
Bisikan💖Cinta💖
Dalam Doa
Part 29
Suda dua minggu lesti berada dipasantren.
Dan suda dua minggu juga lesti tak berhubungan dengan riski lewat telfon maupun surat.
Hari2 lesti hanya dihabiskan dengan mengajari anak2 santri dan melamun memikirkan nasibnya yg tak beruntung.
"Ketaman lagi...?? Pertanyaan itu mampu membuat lesti menole.
"Hmm.." jawab lesti dan kembali melanjutkan langkahnya yg terhenti akibat pertanyaan rara.
"Mau sampai kapan kk kaya gini..? Aku juga ngga bisa terus berbohong sama abi dan umi.." tanya rara lagi.
Memang saat ini kiyai ramzi dan istrinya tak mengetahui masala yg menimpa keponakannya itu.
Hanya rara seorang yg mengetahui masala riski dan lesti.
Bukannya menjawab pertanyaan rara, lesti mala meninggalkannya begitusaja.
Setela mengajari anak santri, lesti memang selalu menghabiskan waktunya ditaman. Tempat yg biasa dia habiskan bersama kedua adiknya sejak kecil.
🌹"suda kering air mataku"
"bahkan tuhanpun mungkin suda bosan mendengar doa2 ku"
"Setiap malam aku hanya bisa menitipkan cintaku lewat bisikan dalam doa"
"Berharap kau disana bisa merasakan perinya sakit hatiku akibat penghianatanmu"🌹
Begitula rintihan hati lesti. Setiap hari lesti hanya bisa meratapi nasibnya. dan kata2 itu yg slalu keluar dari bibir manisnya disertai dengan air mata yg terus membasahi pipinya.
Karna keasikan melamun, lestipun sampai tak sadar kalau petang tela berganti malam.
Suara jankrik pun mulai bersahutan membuat gadis itu menyadari kalau hari suda malam.
Lesti menole keara pasantren yg hanya terlihat lampu2nya saja.
Dalam hatinya berkata" bagaimana dia bisa pulang? Dia bahkan tak membawa ponselnya yg bisa digunakan untuk penerangan jalannya.
Tak lama kemudian terdengar suara menyeramkan yg bisa membuat bulu kuduk sipapun merinding saat mendengarnya.
Lesti berdiri kaku ditempatnya. Tangannya gemetar karna rasa takut. apalagi suara itu smakin terdengar jelas seperti berada disampingnya. Dan tiba2 saja....
"Aaaaaaaaaaaa..." teriakan lesti menggema ditaman yg berada di tepi hutan itu.
"Supraissssssss....." suara tawa terdengar saat lesti merasa sangat ketakutan.
Perlahan-lahan lestipun membuka kedua telapat tangannya yg menutupi wajahnya.
Lesti dibuat terkejut dengan lilin yg bertaburan di sampingnya. Bukan cuman itu, disana juga ada lilin yg di bentuk tulisan I LOVE YOU.
"Dari mana semua ini..? Prasaan sejak tadi semua ini tak ada..? tanya lesti dalam hati.
__ADS_1
"Ko ngelamunsi..? Harusnya dipuji dong, kitatu uda cape2 buat semua ini. Tapi responnya mala biasa aja.." kata putri yg tiba2 muncul dari balik pohon disusul rido rara irwan dan ridwan.
"Iiiii...kaliaaann.." lesti hendak meluapkan kekesalan pada saudaranya itu. tapi, langkahnya terhenti saat seseoran tiba2 menggengam tangannya dari belakang.
🌹hari2ku sunyi tampamu"
"Tiada lagi tawa dan canda"
"Aku tau kamu mara"
"tapi jika bole aku meminta"
"Berikan aku kesempatan kedua"
"Tapi jika tiada maaf lagi untukku"
"Boleka aku meminta, tolong ingat lagi awal pertemuan kita sampai kita akhirnya ditatakdirkan menjadi suami istri.
"Aku yakin akan ada senyum yg terukir dibibirmu mengingat kejadian konyol diawal kita bertemu..🌹
"Riski mengatakan semua itu sambil berjongkok dan menggenggam kedua tangan lesti.
Seketika lestipun mengingat kejadian dimana dirinya pertama kali bertemu riski.
Saat itu dia sedang berlari menghindari putri akabat sifat usilnya. Namun dia mala menabrak kiyai ramzi dan melihat sosok pria yg bersembunyi di belik tubu kiyai ramzi.
Bukan cuman itu, lesti juga perna ditipu ole riski kalau dirinya tak tau asrama yg ditempati santri. Alhasil lestipun mengantar riski sampai ke asramanya. tapi siapa sangka, dirinya mala kena tipu.
Mengingat semua itu membuat senyum lesti terukir kembali.
"Maafkan aku.." bisik riski ditelinga lesti dan lestipun menjawab dengan mengangguk.
"Cieeee....ciee.." yg uda baikan.." ledek putri dan yg lainnya.
"Eh bayarya.." teriak rido membuat lesti menaikan satu alisnya.
"Bayar untuk apa..? Tanya lesti.
"Bayar buat kata2 yg tadi riski ucapin.." itu semua riil hasil karya gue.." ucap rido dengan bangga.
"Jadi kalau kalian uda baikan' jangan lupa kalau suami istri ini yg slalu ada saat kalian butuhkan.." kata rido lagi sambil memeluk putri.
"Eh aku juga..." kan aku yg slalu ngasi kalian informasi tentang k lesti.." protes rara yg tak terima namanya tak disebut.
"Iya calon istrinya ustad irwannnn..." ledek lesti dan putri.
Akibat ula lesti dan putri barusan rara dan irwan hanya bisa menunduk karna malu.
"Ih kk.." jangan gitudong' kan ada orangnya disini.." bisik rara karna malu.
"Loh emangnya kenapa..? Bukannya itu impian kamu sejak remaja.." ledek lesti lagi membuat waja rara semakin memera. Lesti dan putripun memeluk adik mereka itu.
Riski rido dan yg lainnya hanya bisa tertawa melihat tingka ketiga saudara itu.
"Slamat akhirnya lo uda baikan sama lesti.." kata rido pada riski.
"Makasi.." ini semua juga karna bantuan kalian semua.." jawab riski.
__ADS_1
"Tapi ingat.." mba lestinya jangan disakiti lagi.." ancam ridwan pada riski.
"Iya asisten baweelll..." jawab riski yg membuat tawa rido dan irwan peca.
"Eh pa ustad ngga mau ngomong apa2..? Riski berali bertanya pada irwan membuat irwan mematung dan lagi2 tawa rido dan riski kembali peca melihat tingka irwan.
"Ingat.." lo harus jelasin kejadian sebenarnya sama lesti.." kata rido dan diangguki ole riski.
*********
Saat ini riski dan lesti suda berada dikamar mereka.
"Les.." aku mau ngomong sesuatu.." kata riski memecahkan keheningan diantara mereka.
"Ngomong apa..? Tanya lesti.
"Aku ingin cerita kejadian aku bertemu lagi dengan lia.." ucapan riski barusan mampu membuat lesti diam seribu bahasa.
"Hari itu lia datang padaku, dia berkata kalau suaminya meninggalkannya dan membawa anak serta uang miliknya, dia butu bantuan dan akupun membantunya.
Aku berikan dia apertemen dan sejumla uang untuk memenuhi kebutuhannya.
Aku melakukannya hanya karna kasihan.
Bukan cuman itu, slama ini sikap cuekku padamu itu karna aku takut kau kembali lagi pada adit suami lia.."
Tapi rido suda jelaskan padaku bahwa adit tak menginginkanmu tapi melainkan putri.
Mendengar penjelasan riski, lesti hanya bisa menangis.
Riskipun menghapus air mata lesti dengan kedua tangannya.
"Jangan nangis dong.." nanti cantiknya ilanglo.." puji riski membuat senyum lesti kembali terukir.
Lesti hendak berdiri namun tangannya ditarik ole riski hingga lesti terjatu kepelukannya.
"Mau kemana..? Tanya riski masi dengan posisi yg sama sambil mengusap lembut rambut lesti.
"Mauuuu..." lesti tak bisa melanjutkan ucapannya karna riski terus menatapnya.
"Masya Allah.." kamu cantik les.." bisik riski Membuat lesti malu.
Lesti berusaha menghindar namun lagi2 riski terus memeluknya.
"Les.." sadar atau tidak, kamu dan aku tadi suda melakukan sholat sunna sebelum berhubungan.." perkataan riski barusan mampu membuat lesti membulatkan matanya. Bagaimana tidak.., dirinya terlalu terhipnotis dengan riski sampai2 dia lupa dengan apa yg dilakukannya.
"Les.. " jika malam itu aku melakukan kesalahan! izinkan aku malam ini melakukannya dengan benar menurut agama kita.
Lestipun hanya bisa mengangguk mendengar permintaan riski dan malam itu terjadila.....................
HAYO JANGAN DIBAYANGIN YAA
Bersambungggggg......
Buat kalian pembaca setiaku yg uda komen bawel malasiyaaa...
Komennya makin ditingkatin lagiya
__ADS_1