
Di ruangan aula hotel bintang lima, dimana acara pesta malam masih berlangsung meriah dengan diiringi alunan musik dari lagu blues berjudul Me And The Devil Blues yang mengalir merdu di seluruh ruangan aula hotel.
Tampak Bo Li duduk di sebuah meja makan hotel di dekat dinding aula bersama Ivander Liam yang tengah asyik menyaksikkan pertunjukkan musik dari band musik yang disediakan pihak hotel bintang lima yang sedang menghibur tamu-tamu undangan pesta pada malam itu.
Bo Li lalu berbicara kepada tunangannya sambil menolehkan kepalanya ke arah Ivander Liam.
"Aku pamit sebentar ke belakang", kata Bo Li kepada tunangannya.
"Kamu akan kemana ?", tanya Ivander Liam.
"Aku hendak ke toilet", sahut Bo Li.
"Baiklah... Apa perlu aku temani ?", tanya Ivander Liam yang bersiap untuk beranjak dari tempat duduknya.
"Tidak, terimakasih, aku bisa pergi sendiri", ucap Bo Li.
"Berhati-hatilah...", kata Ivander Liam lalu mengurungkan niatnya mengantar Bo Li dan duduk kembali.
"Iya, aku permisi dulu", ucap Bo Li cepat-cepat.
Perempuan cantik bergaun ungu itu beranjak dari tempat duduknya lalu berjalan sambil mengangkat sedikit gaun pestanya.
Bo Li berencana menyelidiki mata iblis yang tengah mengintai aula hotel bintang lima ini dan mencari tahu darimana asalnya mata iblis itu.
"Aku akan mencari tahu asal mata iblis itu tetapi aku harus menyamar terlebih dahulu agar mereka tidak mengenaliku", ucap Bo Li bergegas menuju ke arah toilet aula hotel.
Bo Li mengeluarkan sebuah topeng dari tas pestanya yang sengaja ia siapkan sebelum berangkat ke acara pesta.
"Aku akan mengubah tubuhku menjadi ungu dan tembus pandang agar mata iblis itu tidak mengetahui keberadaanku", kata Bo Li sambil mengenakan topeng tersebut.
Belum sempat Bo Li sampai ke kamar kecil hotel dan beberapa langkah berjalan dari aula hotel bintang lima, keluar menuju ke kamar kecil, terdengar teriakan histeris yang sangat nyaring dari arah ruangan aula hotel.
Bo Li langsung membalikkan badannya menatap ke arah ruangan aula yang agak jauh darinya.
"AAAAAAAKHHHH... ! AAAAAKH... ! AAAAAKHHH... !", suara melengking dari orang-orang yang hadir di pesta tersebut.
"Ehk !?", gumam Bo Li kaget.
Bo Li lalu dengan cepat mengganti penampilannya menjadi makhluk ungu sembari berlarian ke ruang aula hotel bintang lima.
"Ada apa ini !?", ucap Bo Li kebingungan.
Dia berdiri dengan sikap waspada saat berada di aula hotel bintang lima itu.
Bo Li melihat gerombolan Murdhuacha yang tengah berhamburan ke arah ruangan aula hotel.
Para peri landak itu menghirup aura setiap orang yang ada di aula, mereka mengambil energi manusia untuk di hisap ke dalam tubuh peri landak.
"Oh Tuhan !? Apa yang mereka lakukan ? Kenapa para landak itu menyerang orang-orang di aula ini ?", tanya Bo Li panik.
Bo Li menolehkan kepalanya ke arah sekitar aula untuk mencari Ivander Liam dengan perasaan cemas.
Dia tidak menemukan pria berambut pirang itu di ruangan aula, Bo Li bertambah gelisah serta ketakutan.
"Kemana Ivander Liam !?", ucap Bo Li sambil berkeringat dingin.
Bo Li melangkah pelan dan mencari-cari pria tampan itu tetapi ia tidak melihatnya sama sekali.
__ADS_1
"AAAAAKHHH !!! AKKKKKHHH... !!!", terdengar teriakan histeris dari arah orang-orang yang berlarian dari ruangan aula.
"Aku harus menghentikan ini semua sebelum banyak korban berjatuhan karena ulah Murdhuaca", kata Bo Li.
Bo Li lalu meraba-raba mahkota yang masih ia kenakan di atas kepalanya, dan menyentuh kristal Amethyst ungu berukuran besar yang ada di depan mahkota.
Mahkota itu langsung berubah menjadi pistol revolver di tangan Bo Li, dengan cepat Bo Li mempersiapkan peluru-peluru kristal Amethyst cadangan pistol revolver.
"Klek... Klek... Klek...", terdengar suara pistol revolver digerakkan oleh Bo Li.
Bo Li mengarahkan pistol revolver yang ada di tangannya ke depan sambil berjalan menuju ke arah para peri landak yang ada di aula hotel.
"DOR ! DOR ! DOR ! DOR !", suara pistol revolver ditembakkan ke arah gerombolan Murdhuacha.
Perempuan cantik itu terus menembakkan pistol revolvernya kepada peri-peri landak yang berubah menjadi iblis dan mengisap aura manusia tanpa hentinya sehingga orang-orang yang ada di aula tubuh mereka menjadi mengering.
Tembakan Bo Li selalu tepat mengenai badan para peri landak dan sebagian dari mereka langsung lenyap menjadi debu.
"DOR ! DOR ! DOR ! DOR !", terdengar lagi suara tembakan dari arah pistol revolver miliknya yang memekakkan telinga.
"AAAARGHHH...! ARGHHH... !!", teriakan yang datang dari para peri landak saat terkena peluru kristal Amethyst ungu dari pistol revolver milik Bo Li.
Suara teriakan para peri landak yang telah dikendalikan oleh iblis dan berubah seperti iblis terdengar melengking keras bersamaan dengan jeritan orang-orang di aula hotel bintang lima.
"AAAAAKHHHH... Tolong ! Tolong... !!!", jerit tamu-tamu yang hadir di acara pesta malam itu.
Beberapa dari peri landak iblis itu berlompatan menghindari tembakan pistol revolver milik Bo Li, ada dari mereka yang terbang ke atas menjauh dari tembakan itu.
"Kalian akan lari kemana, iblis !?", ucap Bo Li lalu mengarahkan pistol revolver miliknya ke arah atas.
"DOR... ! DOR... ! DOR... !", suara tembakan terdengar kembali dari pistol di ruangan aula hotel.
"Banyak sekali jumlah para peri landak iblis itu yang ada di ruangan ini, aku harus segera melenyapkan mereka semua sebelum semua tamu menjadi kering", kata Bo Li seraya membidikkan senjata apinya ke arah para peri landak iblis.
"DOR ! DOR ! DOR ! DOR ! DOR !", suara tembakan pistol revolver sekali lagi menggema di aula tersebut.
"AAAAARGHHH...!!!", suara lengkingan dari para peri landak iblis di ruangan aula hotel bintang lima tempat acara pesta diadakan saat terkena tembakan Bo Li.
"Tinggal sedikit lagi dari para peri landak iblis itu yang tersisa disini", ucap Bo Li.
Tiba-tiba dari arah depan salah satu dari peri landak iblis itu berlari melompat ke arah Bo Li dengan kedua kuku cakar mereka mengarah ke perempuan cantik itu.
Bo Li langsung berbalik serta berlari menghindari kejaran cakar-cakar peri landak iblis lalu melompat terbang melayang di udara seraya mengarahkan pistol revolver miliknya ke arah peri landak iblis itu.
Dia menggenggam erat-erat pistol itu dengan kedua tangannya lalu melesakkan peluru kristal Amethyst ungu dari pistolnya kepada peri landak yang telah berubah menjadi iblis jahat.
Terdengar kembali suara tembakan yang menggema di ruangan aula hotel bintang lima. "DOR... DOR... DOR... !"
Peri landak iblis itu langsung lenyap menjadi debu tak tersisa ketika terkena tembakan pistol revolver jenis M&W 500M milik Bo Li.
"Whushhh...", abu dari peri landak iblis langsung berterbangan tertiup angin dan lenyap dari ruangan aula hotel.
Bo Li meloncat turun ke bawah lantai aula ketika ia selesai menembakkan pistol miliknya kepada peri landak iblis.
Dia lalu segera mengisi pistol miliknya dengan memasukkan peluru-peluru kristal Amethyst di tangannya, satu per satu dengan sangat cepat ke dalam tabung berputar pada pistol revolvernya seraya melangkahkan kedua kakinya di ruangan aula itu.
Tatapan Bo Li sangat tajam menatap para peri landak iblis yang tinggal tersisa sedikit itu, terlihat dari peri-peri iblis yang meringkuk ketakutan di sudut ruangan aula serta ada juga yang bersikap menantang kepada Bo Li, yang telah berubah menjadi makhluk ungu.
Bo Li berdiri di ruangan aula seraya memperhatikan peri-peri landak iblis itu seraya berbicara kepada mereka.
__ADS_1
"Siapa yang telah menyuruh kalian datang dan membuat onar di acara pesta malam ini !?", tanya Bo Li dengan menggenggam pistol revolvernya.
"Hog... Hog... Hog... !", suara yang keluar dari mulut para peri landak iblis menanggapi pertanyaan dari Bo Li.
"Kenapa kalian tidak menjawabku ? Apa kalian tidak mengerti ucapanku ?", tanya Bo Li dengan nada dingin.
"GRRRRRR !? GRRRRRR !", suara erangan dari peri-peri itu dengan penuh kemarahan.
Salah satu dari peri landak iblis itu terlihat hendak bergerak menyerang Bo Li tetapi perempuan cantik itu menahan peri tersebut dengan ucapannya.
"Tunggu ! Dan berhentilah melawanku ! Karena aku tidak ingin mencari masalah atau bermusuhan dengan kalian ! Katakan siapa yang telah mengirim kalian kemari ?", tanya Bo Li lagi.
"Hog ! Hog ! Hog ! Hog !", jawab peri landak iblis itu.
"Katakanlah dan jangan takut, jika kalian memberitahukan kepadaku siapa yang telah mengirim kalian kemari maka aku akan membebaskan kalian untuk pergi dari tempat ini !", kata Bo Li dengan raut wajah seriusnya.
"GRRRRRRR ! GRRRRRR ! GRRRRRR !!!", suara menggeram dari para peri landak marah.
"Baiklah, jika kalian tidak ingin mengatakannya maka dengan terpaksa aku harus melenyapkan kalian semua yang ada disini", kata Bo Li lalu mengangkat tangannya yang memegang pistol revolver ke arah peri tersebut.
"Hog ! Hog ! Hog ! Ini tugas kami dari pimpinan tertinggi untuk bertanggung jawab menyelesaikan pekerjaan kami mencari buah surga para peri !", ucap peri landak iblis.
"Buah surga !?", kata Bo Li tersentak kaget saat mendengar ucapan peri landak iblis itu.
"Hog ! Hog ! Hog ! Kami mendapatkan aroma buah surga Ametyhst ungu yang melekat pada tubuhmu, wanita bertubuh ungu ! Kami mencium bau buah surga yang datangnya dari aula hotel ini !", sahut salah satu dari peri landak iblis itu.
"Darimana kalian tahu akan adanya buah surga itu ? Dan untuk apa kalian mencari buah surga ? Apa tujuan kalian ?", kata Bo Li dengan sikap penuh waspada ketika peri tersebut mengatakan perihal buah surga Amethyst ungu itu.
Bo Li langsung berjaga-jaga dengan penuh hati-hati seraya melirik ke arah para peri landak iblis yang masih tersisa di ruangan aula hotel bintang lima.
Dia meningkatkan kewaspadaannya terhadap para peri landak yang berubah menjadi iblis setelah mendengarkan penjelasan tujuan mereka berada di aula hotel dan memburu orang-orang di ruangan itu dengan mengincar buah surga Amethyst yang tercium dari aula tersebut.
"Apakah masih ada orang di balik ini semuanya ? Dan apakah ada aroma buah surga selain yang datangnya dariku ataukah mereka mencium aroma buah surga dari tubuhku saja !?", ucap Bo Li dalam hatinya seraya memperhatikan seluruh ruangan aula hotel ini.
Bo Li berdiri penuh waspada dengan pistol revolver di tangannya yang ia arahkan kepada salah satu peri landak iblis itu.
"Hog ! Hog ! Hog ! Tujuan kami adalah membawa dirimu ke hadapan yang mulia tuan kami sekarang, perempuan ungu !", sahut peri landak iblis.
"Lalu apa tujuan tuan kalian mengincar buah surga itu ?", tanya Bo Li sambil mengacungkan pistol revolver miliknya kepada peri landak iblis.
"Hog... Hog... Hog... Kami tidak tahu tujuan yang sebenarnya dari tuan kami yang menginginkan buah surga Amethyst ungu itu, tugas kami hanyalah mencari buah tersebut dan membawanya kepada tuan tertinggi kami", sahut peri landak iblis.
"Jangan berbohong ! Kalian pasti tahu alasan tuan tertinggi kalian menginginkan buah surga itu ! Katakanlah siapa yang menyuruh kalian !", kata Bo Li dengan nada tinggi.
"Hog ! Hog ! Hog ! Hog ! Kami tidak memiliki kuasa besar untuk memberitahukan siapa tuan tertinggi kami kepadamu bahkan tujuan dari tuan kami yang mengincar buah surga, kami tidak dapat mengatakannya karena kami benar-benar tidak tahu tujuan dari tuan kami", ucap peri landak iblis bermata merah itu.
"Benarkah yang kamu katakan itu !?", kata Bo Li bertanya.
"Hog ! Hog ! Hog ! Iya, meskipun kami dari bangsa peri tetapi kami pantang berbohong ! Dan kami telah mengatakan semuanya kepadamu !", sahut peri landak iblis.
"Oh iya !?", ucap Bo Li seraya memicingkan kedua matanya tidak percaya dengan ucapan peri tersebut.
"Hog... Hog... Hog... Karena kami telah memberitahukan tujuan kami kepadamu maka ikutlah bersama kami menghadap tuan kami tanpa melawan... Hog... Hog... Hog...", ucap peri landak iblis.
"Jika aku menolaknya !? Apa yang akan kalian lakukan kepadaku ?", kata Bo Li.
"Hog ! Hog ! Hog ! Dengan terpaksa kami harus membawamu serta bertindak penuh kekerasan untuk menyeretmu kehadapan yang mulia tuan kami dan harus bertempur denganmu... Hog... Hog... Hog...", sahut peri landak iblis.
"Sangat disayangkan karena kalian harus bertempur denganku dan terpaksa aku harus melenyapkan kalian semuanya", ucap Bo Li seraya mengangkat kedua alisnya ke atas.
__ADS_1
Bo Li lalu menarik pelatuk pistol revolvernya untuk bersiap-siap menembakkan peluru kristal Amethyst miliknya ke arah peri-peri landak iblis itu.