BO LI, Wanita Mandiri, Tuan

BO LI, Wanita Mandiri, Tuan
Gaun Malam Sang Puteri


__ADS_3


Bo Li mematut diri di depan cermin panjang yang tersedia di dalam ruang tidurnya yang mewah, ia berdiri seraya memandangi ke arah tubuhnya yang terbalut gaun beludru panjang yang indah berwarna ungu.


Tak lupa ia menyematkan kerongsang emas miliknya di gaun tersebut, tidak bereaksi seperti waktu itu saat kerongsang ajaib berpendar terang, tampaknya kerongsang miliknya itu kini layaknya benda mati, tidak mengeluarkan tanda-tanda keajaiban lagi.


Perempuan cantik itu memutar tubuhnya seraya tersenyum senang, melihat gaun yang indah itu melekat di tubuhnya yang langsing.


"Gaun beludru warna ungu ini sangat cantik sekali ! Aku menyukainya !?", kata Bo Li sembari melebarkan gaun panjangnya yang cantik itu.


"Klik... Klik... Klik... Klik...", suara dari arah peri daun hijau kecil sambil mengepakkan kedua sayapnya yang berkilauan cantik.


"Peri Dryada, bagaimana penampilanku ini ? Apakah aku sangat cantik sekali dengan gaun panjang beludru warna ungu ini ?", kata Bo Li.


"Benar Puteri Bo Li... Jika kamu berpakaian seperti ini, kamu benar-benar seperti seorang puteri raja yang sangat anggun !", puji Peri Dryada.


"Oh Iya !?", tanya Bo Li senang.


"Yah ! Aku selalu berkata jujur padamu", kata peri daun hijau kecil itu seraya tertawa pelan.


"Apakah gaun ini sangat cocok untukku ?", tanya Bo Li sembari berputar.


"Gaun itu cocok sekali, dan itu sangat cantik sekali saat kamu pakai di tubuhmu. Tapi... Mmmm...", sahut peri kecil itu.


"Apa ?", tanya Bo Li.


"Perlu sentuhan manis ! Sedikit, kamu pasti akan lebih terlihat berbeda ! Sebentar !", kata Peri Dryada.


Peri daun hijau kecil itu lalu memutari tubuh Bo Li yang tengah berdiri di depan cermin, peri kecil itu memperhatikan penampilan Bo Li dengan seksama.


Bo Li hanya balik memandangi peri daun hijau kecil seraya mengerutkan kedua alisnya, penasaran dengan sikap peri kecil itu.


"Apa yang kurang dari penampilanku ?", tanya Bo Li sambil mengangkat kedua bahunya ke atas.


"Mmmm...", gumam peri kecil itu.


"Yah, apa yang salah dengan penampilanku ini !?", kata Bo Li bingung.


Peri Dryada lalu terbang mendekat ke arah Bo Li yang melihatnya penuh tanya, ia memutar tubuh perempuan cantik itu lalu mengusap gaun Bo Li.


"Apa ya !?", gumam peri kecil Dryada.


"Ayolah, cepat kamu katakan apa kekurangan dari gaun malam ku ini ?", kata Bo Li.


"Aha ! Aku tahu !", seru Peri Dryada.


"Yah !? Apa ?", kata Bo Li.


Peri Dryada lalu mengeluarkan tongkat kecil ajaib miliknya dari tangannya, terlihat kilauan indah dari tangan peri daun hijau kecil itu ketika tongkat ajaib miliknya muncul.


Tongkat itu berputar-putar pelan kemudian semakin cepat gerakannya, keluar cahaya berkilauan di sekitar tongkat ajaib dan bersinar memancar ke arah Bo Li yang berdiri termangu.


Kilauan cahaya itu mengelilingi tubuh Bo Li lalu berpendar terang benderang di seluruh tubuh perempuan cantik itu.


"Wah, ini luar biasa sekali ! Mengagumkan sekali, Peri Dryada !", pekik Bo Li takjub.


"Tunggu ! Dan lihatlah sebentar, kamu pasti akan melihat hasilnya yang lain dari hasil karyaku !", sahut Peri Dryada.


"Oh Iya !?", ucap Bo Li.


"Lihatlah dengan sabar, Bo Li ! Kamu pasti akan sangat puas sekali, penampilan kamu akan sangat berbeda dari yang tadi", kata Peri Dryada.

__ADS_1


"Benarkah ? Aku sudah tidak sabar untuk melihat hasilnya !?", kata Bo Li sangat penasaran sekali.


"Percayalah ! Kamu akan berubah lebih cantik dari sebelumnya, Puteri Bo Li", kata peri daun hijau kecil itu.


"Ya... Ya... Ya... Cepatlah ! Aku ingin cepat melihatnya, peri !", sahut Bo Li riang.


"TUNJUKKAN HASILNYA WAHAI TONGKAT AJAIB ! BUATLAH SANG PUTERI LEBIH CANTIK DARI SEBELUMNYA !", ucap Peri Dryada memerintah kepada tongkat ajaib miliknya.


Cahaya yang muncul dari tongkat ajaib itu lalu membentuk pusaran angin yang memutari tubuh Bo Li dengan mengeluarkan kilauan cahaya terang yang berpendar-pendar.


***


Gaun yang melekat di tubuh Bo Li perlahan-lahan berubah bentuknya, dari sebuah gaun bludru panjang berwarna ungu yang polos dan biasa saja modelnya kini menjadi gaun pesta yang indah bak gaun seorang puteri raja.


Sebuah gaun malam yang berkilaun sangat cantik sekali, gaun yang tadi hanya memiliki model panjang dan lurus saja kini berubah menjadi gaun yang memiliki bawahan mekar yang menjuntai ke lantai.


Gaun rancangan Peri Dryada itu sangat berbeda dari gaun Bo Li sebelumnya, gaun malam yang berwarna ungu serta penuh hiasan kristal amethyst yang juga berwarna ungu itu sangat indah sekali melekat di tubuh langsing Bo Li.


Konsep gaun putri kerajaan, digunakan teknik cutting yang simpel seperti a line, mermaid dan ballgown princess pada detail gaun hasil karya Peri Dryada yang sangat cantik itu.


Gaunnya terbuat dari sutera Siam yang dibuat sedemikan rupa agar mirip gaun yang dikenakan sang puteri.


Peri Dryada mengaplikasikan embellishment motif-motif klasik berbentuk ukiran ala kerajaan dari lace dan bordir pada gaun malamnya itu.


Gaun berwarna ungu itu diberi beberapa  tambahan aksesoris seperti bunga dan daun- daun serta manik-manik dan batuan yang berkilauan.


"Ya Tuhanku... Gaun malam ini sangat cantik sekali... Dan... Luar biasa indahnya !", kata Bo Li terkagum-kagum dengan gaun yang ia kenakan itu.


"Apakah kamu menyukainya Puteri Bo Li ?", tanya Peri Dryada.


"Oh Tuhan ! Ini sangat cantik sekali, Peri Dryada ! Aku sangat menyukainya... Ini sungguh ajaib sekali... Aku hampir tidak mempercayainya yang aku lihat ini !", kata Bo Li dengan kedua mata berbinar-binar cerah.


"Syukurlah, jika kamu sangat menyukainya, dan puas dengan hasil karyaku ini", ucap Peri Dryada bahagia.


Bo Li lalu memeluk tubuh kecil Peri Dryada dan mendekapnya erat-erat sehingga membuat peri daun hijau kecil itu kesulitan bernafas.


"Terimakasih peri... Terimakasih atas kebaikanmu ini... Aku sangat berutang budi padamu, terimakasih Peri Dryada !", kata Bo Li terharu.


"Emm... Iya...", sahut Peri Dryada. "Uhk !? Bisakah kamu melepaskan pelukanmu itu karena aku tidak dapat bernafas, Bo Li !?", sambung Peri Dryada dengan menahan nafasnya.


"Oh Maaf ! Aku tidak bermaksud untuk sengaja menyakitimu dan berbuat hal itu padamu peri ! Oh... Maafkan aku !", sahut Bo Li sambil melepaskan pelukannya dari tubuh peri kecil daun hijau itu.


"Tidak... Tidak apa-apa, Bo Li, aku sangat puas dan lega mengetahui jika kamu menyukai hadiah pemberianku ini", kata Peri Dryada.


"Ini sungguh indah sekali, dan kamu tahu peri, ini adalah hadiah terindah yang pernah aku miliki sepanjang hidupku melebihi harta yang aku punya, ini sangat luar biasa dan tidak ada tandingannya sama sekali di dunia ini", kata Bo Li.


"Ah... Ha... Ha... Aku tahu itu, dan aku lega jika kamu sangat menyukainya, tapi apakah ada yang kurang dari gaun rancangan ku ini ?", jawab Peri Dryada malu-malu.


"Tidak !!!", teriak Bo Li.


"Eh... Iya...!?", sahut peri kecil daun hijau terkejut kaget.


"Oh Tidak, ini sungguh indah sekali, peri ! Aku merasa tidak ada sedikitpun kekurangan dalam rancangan mu ini, gaun malam ini benar-benar sangat cantik sekali !", sahut Bo Li sambil berputar di depan cermin panjang yang berdiri di ruang tidurnya.


"Aku rasa pujian mu terlalu berlebihan, Bo Li, karena aku hanya melakukan tugasku dengan semestinya dan aku sangat lega apabila kamu suka dengan gaun malam ini", kata peri kecil daun hijau itu senang.


"Oh Tuhan... Aku tidak percaya ini, peri...", kata Bo Li.


"Percayalah ! Kamu hanya cukup untuk mempercayainya, puteri", sahut Peri Dryada.


***

__ADS_1



Bo Li berulangkali memutar tubuhnya yang langsing di depan cermin tersebut sembari tersenyum senang.


Dia melihat kerongsang emas itu masih menempel, menghias gaun malam berwarna ungu itu, hanya sekarang agak berbeda dari sebelumnya, benda yang tadinya biasa saja kini bercahaya berkilauan kembali seperti pertama kalinya Bo Li melihat kerongsang tersebut.


"Mmmm... Kerongsang emas itu tampak berpendar-pendar lagi seperti biasanya..., mungkin ini di sebabkan oleh pengaruh tongkat ajaib milik Peri Dryada yang bekerja pada gaun malam ini", kata Bo Li sambil bergumam dalam hatinya saat dirinya melihat ke arah kerongsang ajaib yang menempel di gaun malamnya.


Peri Dryada terbang menghampiri Bo Li yang berdiri terdiam di depan cermin di ruang tidurnya.


"Tapi... masih ada yang kurang dari penampilanmu ini, Bo Li", kata peri kecil daun hijau itu sambil betputar-putar di sebelah Bo Li yang berdiri bergeming.


Bo Li menolehkan kepalanya ke arah peri kecil Dryada lalu menatap peri itu dengan lama.


"Hmm..., apakah yang kurang lagi dari penampilanku ini ?", tanya Bo Li pada peri kecil itu.


"Apa ya... Apa ya ?", kata peri daun hijau sambil memiringkan kepalanya ke arah kanan dan kiri, kemudian berpikir serius.


"Bukankah ini sudah sangat sempurna sekali !? Lalu apalagi yang masih tertinggal dari penampilanku ini ? Gaun malam ini sudah sangat cantik sekali, peri", kata Bo Li tidak mengerti.


"Tunggu sebentar, aku masih berpikir, dan aku juga masih merasa ada yang terlupakan lagi !?", sahut peri kecil daun hijau itu.


"Menurutku, ini sudah lebih dari kata sempurna dan seluruh penampilanku ini, aku rasa sangat hebat dan luar biasa sekali", kata Bo Li seraya memutar tubuhnya.


"Apa ya ?", ucap peri kecil daun hijau itu sembari memutari tubuh Bo Li yang ada di depan cermin.


"Gaun malam hasil karyamu ini sudah sempurna sekali dan sungguh luar biasa indahnya", kata Bo Li seraya merentangkan kedua tangannya.


"Benar yang kamu katakan, Bo Li, tapi aku masih merasa ada yang kurang dari penampilanmu ini", ucap Peri Dryada.


"Oh, benarkah ? Tapi aku melihat ini lebih dari cukup, Peri Dryada !?", sahut Bo Li.


"Mahkota !", teriak Peri Dryada sembari mengepakkan kedua sayapnya yang berkilauan indah.


"Apa !? Mahkota !?", ucap Bo Li terpana.


"Iya ! Iya ! Itu benar sekali ! Aku melupakan hal itu, Bo Li !", kata Peri Dryada.


"Untuk apa mahkota itu ?", tanya Bo Li heran.


"Tentu saja untuk menghias kepalamu Puteri Bo Li, lalu apa fungsi dari mahkota jika tidak untuk di taruh di atas kepala ?", sahut Peri Dryada tersenyum.


"Apakah aku harus memakai mahkota ? Apa tidak terlalu berlebihan ?", kata Bo Li.


"Tidak ! Tidak ! Aku rasa ada yang kurang dari penampilanmu, dan aku tahu sekarang, hal apakah yang kurang itu, Bo Li", kata peri kecil daun hijau bersemangat.


Peri kecil daun hijau itu lalu mengepakkan kedua sayapnya dan berputar mengelilingi tubuh Bo Li yang berdiri terdiam di depan cermin panjang itu.


Tampak Peri Dryada memutar tongkat kecil ajaib miliknya sambil terbang di seputar perempuan cantik bergaun pesta malam yang cantik, berwarna ungu itu.


"Aku akan menghias kepala kamu dengan sebuah mahkota indah, Puteri Bo Li agar kamu benar-benar terlihat seperti seorang puteri dari Kerajaan Kuota yang bersahaja dan itu hak kamu serta yang sudah menjadi kodratmu yang sebenarnya, yaitu seorang puteri raja", kata Peri Dryada.


"Oh Peri Dryada...", ucap Bo Li terharu.


"Aku akan membuat mahkota cantik untukmu, Bo Li dan bersiap-siaplah !", kata Peri Dryada.


Peri Dryada lalu mengarahkan tongkat ajaib miliknya itu ke atas kepala Bo Li, dan kembali secercah cahaya berkilauan muncul dari tongkat kecil milik peri daun hijau itu.


Tongkat itu bergerak-gerak dan mengeluarkan cahaya yang menyilaukan ke arah kepala Bo Li yang sedang berdiri terdiam di depan cermin panjang di ruangan tidurnya yang mewah.


Cahaya ajaib itu lalu pelan-pelan membentuk sebuah mahkota yang sangat indah terpasang di atas kepala Bo Li.

__ADS_1



Mahkota puteri yang berbentuk daun dengan taburan kristal Amethyst berwarna ungu yang penuh kilauan terlihat sangat indah sekali menghiasi kepala perempuan cantik yang bernama Bo Li.


__ADS_2