
Bo Li berkedip pelan saat buku harian itu berubah menjadi layar monitor sistem yang dapat berbicara di ruang tidurnya.
Menyala terang dengan layar yang terus menerus bergerak keatas-kebawah, menyinari ruangan dan mengeluarkan suara BIP.
"Sudah lama kita tidak berjumpa Sistem Bo Li 115, apa kabarmu kawan ?", sapa Bo Li seraya melirik ke arah layar monitor.
"APA KABAR NONA BO LI... BAGAIMANA KABAR MU ?", jawab suara sistem.
"Kabarku baik-baik saja, senang melihatmu lagi, sistem", kata Bo Li sambil tersenyum.
"SEMOGA ARWAH PARA PENDAHULU SELALU DI LINDUNGI OLEH TUHAN..., ADA APA MENCARIKU DENGAN MENGAKTIFKAN SISTEM BO LI 115 INI...", kata suara dari layar monitor yang berasal dari buku harian milik Bo Li.
"Emmm... Apa yah ? Bagaimana aku harus mengatakan padamu sistem !?", jawab Bo Li seraya menggaruk hidungnya yang tidak gatal.
"KATAKANLAH NONA BO LI !", ucap suara sistem menjawab ucapan perempuan cantik itu.
"Katakan saja langsung Bo Li pada sistem itu apa yang tengah terjadi padamu selama ini", bisik peri kecil daun hijau.
"SIAPA MAKHLUK BERUKURAN CEBOL ITU NONA BO LI ? BERANI SEKALI DIA HANYA MEMANGGILMU DENGAN NAMA SAJA !? SIAPA DIA !?", ucap Sistem Bo Li 115 yang menggelegar keras di ruangan tidur Bo Li.
"Ehk !?", sahut Bo Li.
Bo Li sedikit terkejut dengan ucapan dari sistem canggih yang dapat berbicara itu tentang peri kecil daun hijau.
"Em, dia..., dia adalah tim peri editorku yang berhasil aku selesaikan dalam misi yang kamu berikan waktu itu sistem", sahut Bo Li sembari tersenyum meringis.
"HAI MAKHLUK KELIP-KELIP ! TIDAKKAH KAMU KETAHUI BAHWA DIA ADALAH ATASANMU DAN MERUPAKAN PIMPINANMU !?'', ucap Sistem Bo Li 115 dengan nada tinggi.
"Mmm...", gumam peri kecil daun hijau.
Peri Dryada lalu bersembunyi di balik badan Bo Li dengan gemetaran dan ia tidak berani untuk muncul dihadapan layar monitor yang merupakan sistem itu.
Bo Li memandangi peri kecil daun hijau yang sangat ketakutan dengan Sistem Bo Li 115 sehingga membuat peri itu tidak mau melihat layar monitor di depan mereka.
"Kenapa kamu bersembunyi ? Apakah kamu takut dengannya, bukankah ada yang kamu tanyakan kepada sistem tersebut, peri ?'', tanya Bo Li menahan geli.
"D--dia... Dia..., dia sangat menakutkan sekali bahkan mengerikan melebihi monster, aku takut padanya, Bo Li...", ucap Peri Dryada setengah berbisik di balik punggung Bo Li.
''HAI ! HAI ! APA YANG SEDANG KAMU KATAKAN ? KAMU MENGULANGI KATA-KATAMU LAGI DAN MEMANGGIL NONA BO LI HANYA DENGAN NAMA ?'', ucap Sistem Bo Li 115 kembali menggelegar keras.
"Dia... Dia..., dia marah..., katakan padanya jangan berbicara seperti itu, Bo Li !?'', ucap Peri Dryada ngeri.
''HAI... KAMU MENGULANGINYA LAGI... TDAKKAH KAMU MENDENGAR YANG AKU KATAKAN ! APA KAMU MINTA AKU YANG MENGHUKUMMU ?'', ucap suara Sistem Bo Li 115 marah.
"Sudah, sudahlah, jangan berkata lagi, kamu membuatnya ketakutan sistem", kata Bo Li mencoba membela peri kecil daun hijau.
"TIDAK NONA BO LI, DIA MEMANG HARUS DI BERI SEDIKIT PELAJARAN TENTANG SOPAN SANTUN DAN DIA HARUS TAHU POSISINYA ITU !'', kata Sistem Bo Li 115.
"Bukankah kamu sendiri yang menyuruhku untuk mencari tim editorku dan mengirimku ke dimensi lain !? Lantas apa ini salah jika aku telah memilihnya karena hanya dia yang muncul dan menolongku saat aku berada di dimensi lain kala itu", kata Bo Li.
"YA ITU MEMANG BENAR TETAPI TIDAKLAH PANTAS MEMANGGIL PIMPINAN DENGAN NAMA SAJA APALAGI ANDA ADALAH SEORANG PUTERI RAJA, NONA BO LI", sahut suara sistem.
"Tapi aku tidak menganggapnya bawahanku melainkan sahabatku dan aku juga tidak masalah jika ia hanya memanggilku dengan nama saja, lalu di mana letak masalahnya ?'', kata Bo Li.
'ANDA MEMANG BERHATI BAIK TETAPI ITU TIDAKLAH BENAR KARENA ANDA ADALAH SEORANG PIMPINAN DAN PUTERI RAJA, DIA SEHARUSNYA MENGERTI ITU. APAKAH DIA TIDAK TAHU ITU ? PADAHAL DIA SUDAH MENGETAHUI IDENTITAS TERSEMBUNYI ANDA, NONA BO LI !", kata sistem.
__ADS_1
"Iya, aku tahu itu tapi alangkah baiknya jika ini tidak di permasalahkan lagi dan aku lebih nyaman dengan ini semua, terasa lebih dekat sebagai seorang sahabat", sahut Bo Li.
''TAPI... ITU TIDAK BENAR NONA BO LI...", kata Sistem Bo Li 115.
"Aku mohon... Biarkanlah seperti ini...", kata Bo Li sembari memohon.
"AH ! BAIKLAH ! JIKA ANDA LEBIH NYAMAN DENGAN KEADAAN INI, NONA BO LI TAPI ITU TIDAKLAH BENAR !'', kata sistem.
"Sistem..., aku memohon sekali lagi, biarkalah kami seperti teman..., bukan hubungan antara atasan dengan bawahan karena ini membuat kami menjadi lebih akrab", kata Bo Li.
''MENGERTI... ALASAN DAPAT DITERIMA... SISTEM BO LI 115 MENERIMA KEPUTUSAN NONA BO LI ! PERI DITERIMA SEBAGAI TIM EDITOR PERI ! TUGAS PERTAMA SELESAI DENGAN BAIK... ANDA MENDAPATKAN POIN DAN BONUS, NONA BO LI", sahut suara sistem.
"Benarkah itu !? Wow... Kamu memberiku bonus atas kerja kerasku ini... Benarkah, sistem ?", tanya Bo Li tak percaya dengan yang ia dengar itu.
''BENAR NONA BO LI KARENA SISTEM BO LI 115 TELAH DI RANCANG DENGAN TEKNOLOGI YANG TINGGI DAN TELAH DI SETTING SECARA SISTEMATIS DAN BERJALAN OTOMATIS OLEH IBU ANDA", ucap suara Sistem Bo Li 115.
Bo Li lalu menoleh ke arah peri kecil daun hijau yang tengah bersembunyi di balik punggungnya seraya tersenyum senang dan dia berkata pada peri itu.
"Dengarkanlah itu, peri, aku mendapat poin dan bonus karena telah menyelesaikan tugas misi pertamaku", ucap Bo Li.
"I--iya..., iya, aku mendengarnya..., itu adalah kabar yang menggembirakan, Bo Li", sahut Peri Dryada takut-takut.
"Ini juga berkat dirimu, tanpa bantuanmu, mana mungkin aku mendapatkan itu semua, peri", kata Bo Li.
"A--ku..., aku tahu itu, dan ku ucapkan selamat atas keberhasilanmu Bo Li", jawab peri kecil itu yang masih terlihat ketakutan.
"Jangan takut padanya, sistem itu adalah ciptaan mamaku, dan dia tidak membahayakan", kata Bo Li pada peri.
"I...iya, iya, aku mengerti dan mendengarnya", sahut Peri Dryada.
"Lalu apa bonusku itu ? Dan poin apa yang aku dapatkan atas keberhasilanku dalam menyelesaikan tugas misi itu, sistem ?'', tanya Bo Li.
Terdengar suara ''BIP'' dari layar monitor yang ada di depan mereka berdua kemudian layar monitor berubah dengan cepat dan muncul gambar-gambar yang kurang jelas karena cepatnya gerakan pada layar monitor secara acak.
"BIP... BIP... BIP..."
Sistem Bo Li 115 bersuara "BIP'' lagi ketika bergerak acak dan tiba-tiba padam, Bo Li tersentak kaget saat layar monitor itu mati. Ia tidak mengerti dengan perubahan yang terjadi pada sistem miliknya yang tidak bereaksi lagi.
"Apa yang terjadi dengannya ? Kenapa sistem itu tiba-tiba berhenti ?'', tanya Bo Li bergumam pelan.
''BIIIIIIPPP... !!!'', tiba-tiba suara sangat keras terdengar di ruangan tidur perempuan cantik itu.
Membuat Bo Li mundur beberapa langkah karena tersentak kaget ketika mendengar suara keras mendadak keluar dari arah layar monitor di depannya.
''Ehk !? Ada apa ini ?'', tanya Bo Li.
"Kenapa Bo Li dengan sistem itu ?'', tanya Peri Dryada kemudian melihat ke arah layar monitor dari balik pundak Bo Li.
"Entahlah, aku sendiri tidak mengerti, peri !? Apa yang sedang terjadi dengan sistem itu ?'', sahut Bo Li penuh tanda tanya.
"Apa sistem itu mengalami kerusakan, Bo Li ?'', tanya peri kecil itu.
"Aku rasa tidak, peri tetapi aku juga tidak tahu yang terjadi dengan sistem itu", sahut Bo Li seraya mengangkat kedua bahunya.
Terdengar suara "BIP" lagi dari layar monitor itu kemudian layar monitor dari sistem itu kembali menyala.
__ADS_1
"Lihatlah, sistem itu hidup lagi, peri !", kata Bo Li setengah berseru.
''POIN YANG ANDA TERIMA ADALAH POIN KRISTAL AMETHYST YANG DAPAT ANDA GUNAKAN UNTUK MEMBELI SESUATU DI DALAM SISTEM BO LI 115 DAN PENINGKATAN POIN BERNILAI SESUAI TINGKAT KESULITAN DARI TUGAS MISI YANG DIBERIKAN OLEH SISTEM", kata sistem.
"Poin Kristal Amethyst ? Dan aku dapat menggunakan poin itu untuk membeli sesuatu dari sistem, lalu berapa poin yang aku dapatkan itu ?'', tanya Bo Li.
"SESUAI TINGKAT KESULITANNYA, MINIMAL POIN YANG DI TERIMA OLEH ANDA ADALAH SERIBU HINGGA TAK TERBATAS POIN, ITU TERGANTUNG KEBERHASILAN ANDA DALAM MENYELESAIKAN TUGAS MISI SISTEM'', jawab Sistem Bo Li 115 menjelaskan secara rinci.
"Itu menarik sekali tetapi tidak mudah juga karena tugas yang kamu berikan untuk menemukan tim editor periku cukup sulit, sistem", kata Bo Li.
"BENAR, TERKADANG TUGAS DARI MISI CUKUP SULIT DAN MEMBUTUHKAN USAHA YANG KERAS UNTUK ANDA SELESAIKAN, NONA BO LI TAPI AKU RASA TIDAKLAH SUSAH SEKARANG KARENA ANDA TELAH MEMLIKI TIM EDITOR PERI", kata sistem menyahut perkataan Bo Li.
"Apakah benar jika aku dapat membeli sesuatu dari Sistem Bo Li 115 setelah mendapatkan poin-poin itu ?'', tanya Bo Li lagi.
''TEPAT SEKALI YANG ANDA KATAKAN, KARENA ANDA DAPAT BERBELANJA KEBUTUHAN APAPUN DARI SISTEM INI SETELAH MENERIMA POIN TERSEBUT, NONA BO LI", jawab sistem itu.
"Apapun katamu ? Benarkah itu ?'', tanya Bo Li penasaran.
''BENAR NONA BO LI, ANDA DAPAT MENGGUNAKAN POIN ITU UNTUK MEMBELI BARANG YANG ANDA INGINKAN ATAU YANG ANDA BUTUHKAN SESUAI KEPERLUAN ANDA DAN TAK TERBATAS", kata sistem.
"Bonus apa yang aku dapatkan dari Sistem Bo Li 115 atas kerja kerasku ?'', tanya Bo Li.
"BONUS YANG ANDA DAPATKAN ADALAH POIN TAMBAHAN UNTUK MEMBELI BARANG YANG ANDA BUTUHKAN", jawab Sistem Bo Li 115.
"Oh, tambahan poin lagi, aku mengerti", kata Bo Li sembari menganggukkan kepalanya.
''TETAPI POIN TAMBAHAN INI BERNILAI SANGAT TINGGI DAN MERUPAKAN POIN SPESIAL, TIDAK SELALU AKAN ADA PENAMBAHAN BONUS SETELAH MENYELESAIKAN TUGAS MISI. BERHUBUNG INI ADALAH TUGAS MISI PERTAMA PADA SISTEM BO LI 115 MAKA SISTEM MEMBERIKAN BONUS TERSEBUT", ucap sistem itu.
"Bagaimana caranya aku mendapatkan bonus dari sistem itu ?'', tanya Bo Li mulai menanggapi dengan serius perkataan dari Sistem Bo Li 115.
"MUDAH SAJA UNTUK MENDAPATKAN BONUS DARI SISTEM YAITU ANDA TINGGAL MENINGKATKAN KEMAMPUAN ANDA DENGAN PELATIHAN KHUSUS SEPERTI MENGIKUTI PERLOMBAAN ATAU KONTES", jawab sistem.
"Lomba dan kontes apa yang harus aku ikuti untuk mendapatkan bonus itu ?", tanya Bo Li.
''BERMACAM-MACAM CARANYA UNTUK MENGIKUTI LOMBA ATAU KONTES UNTUK MEMPEROLEH BONUS DARI SISTEM BO LI 115 DIANTARANYA ANDA DAPAT IKUT FESTIVAL ATAU AUDISI YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENINGKATAN KEMAMPUAN SPESIAL ATAU KEAHLIAN YANG ANDA PUNYAI", kata sistem menerangkan.
"Contohnya ?'', tanya Bo Li.
"CONTOHNYA TADI IKUT FESTIVAL ATAU AUDISI ATAU KONTES APA SAJA MULAI DARI MEREBUTKAN GELAR KECANTIKAN ATAU MENDAPATKAN ANUGERAH TERTINGGI DALAM KARIR DAN LAIN-LAINNYA ! TERSERAH ANDA NONA BO LI SESUAI KEMAMPUAN YANG ANDA MILIKI'', jawab Sistem Bo Li 115.
"Lomba ya ? Anugerah gelar tertinggi semacam gelar kehormatan atau jika di dalam dunia kerja kita akan mengenal istilah promosi, demosi dan rotasi", kata Bo Li.
''TEPAT SEKALI NONA BO LI DENGAN YANG ANDA UCAPKAN ITU'', sahut Sistem Bo Li 115.
"Lalu bagaimana aku harus mengikuti kontes itu ? Dimana ?", tanya Bo Li.
"SEBENTAR LAGI AKAN ADA FESTIVAL UNTUK MENYAMBUT BULAN AGUSTUS DAN ANDA DAPAT IKUT SERTA DALAM KONTES PADA FESTIVAL TERSEBUT NONA BO LI", jawab Sistem Bo Li 115.
"Benarkah... Dimana ? Apakah di Kota B-One ini ?", tanya Bo Li.
"BUKAN TETAPI DI NEGARA KERAJAAN KUOTA NONA BO LI", sahut sistem.
Bo Li tersentak kaget dan berdiri dengan tubuh bergetar hebat ketika nama kerajaan milik keluarganya disebutkan oleh sistem.
Dia hampir jatuh terduduk mendengar jawaban yang diberikan oleh Sistem Bo Li 115 kepadanya.
__ADS_1
Bo Li hampir menangis tatkala negara asalnya itu dengan sengaja di katakan sistem, bayangan tentang kematiannya pada usia sepuluh tahun itu kembali terulang lagi dalam benaknya serta kenangan itu datang silih berganti memenuhi kepala Bo Li.