BO LI, Wanita Mandiri, Tuan

BO LI, Wanita Mandiri, Tuan
Wife Carrying Festival


__ADS_3


Bo Li duduk di ruangan restauran sambil menikmati sarapannya bersama dengan Ivander Liam.


Dia tidak memperhatikan makanannya dan masih melamun serta terus mengunyah sarapannya perlahan.


"Apa makanannya tidak enak ?", tanya Ivander Liam.


Bo Li terdiam dan masih melamun sambil memainkan garpu dan sendok miliknya di atas piring makannya.


"Bo Li...", ucap Ivander Liam.


Pria berambut pirang itu lalu menepuk lembut tangan Bo Li.


Bo Li masih diam sambil terus menggerakkan pisau dan garpunya seperti gerakan memotong makanan.


"Bo Li !", panggil Ivander Liam dengan nada agak tinggi.


"Apa ?", sahut Bo Li tersentak kaget.


"Ada apa ?", tanya Ivander Liam.


"Emm, aku baik-baik saja, ada yang ingin kamu tanyakan, Ivander Liam", sahut Bo Li.


"Hmmm...", hela nafas Ivander Liam. "Tidak, aku hanya sedang mencemaskanmu, Bo Li...", sambungnya seraya menggelengkan kepalanya.


"Maaf, aku tidak fokus dengan makananku, dan sepertinya aku sudah kenyang, Ivander Liam", sahut Bo Li.


"Apa sarapannya tidak enak atau mungkin kamu menginginkan makanan yang lain, Bo Li ?", tanya Ivander Liam.


"Oh, tidak, aku tidak ingin apa-apa dan bolehkah aku kembali ke kamarku, Ivander Liam ?", sahut Bo Li.


"Kamu masih merasa lelah atau kamu ingin jalan-jalan di kota ini", kata Ivander Liam.


"Mmm, aku tidak menginginkan apa-apa, aku merasa tidak nyaman sekarang", sahut Bo Li.


Ivander Liam lalu meraih piring makan serta garpu dan pisau yang ada di tangan Bo Li kemudian dia menyuapkan sarapan yang ada di piring kepada Bo Li.


"Makanlah, jika kamu tidak makan banyak selama musim panas akan membuatmu sakit, Bo Li", ucap Ivander Liam.


"Iya...", jawab Bo Li pelan.


Bo Li patuh ketika Ivander Liam mulai menyuapinya sesuap demi sesuap makanan dan tidak banyak kata yang dia ucapkan dari mulut Bo Li.


Dia juga menghabiskan semua sarapannya dengan cepat tanpa penolakan, Ivander Liam cukup senang dengan sikap Bo Li yang mulai banyak menurut kepadanya.


"Sudah habis sarapannya dan sekarang kita bisa pergi jalan-jalan menikmati liburan musim panas ini di Finlandia", kata Ivander Liam.


"Kita akan pergi kemana, tidak sebaiknya menghabiskan waktu di tempat tidur saja, Ivander Liam", ucap Bo Li.


"Tidak karena sejak kita datang ke Finlandia ini, kita sudah seharian penuh beristirahat di kamar kita dan sebaiknya kita segera pergi keluar", kata Ivander Liam.


"Baiklah, aku akan bersiap-siap sekarang", kata Bo Li.


"Tidak usah, penampilanmu sudah sangat cantik luar dan dalam, lalu untuk apa lagi mengubah pakaianmu, seperti ini saja", ucap Ivander Liam.


"Tapi... Aku merasa tidak percaya diri dan rasanya aku perlu membawa perlengkapan lainnya, Ivander Liam", kata Bo Li.


"Yah, baiklah, mari kita kembali ke kamar terlebih dahulu sebelum pergi keluar hotel ini", ucap Ivander Liam.


"Terimakasih", sahut Bo Li lalu bergegas berjalan cepat menuju lift dan disusul oleh Ivander Liam dari arah belakang.


Di dalam lift, Ivander Liam merapatkan tubuhnya kepada Bo Li dengan maksud agar lebih dekat dengan perempuan cantik itu.


Saat pintu lift terbuka dengan sendirinya, Ivander Liam lalu meraih tangan Bo Li kemudian menggandengnya sambil berjalan keluar lift menuju kamar hotel tempat mereka masing-masing menginap.


"Tunggulah sebentar, aku akan mengganti pakaianku dulu", kata Bo Li.



Ketika pintu kamar hotel terbuka, Ivander Liam langsung melangkah masuk ke dalam ruangan kamar hotel milik Bo Li.


"Kenapa kamu masuk ke dalam kamar ini ? Aku mau berganti pakaian", ucap Bo Li.

__ADS_1


"Bergantilah dan aku akan menunggumu hingga selesai", sahut Ivander Liam.


"Ayolah Ivander Liam, aku tidak ingin merusak suasana liburan musim panas ini denganmu", kata Bo Li memohon.


"Tenanglah ! Dan segeralah berganti !", ucap Ivander Liam dengan nada menekan.


Bo Li tidak membantah ucapan Ivander Liam dan mulai mengganti pakaiannya cepat-cepat, hari ini dia ingin berpenampilan casual saja serta terlihat santai.


Dia juga memasukkan semua barang-barang berharganya ke dalam tasnya, mulai buku harian sistem Bo Li 115, mahkota miliknya, hingga tidak lupa peri kecil daun hijau.


"Masuklah, karena kita akan pergi keluar hari ini, kamu mengerti dan jangan buat keributan, peri", bisik Bo Li pelan.


Bo Li memasukkan peri Dryada ke dalam tas jinjing yang agak besar bersama-sama barang lainnya.


"Apa kamu sudah siap Bo Li ?", tanya Ivander Liam dari arah tempat tidur.


"Iya, aku sudah siap sekarang dan kita bisa pergi, Ivander Liam", sahut Bo Li.


"Baiklah, kita sebaiknya tidak terlalu siang keluar dari hotel karena akan terasa panas dan itu akan merusak penampilanmu", kata Ivander Liam.


"Iya, aku mengerti", ucap Bo Li.


Ivander Liam terlihat berjalan mendekat ke arah Bo Li yang tengah menjinjing tas kulit miliknya.


"Kamu cantik sekali dengan penampilanmu sekarang, Bo Li", kata Ivander Liam.


Pria berwajah tampan itu lalu mengusap lembut pipi Bo Li yang bersemu merah ketika mendengar ucapan Ivander Liam.


"Ayo, kita segera pergi dari sini dan menikmati liburan musim panas kita yang sesungguhnya", kata Ivander Liam tersenyum.


Tak butuh waktu lama, Ivander Liam dan Bo Li terlihat berjalan keluar dari Hotel GLO Kluuvi Helsinki menuju mobil yang telah disewa oleh Ivander Liam selama mereka berada di Finlandia.


Mobil membawa mereka pergi dari hotel menuju jalan-jalan yang ada di kota Helsinki dengan santai.



"Bawa kami menuju tempat festival musim panas di Helsinki yang terletak di taman Esplanadi", kata Ivander Liam pada sopir mobil.


Bo Li lalu menolehkan kepalanya ke arah Ivander Liam sambil berkata pada tunangannya itu.


"Festival ? Apakah ada acara perayaan festival selama musim panas di Helsinki ?", tanya Bo Li kepada pria berambut pirang itu.


"Benar, akan ada festival musim panas di Helsinki dan biasanya orang-orang di kota ini merayakannya di taman Esplanadi", sahut Ivander Liam.


"Ini sangat menarik dan aku ingin sekali melihat festival itu", kata Bo Li antusias.


"Ada lomba pada festival musim panas disana dan sekarang saatnya kita bisa mendaftar dan ikut lomba itu. Apakah kamu berminat ?", tanya Ivanderi Liam.


"Iya, aku mau, dan aku ingin mencobanya ikut lomba, siapa tahu kita akan memenangkannya", jawab Bo Li.


"Baiklah..., dan aku tidak akan memaksanya ataupun melarangnya", ucap Ivander Liam.


"Bukankah ini juga idea darimu untuk menikmati liburan musim panas kita di Helsinki dan aku tidak ingin menyia-nyiakan liburan kita disini", kata Bo Li.


"Benarkah...", sahut Ivander Liam sambil mengangkat kedua alisnya.


"Iya, aku akan bersemangat menghabiskan liburan musim panas ini", kata Bo Li.


Ivander Liam hanya tersenyum simpul ketika melihat semangat dari Bo Li yang merupakan tunangannya itu telah bangkit kembali.


Dia sedikit lega melihat perubahan pada diri Bo Li karena dia sempat menyerah saat melihat Bo Li, waktu sarapan tadi di hotel yang terlihat tidak bersemangat sehingga Ivander Liam berpikir usahanya untuk liburan di Finlandia tidak berhasil membuat Bo Li kembali ceria.


"Sopir, cepatlah sedikit karena aku tidak ingin melewatkan acara lomba yang diadakan di festival", pinta Ivander Liam pada sopir pria itu.


"Siap bos dan saya jamin kita akan sampai dalam waktu sepuluh menit lagi", kata sopir pria itu.


Sekitar dua puluh lima menit mobil sampai di area taman Esplanadi, sopir memarkir mobil tepat di dekat area festival musim panas diadakan.


"Bagaimana kalau kita turun sekarang, Bo Li ? Karena kita harus segera cepat-cepat mendaftar lomba sekarang", kata Ivander Liam.


"Iya, dan mari kita kita segera ke taman Esplanadi secepatnya, Ivander Liam ! Aku tidak ingin melewatkan acara lomba itu", kata Bo Li.


Tampak tergesa-gesa Bo Li membuka pintu mobil yang disewa Ivander Liam dan segera turun dengan cepatnya dari dalam mobil.

__ADS_1


"Ayo ! Ayo ! Jangan sampai kita terlambat Ivander Liam !", kata Bo Li sambil berjalan ke arah Ivander Liam lalu menarik tangan pria itu.


"Iya, iya, tunggu sebentar ! Dan bersabarlah, Bo Li !", ucap Ivander Liam.


"Cepatlah Ivander Liam ! Aku sudah tidak sabar lagi untuk mengikuti lomba itu", kata Bo Li yang terus menarik tangan Ivander Liam.


Ivander Liam tampak tertawa pelan melihat tingkah laku tunangannya dan segera mengikuti langkah kaki Bo Li yang bersemangat menuju area festival.


Mereka mendaftarkan nama mereka untuk ikut lomba dan lomba yang akan diadakan hari ini adalah festival membawa pasangan atau sering dikenal dengan wife carrying festival.


"Ayo ! Kita menuju ke area lomba, Ivander Liam !", ucap Bo Li.


Bo Li berlari kecil sembari melambaikan tangannya ke arah atas sedangkan salah satu tangannya menggenggam tangan Ivander Liam.


Ada sejumlah pasangan pria dan wanita telah bersiap-siap berbaris di area lomba, seorang panitia lomba mendekat ke arah Bo Li dan Ivander Liam.



"Maaf tuan dan nyonya, kami selaku pihak panitia lomba menyarankan kalian mengganti pakaian kalian dengan pakaian yang tersedia untuk lomba ini", kata wanita itu.


"Kenapa kami harus mengganti pakaian kami ?", tanya Bo Li.


"Maaf, karena medan lomba akan membuat pakaian kalian kotor dan agak menyusahkan apabila berpakaian serapi itu", jawab wanita yang merupakan panitia lomba.


"Baiklah, kami akan mengganti pakaian kami dengan yang lainnya dan secepatnya", kata Bo Li.


"Baiklah, saya mohon permisi dahulu dan semoga liburan musim panas kalian akan menyenangkan", ucap wanita itu tersenyum ramah.


Bo Li dan Ivander Liam terlihat berjalan ke arah barisan peserta lomba pada festival musim panas. Dan berdiri di nomer urut lomba.


Seorang panitia lomba mulai mengatur barisan peserta lomba dan masing-masing peserta harus berbaris rapi dengan menggendong pasangannya selama lomba.


"A--apa.... Apa yang dikatakan panitia lomba itu ? Menggendong ?", tanya Bo Li terbengong.


"Iyah, kamu harus digendong selama lomba berlangsung dan bagi siapa yang berhasil sampai garis finish terlebih dahulu maka dialah pemenangnya", jawab Ivander Liam.


"Hah !? Apa ?", kata Bo Li.


"Itulah syarat lomba ini, sayangku dan percayalah padaku", ucap Ivander Liam.


"Oh tidak... Aku melakukan kesalahan lagi...", kata Bo Li.


"Bagaimana ? Apakah aku boleh menggendongmu ?", tanya Ivander Liam.


"Iya..., silahkan, dan demi lomba ini serta untuk memenangkannya maka aku mengizinkannya kamu menggendongku", sahut Bo Li.


"Ups ! Kamu cukup berat juga, Bo Li", ucap Ivander Liam ketika dia mengangkat tubuh Bo Li.


Bo Li tersipu malu saat mendengar ucapan Ivander Liam yang mengatakan berat tubuhnya mulai bertambah naik.


"Maaf mengenai hal itu dan aku akan berjanji untuk menjaga berat badanku", kata Bo Li.


Ivander Liam menggendong Bo Li dan bersiap-siap berbaris pada lomba wife carrying. Dia telah berdiri di garis paling depan dengan penuh semangat.


"Ayo kita bersiap-siap untuk lomba, Bo Li !", ucap Ivander Liam. "Dan berpeganglah erat-erat padaku, !", sambungnya.


"Iya, aku mengerti", kata Bo Li.


Ketika terdengar bunyi tembakan meletus di udara sebanyak tiga kali serta saat bendera di naikkan ke atas maka lomba segera dimulai.


Dor... Dor... Dor...


"Satu ! Dua ! Tiga !", seru panitia lomba memberi aba-aba pada semua peserta lomba.


Peserta lomba mulai berlari cepat sembari menggendong pasangan mereka masing-masing.


"Ayo semangat ! Ayo semangat !", terdengar teriakan-teriakan dari arah penonton lomba pada festival musim panas di area taman Esplanadi.


Ivander Liam berlari sambil menggendong Bo Li dengan penuh semangat, dia bergerak cepat diantara peserta lomba lainnya.


Pria berambut pirang itu terus berlari kencang dan berada paling depan sedangkan Bo Li terus berpegangan erat sambil merangkul leher Ivander Liam, tunangannya. Dan tampak wajahnya yang bersemu merah padam karena malu.


Liburan musim panas Bo Li dan Ivander Liam begitu sangat menyenangkan sekali bagi mereka berdua meski perempuan cantik itu tidak pernah menyadari lomba yang diikutinya terbilang sangat unik sekali.

__ADS_1


__ADS_2