara meledekinya.
"Cieeeee..ati-ati copottu mata.." ledek lesti.
Putri yg melihat itu tak tinggal diam. Dia terus mengejar lesti tampa takut akibat dari ulanya itu. Karna suda dipastikan jika mereka ketahuan maka mereka pasti akan dimarahi ole umi dan abinya.
"Cie-cie putriiii.." ledek lesti sambil terus berlari.
"Lesti..tunggu.." teriak putri namun tak dihiraukan lesti. Dan tiba2 saja.
"Brukkk.." tubu lesti terpental saat dia menabrak seorang pria dihadapannya.
Mata lesti membulat sempurna saat mengetahui siapa yg ditabraknya tadi.
"Hehe pa'le.." sapa lesti dengan senyum kikuknya.
"Lesti' ko kamu ada diluar..? Tanya kiyai ramzi.
"Ah itu anu pa'le.." lesti hendak menjawab pertanyaan kiyai ramzi namun suara soaorang pemuda menghentikan kata-katanya.
"Ustad ko berhenti..? Tanya riski.
Saat ini tubu riski terhalang ole punggung kiyai ramzi sehingga lesti tak bisa melihat wajanya dengan jelas. Namun bukan lesti namamya kalau sampai dia tidak berhasil melihat sang pemilik suara tersrbut.
Lesti pun sedikit memiringkan kepalanya agar dia bisa melihat pemuda itu namun siapa sangka riski juga melakukan hal yg sama dan alhasil pandangan mereka saling bertemu dan saling mengagumi dalam hati.
"Busettt...cantik bangatni cewe.." ngga nyangka gue' ternyata masi ada cewe cantik ditempat kaya gini.." guman riski tampa mengalikan pandangannya.
"Masya Allah" mimpi apa aku semalam sampai2 hari ini pandanganku dihadiai dua pemuda ganteng.." guman lesti sambil menggit unjung lidahnya.
"Astagfirullah lesti" zina mata itu.." tegur kiyai sambil menghentikan aksi saling pandang riski dan lesti.
"Hehe.." lesti hanya cengengesan kepada kiyai.
__ADS_1
"Kamu belum jawab kenapa kamu ada diluar..? Tanya kiyai sekali lagi.
"Hmm itu pa'le.." um..um.." tiba2 lesti menjerit saat mulutnya tiba2 dibekap ole putri.
"Abi mau keasrama santriya..? Silakan abi biar lesti putri yg urus.." kata putri masi dengan posisi membekap mulut lesti.
"Kalian ini ada-ada aja.." maafkan tingka anak2 saya yaki.." mari saya antar kamu kekamar kamu.." kata kiyai sambil melanjutkan jalannya.
" sebelum berjalan' riski sempat melirik lesti.
"Gadis aneh.." tapi lucu.." guman ruski sambil tersenyum dan kembali mengikuti langka kiyai ramzi.
"Aaaa.." putri menjerit saat tangannya digigit ole lesti.
"Makanya lepasin' aku ngga bisa nafas tau.." kelu lesti sambil mengatur nafasnya.
"yauda balik kekamaryu.." jangan sampai keduluan abi.." ajak putri namun lesti masi mematung ditempatnya sambil menatap punggung riski yg mulai menghilang.
"Ayooo.." ngeliatin apasi kamu..? Tanya putri sambil mengikuti ara pandang lesti, namun putri tak melihat apa2.
"Nah...na'riski" ini kamar kamu.." dan kamu akan sekamar dengan irwan dan ridwan.." kata kiyai sambil memperkenalkan irwan dan ridwan yg kebetulan sedang berada dikamar itu.
"Irwan ridwan" kenalkan ini riski' dia santri baru disini dan dia akan sekamar dengan kalian.."
"Hai.." aku irwan.." sapa irwan sambil mengulurkan tangannya namun bukannya menjabat tangan irwan' riski mala berjalan ketempat tidur dan merebahkan tubunya.
"Enak juga kasurnya..? Puji riski dengan mata yg terpenjam.
"Irwan ridwan, saya tinggal duluya.." dan saya harap kalian bisa berteman baik dengan riski, kalau dia ngelakuin hal yg ane2 dimaklumi sajaya" soalnya dia baru dusini.." pesan kiyai ramzi sebelum beliau meninggalkan kamar irwan dan ridwan.
"Ellah siapa pula yg dibawa kiyai kekamar kita ini..? Kelu ridwan sambil menatap tak suka pada riski.
"Huss.." ingat kata kiyai tadi..' kita harus bisa akrab sama dia.." kata irwan.
"Ah kau sajala' aku malas.." dilihat dari tampangnya saja ini orang suda tidak bisa dibaik-baikin.." kata ridwan sambil berjalan ketempat tidurnya.
"Eh..kalian berdua doang disini..? Tanya riski sambil mendudukan tubunya diranjang.
"Apa pula kauni.." kalau kau mau tanya itu, yg jelass.." kesal ridwan.
"Mafin teman saya.." kalau bole tau maksud kamu apaya..? Tanya irwan dengan rama.
"Nah kaya ginini yg gue suka.." ngga kaya elo.." kata riski sambil melotot keara ridwan, namun ridwan hanya cuek.
"Gini lo.." taditu disepanjang perjalanan kesini gue ngga lihat santri lain.." makanya gue nanya kalian cuman berdua doang..? Tanya riski lagi.
"Oh nggako.." kita ngga cuman berdua" kebetulan santri yg lainnya sedang berada di ruma kiyai, karna hari ini putri kiyai ada yg taarufin.." jawab irwan yg membuat riski kaget.
"Eh taaruf gitu kaya ngelamarkan..? Tanya riski.
"Ya seperti itula.." jawab irwan.
"Putri sulungnya kiyai ya..? Tanya riski lagi dan diangguki ole irwan karna memang putri sulung kiyai itu "ya putri aisya " tapi yg riski kira putri sulung itu lesti.
"Hhmm dia uda ada yg lamarto rupanya.." kata riski dengan suara yg pelan namun masi bisa didengar ole irwan.
"Apa tadi..? Tanta irwan.
"Oh ngga ada..ok lo bole pergi.." kata riski sambil merebahkan tubunya kembali ke tempat tidur.
Bersambungggggg.....
__ADS_1