BO LI, Wanita Mandiri, Tuan

BO LI, Wanita Mandiri, Tuan
Membeli Dengan Poin


__ADS_3

Bo Li berdiri dengan tangan mengepal erat tatkala mendengar perkataan dari sistem tentang Kerajaan Kuota tempat festival diadakan.


Wajahnya langsung berubah pucat pasi tanpa sanggup berkata-kata.


Peri kecil daun hijau terbang menghampiri Bo Li yang berdiri tertegun di depan layar monitor sistem.


"Bo Li... Apakah kamu baik-baik saja ?", tanya Peri Dryada.


"Emm...", gumam Bo Li.


Perempuan cantik itu hanya menolehkan kepalanya ke arah peri kecil daun hijau tanpa banyak berkata.


"Sebaiknya aku saja yang menanyakan pada sistem itu mengenai cara mendapatkan peluru cadangan itu, Bo Li", kata Peri Dryada.


Bo Li menatap sendu kepada peri kecil daun hijau yang ada disampingnya.


Peri Dryada lalu terbang melayang pelan seraya mengepakkan kedua sayapnya yang kelip-kelip ke arah sistem.


Dia mendekati layar monitor yang ada didepannya lantas ia bertanya pada sistem itu dengan takut-takut.


"M... B--boleh... Bolehkah aku bertanya pa--padamu...sistem ?", tanya peri kecil daun hijau dengan gemetaran.


"TENTU ! APA YANG INGIN ENGKAU TANYAKAN MAKHLUK KELIP-KELIP KECIL ?", sahut Sistem Bo Li 115.


Suaranya yang menggelegar diruang tidur semakin menambah peri kecil itu ketakutan, dan hampir membuatnya pingsan.


"Tidak bisakah dia bersuara rendah", gumam Peri Dryada lirih.


Dia berusaha menguatkan hatinya serta terus bertahan untuk tetap bertanya kepada sistem meski tubuhnya bergetar kencang.


Peri Dryada mencoba menatap ke arah layar monitor Sistem Bo Li 115 seraya mengerahkan keberaniannya.


"APA YANG INGIN ENGKAU TANYAKAN PADAKU ?", tanya sistem itu lagi.


"A--da yang ingin aku tanyakan kepadamu mengenai cara untuk mendapatkan peluru dari kristal Amethyst, bagaimana aku memperolehnya ?", tanya peri kecil itu.


"PELURU KRISTAL AMETHYST ? APAKAH ITU ? COBA ENGKAU JELASKAN PERI MUNGIL ?", sahut Sistem Bo Li 115.


"Itu adalah peluru hasil ciptaanku untuk senjata-senjata api untuk Bo Li, tetapi aku tidak tahu untuk mendapatkan lagi peluru-peluru itu karena aku lupa caranya dan aku membuatnya tanpa mencadangkannya", kata peri kecil itu dengan keringat dingin.


"BAGAIMANA KAMU BISA LUPA DENGAN HASIL KARYAMU SENDIRI !? SEHARUSNYA KAMU MEMBUAT RANCANGANNYA TERLEBIH DAHULU DAN MENYIMPANNYA ! JANGAN ASAL MENCIPTAKAN DENGAN KEKUATAN AJAIBMU ITU, SEKARANG KAMU LUPA !?", sahut Sistem Bo Li 115.


"Emmm..., a--aku tahu itu, dan aku minta maaf tapi ini sangat darurat karena aku merasakan bahwa sinyal radarku mendeteksi keberadaan musuh akan datang karena itulah aku berjaga-jaga dengan mempersiapkan senjata api itu", kata Peri Dryada.


"SENJATA API ? LALU DIMANA SENJATA-SENJATA API ITU, KENAPA AKU TIDAK MELIHATNYA ?", tanya sistem tersebut.


"Mmm... Aku menaruhnya di mahkota yang kini dikenakan Bo Li", sahut Peri Dryada.


"MAHKOTA... APAKAH KAMU MENDESAIN SENJATA-SENJATA ITU DALAM BENTUK MAHKOTA ? BAGAIMANA MENGOPERASIKANNYA ?", tanya Sistem Bo Li 115.


"Emm, mahkota itu dapat beralih fungsi menjadi senjata api setelah menekan tombol dari kristal Amethyst yang ada di mahkota itu dan setiap tombolnya terletak di tempat yang berbeda-beda", kata Peri Dryada.


"COBA KAMU TUNJUKKAN PADAKU !", ucap sistem itu.


"Ta--tapi... Mahkota itu sudah dikenakan Bo Li karena sebentar lagi ia akan pergi ke sebuah acara pesta...", ucap peri kecil daun hijau.


"APAKAH TIDAK ADA DESAIN YANG KAMU BUAT UNTUK SENJATA-SENJATA API ITU, MAKHLUK KECIL KELIP-KELIP ?", tanya Sistem Bo Li 115.

__ADS_1


"Ada, aku menggambarnya ulang di layar lay out dan aku akan menunjukkannya kepadamu, sistem", kata Peri Dryada buru-buru.


Peri kecil daun hijau itu lantas terbang rendah menuju layar lay out yang berdiri di ruang tidur Bo Li kemudian peri itu menunjukkan gambar desain mahkota itu kepada Sistem Bo Li 115.


"Ini desain gambar yang aku ciptakan dengan kekuatan ajaibku, sistem", kata Peri Dryada. "Bagaimana ? Apakah kamu sudah paham dan jika engkau telah memahaminya maka aku hendak menanyakan kepadamu, cara untuk mendapatkan peluru-peluru kristal Ametyst itu ?", sambungnya.


"TERNYATA KAMU SANGAT JENIUS SEKALI MAKHLUK KECIL, INI MERUPAKAN DESAIN UNTUK AGEN RAHASIA SEKELAS INTERNASIONAL YANG TIDAK MUDAH TERLACAK KEBERADAANNYA OLEH MUSUH MANAPUN, HEBAT, INI HEBAT SEKALI !", kata Sistem Bo Li 115.


"Lalu bagaimana caranya untuk memperoleh cadangan untuk peluru-peluru kristal Amethyst itu, sistem ?", tanya Peri Dryada.


"CARA UNTUK MENDAPATKAN PELURU KRISTAL AMETHYST ITU SANGAT MUDAH SEKALI YAITU KAMU DAPAT MEMBELINYA DI DALAM SISTEM BO LI 115 INI DENGAN POIN", kata Sistem Bo Li 115.


"Oh poin itu, baiklah aku mengerti", ucap Peri Dryada.


"TUNGGU SEBENTAR, AKU JUGA AKAN MENERANGKAN UNTUK MAHKOTA ITU BAHWA AKU AKAN MENDESAINNYA ULANG SETELAH ACARA PESTA NANTI", kata sistem.


"Mendesainnya ulang, untuk apa ?", tanya peri kecil daun hijau.


"UNTUK MENYEMPURNAKAN MAHKOTA ITU AGAR MENGALAMI PERKEMBANGAN YANG LEBIH BAIK UNTUK MENGHADAPI MUSUH-MUSUH NANTINYA", jawab sistem.


"Baiklah, aku mengerti, sistem", ucap Peri Dryada.


Peri kecil daun hijau kembali terbang disisi Bo Li yang sedari tadi mendengarkan pembicaraan antara peri kecil daun hijau dengan sistem.


"Bo Li, apakah kamu sudah mengerti penjelasan dari sistem itu, kalau untuk mendapatkan peluru-peluru kristal itu kita dapat membelinya dengan poin yang kamu miliki", ucap peri kecil itu.


"Iya, aku mendengarnya dan mengerti penjelasan dari sistem itu mengenai cara untuk mendapatkan peluru-peluru itu", kata Bo Li.


"Ayo, kita segera membelinya karena waktu kita tinggal lima belas menit lagi, dan sebentar lagi tunanganmu akan menjemputmu kemari, Bo Li", kata peri kecil daun hijau.


"Ayo, cepatlah, jangan mengulur waktu lagi, kita tidak punya waktu banyak, Bo Li !", kata Peri Dryada.


Peri kecil daun hijau itu terbang mendahului Bo Li dan segera menuju kehadapan layar monitor Sistem Bo Li 115.


"Mari kesini, Bo Li ! Belilah peluru kristal Amethyst itu !", seru peri kecil daun hijau seraya melambaikan tangannya kepada Bo Li.


Perempuan cantik yang terlihat anggun itu berjalan ke arah layar monitor sistem lalu berdiri di depan layar dengan ekspresi wajah yang sangat serius.


"Cepatlah untuk membelinya, kita tidak punya cukup waktu sekarang !", ucap Peri Dryada.


"Baiklah, aku akan segera membeli peluru-peluru itu dengan poin tapi..., mmm..., bagaimana cara untuk mencari petunjuk di layar monitor ini ?", tanya Bo Li.


Bo Li kebingungan dengan aplikasi yang ada di layar monitor Sistem Bo Li 115 karena di layar itu hanya ada gambar seperti lambang kerajaan berupa surya yang dikelilingi kristal ungu serta pola gringsingan.


"Bagaimana caranya ?", tanya Bo Li lagi.


"SILAHKAN ANDA SENTUH GAMBAR LAMBANG YANG ADA DI LAYAR MONITOR ITU, NONA BO LI !", jawab sistem.


"Gambar lambang ini ya, baik, aku paham", kata Bo Li.


Dia lalu menyentuh gambar lambang surya itu dengan perlahan, muncul beberapa gambar surya yang warnanya berlainan.


Ada sekitar lima gambar surya dengan warna yang berbeda yaitu warna ungu dari ungu yang termuda hingga tertua disertai tulisan dibawahnya, purple, violet, orchid dan lavender.


"Gambar manakah yang harus aku sentuh lagi ?", tanya Bo Li dengan serius memperhatikan ke layar monitor sistem di depannya.


"TEKANLAH WARNA DENGAN TULISAN PURPLE !", jawab sistem memberi petunjuk pada Bo Li.

__ADS_1


"Baiklah, aku mengerti", kata Bo Li.


Bo Li lalu menekan gambar surya dengan tulisan purple yang ada di layar monitor sistem maka keluarlah sebuah kotak dengan tulisan "cari" di sudut kotak itu.


"Aku sudah menekannya dan sekarang aku lihat ada kotak dengan tulisan cari, apa maksudnya ?", tanya Bo Li.


"TEKAN KOTAK DENGAN TULISAN "CARI" ITU MAKA AKAN KELUAR SEMACAM KEYBOARD TUTS DI LAYAR MONITOR LALU TULISLAH BENDA YANG ANDA CARI ATAU ANDA INGINKAN, NONA BO LI !", jawab sistem.


"Hmmm... Aku mengerti dengan petunjuk darimu itu, baiklah aku akan menulis kata peluru kristal Amethyst di kotak ini...", ucap Bo Li sembari bergumam.


"YA, SILAHKAN NONA BO LI !", kata Sistem Bo Li 115.


Bo Li menulis di kotak cari itu dengan penuh semangat dan ia menunggu hasilnya.


"Aku sudah menulis kata yang aku cari itu dan mana hasilnya ?", tanya Bo Li.


"TEKANLAH GAMBAR BERBENTUK KACA PEMBESAR MAKA AKAN KELUAR BEBERAPA PETUNJUK DISANA DAN OPSI PILIHAN DI LAYAR MONITOR ITU DAN SEKARANG COBALAH, NONA BO LI !", sahut sistem.


"Iya, aku akan menekannya, sistem", kata Bo Li.


Bo Li menyentuhkan ujung jarinya di gambar kaca pembesar itu dan ia menunggu reaksi yang akan ditunjukkan oleh sistem itu.


Hanya dalam hitungan detik maka muncul beberapa gambar serta tulisan opsi pada layar monitor sistem yang menjelaskan tentang pilihan pedoman cara untuk mendapatkan peluru kristal Amethyst itu.


"Banyak sekali opsi yang harus aku pilih..., tapi baiklah, aku akan memilih opsi pertama saja", ucap Bo Li.


Pada layar monitor Sistem Bo Li 115 kemudian muncul semacam katalog gambar peluru kristal Amethyst dengan berbagai deretan harga poin untuk membelinya.


Ada lima belas harga poin pada katalog yang menjelaskan bahwa untuk mendapatkan peluru kristal Amethyst tinggal membeli dengan menekan harga poin yang ada di layar monitor sistem.


Mulai dari opsi harga poin seratus untuk mendapatkan seribu peluru kristal Amethyst, dan harga seratus lima puluh poin akan dapat dua ribu peluru kristal, untuk harga dua ratus akan memperoleh lima ribu peluru kristal Amethyst hingga mencapai poin terakhir yaitu poin delapan ratus dengan opsi pilihan tidak terbatas.


"Hmm..., banyak sekali pilihannya bahkan sampai poin delapan ratus...", kata Bo Li.


"Ini luar biasa sekali, Bo Li !? Aku tidak percaya, banyak paduan dalam sistem ini yang menjelaskan rincian untuk mendapatkan peluru-peluru kristal itu", ucap Peri Dryada dengan perasaan takjub saat ia melihat layar monitor Sistem Bo Li 115 yang ada di depannya.


"Benar, aku sendiri terkejut ketika melihatnya dan aku benar-benar tidak menyangkanya jika ada sistem sehebat ini bahkan kita dapat membeli apapun hanya dengan mengumpulkan poin", kata Bo Li seraya tersenyum.


"Tepat sekali, yang kamu katakan itu sangat benar, kita dapat membeli dengan mudah hanya menggunakan sistem ini meskipun tidak mudah untuk mendapatkan poin-poin itu", ucap Peri Dryada.


"Yah, kamu benar, peri", ucap Bo Li.


"Bahkan hanya dengan menekan kotak bertuliskan kata "cari" pada layar maka kita dapat membeli apapun yang kita sukai, Nona Bo Li", kata Peri Dryada.


"Benar yang kamu ucapkan itu, peri", sahut Bo Li.


Terdengar lagi suara menggema dari layar monitor Sistem Bo Li 115 dan berbicara kepada Bo Li dan peri kecil daun hijau.


"SILAHKAN ANDA MEMILIHNYA NONA BO LI ! OPSI POIN YANG INGIN ANDA PILIH DAN ANDA BELI", kata sistem Bo Li 115.


"Baik, aku akan memilih poin delapan ratus untuk membeli peluru kristal Amethyst dalam jumlah tak terbatas", kata Bo Li seraya mengamati layar monitor sistem dengan sangat cermat.


"PILIHAN DITERIMA OLEH SISTEM BO LI 115, SILAHKAN MENEKAN TOMBOL PILIHAN PADA LAYAR MONITOR DAN MENUNGGU SEBENTAR !", kata suara sistem.


Bo Li menekan opsi pilihan poin delapan ratus yang tercantum pada layar di depan mereka kemudian menunggu beberapa saat hasil yang akan keluar dari pilihan itu.


Terdengar bunyi "BIP" kembali pada layar monitor Sistem Bo Li 115 ketika perempuan cantik bernama Bo Li menekan opsi pilihan tersebut untuk membeli peluru kristal Amethyst. Dan layar monitor sistem bergerak cepat dan gambar peluru yang ada di layar terlihat naik dan turun.

__ADS_1


__ADS_2