BO LI, Wanita Mandiri, Tuan

BO LI, Wanita Mandiri, Tuan
Tugas Misi Dari Sistem Bo Li 115


__ADS_3

Bo Li memandangi sistem yang ada di hadapannya dengan sangat serius sekali, ia menunggu sabar, gambar-gambar yang bergerak cepat pada layar monitor itu berhenti.


Dia telah memilih poin delapan ratus untuk membeli peluru kristal Amethyst dalam jumlah tak terbatas dengan poin yang ia punyai.


Layar monitor Sistem Bo Li 115 bergetar hebat kemudian muncul keluar peluru tajam kristal Amethyst yang tidak terhitung jumlahnya.


Peluru-peluru kristal Amethyst itu masuk kedalam magazen boks eksternal trasparan berwarna ungu dan disertai sabuk amunisi yang juga berwarna sama.


Bo Li meraih benda-benda itu dengan sekali hentakan dan benda-benda baru dari sistem telah berpindah tangan kepada dirinya.


"Aku sudah mendapatkan cadangan peluru kristal Amethyst dalam jumlah tak terbatas dan sekarang aku dapat pergi ke acara pesta itu tanpa kamu merasa khawatir lagi, peri", kata Bo Li seraya tersenyum.


"Iya, aku sudah tidak cemas lagi meski jauh darimu karena aku tidak dapat ikut bersamamu ke acara itu", ucap peri kecil daun hijau.


"Maaf, aku benar-benar minta maaf padamu, karena aku tidak mengajakmu ke pesta itu padahal banyak makanan lezat disana yang pastinya akan kamu sukai, peri", ucap Bo Li menyesal.


"Tidak apa-apa, aku sudah merasa senang meskipun hanya tinggal di kamar saja tetapi aku dapat membaca majalah-majalah yang belum aku baca untuk mengisi waktuku, Bo Li", sahut Peri Dryada.


"Maafkan aku... Bukan maksudku untuk melarangmu ikut bersamaku, aku hanya tidak ingin orang jahat-jahat itu mengetahui kehadiranmu disana sehingga membuat identitas tersembunyiku akan terungkap, aku hanya tidak ingin rencanaku yang aku susun untuk membalas kejahatan mereka dengan cepat diketahui mereka", kata Bo Li memelas.


"Aku tahu itu, Bo Li", jawab Peri Dryada.


"Tolong maafkanlah diriku, untuk menghadapi musuh-musuhku, aku memerlukan banyak persiapan serta menemukan selendang pelangi milik bidadari itu, aku masih membutuhkan pelatihan khusus dan pengembangan diri untuk meningkatkan levelku dalam bertarung dan melawan mereka", kata Bo Li seraya menatap peri kecil itu.


"Iya, aku mengerti, tidak perlu kamu memperdulikan aku lagi, bersiap-siaplah untuk pergi, Bo Li", ucap Peri Dryada.


"Oh peri..., maafkan aku...", kata Bo Li.


"Aku tidak apa-apa, bawalah tas kristal Ametyhst ajaib ini bersamamu dan masukkanlah semua benda-benda yang baru kamu peroleh itu dari Sistem Bo Li 115 ke dalam tas pesta ini", ucap peri.


Peri Dryada menyerahkan tas pesta genggam yang bertabur kristal Amethyst diseluruh badan tas tersebut kepada Bo Li.


"Indahnya, ini sangat indah sekali, peri !", pekik Bo Li terkagum-kagum.


"Iya..., aku tahu itu, cepatlah dan jangan menunda waktumu lagi, Bo Li", kata Peri Dryada.


"Terimakasih atas hadiah-hadiah indah ini, aku sangat berterimakasih sekali padamu, peri", ucap Bo Li.


"Ayo, bersiap-siaplah, Bo Li !", kata peri kecil daun hijau.


Peri Dryada mendorong pelan tubuh perempuan cantik itu ke depan cermin untuk memperhatikan lagi penampilannya.


Bo Li tertawa kecil ketika peri itu menyuruhnya bercermin kembali, dan ia menuruti keinginan peri kecil daun hijau untuk memperbaiki penampilannya.


***


"TUNGGU SEBENTAR NONA BO LI !", tiba-tiba terdengar suara dari sistem kembali menggema.


Keduanya menoleh secara bersama-sama ke arah layar monitor Sistem Bo Li 115 ketika sistem itu berbicara kepada Bo Li.


"Ada apa !?", ucap mereka secara bersamaan.


"ADA TUGAS MISI BARU DARI SISTEM BO LI 115 YANG HARUS DISELESAIKAN LAGI, NONA BO LI !", ucap suara sistem itu.


"Apakah itu ?", kata Bo Li.


Dia berjalan mendekat ke arah layar monitor sistem lalu kembali memperhatikan layar yang masih menyala.


Berdiri dengan menatap serius ke arah Sistem Bo Li 115 yang berbicara lagi kepadanya.

__ADS_1


"TUGAS KEDUA YANG HARUS ANDA SELESAIKAN NONA BO LI", ucap sistem.


"Tugas apakah itu, sistem ?", tanya Bo Li.


"TAPI APAKAH ANDA MAMPU MENYELESAIKANNYA, NONA BO LI ? KARENA TUGAS INI ADALAH SYARAT UTAMA YANG SANGAT PENTING UNTUK ANDA DALAM MEMBANTU ANDA MENGHADAPI MUSUH-MUSUH ANDA KELAK", sahut suara sistem yang dapat berbicara itu.


"Kenapa kamu menanyakan hal akan kemampuanku untuk menyelesaikan tugas misi itu, sistem ?", tanya Bo Li.


"KARENA SISTEM MENGETAHUI BAHWA ANDA AKAN MERASA KESULITAN UNTUK MELAKUKANNYA BAHKAN MENYELESAIKAN TUGAS TERSEBUT, NONA BO LI !", sahut sistem.


"Apa terlalu berbahaya buatku sehingga aku tidak mampu melakukannya dan menyelesaikan tugas itu, sistem ?", tanya Bo Li.


"TIDAK BERBAHAYA, SISTEM TIDAK MENDETEKSI ANCAMAN ATAUPUN BAHAYA DALAM TUGAS MISI INI HANYA SAJA ANDA AKAN TIDAK MUDAH MELAKUKAN TUGAS INI NONA BO LI", kata sistem.


"Apakah kamu ragu akan kemampuanku ini, sistem ?", tanya Bo Li.


"BUKAN, SISTEM TIDAK MERAGUKAN KEMAMPUAN ATAUPUN KETERAMPILAN ANDA TETAPI SISTEM MENDETEKSI ANDA AKAN MENGALAMI KESULITAN DALAM BERADAPTASI SAAT MENGEMBAN TUGAS MISI SISTEM BO LI 115 INI, NONA BO LI", sahut suara sistem.


"Benarkah itu ? Lalu apakah tugas tersebut ? Katakanlah padaku tanpa ragu, sistem !", tanya Bo Li.


"TUGAS MISI DARI SISTEM BO LI 115 ADALAH MEMBUAT IVANDER LIAM DEKAT DENGAN ANDA ATAU TERASA LEBIH AKRAB ANTARA KALIAN BERDUA NONA BO LI", jawab suara sistem.


"A--apa ?", tanya Bo Li tersentak kaget.


Tubuh perempuan cantik itu tiba-tiba terasa sangat lemas sekali saat mendengar perintah tugas misi dari sistem yang memberinya tugas untuk mendekati tunangannya yang jelas-jelas itu adalah hal yang paling sulit untuk dilakukan oleh Bo Li.


"Mendekati pria berambut pirang itu, tugas macam apakah itu, sistem ?", tanya Bo Li panik.


"TUGAS MISI DARI SISTEM BO LI 115 DAN DALAM TUGAS INI AKAN ADA SERANGKAIAN TUGAS-TUGAS YANG MENGIRINGINYA DALAM PERJALANAN ANDA MENYELESAIKAN TUGAS SISTEM, ITU AKAN MENJADI TAMBAHAN UNTUK POIN ANDA SERTA AKAN MEMPERMUDAH ANDA MEMPEROLEH BONUS POIN YANG LEBIH TINGGI LEVELNYA, NONA BO LI", kata Sistem Bo Li 115.


"Tidak adakah tugas lainnya untuk menambah poin atau bonus itu, sistem ?", tanya Bo Li gelisah.


"Oh Tuhan... Bisakah sistem mengubahnya, ini terlalu berat buatku, aku sendiri tidak dapat membayangkannya...", ucap Bo Li kebingungan.


"TIDAK ADA TUGAS LAINNYA NONA BO LI DARI SISTEM INI KARENA ITULAH TUGAS YANG MEMANG HARUS ANDA SELESAIKAN DEMI KELANGSUNGAN MASA DEPAN ANDA SERTA DUNIA INI, NONA BO LI !", kata sistem menjawab pertanyaan Bo Li.


"Ya Tuhan Maha Kuasa... Ampunilah aku jika aku tidak mampu melakukannya..., karena ini sangat berat buatku !?", ucap Bo Li.


Dia mundur beberapa langkah ke belakang lalu terduduk di atas sofa yang ada di ruang tidurnya.


***


Termangu seraya menatap ke arah lantai kamarnya yang di lapisi permukaannya dengan marmer Statuario yang memiliki urat berwarna emas atau disebut Statuario Golden.


Pikirannya mulai kacau dan ia merasa bahwa dia tidak sanggup untuk menyelesaikan tugas dari sistem yang diberikan kepadanya.


"Oh tidak, ini sangat berat sekali, mendekati dan lebih akrab dengannya, dia justru lebih menyeramkan daripada iblis itu", ucap Bo Li.


Peri Dryada hanya memandangi perempuan cantik itu yang terlihat sangat putus asa, peri kecil daun hijau sangat memahami perasaan Bo Li.


Hal terberat bagi si cantik adalah menjalin kedekatan secara normal layaknya manusia lainnya atau sepasang kekasih sedangkan dirinya memiliki identitas tersembunyi yang harus ia pertahankan mati-matian agar tidak seorangpun yang dapat mengetahuinya.


Menyembunyikan kebenaran identitas pribadinya dan menekan perasaannya untuk tidak terlibat api asmara pada saat mendekati seseorang yang bahkan tidak ia harapkan kehadirannya dalam hidup Bo Li itu memang sulit sekali.


"Bo Li..., apakah kamu baik-baik saja ?", tanya peri kecil itu.


"Emmm...", gumam Bo Li seraya menatap peri diatasnya.


"Kamu tidak apa-apa, Bo Li", kata Peri Dryada.

__ADS_1


Bo Li hanya menggelengkan kepalanya pelan dan kembali menundukkan kepala dengan wajah muram.


"TIDAK ADA PERTANYAAN YANG LAINNYA LAGI, NONA BO LI ? JIKA TIDAK ADA YANG PERLU DITANYAKAN MAKA SISTEM AKAN PADAM PADA WAKTU LIMA DETIK KE DEPAN, DAN LAYAR MONITOR AKAN KEMBALI SEMULA KE WUJUD BUKU HARIAN", kata suara sistem.


"Apakah tidak bisa sistem mengubah tugas misi tersebut dengan tugas lainnya ?", tanya Bo Li.


"TIDAK BISA, PERMINTAAN TELAH DISIMPAN, SISTEM MENDETEKSI PERTANYAAN ANDA DAN TUGAS MISI SISTEM BO LI 115 TELAH DI KUNCI DALAM SISTEM, TIDAK DAPAT DIUBAH", sahut suara sistem.


"Oh tidak !?", pekik Bo Li tertahan.


"SAMPAI JUMPA PADA TUGAS SELANJUTNYA DAN ANDA DAPAT MENGAKTIFKAN KEMBALI SISTEM JIKA DIPERLUKAN ! SISTEM BO LI 115 AKAN KEMBALI DALAM BENTUK BUKU HARIAN DAN LAYAR MONITOR AKAN PADAM PADA HITUNGAN MUNDUR LIMA... EMPAT... TIGA... DUA... SATU... NOL...", suara sistem terdengar mulai melemah.


"Tidak ! Tidak ! Oh, tidak ! Jangan pergi dulu, sistem !", pekik Bo Li panik.


Layar monitor pada sistem terlihat mulai berubah dan perlahan-lahan padam serta tidak menyala lagi serta kembali ke bentuk semula ke wujud asalnya yaitu buku harian.


Buku harian itu terhempas pelan ke bawah karpet tebal yang menutupi beberapa bagian permukaan lantai ruang tidur dari marmer Statuario Golden yang terbilang cukup langka karena pasokannya dari tambang juga sangat terbatas.


Sistem Bo Li 115 memiliki batasan kemampuan untuk kembali menyala dalam tujuh jam mendatang bahkan lebih, tidak dapat digunakan terus menerus dalam waktu singkat layaknya sistem-sistem lainnya.


Memiliki keterbatasan untuk dipakai lagi, hanya sekali menyala dan membutuhkan waktu yang panjang dan cukup lama agar hidup kembali.


"Ya Tuhaaan..., dia menghilang...", ucap Bo Li jatuh terduduk di atas karpet tebal seraya memandangi buku harian yang tergeletak di bawah.


"Bo Li...", ucap peri kecil itu lalu terbang seraya mengepakkan kedua sayapnya yang kelip-kelip indah.


"Tidak, bagaimana aku harus menyelesaikan tugas yang berat ini, aku tidak mampu melakukannya, peri", ucap Bo Li memelas.


"Mm...", gumam peri kecil daun hijau.


"Aku, aku tidak tahu harus berbuat apa-apa untuk tugas dari sistem selanjutnya, tolonglah aku, peri", kata Bo Li.


"Oh Bo Li, apa yang harus aku lakukan sedangkan aku hanyalah peri dan aku tidak bisa mengubah bagian tetap dari sistem itu serta aku hanya dapat membantumu sebisaku sesuai kemampuanku, Bo Li", ucap Peri Dryada.


Bo Li tidak menjawab perkataan dari peri kecil daun hijau itu, dia hanya melihat buku harian yang ada digenggaman kedua tangannya tanpa mampu berkata-kata lagi.


***


Pada saat yang bersamaan, terdengar suara pintu kamar ada yang mengetuk dari arah luar ruangan sebanyak tiga kali.


Bo Li sempat tidak menghiraukan ketukan pada pintu kamarnya dan hanya tenggelam dalam pikirannya sendiri.


Sampai Peri Dryada berinisiatif sendiri yang mendekat kepada perempuan cantik itu untuk sekedar memberitahukan bahwa ada orang yang mengetuk pintu kamar Bo Li.


"Bo Li, ada orang yang datang ke kamarmu, tidakkah kamu mendengarnya ?", ucap Peri Dryada seraya menepuk lembut pundak Bo Li.


"Mmm, apa, peri !?", sahut Bo Li sambil mendongakkan kepalanya ke arah peri kecil itu.


"Ada seseorang yang mengetuk kamar tidurmu, ada yang datang, bersiap-siaplah segera", bisik Peri Dryada.


"Oh iya, aku akan membukakannya, peri", kata Bo Li lalu beranjak berdiri.


"Cepatlah, jangan mengulur waktu lagi ! Aku sendiri akan merapikan ruang tidur ini secepatnya", kata peri kecil itu.


"Iya, iya, aku tahu itu, rapikanlah dahulu ruangan tidur ini karena aku takut ia akan masuk kemari, peri", ucap Bo Li.


"Baiklah, aku akan merapikannya terlebih daghulu", kata peri.


Tidak butuh waktu yang lama untuk peri kecil daun hijau melakukannya, dan dalam sekejap saja ruang tidur Bo Li kembali rapi seperti sedia kala.

__ADS_1


Bekas-bekas latihan tadi sudah tidak terlihat lagi di dalam ruangan tidur itu, semuanya benar-benar sangat tertata sempurna.


__ADS_2