Bisikan Setan

Bisikan Setan
Bab 18. Siapa yang Menyentuhku?


__ADS_3

POV Mita.


Semenjak Dara pergi, aku menghabiskan waktuku di kamar. Seperti biasa, bermain media sosial Facebook, agar bisa berkenalan dengan lelaki dari dunia maya. Siapa tahu ada cowok dari kota udang yang nyantol dan ingin melakukan kopi darat denganku.


"Gue harus mempersiapkan diri sebelum ketemuan."


Dengan wajah dan kemolekan tubuhku, aku merasa begitu mudah mencari pacar, baik secara langsung mau pun di media sosial. Namun, karena aku perempuan yang mudah bosan dengan pasangan, membuatku terbiasa bergonta-ganti pacar. Kemudian mencari lagi dan lagi.


"Gerah sekali di sini," ucapku sambil mengipas-kipaskan kain ke tubuh.


"Oh iya aku lupa kalau belum mandi dari pagi, pantas saja sangat gerah."


Karena tak sanggup menahan gerah, aku putuskan untuk mandi. Aku mulai menyiapkan handuk dan semua perlengkapan mandi lainnya agar tak tertinggal dan membuatku balik lagi.

__ADS_1


Sebelum sampai ke kamar mandi, aku harus berjalan melewati kamar Tante Sekar. Aku sudah kenal Kirana sekitar enam bulanan yang lalu. Jadi, sedikit tahu dari cerita Kirana kalau ibunya, sedang menderita gangguan mental. Lebih tepatnya mungkin gila.


"Huh, ternyata lumayan jauh juga kamar mandinya."


Sekarang ini aku sudah berada di depan pintu kamar Tante Sekar yang sedikit terbuka. Tak sengaja, aku melihat Ibu Sekar yang sedang duduk di kasur, sedang tertawa cekikikan. Ibu Sekar seakan sedang asik mengobrol dengan seseorang. Tapi tidak tahu sedang siapa.


"Sebenernya Tante Sekar berbicara dengan siapa si?" Kuintip Tante Sekar melalui celah pintunya.


Baru saja melihat, sepertinya Tante Sekar merasa kalau ada seseorang yang sedang mengintip di depan pintu kamarnya. Tatapan matanya langsung mengarah kepadaku dari kejauhan.


Seketika aku langsung merinding, karena sepertinya Tante Sekar melihatku. Apalagi saat melihat Ibu Sekar berjalan cepat ke arah pintu, membuatku yang sedang berjongkok langsung panik.


Brak! Terdengar suara yang sangat keras akibat gebrakan pintu.

__ADS_1


"Tidak sopan mengintip kamar orang!" Bentak Tante Sekar dari dalam sambil menggebrak pintunya, "pergi!" teriaknya lagi.


Tak ingin memperkeruh suasana, aku tak menjawab atau pun menampik ucapan Tante Sekar barusan. Karena, memang kenyataannya aku salah. Aku yang masih kaget segera menjauh agar tak menjadi masalah. Berjalan lagi menuju kamar mandi.


Ternyata benar kalau Tante Sekar memang gila," gumamku.


Sekarang, aku sudah memasuki kamar mandi yang letaknya di dalam. Untungnya bagiku, sebelum Kak Dara pergi, dia sudah mengisi penuh bak mandi, sehingga akan tak perlu lagi menimba air di sumur.


"Wow, kamar mandinya sangat luas sekali. Kalau kaya gini ceritanya, gue bisa tiduran di sini," kataku girang.


Kamar mandi yang berukuran 4x4 meter itu terlihat luas dibandingkan kamar mandi rumahku yang ada di Jakarta. Bahkan ukurannya pun hampir sama dengan kamar kosan Kak Dara dulu.


Aku mulai membuka satu persatu kain yang menempel di tubuhku. Mulai membuka celana jeans yang kupakai, disusul dengan kaos ketat yang menutup tubuhku yang montok.

__ADS_1


Sebelum aky mulai membuka bra yang berukuran 36B yang menutupi buah dadaku ini. Tiba-tiba, aku merasakan seperti ada sebuah sentuhan tangan yang sangat lembut mengusap tengkukku. Sentuhan itu semakin dirasakanku begitu sangat lembut sampai ke bawah. Tubuhku mendadak bergetar hebat. Bahkan tidak hanya tengkukku yang terkena sentuhan, melainkan bagian tubuh lainnya.


"Enak sekali rasanya."


__ADS_2